JAGA ETIKA POLITIK, PAN DAN PBR Kab. Inhil BELUM MELEBUR

Tembilahan (www.detikriau.org) – Meski di tingkat pusat Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah meleburkan diri menjadi satu kekuatan Partai Politik, namun untuk di Kabupaten Indragiri Hilir hal itu belum bisa diwujudkan. Menurut Ketua DPD PAN Inhil, Tarmizi, hal ini disebabkan tingginya perolehan suara PBR dibandingkan PAN dalam Pemilu Legislatif yang lalu serta pertimbangan Etika Politik.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPD PAN Kab.Inhil, Tarmizi. Ketika ditemui www.detikriau.org, selasa (28/2). ”Kita memang pernah dimintakan klarifikasi oleh DPW terkait persoalan ini. Dua alasan itulah yang menjadi alasan kita. Dalam pemilu legislative yang lalu, PBR berhasil mendudukan 4 kadernya di DPRD Inhil sedangkan PAN hanya 2. Kalau besaran perolehan itu PAN yang lebih besar, tentunya tidak akan menjadi persoalan. Kalau harus dipaksakan juga, tentunya akan merusak tatanan yang sudah ada. ” Ungkap Tarmizi.

Selain itu tambah Tarmizi, pada saat pembentukan fraksi, PAN sudah ada komitmen dengan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) salah satunya adalah menyangkut dengan struktur kepengurusan di fraksi. Kita tentu punya etika politik dan tentu tidak serta merta meninggalkan PKPB hanya karena mendapatkan angin segar dengan bergabungnya PBR.

“Tapi meski begitu, PBR dan PAN akan terus menjalin komunikasi dalam menselaraskan berbagai kebijakan yang diambil nantinya. Bagaimanapun juga, meski kita tidak bergabung dalam satu fraksi, dalam mengambil kebijakan di DPRD, PAN dan PBR akan selalu selaras,” ujarnya.

Ungkapan yang sama juga dilontarkan oleh Bakri H Anwar, salah seorang fungsionaris PBR. Sejauh ini pihaknya dan PAN terus melakukan komunikasi, meski memang mereka setakat ini belum ada rencana meleburkan diri menjadi satu. Tapi mereka berkomitmen dalam mengambil kebijakan untuk selalu sejalan.

“ Mungkin kita akan tetap terus seperti ini hingga berahir masa jabatan yang tidak terlalu lama lagi. Karena untuk menggabungkan diri, baik PBR dan juga PAN sudah tergabung terlebih dahulu dengan partai lain. Tentunya ini menjadi pertimbangan kita,” ujarnya. (Nejad)




SUSUN KEPENGURUSAN BARU, GAPENSI INHIL LAKSANAKAN MUSCAB

Bupati Inhil yang diwakili staff ahli bidang ekonomi dan keuangan, Rudiansyah saat memberikan sambutan pada pembukaan muscab vii Gapensi Inhil. foto, wai humas pemkab .

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Bupati Inhil yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan, H. Rudiyansah, membuka secara resmi Musyawarah Cabang VII Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Indragiri Hilir, di Aula Hotel Telaga Puri, Tembilahan. Senin, (27/2).

Dalam acara ini turut hadir Ketua DPD Gapensi Provinsi Riau, Syarifudin MT, Ketua Gapensi Inhil, para Pengusaha Konstruksi serta beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil.

Pada sambutannya yang dibacakan oleh staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, Rudiansyah, Bupati memberikan sambutan baik dengan diselenggarakannya Muscab VII Gapensi Inhil ini. Bupati berharap agar para Pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Gapensi Inhil mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

“Saat sekarang ini, tantangan yang dihadapi dunia usaha tidak terkecuali di Inhil tentunya semakin berat. Untuk itu, diharapan pengusaha yang tergabung di dalam Gapensi untuk dapat meningkat kemampuan mereka sehingga tidak kalah dalam bersaing dan bisa menjadi tuan rumah di Negeri sendiri,” katanya.

Diakhir kata, Bupati juga mengharapkan agar Muscab ini menghasil sesuatu yang bermanfaat bagi Gapensi Inhil sendiri khususnya serta Kabupaten Indragiri Hilir pada umumnya.

Muscab Gapensi kali ini diagendakan untuk membentuk kepengurusan Gapensi Inhil masa bhakti 2012 – 2017. (suf)




Lima Rumah Warga Teluk Pinang Ludes diamuk “Jago Merah”

gambar ilustrasi rumah terbakar

GAUNG ANAK SERKA —  (www.detikriau.org) – Sabtu (25/02) sekira pukul 10:00 WIB, Si “jago merah” mengamuk dan menghanguskan lima rumah warga teluk pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut namun kerugian yang ditanggung diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

Zainab, salah seorang warga yang rumahnya ikut ludes terbakar mengaku tidak sempat menyelematkan satupun harta bendanya, namun zainab cukup bersyukur bahwa dirinya beserta keluarga selamat dari kejadian tersebut.

“Api membesar dengan cepat karena tetangga saya ada yang berjualan minyak bensin, selain itu juga terjadi ledakan yang diakibatkan kompor gas sehingga api membesar dengan sangat cepat. Saya cukup bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden in,” katanya.

Sedangkan Kapolsek Kecamatan GAS AKP Amran Kadir saat dikomfirmasi wartawan mengatakan bahwa  pihaknya belum mengetahui dengan pasti apa penyebab kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga tersebut.

“Saat ini kita belum mengetahui apa penyebab kebakaran dan masih dalam penyelidikan, namun kebakaran yang terjadi sekitar satu jam lebih ini telah menghanguskan lima rumah warga. beruntung warga-warga lain sigap membantu memadamkan api dan menyiram rumah warga lain agar api tidak menjalar,” kata AKP Amran Kadir, Sabtu (25/02).

Amran Kadir mengatakan akan berkoordiasi dengan camat untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terbakar kegedung olahraga. “Namun saat ini kita belum berbicara dengan warga yang rumahnya terbakar karena mereka masih syok. Mungkin bagi warga yang memiliki kerabat di sini akan menginap dirumah kerabatnya,” katanya.(suf)




MALAM PESTA RESEPSI RUSUH, 1 MENINGGAL, 3 LUKA-LUKA.

GAMBAR ILUSTRASI

KEC. KATEMAN — (www.detikriau.org) – Malam hiburan resepsi pernikahan seorang warga Kampung Baru Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman, Kamarudin mendadak riuh akibat perkelahian dua kelompok pemuda. Adu fisik antara pemuda kampung baru dengan Kampung nelayan ini menelan 4 orang korban. 1 korban yang juga sebagai Ketua RT Kampung baru, Mulyadi alias Mose (38) akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka yang dialaminya, jum’at (25/2) sekira pukul 19.00 Wib di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

“Saya tidak berada di tempat kejadian, tapi menurut keterangan keluarga, Mose sebenarnya waktu itu hanya berniat melerai pertikaian, tapi naas iapun menjadi korban.”Jelas seorang keluarga korban, M. Ali yang sempat ditemui di RSUD Puri Husada Tembilahan, Sabtu (25/2).

Dijelaskan M. Ali menceritakan awal kejadian dari keterangan keluarganya, malam pesta itu, jum’at dinihari (25/2) sekira pukul 00. 15 Wib, kelompok warga kampung nelayan saat joget ke pentas bertingkah kurang sopan dan sempat ditegur oleh pemuda kampung baru. Mungkin karena merasa tersinggung, mereka marah dan menendang alat musik orgen lalu turun dan meninggalkan lokasi keramaian. “Tapi mereka pergi itu mungkin mengambil senjata dan tidak lama kemudian kelompok pemuda kampung nelayan kembali datang dan mengepung pentas orgen serta langsung menyerang menggunakan senjata tajam dan akhirnya menimbulkan korban” Tuturnya memberikan keterangan.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik,M.Si ketika dimintai komfirmasi melalui Kasad Reskrim, AKP Edy Munawar melalui sambungan telepon selularnya, sabtu (25/2) membenarkan adanya kejadian perkelahian antara dua kelompok pemuda ini. Menurutnya, kasus ini masih dalam penyelidikan. “Saya sekarang sedang di Kecamatan Kateman. Kita belum bisa memberikan keterangan banyak karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Saat ini kita memang sudah tetapkan 1 orang tersangka yang berinisial H.” Jawab Kasadreskrim memberikan komfirmasi.

Selain korban meninggal, Mulyadi Alias Mose (38), 1 korban lainnya, Muammar Bin Usman alias Acok (23) yang juga warga kampung baru masih dalam keadaan koma dan dirawat diruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Puri Husada, Tembilahan. Sementara 2 korban lainnya warga kampung nelayan, Sitam alias Keceng (30) dan Ali (22) dirawat di RSUD di Guntung Kecamatan Kateman. (fsl)




e-KTP HARUS SELESAI AKHIR 2012. MASYARAKAT DIHARAPKAN BERPARTISIPASI PENUH.

Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo

Tembilahan (www.detikriau.org) — salah satu penyebab terjadinya perselisihan dalam pemilukada, kata Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H. Rosman Malomo disebabkan rancunya data pemilih. oleh karena itu, sejalan dengan pelaksanaan e-ktp, wabub meminta masyarakat berpartisipasi sebaik-baiknya agar data e-ktp dapat dimanfaatkan mengatasi persoalan data pemilih itu nantinya.

pernyataan ini disampaikan Wabub  ketika ditemui seusai kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika di halaman kantor kejaksaan tembilahan baru-baru ini.

“pembuatan e-ktp sudah harus selesai paling lambat akhir tahun 2012 ini. saya sangat berharap waktu yang disediakan petugas nantinya untuk pengambilan, sidik jari, iris mata dan foto dapat dimanfaatkan masyarakat dengan cara berpartisipasi penuh. kalau bisa ya istirahat dululah bekerja agar pengumpulan data e-ktp ini bisa selesai tepat waktu,” Himbau Wabub.

Dalam rapat kerja nasional di jakarta kemaren, kata wabub lagi, untuk perlengkapan pembuatan e-ktp daerah dalam waktu dekat akan didistribusikan.”setelah peralatan itu tiba, secepatnya kita akan laksanakan program pembuatan e-ktp.”
Pungkas Wabub. (fsl)




SEKDES BANTAH SALAHGUNAKAN BANTUAN GAPOKTAN.

gambar ilustrasi

TANAH MERAH —  (www.detikriau.org) – Dugaan penyalahgunaan dana bantuan Gapoktan yang disinyalirkan Kades Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah, Amirudin kepada Sekdesnya, M. Alwi langsung dibantah. Menurut Sekdes ia tidak mungkin menyalahgunakan dana ini karena dana itu langsung disalurkan ke rekening gapoktan. Sedangkan Tanda-tangan memang di atasnamakan karena menurut Sekdes, Kades jarang berada di tempat.

“Penyaluran langsung ke rekening gapoktan dan yang berhak mencairkannya hanya Ketua dan Bendahara Gapoktan. Kalau memang ada anggota kelompok yang menyatakan tidak mengetahui dan bahkan belum menerima dananya ketika ditanyakan Kades, tentu yang lebih mengetahui ketua gapoktannya, M. Takbir.”Jawab. M. Alwi ketika dikomfirmasi www.detikriau.org langsung melalui sambungan telepon selular, ahad (26/2).

M. Alwi akui, dirinya terpaksa untuk menandatangani semua berkas persyaratan dengan mengatasnamakan Kades karena menurutnya Kades jarang berada ditempat.

Sanggahan Sekdes, M. Alwi ini menurut Kades terlalu dibuat-buat. Dijelaskan Kades, berdasarkan data yang diterimanya, pencairan 60 persen dana itu dilakukan pada 10 September 2011 yang lalu dan dokumen pencairan baru diketahuinya pada bulan februari 2012, “rentang waktunya ada sekitar 5 bulan, apakah waktu ini terlalu singkat hanya untuk sekedar memberitahukan kepada saya? .  Kalau alasan katanya saya jarang ditempat, menurut saya ini hanya kalimat untuk menghindar ketika kawan-kawan wartawan pertanyakan kepada dirinya. kalau tidak ingin ditutup-tutupi?, apalagi istilah yang bisa dipakai untuk membenarkanya?. Sekarang bukan jaman batu, saya punya handphone yang selalu tersedia untuk dihubungi, kok sekdes juga tidak menghubungi saya? Itukan kalimat bohong dan sengaja didramatisir agar seolah-olah saya yang tidak benar. Kadesnya tidak berhalangan kenapa Sekdes pandai-pandai bertandatangan?. Secara aturan apa ini dibenarkan?.” Kata Kades sambil tertawa kecil mengetahui alasan yang dilontarkan Sekdesnya.

Ketua Gapoktan, M. Takbir ketika dikomfirmasi, sabtu (26/2) membenarkan bahwa pencairan 60 persen dana gapoktan sudah diterimanya dan bahkan ia mengakui dana ini juga sudah diserahkan kepada masing-masing anggota kelompok tani.”Benar kita sudah terima dana itu sebesar Rp. 60 juta dan dananya sudah saya salurkan kepada anggota kelompok tani. Saya masih simpan berita acara serahterimanya,” Jawab M. Takbir.

Ketika kembali dipertanyakan detikriau.org mengenai pengakuan 14 anggota kelompok tani yang sudah membuat pernyataan tidak pernah memberikan tandatangan apalagi menerima dana ketika dipertanyakan Kades, inipun dibenarkan oleh M.Takbir.”Dananyakan baru dicairkan sebesar 60 persen, jadi tentu saja belum semuanya menerima. Sedangkan kalau ada yang menyatakan tidak pernah memberikan tandatangan pada proposal tersebut, saya tidak bisa menjelaskan. Saya ketua gapoktan. Terkait anggota kelompok taninya, tentunya ketua kelompok taninya masing-masing yang paling berkompeten untuk menjawab karena memang ketua kelompoknya yang lebih mengetahui alasan terjadinya hal itu. Yang jelas saya menerima datanya dari masing-masing ketua kelompok,”Papar M. Takbir. (fsl)