PLN : Awas Calo Trafo

PLN meminta pelanggan dan calon pelanggan untuk berhati-hati terhadap calo trafo yang kini tengah berkeliaran mencari mangsa.

PEKANBARU– Humas PLN Pekanbaru, Dharmawi, Selasa (6/3/12) memeringatkan kepada pelanggan dan calon pelanggan PLN untuk berhati-hati. Pasalnya, dirinya mendapatkan beberapa laporan dari pelanggan dan calon pelanggan akan adanya uknum yang mengatasnamakan PLN dan meminta uang untuk pembayaran trafo dan jaringan.

Kata Darmawi, dalam proses penyambungan baru, PLN tidak memungut biaya apapun selain biaya penyambungan baru (PB). Karena di dalam aturannya, dalam proses penyambungan baru, PLN memang tidak memungut biaya apapun selain biaya penyambungan baru.

“PLN memperingatkan kepada seluruh pelanggan maupun calon pelanggan PLN untuk berhati-hati terhadap oknum yang mengaku-ngaku orang PLN dan meminta uang untuk pembayaran pembelian trafo dan jaringan. Karena PLN sudah membiayai itu semua. Dalam proses penyambungan baru, PLN hanya meminta biaya penyambungan baru,” terangnya.

Disinggung mengenai punishment PLN terhadap oknum tersebut, Darmawi mengatakan bahwa PLN tidak berhak memberikannya. Kalau memang ada pelanggan atau calon pelanggan yang dirugikan, dipersilahkan untuk melaporkannya ke pihak kepolisian. Karena menurutnya, itu sudah masuk dalam ranah kriminal. yaitu penipuan! (rtc)




Sebagian Besar Infrastruktur Jalan Rusak Berat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komitmen Pemkab Inhil untuk meningkatkan infrastuktur di Kabupaten Indragiri Hilir, terutama di pedesaan dan Kecamatan melalui program K2i tampaknya masih perlu kerja keras. Dilapangan, hampir sebagian besar sarana infrastruktur terutama jalan kondisinya rusak parah.

Sebut saja tiga kecamatan yakni Kecamatan Batang Tuaka, GAS dan Gaung. Selain jalan antara desa dengan desa, Desa dengan Kecamatan kondisinya sebagian besar rusak parah dan sangat sulit dilewati, terutama saat musim penghujan. Bahkan akses jalan utama di tiga Kecamatan tersebut yang menuju kota Tembilahan juga rusak parah.

“Jangankan jalan desa dan jalan kecamatan, jalan kabupaten saja yang menghubungkan tiga Kecamatan tersebut dengan kota Tembilahan rusaknya sangat parah. kalau musim penghujan banyak mobil yang terpuruk dan harus terhenti hingga berjam-jam untuk bisa jalan kembali,” kata Apol warga Kecamatan Batang Tuaka, Selasa, (6/3).

Kondisi serupa juga terjadi pada jalan lintas Enok yang menghubungkan Kecamatan Enok dengan Kelurahan Seberang Tembilahan. Ruas jalan tersebut boleh dikatakan tidak pernah mulus seratus persen. Ada saja kerusakan disana sini, dan perbaikan hanya terkesan tambal sulam. Hingga jarak tempuh yang meskinya dekat, terasa cukup jauh akibat kendaraan tidak bisa berlari dengan normal.

Kerusakan lainnya juga terjadi dibeberapa kecamatan yang berada di Inhil Bagian Selata.  Mulai dari Kecamatan Kritang, Kecamatan Reteh, bahkan Kecamatan Kemuning yang daerahnya merupakan dataran tinggi. Bahkan kerusakan jalan di dikawasan tersebut, juga terjadi pada jalan Nasional, yakni jalan Lintas Timur. Kalau kita terus berjalan dan sampai diperbatasan dengan Provinsi Jambi, kita akan terasa malu, karena ruas jalan disana mulus dan tidak rusak seperti didaerah kita.

Kerusakan yang terjadi tentunya menimbulkan tanda tanya dibenak kita, apakah karena faktor geografis di Inhil yang sedemikian labil ataukah karena planning SKPD terkait yang tidak matang dan profesional. Sebab terkadang ada jalan yang hanya berumur hitungan bulan dan kembali rusak seperti sedia kala.

“Jangakan di Kecamatan, di dalam kota Tembilahan saja banyak jalan setelah diperbaiki, dalam hitungan bulan kedepan sudah rusak kembali. Intinya bisa saja memang kinerja rekanan tidak profesional. Mereka hanya sekedar mengejar keuntungan proyek tanpa memikirkan kualitas pekerjaan,” kata Edi warga Tembilahan Hulu. (suf)




BPMPD Taja Bakti Sosial di Reteh

Pulau Kijang, Reteh (www.detikriau.org)  – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Indragiri Hilir (Inhil) H Edy Syafwannur, melaksanakan kegiatan bhakti sosial khitanan sebanyak 50 anak kurang mampu di Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Selasa (6/3).

Selain mengadakan sunatan masal, Edy Syafwannur sekaligus melantik pengurus Forum RT/RW, pengurus Lembaga Adat Melayu Reteh (LAMR)  Kecamatan Reteh. Pada kesempatan serupa juga dilakukan temu ramah bersama warga Pulau Kijang. Warga yang hadir menyatakan dukungan penuh atas program yang sudah dilaksanakan selama ini.

Kegiatan yang dihadir berbagai tokoh masyarakat dan ribuan warga setempat dimaksudkan sebagai ajang menyatukan persepsi untuk memajukan Inhil kedepan. “Semoga apa yang sudah kita laksanakan hari ini mampu memberikan hal yang positif bagi kita semua, mari kita terus bergandengan tangan memajukan daerah agar semakin baik,” ajak Edy Syafwannur.

Ajakan positif tersebut dengan spontan disambut oleh masyarakat. Ucapan terimakasih dilontarkan oleh mereka. Bahkan menurut mereka, kegiatan sosial seperti sunatan massal tentu dapat membantu khususnya bagi kalangan kurang mampu. “Yang pasti kita merasa terbantu. Ini sangat meringankan beban kami,” ucap Hamdi, salah seorang dari orang tua peserta sunatan missal.

Apalagi, kata Hamdi kegiatan itu tidak hanya khitanan, namun peserta juga diberikan oleh panitia bingkisan. Dimana bingkisan itu sangat berarti banyak bagi mereka. Khusus untuk Forum RT/RW Iwan, Edy Syafwannur menyatakan sangat mengerti dengan beratnya beban yang harus mereka emban. Karena itu dia menyampaikan pemghargaan yang tinggi atas peranan yang sudah diberikan selama ini.(suf)




Dirut PDAM Tirta Indragiri Terpilih Menjadi Ketua Perpamsi Riau-Kepri

Dirut PDAM Tirta Indragiri, Kemas YusferyTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri, Kemas Yusferi terpilih menjadi Ketua Komisariat Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) wilayah Riau-Kepri periode 2012-2014.

Dengan terpilihnnya Kemas menjadi Ketua Perpamsi yang membawahi 17 PDAM di Riau dan Kepri. Maka dia, menyatakan komit untuk mendukung seluruh PDAM yang berada di bawah wilayah Riau-Kepri dalam menyatukan visi dan misi. Terutama dengan hal yang berkaitan peningkatan pelayanan PDAM terhadap masyarakat secara luas.

“Kedepan kita akan mengadakan diklat kepada para anggota dengan tujuan mendongkrak sumber daya manusia (SDM) dan propesionalitas kerja,” ujar Kemas, Selasa (6/3).

Melalui pelatihan dan diklat, diharapkan PDAM mampu membuat laporan keuangan dengan standar-standar baru yang sudah ditetapkan Pemerintah. Selain hal tersebut diatas, lanjut Kemas, pihaknya juga akan menyusun standar pengadaan barang dan jasa sebagai pedoman kerja PDAM Riau-Kepri. Dimana uangnya dapat di kelola dari hasil kerja PDAM.

“Selama ini sistem seperti itu belum digunakan oleh kita. Namun hal itu sudah digunakan PDAM di kota-kota besar lainya,” katanya sambil mengatakan sistem ini pelaksanaanya (e-type, red) harus didampingi oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPK).(suf)




DIBAWAH PIMPINAN BARU, DISHUBKOMINFO AKAN SEGERA OPERASIONALKAN TIGA ASSET TERBENGKALAI

Kadishubkominfo, H. Fahrolrozy didampingi Sekretaris, TM Syaifullah saat memberikan komfiramsi di ruang kerjanya. selasa (6-3-2012)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, H. Fahrolrozy dalam waktu dekat kembali akan  memfungsikan tiga asset besar Dinas Perhubungan yang selama ini terbengkalai. Ia akui ini merupakan tugas berat. Namun dengan niat dan kerjakeras, mantan Kepala Dinas Perdagangan ini yakin akan mampu merealisasikan.

“Untuk Bandara Indragiri, Insyaallah pada minggu ketiga bulan maret ini juga akan kembali kita operasikan. Kita akan buka kembali rute penerbangan Tembilahan – Batam menggunakan pesawat bermesin jet. Kedepan kita juga akan buka rute penerbangan Tembilahan – PKU.”Ujar Fahrolrozy memberikan komfirmasi diruang kerjanya, Selasa (6/3/2012).

Dijelaskan lebih jauh oleh Fahrolrozy. Pesawat yang akan digunakan dengan kapasitas 84 penumpang tapi hanya direkomendasikan untuk 70 penumpang. Sebagai langkah promosi, Dishubkomimfo akan memberikan tranportasi gratis TBH menuju Bandara untuk dua bulan pertama.”Sosialiasinya akan kita lakukan di 20 Kecamatan termasuk untuk penjualan tiket. Kedepan, untuk transportasi TBH – Bandara akan kita coba mengadakan Taxi bandara.”Ujarnya.

Disamping Bandara Indragiri, Dishubkominfo juga akan segera mengaktifkan pengoperasikan kembali Terminal Bandar Laksmana Indragiri serta Pelabuhan Parit 21. Menurut penjelasan Fahrolrozy, Untuk Terminal, bulan ini juga akan segera dioperasionalkan. Sebagai langkah awal, Dishubkominfo akan segera memanggil seluruh pengusaha angkutan baik angkutan pedesaan maupun antar kabupaten.

Dalam kesempatan ini, Dishubkominfo juga menyatakan akan  melakukan penertiban mobil angkutan barang, terutama kapasitas besar. Menurut penilaian Fahrolrozy, selama ini angkutan yang tidak pernah diberikan rekomendasi operasionalnya ini oleh Kabupaten begitu bebas melakukan aktifitas tanpa ada memberikan kontribusi terhadap pendapatan Daerah.”jangan kita hanya jadi penonton saja. Ijin angkutan seperti PJ, Pasir dan lain-lain yang rata-rata menggunakan truk besar ini begitu bebas beroperasional padahal  kita tidak pernah memberikan ijin untuk itu. Kita memberikan solusi, boleh mereka tetap beroperasional asalkan ada kontribusi bagi  PAD. Kita akan koordinasikan dengan satlantas polres inhil, Dinas Perdagangan serta Dinas PU untuk pelaksanaannya.” Imbuh Fahrolrozy.

Program lainnya, Dishubkominfo juga akan menertibkan pengusaha TV Kabel. Menurut Kadis yang terkenal mudah bergaul ini, ia cukup mengetahui dengan jelas undang-undang komunikasi. Ia menyatakan akan segera melakukan koordinasi untuk hal ini.

Terakhir, Pelabuhan Parit 21, Dishubkominfo dibawah pimpinan Kadis baru ini juga akan segera mengoperasionalkannya. Untuk ini, dishubkominfo akan berkoordinasi dengan Pelindo, instansi terkait lainnya termasuk para pengusaha. (fsl)

 




Badai Matahari Makin Sering Mengancam Bumi

Jakarta – Tiga ledakan besar terjadi di matahari selama pertengahan terakhir Januari 2012. Fenomena ini menandai bahwa bintang terdekat dari Bumi ini memasuki periode aktifnya.

Menurut peneliti matahari dari Observatorium Bosscha, Dhani Herdiwijaya, aktivitas matahari akan mencapai puncaknya pada tahun 2013. “Matahari semakin aktif hingga tahun depan,” ujar dia saat ditemui di Bandung, 29 Januari 2012.

Matahari merupakan bintang yang mengalami pasang-surut aktivitas. Sejak abad ke-15, peneliti mempelajari perubahan pada matahari dan menemukan bahwa periode aktif matahari berulang rata-rata setiap 11 tahun. Perulangan aktivitas ini kemudian dikenal sebagai siklus 11 tahunan matahari.

Aktivitas matahari bisa dilihat dari jumlah dan ukuran bintik matahari. Bintik ini merupakan daerah dengan medan magnet yang rapat. Akibatnya, suhu permukaan matahari di daerah ini lebih rendah dibandingkan suhu di sekitarnya sehingga terlihat hitam.

Ledakan matahari sendiri terjadi di atas bintik saat medan magnet matahari mengalami arus pendek yang melemparkan partikel bermuatan ke sisi luar tata surya. “Ledakan bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata dia.

Saat ledakan terjadi, berbagai observatorium di permukaan Bumi bisa mengetahuinya delapan menit kemudian. Hal ini disebabkan ledakan menghasilkan cahaya terang yang membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk sampai di Bumi.

Partikel yang terlontar dari matahari sendiri membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai di Bumi. Karenanya, manusia memiliki waktu sekitar 2-3 hari untuk bersiap menghadapi badai matahari. Fenomena badai matahari sendiri bisa diibaratkan dengan tsunami. Ledakan terjadi terlebih dahulu, lalu disusul hantaman partikel beberapa waktu kemudian.

Sekarang matahari sedang berada pada siklus ke-24. Periode ini dimulai sejak 2008, ketika kelompok bintik matahari bernomor 1.007 muncul di permukaan. Fenomena apa saja yang terjadi sepanjang periode baru ini bisa diketahui dengan melihat berbagai peristiwa yang terjadi pada siklus sebelumnya.

Pada pertengahan tahun 2000, satu tahun menjelang puncak siklus ke-23, serangkaian badai matahari terjadi di angkasa. Tak ada catatan yang menunjukkan badai ini membahayakan manusia di Bumi.

Meski demikian, bahaya tetap terjadi di luar angkasa. Pada Juli 2000, sebuah flare kelas X5 mengakibatkan terjadinya badai matahari kuat. Kejadian ini mengganggu satelit GPS, sehingga akurasi penentuan posisi amburadul selama beberapa jam. Pada hari yang sama, beberapa perusahaan listrik juga mengalami gangguan.

Badai yang sangat besar juga berdampak pada pembentukan aurora. Penduduk Texas yang berada jauh dari kutub bisa menyaksikan aurora terang.

Badai besar lain juga terjadi pada puncak aktivitas matahari, April 2001. Ketika itu aurora bisa disaksikan hingga Meksiko dan Eropa sebelah selatan. Pada Oktober 2003, matahari mulai mengalami penurunan aktivitas, namun flare masih terjadi. Sebuah flare kategori X17 menciptakan aurora yang bisa disaksikan hingga Florida dan Texas.

Menurut Dhani, selama satu tahun mendatang, bintik matahari terus tumbuh di permukaan matahari sehingga ledakan skala besar sangat mungkin terjadi. “Semakin mendekati puncak siklus (tahun 2003), flare semakin besar dan intensif,” kata dia.

Manusia sendiri tak perlu khawatir peningkatan aktivitas matahari ini membahayakan nyawa. Ancaman terbesar justru berada pada peralatan bikinan manusia yang berada di orbit, seperti satelit artifisial. Jika flare kelas X terjadi dan terlepas ke Bumi, satelit yang melintas di sekitar kutub mengalami gangguan teknis, bahkan bisa padam sementara. Jika hal ini terjadi, sistem navigasi bisa terganggu sebagaimana terjadi pada tahun 2000.

Badai matahari juga bisa mengganggu jaringan listrik sebuah negara. Sebagaimana terjadi pada tahun 1989–pada siklus ke-22–ketika badai matahari skala besar menghantam atmosfer. Serangan ini membuat medan magnet Bumi di sekitar kutub menjadi tak stabil. Pembangkit listrik di Provinsi Quebec, Kanada, adalah yang paling terdampak. Lonjakan tegangan listrik menjadi tak terkendali, memicu terbakarnya sekring sebuah transformator utama. “Serangan ini berlangsung 90 detik, menyebabkan padamnya listrik di seluruh Quebec,” ujar Dhani.

Setelah kejadian ini, enam juta orang yang bergantung pada pembangkit listrik harus hidup tanpa cahaya. Selama 12 jam, aktivitas perekonomian di Quebec lumpuh total. Sekolah-sekolah juga diliburkan, sementara jaringan transportasi umum berhenti beroperasi.

Gangguan oleh badai matahari juga terjadi di lantai bursa. Pada September 1989, badai matahari kembali mempengaruhi medan magnet Bumi di sekitar kutub. Kanada kembali menjadi negara terdampak. Komputer pribadi di penjuru Kanada mengalami kerusakan sementara. Bursa efek ikut terpengaruh. Selama tiga jam, cakram keras di pusat data bursa terganggu, menyebabkan perdagangan di lantai bursa berhenti.(tempo.co/dro)

ANTON WILLIAM