TAAT BAYAR PPJ, PENERANGAN JALAN TAK PERNAH MENYALA

KERITANG (www.detikriau.org) — Masyarakat Kecamatan Keritang, terutama pelanggan PLN mengeluhkan tidak menyalanya lampu penerangan jalan, padahal tiap bulan mereka harus bayar Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Ketiadaan lampu penerangan jalan ini tentu membuat jalan-jalan di Kecamatan Keritang menjadi gelap dan rawan aksi kejahatan pada malam hari.“Kita tentunya mempertanyakan tidak adanya lampu penerang jalan, padahal tiap bulan pelanggan PLN membayar Pajak untuk itu,” ungkap tokoh pemuda Kecamatan Keritang, Muammar Harmain, Minggu (4/3).

Ditambahkannya, kondisi ini menjadi pertanyaan warga. Ia berharap kepada pihak terkait untuk segera memasang penerangan lampu jalan tersebut. “Intinya masyarakat sudah memenuhi kewajiban jadi berikan hak mereka.”Tegas Muammar(Suf)




RAWAN MACET DAN KECELAKAAN, PEMKAB DIMINTA TEMPATKAN PETUGAS.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sempitnya ruas jalan serta ramainya arus lalulintas membuat jalan H. Arif Parit XI Tembilahan Hulu sering menimbulkan kemacetan. Penyebab utamanya, kawasan yang sedianya bukan diperuntukkan sebagai kawasan pasar ini, kini semakin ramai dipenuhi dengan pedagang. Para pedagang  mempergunakan pelataran rumah penduduk, ruko bahkan jembatan untuk memajang barang dagangan. Sebahagian masyarakat berharap, agar aktifitas ini tidak terlalu mengganggu pengguna jalan kiranya pemerintah dapat menempatkan petugas lapangan.

“Pemerintahkan sebenarnya bisa menempatkan petugasnya, seperti satpol PP atau Petugas dari Dinas Perhubungan agar ruas jalan ini bisa sedikit teratur dan tentunya tidak rawan terjadinya kecelakaan,”Ujar Indra, seorang pembeli ketika sempat dikomfirmasi Vokal dilapangan, Ahad (4/3).

Masih menurut penuturan Indra, sepengetahuan dirinya, walau kawasan ini sebenarnya secara resmi bukan diperuntukkan sebagai pasar rakyat tapi sudah sejak lama pedagang memanfaatkan lokasi ini untuk berdagang mengadu untung. Dengan berjalannya waktu, kini kawasan ini lebih dikenal masyarakat sebagai pasar Parit XI dan semakin hari semakin ramai.” Tentunya aktifitas masyarakat ini tidaklah terlalu dipermasalahkan karena paling tidak cukup banyak masyarakat yang megadu nasib dan mencari rezky dikawasan ini. Hanya saja tentunya agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, tentu diperlukan adanya pengaturan dan pengorganisasian dengan benar,”Usul Indra.

Anto, warga masyarakat lainnya juga mengungkapkan pernyataan yang senada. Diakuinya, karena kawasan ini keberadaannya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya, hampir setiap hari ia berbelanja berbagai keperluan dikawasan pasar parit XI ini.”Terus terang saya juga tidak mempermasalahkan keberadaan pasar tidak resmi ini, paling tidak, masyarakat sekitar tidak perlu lagi jauh-jauh untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Namun secara pribadi saya juga setuju kalaulah lokasi ini bisa ditata dengan lebih baik agar ruas jalan tidak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya,” Kata Anto.

Dari pantauan, kawasan pasar parit IX ini hampir setiap hari tidak pernah sepi dengan berbagai aktifitas perdagangan, raminya pengunjung dan padatnya arus lalu lintas memang sering menimbulkan terjadinya kemacetan. Kemacetan akan semakin parah saat jam-jam sibuk seperti pagi dan siang hari.(fsl)




KALAH TELAK 0 – 10 DARI BAHRAIN. DJOHAR TOLAK UNTUK MUNDUR

Ada yang aneh dalam pertandingan tersebut. Karena itu kepemimpinannya patut dipertanyakan

JAKARTA – Ketua umum PSSI Djohar Arifin akhirnya angkat bicara terkait kekalahan memalukan timnas sepakbola Indonesia 0-10 dari tim Bahrain. Djohar menegaskan dirinya tidak akan mundur walaupun timnas mencetak rekor kekalahan terburuk dan banyak pihak yang memintanya mundur.

“Itu bukan solusi. Orang yang salah kok saya yang mundur,” ujarnya di kantor PSSI, Jumat (2/3).

Menurut Djohar, hasil buruk yang diderita para penggawa merah putih dikarenakan wasit yang kurang fair. Untuk itu, pihak timnas telah mengajukan protes setelah pertandingan kepada pengawas pertandingan terkait kepemimpinan wasit Andre El Haddad.

“Ada yang aneh dalam pertandingan tersebut. Karena itu kepemimpinannya patut dipertanyakan,” ucapnya.

FIFA sendiri dalam rilis di situsnya telah menjelaskan akan melakukan investigasi dengan hasil yang cukup mencolok itu. Bukan hanya wasit, tapi juga adanya kemungkinan-kemungkinan dugaan permainan lain yang membuat hasil tidak biasa tersebut.

Langkah FIFA disambut baik oleh PSSI. Bahkan, Djohar siap dan selalu terbuka seandainya pihak PSSI juga diinvestigasi oleh induk sepak bola dunia tersebut.

“Protes keras kami sudah diterima FIFA, dan mereka langsung merespon. Kami juga akan berikan rekaman pertandingan asli untuk mempermudah penyelidikan,” terang lelaki bergelar profesor tersebut.

Saat ditanya apakah PSSI juga melakukan investigasi kepada pemainnya yang mungkin juga melakukan kecurangan, Djohar mengaku siap. Dia meminta kepada koordinator timnas Bob Hippy untuk langsung melakukan evaluasi, terhadap pemain, pelatih dan manajer tim.

Dia berharap dengan langkah yang dilakukan itu dapat menjawab omongan-omongan miring terkait hasil memalukan tersebut. Djohar juga membantah bahwa dirinya pernah menyatakan pemain senior sebagai pemain yang dekat dengan mafia.

“Kami sudah cukup difitnah. Kami tidak pernah mengatakan itu,” tegasnya.

Lantas, bagaimana solusi PSSI terkait harapan dari Kemenpora yang meminta agar PSSI segera ada rekonsiliasi terkait konflik yang terjadi? Djohar bergeming. Dia tetap pada pendiriannya bahwa dirinya mau menerima klub-klub Indonesia Super League (ISL) asalkan berada di bawah kontrol PSSI.

“Jika tidak mau bagaimana lagi. Syaratnya demikian, kami siap menjalankan kompetisi IPL dan ISL, asalkan semua di bawah kontrol penuh federasi,” tandasnya.

Sementara itu, CEO PSMS Medan Idris SE mengaku kecewa dengan pernyataan Djohar yang mencoba mengkambinghitamkan wasit. Sebagai sesama orang Medan, dirinya meminta agar Djohar melakukan Instropeksi dan melihat kembali daftar kegagalannya memajukan PSSI.

“Konflik PSSI ini lahir karena egoismenya. Lebih bijak jika dirinya mundur karena telah gagal. Bukan hanya dalam prestasi timnas, tapi sudah membuat Konflik di PSSI semakin kronis,” tandasnya.(JPNN/dro)




SEKILAS TENTANG PT.RIAU BARA HARUM.

RBH merupakan  sebuah perusahaan batubara berkalori 6.100-6.300 kkal yang berlokasi di Riau Tenggara di atas lahan seluas 24.450 hektar.  Berdiri sejak Tahun 1990, dimana pekerjaan eksplorasi awal sudah dilakukan sejak Tahun 1992. Perusahaan ini dimiliki oleh Kiki Barki, Herry Beng Koestanto dan Aria Sulhan Witoelar.

Struktur pemegang saham RBH adalah PT Sumber Bara Lestari (SBL) 47,5%, PT Karunia Tambang Mandiri (KTM) 2,5% dan PT Permata Energy Resources (PER) 50%.

SBL dan KTM merupakan dua perusahaan milik Kiki Barki sedangkan PER merupakan konsorsium antara grup Tiga Pilar melalui PT Permata Handrawina yang dipimpin Herry Beng Koestanto dengan grup Watala melalui PT Arya Watala Capital milik Aria Sulhan Witoelar.

Perusahaan ini memiliki Areal konsesi seluas 24.450 ha di Siberida, Batang Gangsal dan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (92,68%) serta di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (7.32%). Provinsi Riau. Kuasa Pertambangan adalah di Kawasan Keritang, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hilir.

Pengapalan / Informasi Pelabuhan:

  1. Dari pertambangan, Batu bara diangkut menggunakan truk kepabrik pengolahan di Mumpa, Kecamatan Tempuling, yaitu sekitar 11 dan 88 kilometer dari  Teluk Kelasa dan Rantau Langsat. Setelah diproses, batubara tersebut akan dimuat ke ban berjalan yang akan mengangkut batubara ke tongkang dengan kapasitas 5.500 ton. Kapal tersebut akan mengambil batubara lebih dari jarak sekitar 105 kilometer ke kapal berlabuh di lepas pantai Muara Bangkong. Kemudian kapal akan membawa batubara ke pembeli.
  2. Fasilitas pelabuhan adalah di sisi Sungai Indragiri.
  3. Lokasi pelabuhan bongkar di Kawasan Gantang Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Kabupaten.

Sumber:  (rbhcoal.com/ financeindonesia.org/dro)




HMKI AGENDAKAN DEMON PT. RBH DAN PT.ASI

HMKI saat mengadakan Demonstrasi terkait PT. RBH ke Gedung DPRD Inhil Belum lama ini.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Himpunan Mahasiswa Keritang Inhil (HMKI), melalui ketuanya, Supriadi mengemukakan bahwa mereka kembali akan melaksanakan aksi demontrasi. Demonstrasi kali ini mereka langsung akan turun bersama-sama dengan berbagai elemen masyarakat. Diagendakan akan diadakan 2 aksi demo.

“Benar, hari senin mendatang (5/3/2012 red), HMKI bersama-sama masyarakat akan menggelar aksi demontrasi di desa pengalihan Kecamatan Keritang terkait persoalan PT. Riau Bara Harum (PT.RBH) kemudian pada hari selasa demontrasi kembali akan dilakukan dengan tujuan PT. Agro Sarimas Indonesia (PT ASI) yang beroperasi di Kecamatan Kempas. Untuk rencana aksi demontrasi ini, kita sudah memasukkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian,”Jelas Supriadi, ketika dikomfirmasi www.detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (2/3/2012).

Dijelaskan Supriadi kemudian, demontrasi hari senin mendatang di desa pengalihan ditujukan untuk menindaklanjuti keputusan sementara hasil rapat komisi III DPRD Provinsi Riau pada tanggal 28/2/2012 yang lalu. Dimana dalam keputusan rapat tersebut, karena dinilai telah lalai  dengan MoU yang telah disepakati, Dewan melarang tranportasi PT.RBH untuk melintasi jalan Provinsi.” Tapi dari pantauan, mereka sampai hari ini tetap masih mempergunakan ruas jalan tersebut. Makanya kita akan turun bersama-sama masyarakat untuk mencegat Truk PT.RBH yang masih berani melintasi jalur ini,” Jelas Supriadi.

Kembali dijelaskan Supriadi, untuk agenda demontrasi pada hari selasanya terkait persoalan penyerobotan lahan masyarakat oleh PT.ASI karena menurut penilaian mereka, persoalan yang sudah berjalan hampir selama 8 tahun itu tidak juga ada penyelesaian yang jelas.”berbagai upaya mediasi baik melalui pemerintahan Desa, Kecamatan dan pihak-pihak berkompeten lainnya tidak juga terlihat adanya penyelesaian. Terus terang, masyarakat sudah mulai tidak sabar dan kita akan terus melakukan pressure sampai persoalan ini disikapi dan diselesaikan.” Pungkas Supriadi sambil mengatakan lahan masyarakat yang diduga diserobot PT.ASI berjumlah sebanyak 60 Hektar.

Terkait persoalan rencana demontrasi ke PT.RBH  ini, Wakil Ketua DPRD Inhil, Dani M.Nursalam, S.Pi kemudian kembali diperkuat oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Gunawan,SE ketika dikomfirmasi www.detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (2/3/2012) menyatakan tidak benar adanya keputusan mengenai larangan mempergunakan ruas jalan Provinsi bagi angkutan batubara milik PT.RBH. Hasil keputusan rapat itu menurut dua politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini hanya menekankan pada dua hal, pertama, Komisi C DPRD Provinsi Riau, Dinas Perhubungan serta Dinas PU akan segera turun langsung melihat ke PT. RBH dan yang kedua, terkait masalah MoU yang akan dibicarakan lebih lanjut.”Kita sudah mendapat undangan dari DPRD Provinsi untuk kembali melanjutkan pertemuan terkait PT. RBH ini pada senin mendatang (5/3/2012. Red).” Ujar Dani.(fsl)




45 PEJABAT ESELON II dan III DILANTIK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pengangkatan sumpah dan pelantikan pejabat eselon II dan III lingkup Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berlangsung di Balai Utama Kantor Bupati, Jum’at ( 2/3/2012). Sebanyak 10 pejabat esselon II dan 35 pejabat esselon III dilantik oleh Bupati DR. H. Indra Muclis Adnan.

Untuk pejabat esselon II yakni, Kepala Dinas PU, diisi oleh Ir. H. Tengku Eddy Efrizal, MP yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sedangkan Ir.H.M.Nasir M.Eg, MT, MH, Kadis PU sebelumnya, dikabarkan akan pindah ke Kabupaten Bengkalis yang nantinya juga akan menduduki posisi Kepala Dinas PU Kabupaten dengan APBD tertinggi di Provinsi Riau itu. kemudian, Kepala Dinas Pendidikan digantikan oleh H. Fauzar, SE, MP yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Bappeda. Sementara kadisdik lama, Drs. H. Anwar Nawang MH menempati posisi baru sebagai kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggantikan Dra. Upik Hariani Abbas yang menjabat diposisi baru sebagai staff ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Selanjutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), diisi oleh Drs. Rudiansyah M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai staff ahli Bupati Bidang Ekonomi  dan Keuangan. Sementara Kepala Disperindag sebelumnya, Drs.H. Fahrolrozy menduduki posisi baru sebagai kepala dinas perhubungan dan informatika (Kadishubkominfo) menggantikan posisi Drs. H.M. Thaher, MM yang bergeser ke posisi baru sebagai kepala dinas kehutanan.

Kemudian, Kepala dinas kehutanan sebelumnya, Drs. Darussalam MH menduduki posisi baru sebagai kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH). posisi kosong kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) diisi oleh wajah baru, DR. Alvi Furwanti Alwie, SE.,MM yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten II Pasca Sarjana Universitas Riau (UR) yang juga merupakan putra kelahiran Inhil. Terakhir untuk pejabat pada esselon II B adalah, Drs. H. Eddiwan Shasby, MM yang semula menjabat sebagai Kasi Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika menduduki tempat barunya sebagai Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan.

Untuk Pejabat Esselon III. A yakni: H.Ijmi s.sos, menjabat sebagai Camat Kecamatan kuala Indragiri, Sutarna S.Sos.MH menjabat sebagai Camat Kecamatan Pelangiran, H. Dwi Budianto, S.Sos. menjabat sebagai Camat Kecamatan Kempas. M.azar s.sos, menjabat sebagai Camat Kecamatan Mandah. Kemudian R. Arliansah, S.St,MT menjabat sebagai Camat Kecamatan Kemuning.

Selanjutnya, Ritawati menjabat sebagai Kepala Kantor perpustakaan, H. Muammar Gaddafi SAg MA menjabat Kabag Adm Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan pada Setdakab inhil, H.Suharta S.Sos.MH menjabat sebagai  sekretaris Badan Lingkungan Hidup, Drs Tuah Muhammad Syaifullah MM, Sekretaris Dishubkominfo, Sugianto,S.Sos, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP), Drs. Lukman Hakim MH, Sekretaris Dinas Kehutanan (Dishut), Asnawi,SE, Kabag TU RSUD Puri Husada, Jumari RS S.Sos, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan pada Dinas Perkebunan.

Kemudian, H. Raja Darwis S.Sos menjabat sebagai Kabid Pemanfaatan Hutan pada Dishut, Ramdani.SP.M.Si, Kabid Operasional Penyuluhan dan Pengembangan Kelembagaan pada BP2KP. Ir. Aldi, MM, Kabid Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan pada BP2KP. Joni B S.PKP, Kabid Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan. Gordon, SE menjabat sebagai kabid perhubungan udara pada dishubkominfo,  fadillah S.PI,MT Kabid perekonomian dan pembangunan badan perizinan dan penanaman modal dan promosi daerah (BP2MPD), Ir. Yuniar, Kabid Peternakan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturadan Peternakan, Usman. S.Sos Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan.

Fahri Jauhari,SE Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial, Drs. Masril,MP Kabid Penyuluhan dan Promosi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah. Hadi Irianto,SE, Kabid Pemuda pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Anuar, S.sos  Kabid Olahraga pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Drs. R. Indra Maulana, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Drs. Arbain Kabid Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata.

Asnawie, S.Sos Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Kesehatan pada Dinas Kesehatan, Ir.Jhon Heri Hasudungan Purba, Kabid

Kebersihan dan Pertamanan Pada Dinas PU, H.Alintar, S.Pd.I Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan pada Dinas Pendidikan, Drs. Junaidi, Sekcam Kecamatan Gaung, Nurdin S.Sos. Sekcam Kec. Gaung Anak Serka (GAS), Al Yusroni Pagta, S.STP,MH Sekcam Kecamatan Mandah, Nawawi, S.Sos Sekcam Kateman dan terakhir adalah Ricky Putra, S.STP menjabat sebagain Sekcam Kecamatan Sungai Batang.

Menurut Bupati, Rotasi dan mutasi pejabat adalah hal biasa, tidak ada yang istimewa, semua ini hanya bertujuan untuk estafet kepemimpinan sekaligus penyegaran. Bupati berharap kepada pejabat yang hari ini dilantik menduduki posisi barunya terus bekerja keras untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.”Jabatan adalah sebuah amanah yang tentunya didalamnya mengandung tanggungjawab tidak hanya kepada sesama manusia tetapi yang terpenting kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi teruslah bekerja dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”Pesan Bupati.

Dalam kata sambutannya itu, Bupati juga kembali mengingatkan bahwa sebagai seorang PNS memang harus bersedia ditempatkan pada posisi apapun dan dimanapun dan itu harus dibuktikan dengan bekerja sungguh-sungguh dan benar.”Saya juga berpesan, kepada pejabat teruslah untuk mengasah kompetensi dan kemampuan.”Ujar Bupati.(fsl)