Badai Matahari Melanda Bumi, Tanda Kiamat?

www.detikriau.org –Badai Matahari memang sangat banyak menjadi perbincangan sekarang ini. Badai yang mahadahsyat ini akan berbentuk seperti tsunami matahari. berikut ini paparan sebuah berita tentang Badai matahari yang kami kutip dari Vivanews.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara tahun 2012 hingga 2015. Saat itu akan terjadi badai matahari.

Meski perlu diwaspadai, badai itu tidak sampai menghancurkan peradaban di muka bumi. Yang paling dirasakan adalah perubahan iklim yang sanget ekstrem.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Elly Kuntjahyowati dalam rilisnya yang diterima VIVAnews, Kamis 4 Maret 2010, menuturkan antariksa memang memiliki fenomena yang dinamis.

Fenomena ini berupa cuaca antariksa. Cuaca antariksa disebabkan aktivitas matahari yang melontarkan miliaran ton partikel, plasma berenergi tinggi, dan radiasi gelombang elektromagnetik. Lontaran partikel dan radiasi yang mengarah ke bumi akan mempengaruhi lapisan atmosfer, sistem teknologi, serta aktivitas manusia di antariksa dan bumi.

Matahari, kata dia, sebenarnya memiliki siklus dan tidak diam. Matahari mengalami ledakan-ledakan yang bisa sampai ke bumi. Selain itu, matahari memiliki berbagai aktivitas yaitu medan magnet, bintik matahari, flare (ledakan matahari), lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.

“Masyarakat banyak menghubungkan antara badai matahari tersebut dengan isu kiamat 2012 yang berasal dari ramalan Suku Maya. Ternyata, dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia,” kata dia.

Efek badai tersebut yang paling utama akan dirasakan pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.

Efek lainnya, aktivitas matahari juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Ketika ativitas matahari meningkat, maka matahari akan memanas. Akibatnya, suhu bumi meningkat dan iklim berubah. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim bumi. Dampak yang ekstrem peningkatan aktivitas matahari diduga dapat menyebabkan kemarau panjang. Namun, hal ini masih dikaji oleh para peneliti.

Untuk menenangkan masyarakat, Lapan akan mengadakan sosialisasi mengenai Fenomena Cuaca Antariksa 2012 hingga 2015 pada acara seminar Center for Remote Sensing and Ocean Sciences (Cresos) International Symposium on South East Asia and Pasific Environtemt Problems and Satellite Remote Sensing di Universitas Udayana, Bali.

Semoga ketakutan yang kita rasakan akan terjadinya Badai Matahari ini yang bisa membuat kiamat 2012 tidak akan terjadi. (sumber : Vivanews.com/ m-wali.blogspot.com)




HMKI BERI WAKTU 3 HARI PADA PT.RBH

PENGALIHAN-KERITANG (www.detikriau.org) – Demontrasi puluhan massa yang tergabung dalam HMKI ditindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan di ruang pertemuan kantor lurah Desa Pengalihan Kecamatan Keritang, Senin (5/3/2012).

Pantauan lapangan www.detikriau.org, pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan PT.RBH, Saharudin, Assisten II Setdakab Inhil, Ir. H. Syafrinal Hedy, Kepala Dinas PU, Ir. H. Tengku Eddy Efrizal, MP, Camat Keritang, Ahmad Ramani dan beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil itu diwarnai dengan aksi walk out demonstran karena mereka menganggap perwakilan yang dihadirkan pihak PT.RBH bukan dihadiri oleh pejabat yang berwenang untuk mengambil keputusan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan PT.RBH, Saharudin berdalih bahwa PT.RBH sudah menunjukkan komitmen yang jelas untuk melakukan perbaikan jalan sesuai dengan Mou yang telah dengan Dinas PU Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Hanya saja dijelaskannya, kontraktor (PT. YUDA. red) yang telah ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan sejak 6 bulan yang lalu tanpa memberikan alasan yang jelas sampai hari ini belum juga melaksanakan Surat Perintah Kerja (SPK) yang sudah diberikan.

Puluhan Massa demonstran sambil berjalan kaki melakukan orasi mengecam PT.RBHMenurut Saharudin, dalam pertemuan yang tidak  diikuti lagi oleh massa HMKI ini, mereka sudah menerima surat dari Dinas PU Kab. Inhil yang isinya mempertanyakan kenapa PT. RBH belum juga melakukan perbaikan jalan sesuai dengan MoU yang sudah dibuat. Atas dasar surat ini menurut saharudin lagi, pihak perusahaan juga sudah memberikan surat teguran sebanyak dua kali kepada PT.YUDA tapi belum juga mendapat jawaban.”Dalam hal ini tentu kami sebagai pihak yang juga dirugikan. Kita kembali akan menyurati PT.YUDA, kalau dalam surat tegoran ketiga ini tidak juga ada kepastian, kita bisa beralih kepada kontraktor yang lain,” Terang Saharudin

Berdasarkan informasi yang diterima dari sumber lapangan www.detikriau.org, massa demonstran memberikan tempo waktu selama tiga hari terhitung sejak hari ini, senin 5/3/2012 agar PT.RBH segera melakukan perbaikan kerusakan jalan yang telah mereka lakukan. Apabila tidak juga dipenuhi, mereka mengancam akan mengerahkan massa dengan jumlah yang jauh lebih besar. Sayangnya sampai berita ini dirilis, www.detikriau.com belum berhasil mendapatkan komfirmasi langsung kepada ketua HMKI, Supriyadi.(fsl)




Jalan Penghubung Ke Kecamatan GAS Semakin Memprihatinkan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Tibanya musim hujan ini semakin membuat kondisi ruas jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Batang Tuaka – Gaung Anak Serka (GAS) di Kabupaten Inhil kian hari semakin parah.

Pantauan dilapangan, kerusakan ruas jalan tersebut mulai terasa dari Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka hingga Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan GAS. Tidak hanya berlubang dan penuh lumpur, di beberapa titik terlihat badan jalan tersebut sudah terputus dan hanya diperbaiki oleh masyarakat setempat secara swadaya dengan menumpukkan kayu ataupun batang kelapa sebagai penyambung jalan agar bisa dilewati.

Menurut Rudi (25) warga Kecamatan GAS,Senin  (5/3), ia mengeluhkan kondisi jalan penghubung Kecamatan Batang Tuaka-GAS yang semakin hari semakin memprihatinkan. Padahal, jalan tersebut sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena disamping untuk keperluan lalu lintas masyarakat, jalan tersebut juga digunakan oleh para petani untuk mengangkut hasil pertanian mereka.

“Melihat kondisi jalan seperti itu, kalau tidak ada keperluan yang penting dan mendesak, diupah orangpun jalan ke Tembilahan saya tak mau,” kelakarnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Adi (25) salah seorang Mahasiswa UNISI  yang ditemui saat melintasi jalan tersebut juga mengeluhkan hal senada. Dikatakannya, kondisi jalan itu sudah banyak memakan korban, baik pengendara sepeda motor maupun mobil angkutan penumpang dan barang.

“Kemarin waktu saya lewat disini, ada pengendara sepeda motor yang terjatuh karena terperosok kedalam lubang besar. Belum lagi kendaraan roda empat sampai ada yang harus bermalam disini akibat terpuruk,” ceritanya dengan semangat.

Dijelaskannya lagi, kondisi jalan yang rusak tersebut akan semakin mengkhawatirkan para pengguna jalan apabila musim hujan dan air pasang, karena jalan yang berlubang akan tertutup genangan air dan menjadi sangat licin.

“Pejam mata sajalah kalau lewat jalan ini. Kita sudah tidak bisa memilih jalan mana yang bagus, sebab di bagian kiri dan kanan jalan sudah berlubang, apalagi kalau ditengahnya,” pungkasnya.

Untuk itu, ia sangat berharap pemerintah dapat memperbaiki kerusakan jalan penghubung Kecamatan Batang Tuaka-GAS secepatnya, karena keberadaan jalan sebagai sarana transportasi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. (suf)




PT.RBH KEMBALI DI DEMO MASYARAKAT.

Bentuk Kekecewaan Atas Rusaknya Ruas Jalan Akibat Tranfortasi Batu Bara.

Truk Angkut Batubara milik PT.RBH seperti ini yang dituding masyarakat biang kerusakan jalanPENGALIHAN – KERITANG – Puluhan Mahasiswa dan Pelajar beserta masyarakat saat ini sedang melaksanakan aksi demontrasi. Senin (5/3/2012). Aksi ini sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang terjadi akibat tranportasi angkutan batubara milik PT. Riau Bara Harum (PT.RBH).

Berdasarkan sumber www.detikriau.org dilokasi demo, rombongan massa terlihat mulai berkonsentrasi dilapangan bola sejak pukul 13.30 WIB. Kemudian sekira pukul 14.00 WIB, masa bergerak ke depan bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 04 Pengalihan Keritang yang berjarak kurang lebih 100 M dari lapangan bola. Dilokasi ini direncanakan massa akan memberhentikan kendaraan truk PT.RBH yang kedapatan melintas.

“Kita hanya menuntut tanggungjawab pihak perusahaan atas terjadinya kerusakan badan jalan akibat aktifitas tranportasi batu bara milik mereka. Dulu jalan ini mulus dan sekarang sudah hancur lebur.” Sekelumit orasi yang sempat terdengar keluar dari megaphone ditangan orator.

Dari pantauan sumber www.detikriau.org, rombongan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Keritang Inhil (HMKI) yang diketuai Supriyadi dalam aksi kali ini juga didampingi tokoh pemuda masyarakat setempat, Ambok Pinabung.

Aksi demo dikawal oleh puluhan petugas pengamanan dari kepolisian. Juga terlihat hadir dilokasi demo Asisten II Sekdakab Inhil, H, Syafrinal Hedi.

Kendaraan truk angkutan batubara milik PT.RBH yang biasanya ramai melintasi jalur ini, sejak siang hari tadi menurut informasi sumber tidak terlihat satupun melintas. Saat berita ini dirilis, massa masih melaksanakan aksi demontrasi dan kini mulai bergerak kearah Depan Kantor Lurah. (fsl)




MAJID DITEMUKAN TEWAS DENGAN LEMBING TERTANCAP DILEHER.

GAMBAR ILUSTRASITEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Peristiwa tragis dialami seorang warga Desa Sungai laut Kecamatan Tanah Merah, Majid (50), Ahad (4/3/2012) sekira pukul 11.50 Wib. Pria setengah baya yang hidup sebatang kara ini ditemukan terbujur bersimbah darah dalam keadaan tidak bernyawa dengan sebilah lembing berburu menancap dibagian leher.

Menurut penjelasan Kepala Desa Sungai laut, Amirudin, ketika dikomfirmasi www.detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya korban tewas diduga disebabkan oleh aksi perampokan ini. Menurut penuturannya, pelaku yang berjumlah dua orang itu sempat diburu warga namun berhasil melarikan diri dengan mempergunakan perahu motor milik warga setempat.

“Benar seorang warga kita ditemukan sudah tidak bernyawa. Saat kejadian saya sedang tidak berada di tempat. Tapi setelah saya tiba di desa sungai laut, dari penuturan beberapa orang warga, pak Majid diduga menjadi korban perampokan. Beberapa saat setelah kejadian, warga melihat dua orang yang diduga sebagai pelaku. Hanya saja ketika dikejar, mereka berhasil melarikan diri,” Papar Kepala Desa Sungai laut, Amirudin sambil menjelaskan bahwa korban masih termasuk keluarganya.

Ditambahkan Kades, peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Tanah Merah dan jenajah korbanpun sudah dilakukan otopsi di TKP oleh petugas medis dari pustu setempat.”Memang kita tidak mengetahui adanya barang yang diambil pelaku. Kita menduga mungkin uang yang diambil mereka, korban setiap harinya berprofesi sebagai pedagang  minyak eceran dan ia hidup sebatang kara. Jadi saat kejadian memang tidak ada orang lain di TKP.”Jelas Kades.

Terkait hal ini, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.iK, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya juga membenarkan adanya peristiwa pembunuhan ini. “Benar kita sudah menerima laporan terkait hal ini dan sekarang sudah dalam penyelidikan pihak kepolisian,” Ujar Paur Humas.(fsl)




APA ITU VGMC? BENAR ATAU INVESTASI BODONG?

Di Malaysia, Bank Negara dan Securities Commission Malaysia (SC) , telah memasukkan VGMC dalam daftar hitam investasi yang mengandung penipuan (http://bit.ly/hbrhSU). “VGMC mirip Swisscash yang sudah kami blacklist,” begitu penjelasan SC kepada situs Berita Semasa (http://bit.ly/gelCtl).

www.detikriau.org — Bermodalkan lonjakan harga emas dalam dua tahun terakhir, Virgin Gold Mining Corporation (VGMC) menyodorkan tawaran investasi yang menggiurkan. Tapi, investor perlu waspada karena investasi ini berisiko tinggi tanpa kejelasan hukumnya.

Ibarat sebuah pepatah lawas: banyak jalan menuju Roma. Begitu pula dalam hal berinvestasi, banyak cara yang dilakukan orang demi mengail rezeki dan memupuk kekayaan. Walaupun harus mengambil jalur pintas berisiko tinggi. Seperti, investasi yang tidak jelas dasar hukum dan legalitasnya.

Memang, saat dunia masih belum pulih oleh krisis global sejak tahun 2008, berinvestasi di bursa saham tidak lagi menjadi sebuah pilihan yang menarik. Pasalnya, saham tidak bisa lagi memberikan gain besar.
Investor pun mulai melirik investasi lain yang bisa menghasilkan keuntungan lebih besar, sehingga mereka bisa terus membiakkan duitnya. Salah satu investasi yang menguntungkan saat ini adalah emas.

Maklum, lazimnya, saat pasar modal meriang, emas jadi salah satu instrumen investasi yang paling aman alias safe haven. Tak heran harga emas terus menanjak naik, dengan menwarkan iming-iming gain besar bagi para investor.

Sepertinya, peluang inilah yang dilirik Virgin Gold Mining Corporation (VGMC). Dari situs web-nya, http://www.vgmc.com/, mereka mengaku sebagai perusahaan investasi di bidang eksplorasi dan pertambangan emas yang bermarkas di Panama.

VGMC berambisi menjadi pemimpin industri pertambangan, produksi, dan perdagangan emas. Caranya dengan membuat kerjasama ventura, kemitraan, akuisisi, dan eksplorasi.

Karena itulah VGMC menawarkan Convertible Preferred Stocks (CPS) senilai US$ 3 miliar hingga US$ 5 miliar. Jumlahnya setara dengan Rp 27 triliun hingga Rp 45 triliun. CPS ini adalah instrumen investasi berbentuk saham preferen.

Perusahaan yang mengaku berdiri sejak tahun 1999 ini menawarkan CPS kepada investor global sejak tahun 2001. CPS tersebut kelak bisa ditukar menjadi saham biasa VGMC, saat mereka melangsungkan penawaran saham perdana ke publik (IPO).

Rencananya, hajatan ini baru terlaksana tahun 2015 mendatang. Aksi korporasi itu pun baru dilakukan jika kondisi pasar memungkinkan. Hingga berita ini ditulis, KONTAN belum berhasil menghubungi nomor telepon dan alamat VGMC yang terpampang di situsnya.

Bermodal kepercayaan

Dalam situsnya, VGMC hanya memberikan informasi ala kadarnya. Tidak ada informasi mengenai rekam jejak kinerja keuangannya. Mereka hanya memberikan penjelasan tentang prospek berinvestasi CPS, plus cara pendaftarannya secara on line.

Sebagai ilustrasi, pada saat pertama kali ditawarkan, harga CPS tahun 2001 sebesar US$ 0,8 per saham. Nah, nilainya dijanjikan bakal terus berkembang seiring perkembangan bisnis emas milik VGMC.

Iming-iming semacam ini memang cukup menggiurkan. Apalagi jika kita lihat harga emas terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada akhir 2009 harga emas di bursa NYMEX-Amerika Serikat (AS) untuk kontrak bulan Februari 2011 masih US$ 1.106,80 per ons troi. Sedangkan pada 6 Desember 2010, harga emas mencapai rekor baru di level US$ 1.416,10 per ons troi. Dalam rentang hampir setahun, harga naik 27,95%.

Potensi keuntungan besar itulah yang menarik minat investor, meskipun mereka hanya berinteraksi dengan pengelola VGMC secara online. KONTAN juga menemukan beberapa orang di Indonesia yang rela membeli CPS tawaran mereka. Padahal, VGMC tidak memiliki kantor perwakilan di sini.

Salah seorang investor itu adalah Zulfahmi Munir. Dia mengaku telah mengenal VGMC sejak awal tahun 2010. Dia mengetahui dari temannya yang bekerja di Malaysia. Merasa tertarik oleh imbal hasil yang ditawarkan, dia mencoba berinvestasi mulai Februari 2010.

Bahkan, dia membuat sebuah blog dengan nama vgmcmutiaraclub. Zulfahmi menjelaskan, bagi investor ritel, unit terkecil pembelian CPS sebanyak 1.000 saham. “Sementara harga satu sahamnya saat ini sebesar
US$ 1,05 per saham,” ujarnya. Artinya, bila ada investor yang ingin berinvestasi saat ini, dia harus menyetorkan dana minimal sebesar US$ 1.050.

Anehnya, besaran harga saham CPS mutlak ditentukan VGMC sendiri. “Saya tidak tahu bagaimana perhitungannya karena saya hanya investor yang memperoleh informasi dari website,” kata Zulfahmi. Ia pun mengaku tidak bisa menjamin legalitas VGMC apabila ada calon investor yang ingin meminta informasi lebih lanjut.

Zulfahmi memaparkan beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi ini. Selain mendapatkan dividen saban bulan, investor juga bisa bertransaksi emas. Caranya? VGMC akan memberikan semacam fasilitas margin tiga kali lipat dari jumlah nominal saham yang dimiliki si investor.

Contohnya, seorang investor membenamkan dana US$ 1.050. Maka, dia akan mendapat kesempatan bertransaksi emas hingga nominal US$ 3.150. Bila harga emas sebesar US$ 1.400, maka investor bisa bertransaksi hingga 2 ons troi emas. Selisih dari transaksi jual-beli itulah yang nantinya menjadi keuntungan bagi investor.

Zulfahmi tak sendirian mengisap sari dari investasi di VGMC tersebut. Melalui salah satu forum pembaca sebuah situs berita online, Luki Santoso juga memaparkan potensi keuntungan investasi itu.

Saat ditemui KONTAN pada pekan lalu, pria ini mengaku sudah setahun menginvestasikan dana sebesar US$ 2.000 di VGMC. Bahkan, dia mengaku bisa menarik investor lain dengan investasi yang lebih besar dari setoran investasinya.

“Bila berhasil membawa investor baru, saya dijanjikan akan mendapat 10% dari nominal investasi yang ditaruhnya,” kata Luki. Dia pun mengaku sudah menikmati hasilnya dengan mendapat komisi dari VGMC.

Seperti Zulfami, Luki juga mengenal VGMC dari kawannya. Lantaran sang teman tidak pernah mengalami kendala, Luki pun tergiur untuk turut berinvestasi. Bahkan, ini investasi pertamanya. Dia mengaku belum pernah berinvestasi saham atau reksadana.

Toh, meski belum berpengalaman di dunia investasi, Luki tak ragu berinvestasi di VGMC. Dia mengaku membiayai investasi awalnya tersebut dari pinjaman bank. “Saya memberanikan diri meminjam uang dari bank karena saya yakin bisa untung,” ujar pria yang mengaku masih tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi terkenal di Jakarta.

Yang pasti, baik Luki dan Zulfahmi, sama-sama mengetahui bahwa risiko investasi ini sangat besar. Mereka juga bilang tidak pernah berinteraksi langsung dengan pengelola VGMC di Panama. “Saya hanya bermodalkan kepercayaan. Kalau mau untung besar, risikonya juga pasti besar,” ujar Zulfahmi dengan penuh kesadaran.

Namun, bila kelak ada masalah, Zulfahmi dan Luki tidak bisa membayangkannya. “Semoga tidak ada apa-apa karena teman saya selama ini juga aman-aman saja,” tukas Luki.

Persoalannya, mengapa dana investasi pada saham VGMC juga bisa dipakai untuk bertransaksi emas dengan fasilitas marjin? “Memang seperti itu aturan VGMC,” kata Luki. Dia menjelaskan, hasil dari jual-beli emas menjadi keuntungan investor. Sedangkan batasan fasilitas marjin tidak berubah dengan realisasi keuntungan itu.

Investasi bodong?

Zulfahmi dan Luki harus bersiap menghadapi segala kemungkinan. Di Malaysia, Bank Negara dan Securities Commission Malaysia (SC) , telah memasukkan VGMC dalam daftar hitam investasi yang mengandung penipuan (http://bit.ly/hbrhSU). “VGMC mirip Swisscash yang sudah kami blacklist,” begitu penjelasan SC kepada situs Berita Semasa (http://bit.ly/gelCtl).

Analis Askap Futures, Ibrahim, mengatakan sepanjang pengetahuannya berkecimpung dalam dunia investasi, dia belum pernah mendengar nama VGMC. “Jika mengaku perusahaan emas besar, seharusnya namanya familiar,” ujar dia.

Ia mengkhawatirkan, investasi itu hanya kedok dari aksi penipuan dengan memanfaatkan situasi krisis global dan peningkatan harga emas dunia. Apalagi, VGMC berdomisili di Panama. “Jangankan di sana, di negara tetangga seperti Singapura juga banyak yang seperti itu,” kata Ibrahim. Dia mengaku pernah coba-coba berinvestasi pada perusahaan seperti ini dan akhirnya tertipu.

Ibrahim bilang, berinvestasi lewat perusahaan asing yang berdomisili di luar negeri sangat berisiko. Salah satu kendalanya adalah kepastian hukum jika terjadi konflik di kemudian hari. Investor bakal kesulitan berhadapan dengan hukum di negara tempat perusahaan itu.

Di sisi lain, saat ini modus investasi dengan tawaran menjadi bagian dari pemodal di sebuah perusahaan multinasional memang marak. Sehingga, misalkan, perusahaan itu bangkrut, maka pengelola dengan mudahnya menjanjikan akan mendahulukan pelunasan hak si investor. Tapi, menurut Ibrahim, hal semacam itu hanya akal bulus pengelola untuk lari dari tanggung jawab.

Pendapat senada diungkapkan Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Roy Sembel. “Jangan beli kucing dalam karung!”tukas dia.

Roy menyayangkan masih saja ada masyarakat yang terjerat dengan investasi bodong. Maklum, imbal hasil tinggi kerap jadi senjata ampuh untuk menjaring investor awam.

Padahal, masyarakat bisa dengan mudahnya mengakses wahana investasi resmi. Mereka bisa membeli saham perusahaan di dalam negeri sesuai dengan aturan Bursa Efek Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Jika investor ingin berinvestasi pada instrumen derivatif, BBJ juga banyak menyediakannya. “Lalu, kenapa harus pilih yang tidak jelas?” pungkas Roy.( http://dankrahmat.com)

Yuwono Triatmodjo
(Sumber: Tabloid KONTAN, Minggu Pertama-Januari 2011)