SEBAGAI BENTENG MORAL, PONPES HARUS MENDAPATKAN PERHATIAN PEMERINTAH

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Pondok Pesantren (Ponpes) merupakan benteng moral umat dari pengaruh perbuatan munkar dan membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa. Maka, bantuan dari pemerintah bagi berlangsung lembaga pendidikan agama ini juga sangat diharapkan.

Hal ini dikemukakan KH Fazan Azhim, pengurus Ponpes Darul Ghina, Jakarta Selatan saat memberikan tausiyahnya dihadapan ribuan kaum muslim dan santri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di Ponpes Assalafi Al Islami Al Baqiyatus Sa’adiyah Parit 6 Tembilahan Hulu, Kamis (23/2).

“Pondok Pesantren merupakan benteng moral umat dari perbuatan yang munkar dan melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan akhlak yang mulia,” sebutnya.

Lanjutnya, keberadaan Ponpes dan santrinya membawa pencerahan dan benteng bagi umat dari melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum syari’at dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Hal ini tentu saja membantu pihak pemerintah, khususnya aparat kepolisian dalam menciptakan suasana keamanan dan ketertiban,” katanya.

Untuk itu, beliau berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan pendanaan bagi kelangsungan kependidikan di Ponpes, karena keberadaannya sangat membantu pemerintah, terutama di bidang pendidikan.

Sementara itu pengasuh Ponpes Assalafi Al Islami Al Baqiyatus Sa’adiyah, KH Muis Kurnain menyatakan bahwa saat ini jumlah santri di Ponpes ini sekitar 600 santri yang mendalami berbagai ilmu agama. Saat pertama kali berdiri tahun 2000 jumlah santrinya hanya 11 orang.”Kita juga terus melakukan pembangunan ruang belajar dan fasilitas bangunan lainnya secara swadaya dengan bantuan orang tua santri,” imbuhnya.

Terangnya kemudian, walaupun dengan pendanaan yang minim bagi membiayai tenaga pengajar dan melakukan pembangunan fasilitas Ponpes, namun pihaknya tetap berjuang di bidang pendidikan umat.

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, selain dihadiri oleh pengasuh Ponpes Darul Ghina, Jakarta Selatan, KH  Ghazali Mushannif, juga tampak hadir para tenaga pengajar Ponpes Assalafi Al Islami Al Baqiyatus Sa’adiyah,
unsur Upika Kecamatan Tembilahan Hulu, tokoh agama dan masyarakat. Serta Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, HM Ali Azhar, S.Sos. MH dan pengurus lainnya. (Nejad)




DPD Nasdem Inhil Santunani Ahli Waris Abu Bakar

TEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Inhil Nasruddin menyerahkan santuan bagi ahli waris almarhum Abu Bakar yang merupakan anggota partai Nasdem dikediamam di Jalan Saptamarga Ujung, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu. Turut hadir menyaksikan pemberian uang santuan duka sebesar Rp 1 juta tersebut, Sekretaris DPD Nasdem,  ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Tembilahan Hulu dan jajaran. Kamis (24/2).

“Sejauh ini kami telah menyantuni 10 anggota keluarga ahli waris. Dimana salah satu syaratnya almarhum memiliki Kartu Anggota (KTA) sehingga santunan dapat diberikan kepda ahli waris, “ ungkap Nasruddin.

Pemberian santunan ini kata Nasruddin, sebelumnya sudah menjadi ketetapan oleh pengurus DPP Partai Nasdem, di mana bagi setiap simpatisan, kader atau anggota yang memiliki kartu anggota yang mengalami musibah atau kematian berhak mendapatkan santunan sebesar Rp1 juta rupiah.

Namun ketika disinggung mengenai jumlah anggota yang sudah mengantongi KTA, dijawabnya, untuk wilayah Inhil pihaknya sudah mengeluarkan kurang lebih sebanyak 3000 KTA yang terdapat di 20 Kecamatan se Inhil. (Suf)




KEJAKSAAN NEGERI TEMBILAHAN MUSNAHKAN BB NARKOTIKA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Barang Bukti (BB) psikotropika jenis Ganja, Shabu-shabu dan extasi senilai puluhan juta rupiah, Kamis (23/2) dimusnahkan.  Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan,SH, menyebutkan bahwa pemusnahan BB ini merupakan kegiatan rutin sebagai bentuk pencegahan salah satu alur penyalahgunaan narkotika.

“Kita sudah terlalu sering mendengar BB yang telah berhasil ditangkap oleh petugas ternyata kembali beredar di masyarakat. Pemusnahan BB merupakan salah satu upaya untuk menghindari peristiwa serupa terjadi. BB yang kita musnahkan hari ini merupakan BB dari 30 kasus penyalahgunaan narkotika,” Jelas Kajari dalam kata sambutannya menjelang pelaksanaan pemusnahan yang juga dihadiri secara langsung oleh Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK), H. Rosman Malomo, dihalaman kantor Kejaksaan Negeri Tembilahan, Kamis (23/2).

Menurut Kajari, Narkoba sudah menjadi ancaman serius dalam masyarakat. Narkoba sudah hampir merasuk pada semua lapisan masyarakat. Mulai dari usia anak-anak, pelajar/mahasiswa, Ibu Rumah Tangga, Pegawai Negeri

Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan,SH

Sipil/Swasta, aparat penegak hukum bahkan ada yang hanya berprofesi sebagai penarik becak.” pemusnahan BB narkotika pada juli 2011 lalu merupakan hasil dari 28 perkara dalam jangka waktu 1 tahun. Sedangkan pemusnahan BB hari ini, hanya dalam kurun waktu sekitar 6 bulan. Ini jelas menjadi bukti bahwa penyalahgunaan narkotika sudah semakin mengkhawatirkan. Saya menghimbau kepada masyarakat terutama kepada orang tua untuk dapat melakukan pengawasan secara ketat kepada putra-putrinya agar jangan terjerumus kedalam hal ini. Saya juga menghimbau jangan pernah mencoba-coba untuk menggunakan narkoba.”Ujar Kajari berpesan.

Ketua BNK Inhil, H.Rosman Malomo ketika diminta komfirmasi seusai pelaksanaan pemusnahan BB Narkotika berharap masyarakat untuk ikut secara bersama-sama melakukan pengawasan agar penyalahgunaan narkotika tidak semakin meluas ditengah-tengah masyarakat.

“Untuk mengatasi agar penyalahgunaan narkoba tidak semakin meluas ditengah masyarakat, disamping dengan terus melakukan sosialisasi tentunya yang paling penting adalah keikutsertaan masyarakat untuk melakukan pengawasan. Tanpa adanya kerjasama dengan masyarakat, tentunya hukum tidak akan bisa berjalan dengan baik.” Jelas H. Rosman Malomo yang juga menjabat sebagai wakil bupati inhil ini.

Barang bukti yang dimusnahkan kali ini terdiri dari psikotropikasi jenis ganja seberat 154,3 gram, shabu-shabu seberat 89,44 gram dan ekstasi seberat 0,2 gram. BB ini merupakan BB narkotika yang telah memiliki kekuatan hukum tetap yang tidak diperlukan lagi dalam pembuktian di pengadilan.

Pemusnahan psikotropikasi ini selain dihadiri oleh Ketua BNK, H. Rosman Malomo juga tampak dihadir perwakilan dari Kepolisian yang dihadiri oleh Kasad Narkoba, AKP. Olalupa, Perwakilan Pengadilan Negeri Tembilahan, Lembaga Pemasayarakatan kelas II A Tembilahan,dan  Dinas Kesehatan. (fsl)




Pemerintah hanya Mampu Angkat 30 Persen Guru Honorer

JAKARTA– Pemerintah hanya mampu mengangkat 30% dari guru 600 ribu guru honorer yang ada saat ini.

“Kira-kira 30% dari mereka akan direkrut, tidak mungkin kalau sekitar 600 ribu direkrut semua,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/2).

Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Badan Kepegawaian Nasional.

Ia menyatakan rekrutmen guru honorer ini tetap menggunakan basis kompetensi. Masa bakti guru honorer juga akan menjadi pertimbangan. Namun guru honorer yang tidak dapat diangkat di sebuah kabupaten/ kota kemungkinan dapat diangkat di kabupaten/ kota lainnya.

“Tetap menggunakan basis kompetensi, juga untuk perbaikan distribusi,” tandasnya.(micom)




SAMBAR GELEN BENSIN, ANAK DAN TETANGGA DILARIKAN KERUMAH SAKIT.

Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP. Zaidir Regasa

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Dua orang warga Lr. Samudra 2, Parit IV Kecamatan Tembilahan Hulu, Awik dan Idup terpaksa dilarikan ke RS Puri Husada, Tembilahan akibat luka bakar disekujur tubuhnya. Kejadian naas ini disebabkan oleh kompor yang sedang menyala menyambar gelen minyak bensin yang disimpan diruang dapur serta mengakibatkan api dengan cepat membesar.

“dari informasi sementara yang kita terima, penyebab kebakaran berasal dari api kompor yang menyambar gelen bensin. Saat itu pemilik rumah sedang memasak untuk santapan malam di dapur. Kerugian kita taksir sekitar 3 juta rupiah” Jawab Kapolsek Kecamatan Tembilahan Hulu, AKP Zaidir ketika ditemui dilokasi kebaran.

Dari informasi salah seorang tetangga korban, api diketahuinya sekira pukul 16.15 Wib. Saat ia keluar api sudah dalam keadaan besar.”Sore  itu karena capek saya ketiduran. Saya terjaga ketika mendengar teriakan suara api dari para tetangga. Ketika saya keluar, saya melihat api sudah membesar. Untung saja perumahan kita berada di dekat bibir  sungai dan air sedang pasang. Secara bergotong royong kita melakukan pemadaman dengan menggunakan 2 mesin robin kepunyaan perahu motor yang kebetulan sedang berlabuh,” Ujar Edi memberikan penjelasan.

Kedua korban dengan luka bakar yang cukup parah terpaksa dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan

Menurut penuturan salah seorang keluarga korban, Bambang, Awik anak pemiliki rumah, saat itu juga sedang tertidur ditingkat dua dapur bangunan rumahnya yang terbuat dari kayu. Karena kaget mendengar terikan api, iapun terbangun.”begitu ia turun api sudah membesar dan sempat menyambar tubuhnya. Dengan kondisi tubuh yang terbakar, Awik masih sempat menyelamatkan kendaraan roda dua miliknya. Sedangkan Idup tetangganya juga ikut menjadi korban karena saat itu juga ikut berusaha memadamkan amukan api”Ceritanya memberikan keterangan.

Karena kondisi luka bakar yang cukup parah disekujur tubuhnya, kedua korban langsung dilarikan ke RS Puri Husada untuk mendapatkan pertolongan. Keduanya kini menjalani perawatan di ruang perawatan Bedah dalam kondisi tubuh berbalut perban akibat luka bakar. Untung saja saat itu warga cepat menguasai amukan api. Rumah korban sebahagian dengan terpaksa dihancurkan warga untuk mencegah merembetnya api kerumah penduduk lainnya yang terbilang cukup rapat.(fsl)




Keluarga Korban Minta Mayat Guru MI Di Otopsi

gbr ilustrasi

TEMBILAHAN – Atas permohonan pihak keluarga, akhirnya pada Senin (20/02) kemarin.  Pihak  Polsek Kateman mengabulkan untuk melakukan Otopsi terhadap mayat Meli Restina (32) seorang Guru Madarasyah Iftidaiyah yang meninggal dunia akibat bunuh diri pada Minggu (13/02) yang lalu di Jalan Pendidikan Parit 6 RT.1 Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman.

Sesuai dengan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.Msi melalui Kapolsek Kateman Kompol Sugeng Hariyanto SH kepada Pekanbaru MX Selasa (21/02) mengatakan bahwa pada sebelumnya abang kandung korban yakni Dani mengajukan permohonan kepada Polsek Kateman agar dilakukan Otopsi terhadap mayat korban, untuk memastikan penyebab kematian sebenarnya

“Pihak keluarga mengajukan permohonan untuk didatangkan Tim kedokteran Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, untuk memastikan penyebab kematian korban yang sebenarnya. Makanya kita laksanakan Otopsi tersebut”ujar Kapolsek Kateman Kompol Sugeng Hariyanto SH

Dikatakan oleh Kapolsek Kateman Kompol Sugeng Hariyanto SH, dalam proses otopsi yang sudah dilakukan selain dihadiri oleh Tim forensik kedokteran dari Polda Riau, serta dihadiri anggota forensik dari Polres Inhil serta disaksikan oleh beberapa saksi dari pihak keluarga korban

“Kita masih menunggu dari hasil Otopsi yang diperkirakan antara 4 sampai 5 hari baru bisa diketahui,  sebab untuk pengujinya otopsi yang sudah dilakukan ada di Medan Sumatra Utara (Sumut)” tambah Kapolsek Kateman Kompol Sugeng Hariyanto SH   

Sesuai dengan pemberitaan sebelumnya, korban diduga akibat frustasi karena mendengar kabar mantan suaminya hendak menikah lagi, sehingga seorang Guru Madarasyah Iftidaiyah Kecamatan Mandah harus mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dipintu dapur dengan menggunakan seutas tali, akibat aksi nekatnya korban langsung tewas di TKP

Dari hasil visum pada bagian leher korban mengalami luka lecet dan membiru akibat jeratan tali, yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.(*)