KETUA PSMTI KECAMATAN CONCONG TERBUJUR KAKU DIKAMAR PENGINAPAN.

Usai diselenggaran ritual keagamaan di kamar mayat RSUD Puri Husada Tembilahan., Jenajah Almarhum langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan dirumah duka.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Paguyuban Sosial Marga Tiogha Indonesia (PSMTI) Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir, Kho Liang Mong (54), Rabu (1/2) sekira pukul 09.30 Wib ditemukan telah menjadi mayat disebuah kamar penginapan. Teman-teman korban mengaku merasa curiga setelah dihubungi beberapa kali melalui handphone, korban tidak juga menjawab.

Menurut penuturan teman-teman korban, kemaren malam (selasa (31/1) mereka, termasuk A’O panggilan akrab almarhum sama-sama mengikuti perayaan imlek. Almarhum terkahir diketahui pulang ke penginapan sekira pukul 00.00 Wib.”Malam itu kita sudah buat janji untuk kembali bertemu besok paginya. Makanya pagi harinya kita coba menghubungi melalui telepon selularnya. Walaupun panggilan masuk, handphone tidak juga diangkat,”Cerita seorang teman almarhum yang enggan menyebutkan namanya ketika ditemui Www.detikriau.org di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan, Rabu (1/2)

Masih menurut pengakuannya, karena ingin mencari tau, salah seorang teman mendatangi penginapan.”Saat kita ketuk beberapa kali kamar 404 di penginapan tersebut tidak juga ada jawaban dan akhirnya diputuskan untuk meminta bantuan pihak pengelola penginapan membuka pintu kamar almarhum dan disitulah baru kita ketahui alamrhum dengan posisi terduduk dilantai dan kepala terbaring di tempat pembaringan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,”Paparnya.

Ketua PSMTI Cabang Kabupaten Indragiri Hilir, Alex Chandra, S.Sos ketika sempat dimintai komfirmasi oleh Www.detikriau.org ditempat yang sama menuturkan bahwa korban memang sudah cukup lama memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.”Saya merasa sangat kehilangan teman dekat. Selama ini saya selalu berkomunikasi dengan almarhum apalagi ia juga selaku Ketua PSMTI Kecamatan Concong. Mungkin saja korban meninggal diakibatkan penyakit jantung dan juga diabetes yang sudah cukup lama dideritanya,”Jawab Alex memberikan komfirmasi.

Dari pantauan Www.detikriau.org, setelah tiba di RSUD Puri Husada sekira pukul 11.00 Wib, almarhum langsung dibawa ke kamar mayat. Atas permintaan pihak keluarga, korban tidak dilakukan visum. Usai lakukan beberapa ritual keagamaan, jenajah almarhum langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan dirumah almarhum di Kecamatan Concong menggunakan kendaraan air speedboat.

“karena permintaan pihak keluarga, kita memang tidak lakukan Visum keluarga hanya memintakan surat keterangan kematian pada pihak rumah sakit,”Jawab Singkat Dr. Meri

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kasad Reskrim, AKP Efendi membenarkan adanya penemuan mayat ini, “Pihak keluarga menolak untuk kita lakukan visum, untuk sementara berdasarkan keterangan pihak keluarga, almarhum meninggal akibat serangan jantung tapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” Jawab Kasad Reskrim.(fsl)




Hasrat Politik Pemimpin Berjubah Agama

Oleh: Lindo Karsyah/riautunai

(www.detikriau.org) — Kita tentu sangat suka pemimpin yang memakai jubah dan simbol agama. Dan lebih menyukai lagi manakala perilakunya seiring dan sejalan pula dengan simbol tersebut.

Akan tetapi apa pula perasaan kita dengan sosok pemimpin yang suaranya merdu tatkala menyerukan perintah Tuhan?  Setiap waktu terdengar lantunan yang mendayu-dayu di media elektronik. Namun berselang usai itu, perangainya malah menghina perintah Tuhan. Suka perempuan, penipu, korup dan haus kekuasaan.

Sosok yang ingin membangun dinasti kekuasaan. Pribadi yang ingin melanjutkan kedaulatannya di tengah masyarakat. Manusia yang memahami bahwa kekuasaan tidak ada batasnya dan kekuasaan adalah warisan yang dijalankan secara turun menurun. Sebelum habis masa berkuasa, dia siapkan dengan segala daya dan tipu daya agar istri, adik, dan sanaknya menjadi penguasa pula. Hanya mereka yang berhak menjadi pihak yang memerintah dan yang lain hanya kaum hamba sahaya.

Dia tidak ingat lagi dengan pengajian yang sering disampaikannya bahwa Firaun yang sangat berkuasa akhirnya juga binasa, karena kesombongan dan keangkuhan. Dia lupa bahwa diatas langit ada langit, diatas kita ada Tuhan, penentu segalanya.

Hari ini dan beberapa hari belakangan, sang penguasa ini sudah menyakiti hati rakyat. Rakyat sudah marah, muak dan berontak. Sebentar lagi, entah apa yang terjadi?

Kenapa dia berprinsip demikian? Barangkali lantaran dia sudah lama berkuasa dan merasa dirinya berdarah biru dan menganggap yang lain itu sebagai kasta rendahan. Itulah kawan,  kekuasaan itu dapat membutakan hati, pikiran dan jiwa.

Tapi, apa sebenarnya yang membuat seseorang bisa menjadi kejam dan menjadi seorang diktator? Menurut penulis, Indra Darmawan, ternyata kecenderungan seseorang menjadi diktator tidak terbentuk dalam satu malam.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Stanford University pada 1971 pernah melakukan eksperimen untuk menguji kecenderungan manusia terhadap kekuasaan. Dalam penelitian itu, sekelompok mahasiswa secara acak berperan sebagai tahanan, sementara kelompok mahasiswa lainnya berperan sebagai penjaga tahanan.

Pada perkembangannya, para mahasiswa yang menjadi penjaga tahanan kemudian berubah menjadi kejam dan menekan. Di sisi lain, mahasiswa yang berperan sebagai tahanan, justru mulai menjadi orang yang pasif. Akhirnya, walaupun belum sampai seminggu, riset tersebut kemudian buru-buru dihentikan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2010 dan dipublikasikan pada sebuah jurnal ilmu psikologi, menemukan bahwa orang-orang yang merasa dirinya berada dan berkecukupan, ternyata lebih buruk dalam membaca emosi orang lain, daripada orang-orang yang merasa dirinya miskin.

Menurut Dacher Keltner, salah seorang peneliti dari University of California-Berkeley, hal itu mungkin disebabkan oleh orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan terbiasa untuk membangun aliansi dengan orang lain.

Sementara, orang-orang yang memiliki kekuasaan, kata Keltner, biasanya bisa melakukan hal-hal yang ia inginkan. “Saat Anda mendapatkan kekuasaan, Anda akan berhenti untuk aktif dari lingkungan sosial Anda,” ujar Keltner kepada LiveScience.

Maka selanjutnya, orang ini tidak bisa membaca kondisi emosi dari orang lain dengan baik. “Anda tidak akan memiliki pemahaman terhadap kondisi sosial yang penting, seperti kemiskinan,” Keltner menjelaskan.

Tak heran bila kemudian kekuasaan membuat seseorang menjadi impulsif, egois dan tidak bisa bersikap secara proporsional. Bahkan hal ini akan membuat orang itu menjadi terisolir.

Sebuah studi lainnya yang dipublikasikan pada Psychological Science 2009, mengatakan bahwa orang yang telah ‘terlatih’ untuk berpikir bahwa dirinya berkuasa, biasanya sangat percaya bahwa mereka bisa mengendalikan situasi, bahkan terhadap sebuah kondisi yang acak, seperti saat ia musti ‘berjudi’ dengan dadu.

Oleh karenanya, seorang tiran, biasanya memiliki kombinasi: gila kekuasaan, berhenti mendengarkan orang, bahkan percaya bahwa ia masih memiliki kontrol terhadap peristiwa yang acak. “Ilusi terhadap kontrol bisa menjadi salah satu jalan di mana kekuasaan justru menggiring ke kematiannya sendiri.”

Barangkali itulah yang merasuki pemikiran sang penguasa yang bertampilan gagah dan luar biasa ini! Mungkin hasrat kekuasaannya lagi memuncak kawan!***

 




PERASAAN RINDU PADA SIBUAH HATI JADIKAN PENCIPTA BATIK INDRAGIRI.

Badri bangga berfose dilatarbelakangi beberapa motif batik buah karyanya.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rasa rindu yang begitu mendalam terhadap sibuah hati membuat pria paruh baya kelahiran Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur ini melangkahkan kaki ke sebuah Kabupaten yang begitu jauh dari kampung halamannya. Dirinya sama sekali tidak pernah menduga, rasa rindu itu akhirnya merubah jalan hidupnya. Dari seorang tenaga pengajar disebuah pesantren, kini Badri (54)  bergelut di dunia konveksi yang belakangan lebih fokus pada batik yang dikenal sebagai Batik Indragiri.

Tahun 2006, Badri meninggalkan tanah kelahiran, Tuban menuju kota Guntung Kecamatan Kateman untuk menemui dua orang anaknya yang bekerja disebuah perusahaan perkebunan. Setelah bertemu, Badri merasa tidak ingin lagi terpisah jauh, ia bertekad tinggal di Kabupaten Inhil dan membuka usaha. Dengan modal keahlian dibidang konveksi, ia menilai kota guntung bukan tempat yang tepat “Saat itu ada 2 pilihan, di jambi atau di Tembilahan. “Nama kota Tembilahan terasa asing ditelinga saya dan justru saat itu hati saya jadi tertarik dan memutuskan untuk meninjau sendiri,”Ujar Badri.

Tampak beberapa pekerja sedang sibuk menyelesaikan pesanan pakaian batik.

tanggal 14 maret 2006 sekira jam 11.00 Wib ia tiba di ibukota kabupaten, Tembilahan. Karena memang tidak ada sanak family, ia mengaku sempat terkatung-katung selama 3 hari dan akhirnya ditolong seorang TNI yang memberinya  tempat berteduh.

Melanjutkan niat, setelah beberapa usaha, langkah kaki Badri dituntun untuk mendatangi Dinas perindustrian dan perdagangan Inhil.  dikantor ini ia bertemu dengan pak Masdjuri Hasan.”waktu itu Pak Masdjuri menjabat kepala dinas. pengalaman dan keahlian saya dibidang konveksi ternyata mendapat penilaian positif dan diberi kesempatan untuk menjadi tenaga pengajar di Balai latihan Kerja serta diberikan tempat tinggal.”Ucapnya.

Beberapa bulan bertempat tinggal di BLK dan setelah istri ikut menyusulnya ke Tembilahan, ia pindah ke jalan Padupai dan memulai membuka usaha konveksi.”Tapi  dipadupai saya hanya sanggup bertahan selama 1,5 tahun karena biaya sewa diluar kemampuan keuangan. dari sisa uang yang ada, saya membeli sebidang tanah di jalan tanjung harapan dan mendirikan pondok tempat tinggal sekaligus sebagai tempat usaha.

CIPTAKAN 12 MOTIF BATIK KHAS INDRAGIRI

Ditempat usaha baru yang diberinama Citra Batik Tulis dan Printing “ANUGRAH MANDIRI”  ia mulai menekuni pakaian Batik. Dibidang konveksi, Badri pernah dua kali menerima penghargaan. Pertama ia berhasil meraih peringkat ke-2 piagam Adikarya Sandang di tingkat Kabupaten  dan kedua mendapat nominasi harapan I di tingkat Provinsi Riau.”Masuk nominasi, saya diundang oleh Ibu Gubernur ke Pekanbaru. Saat itu kepada Ibu Gubernur saya pernah berjanji untuk membuatkan motif batik khas Inhil dan akhirnya janji itu saya penuhi.”Ceritanya dengan logat jawa yang masih kental.

Badri mengaku sudah menciptakan 12 motif Batik khas Inhil. Motif-motif batik itu dinamainya, Mayang terurai, Pakis Bertalut, Buah Pidada, Ratapan Daun Bakau, Umbut Kelapa dan Kiambang yang terbagi lagi dalam beberapa nama. Salah satunya, Kiambang Bergelombang menurut Badri dinamai sendiri oleh Istri Bupati Inhil.”Sekarang saya banyak mengerjakan pakaian seragam batik untuk sekolahan. Kualitas saya jamin bagus dengan harga bersaing. Untuk bahan batiknya saya patok  harga dikisaran 23 – 27 ribuan. Tapi kalau dalam partai besar cukup dengan harga Rp. 18 ribu perpotongnya. Untuk yang sudah jadi, pakaian batik anak setingkat SD saya jual seharga Rp. 40 ribu dan setingkat SMP dengan harga jual Rp. 55 ribu. baju batik lengan pendek maupun panjang harganya sama saja.”Jelas Badri sambil berpromosi.

Badri mengaku ia juga pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Inhil, dari Dinas Perindag ia mendapatkan bantuan peralatan konveksi dan kemudian dari Dinas Sosial ia mendapatkan satu set peralatan apdruk plus 1 set komputer. Kini anak-anaknya semua diboyongnya ke Tembilahan. Putri tertua, Novi Sulistiani ikut membantu usahanya bersama 17 orang tenaga kerja lainnya, putranya kini menjadi tenaga honorer di Dekranasda dan sibungsu masih bersekolah di Madrasyah Tsanawiyah. (fsl)




ULAH PT.RBH RESAHKAN MASYARAKAT, HMKI ADUKAN KE DEWAN


ULAH PT.RBH RESAHKAN MASYARAKAT, HMKI ADUKAN KE DEWAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – puluhan mahasiswa yang menamakan diri Himpunan Mahasiswa Keritang Indragiri Hilir (HMKI), senin (30/1) mendatangi gedung DPRD Inhil di Jalan Subrantas, Tembilahan. Mereka menuding aktifitas truk angkutan batu bara milik PT. Riau Bara Harum (PT.RBH) sudah sangat meresahkan masyarakat. mereka menuntut pihak DPRD Inhil segera menyampaikan kepada pihak Provinsi untuk mengambil tindakan tegas dengan mencabut izin operasional PT.RBH. Mereka bahkan mengancam, pemerintah yang bertindak atau masyarakat yang mengambil keputusan sendiri.

Menurut penuturan Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi HMKI, Supriadi, keresahan yang ditimbulkan dari aktifitas transportasi PT.RBH bukanlah persoalan baru. Masyarakat sudah cukup lama berdiam diri dan terpaksa harus merelakan fasilitas jalan yang dulunya beraspal hotmix  yang kini disaat musim penghujan menjadi kubangan lumpur dan dimusim kemarau, masyarakat diberikan “kompensasi” DEBU.

“PT.RBH bak penjajah dan kapitalis. Mereka hanya semata-mata mengejar keuntungan tanpa pernah ikut peduli akan  kesejahteraan masyarakat setempat. Dijalan ini, kini kami bisa beternak lele dan bertanam padi. Ini semua gambaran betapa hancurnya infrastruktur jalan akibat ulah truk angkutan batu bara milik mereka. Bahkan kerusakan infratruktur jalan ini telah menjadi penyebab beberapa kali kejadian lakalantas yang menimbulkan korban jiwa.” Kecam Supriyadi dengan suara menggema dari sebuah megaphone dalam genggamannya.

Menurut penuturannya, dari informasi, mereka mengetahui bahwa memang sudah ada kesepakatan antara PT.RBH dengan Dinas Perhubungan Provinsi Riau agar PT.RBH segera melakukan perbaikan jalan tersebut. Namun mahasiswa menuding pekerjaan perbaikan jalan tersebut dikerjakan asal jadi.”Jangan sampai masyarakat yang turun kejalan menghentikan aktifitas mereka. Kalau sampai ini terjadi, mungkin kejadiannya akan lebih besar dari kerusuhan di Bima sana.”Ungkap Korlap memberikan warning.

Dari pantauan dilapangan, Kedatangan puluhan mahasiswa dengan berjalan kaki ini disambut langsung oleh beberapa orang anggota DPRD Inhil di pintu masuk gedung. Saat itu, mahasiswa meminta pihak DPRD untuk menghadirkan Dinas Perhubungan Inhil.” Kami ingin mendengar secara langsung dari Dishub Inhil apa yang menjadi penyebab timbulnya kesan terkatung-katung untuk mengatasi permasalahan ini.”Ujarnya disambut teriakan dari puluhan mahasiswa lainnya dengan penuh semangat.

Setelah Dewan menyepakati untuk menghadirkan Dishub Inhil, rombongan bergerak ke pintu masuk gedung dan langsung menuju keruang Banggar. (fsl)





DISHUB DAN DPRD INHIL TAK PUNYA WEWENANG, PERSOALAN PT.RBH TERKATUNG-KATUNG

Suasana rapat, beebrapa anggota DPRD Inhil, Dinas Perubungan dan HMKI di ruang banggar gedung DPRD Inhil.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Menurut pengakuan Dewan, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa hari ini telah menjadi agenda di DPRD Inhil sejak tahun 2010 yang lalu. Namun hambatan terbesar untuk mengambil sikap tegas dikarenakan masalah keterbatasan wewenang.

Rombongan massa HMKI yang mendatangi gedung DPRD Inhil, tuntut ijin PT.RBH di cabut.

“Kita memiliki perasaan dan pertanyaan yang sama. Infrastruktur jalan itu berada diwilayah kita tapi kok PT.RBH yang menikmati? Kami Dewan juga tidak akan tinggal diam. Tapi sebagai Negara yang memiliki aturan yang jelas, tentu kita tidak bisa melanggar aturan tersebut. Keharusan didalam aturan itu yang membatasi wewenang kita. Kalau memang hari ini wewenang untuk itu ada pada kita, saat ini juga kita akan perintahkan Dinas Perhubungan untuk menutup akses jalan bagi PT.RBH. Kalau perlu, kita bersama-sama berdiri ditengah jalan itu. Tapi secara nyata, secara aturan, wewenang untuk melakukan itu berada pada pihak Provinsi.”Ungkap Feryandi, salah seorang anggota Dewan yang ikut hadir dalam pertemuan diruang Banggar Gedung DPRD Inhil, Senin (30/1).

Menurut Feriandy, perumpamaan yang tepat untuk persoalan ini diibaratkan seperti seorang warga Pekanbaru yang membangun rumah diwilayah hukum Kab. Inhil, rumah itu kondisinya hampir rusak dan perlu segera diperbaiki. Untuk memperbaiki, walaupun Inhil mempunyai uang, tentu diperlukan ijin dari si-empunya rumah terlebih dahulu.”Ini yang menjadi titik persoalannya. Sekali lagi, kita bukan tidak perduli tapi memang ketentuan yang membuat kita tidak bisa berbuat banyak.” Ujar politisi dari Golkar ini.

Menuru Edy Gunawan, Ketua Komisi III DPRD Inhil yang salah satu tugasnya membidangi masalah ini, persoalan ini telah menjadi agenda Dewan sejak tahun 2010 lalu. Bahkan menurutnya, Dewan sudah beberapa kali turun langsung ke lokasi dan nyata memang kondisi jalan dimaksud sudah begitu memprihatinkan.”Kita sudah melakukan berbagai upaya termasuk Dewan bersama Dishub Inhil sudah pernah melakukan kunjungan ke Komisi III DPRD Provinsi untuk menyampaikan persoalan ini. Tindaklanjutnya, kita mendengar sudah ada MoU Provinsi dengan perusahaan yang mengharuskan PT.RBH untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak.”Ujar Asun, panggilan kecil politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini menjelaskan.

Kepala Dinas Perhubungan Inhil yang diwakili, Kabid Perhubungan Darat, Sopran dan Kasi Lalin, Azwan kembali menuturkan ketidakberdayaan mereka karena keterbatasan wewenang. Bahkan menurut Azwan, Mou antara Provinsi dengan perusahaan itu tidak pernah ditembuskan ke Dishub Inhil dan terpaksa Dinas jemput bola ke perusahaan untuk mengambilnya.”Kita hanya berwenang melakukan pengawasan. Dan kita sudah beberapa kali menyampaikan ke pihak Provinsi untuk menegur. Tapi nyatanya pihak perusahaan juga belum mematuhi.”Ungkap Azwan.

Dua Wakil Ketua DPRD Inhil, Dani M. Nursalam dan Jubair Malomo berjanji akan menindaklanjuti apa yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa ini hari. Menurut Jubair, politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, walau ada keterbatasan wewenang tapi karena memang aktifitas perusahaan berada di wilayah hukum Kabupaten Indragiri Hilir, dirinya menegaskan ini tetap akan menjadi tanggungjawab pihak DPRD Inhil.”karena memang hari ini kita melihat belum ada bukti nyata perbaikan jalan yang dilakukan pihak perusahaan, tentunya MoU tersebut kembali perlu kita pertanyakan.”Imbuh Jubair.

Dani M. Nursalam juga kembali mempertegas, Dewan tidak akan tinggal diam.”karena saat ini agenda Dewan begitu padat untuk melakukan pembahasan APBD, kita akan agendakan untuk menindaklanjuti persoalan ini setelah pembahasan tersebut selesai.”Kata Dani. (fsl)




Dengan Kondisi Rumah Yang Hampir Ambruk Seperti Ini Bu Fauziah Merawat 4 Anaknya Yang Mengalami Gangguan Mental. Diharapkan Uluran Tangan Dermawan Untuk Memberikan Bantuan.

[slideshow]