8 NAMA YANG MULAI TERENDUS MENUJU KURSI PANAS PENINGGALAN INDRA

Tembilahan (www.detikriau.org) — Meskipun masih terbilang cukup lama, pemilihan kepala daerah Kabupaten Inhil yang diperkirakan baru akan dilaksanakan pada bulan September 2013 mendatang, namun suhu politik di negeri seribu jembatan sudah mulai terlihat menghangat.

Setakat ini, nama-nama yang diperkirakan bakal mengikuti perebutan orang nomor satu di Inhil yang wajib ditinggalkan Indra Muchlis Adnan setelah berakhirnya periode kedua masa kepemimpinannya sudah mulai familiar ditelinga masyarakat.

Walau belum menyatakan secara resmi keinginan untuk maju, dari informasi berbagai sumber, nama berikut ini diperkirakan akan ikut meramaikan kompetisi paling bergengsi di tanah yang berjulukan bumi sri gemilang ini. Diantaranya;

1. H. Rosman Malomo. Politisi kawakan yang lahir dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil. dari penuturan beberapa sumber, tokoh yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan Inhil ini dinilai layak dan siap untuk ikut bertarung.

2. H. Syamsudin Uti. Wiraswasta sukses dari bisnis pelayaran dan minyak ini pada awalnya terjun kedunia politik melalui Partai Bintang Reformasi (PBR). Dibawah kepimpinannya, PBR sukses mendudukan kader-kadernya di DPRD Inhil. Setelah PBR tidak lagi sebagai sebuah Partai Politik, ia memalingkan pandangan ke Partai naungan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan berhasil merebut jabatan Ketua Demokrat Inhil secara aklamasi beberapa waktu lalu dalam Muscab di Pekanbaru.

3. H. Ramli Walid. Yang kini masih menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Riau ini sudah bisa dipastikan akan terjun memperebutkan kursi terpanas di Inhil. Dalam pertemuan pada kegiatan haul Syech Abdul Qadir Jailani dan Syekh M.Ali Bin Syech Abdul Wahab serta Khaul Jama’ yang diadakan di Majelis Taklim Al-Hidayah Tembilahan Hulu, senin (12/3). Birokrat yang masih paman Bupati Inhil, Indra M Adnan ini mengatakan salah satu alasan keinginannya ikut bertarung adalah untuk memperbaiki sektor  pendidikan, ekonomi serta insfrastruktur di Inhil. Diperkiran, ia akan maju melalui Partai Golkar Inhil yang saat ini berada di bawah kepemimpinan saudara kandungnya yang juga menjabat sebagai ketua DPRD Inhil, H. Raus Walid.

4. H.Edy Syafwannur, Birokrat yang walaupun masih belum pernah terjun di dunia politik ini, juga sudah santer diperbincangkan akan ikut bertarung. Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, kini masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). Setakat ini, ia diperkirakan telah memiliki basis dukungan dihampir seluruh desa di Kabupaten Indragiri Hilir. Ipar Mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edy dan juga Ipar Bupati Inhil, Indra M Adnan ini terus membangun dukungan masyarakat.

5. Husni Hasan, Mantan Kepala Dispenda Kabupaten Inhil yang kini menjabat sebagai kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau ini juga sudah terdengar bersiap-siap akan turun memperebutkan jabatan sebagai Bupati Inhil. walaupun belum terlihat adanya gerakan terbuka, birokrat yang mencintai seni olahraga karate ini semakin santer menjadi perbincangan masyarakat.

6. Idris Laena, Putra kelahiran Inhil yang kini duduk sebagai anggota komisi VI DPR-RI dari Partai Golkar ini juga sudah terdengar akan ikut bertanding. Kabar-kabarnya, Pengusaha sekaligus Politisi pendiri Laenaco Group berkumis tebal ini sudah menyusun kekuatan. Pria kelahiran 12 Januari 1965, suami dari Hj Lili Idris Laena saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Lembaga Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia (HILPATAKI).

7. H. Agus Salim, Penerima tongkat estafet kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Inhil kelahiran 17 Agustus 1970 ini juga disebut-sebut telah membangun kekuatan untuk maju sebagai salah satu Bakal Calon Bupati Inhil mendatang. Politikus yang murni meniti karir politik dari polesan partai berlambang ka’bah yang juga dikenal pendiam ini mulai terendus melakukan pendekatan di lapis grassroot.

8. Yudi Yulando, nama baru yang masih terdengar asing di telinga masyarakat Inhil ini, belakangan, walau hanya berupa hembusan angin perlahan melalui kibaran wajah di kendaraan angkutan roda tiga, dengan motto “Nang Hanyar”, terkabarkan juga mulai melakukan penjajakan untuk mengikuti perebutan kursi peninggalan Indra M Adnan.”. Kalau benar Pria kelahiran 17 April 1978 ini akan maju, ia akan menjadi kontestan termuda.

Dari beberapa Partai Besar di Inhil, hanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang belum terdengar mempersiapkan kader mereka.

Dari penuturan seorang Politisi DPC PKB Inhil yang masih enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa PKB setakat ini masih “Wait and See” (Melihat dan menunggu. Red). Diakuinya, walau masih terbilang cukup lama, tapi suhu kearah itu sudah mulai membuat air beriak dan iapun juga mengakui, Partai yang lahir dari Ulama besar almarhum Gusdur ini sudah mulai berbenah dan melirik. (fsl)




Drs H Afrizal MM Bertekad Jadikan MAN Tembilahan Sekolah Yang Berkualitas

Tembilahan (www.detikriau.org) — Kepala Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Tembilahan,  Drs H Afrizal MM mengungkapkan tekadnya untuk  menjadikan MAN Tembilahan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang handal dan berkualitas di Inhil. Untuk itu ia terus melakukan berbagai langkah inovasi, mulai peningkatan kualitas guru,melengkapi sarana dan prasarana sekolah hingga langkah-langkah yang dianggap penting dalam mencapai tujuan yang dimaksud.

“Salah satu tekad saya selama menjabat sebagai Kepala Sekolah di MAN Tembilahan adalah menjadikan MAN sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkualitas. Makanya sata terus melakukan langkah-langkah yang dianggap penting dalam mencapai tujuan yang saya inginkan,” ujarnya saat ditemui detikriau.org diruang kerjanya, Rabu (14/3).

Dalam kesempatan tersebut ia juga menceritakan berbagai prestasi yang telah dicapai oleh MAN Tembilahan untuk berbagai kegiatan yang diikuiti. Mulai dari olahraga, untuk tahun 2011 yang lalu atlit tenis meja MAN berhasil menjadi yang terbaik pada Kemnas Provinsi Riau. Sebenarnya masih banyak lagi prestasi yang telah diraih baik yang skala Kabupaten maupun Provinsi Riau.

Untuk kesenian juga banyak prestasi yang sudah diraih, bahkan pada tahun ini utusan dari MAN berhasil meraih peringkat I dan II untuk lomba Nasydid di Provinsi Riau. Begitu juga dengan lomba Pramuka dan MTQ, MAN selalu berhasil menjadi yang terbaik. Termasuk dengan bidang lainnya seperti bidang ilmu pengetahuan dan sebagainya.

“Terus terang apa yang telah dicapai selama ini tidak membuat saya merasa berpuas hati. Malah makin melecut semangat saya untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi untuk kepentingan MAN Tembilahan,” katanya.

Ketika disinggung dengan persiapan MAN dalam menghadapi UN yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Afrizal mengatakan, pihaknya jauh-jauh hari sudah mempersiapkan siswa-siswi. Dengan memberikan bimbingan belajar dan belajar tambahan yang dibutuhkan. Sehingga pada saat UN nantinya, para siswa benar-benar siap dan mampu untuk menjawab soal-soal yang akan diujikan.

“Kita tentunya mempersiapkan siswa sebaik mungkin, hingga nantinya mencapai hasil yang memuaskan. Karena pada tahun sebelumnya untuk bidang Matematika dan Kimia siswa kita ada yang mencapai nilai 10,00,”terangnya. (Suf)




URUSAN IMB TERBENGKALAI. LCKI ANCAM POLISIKAN SEKCAM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Kecamatan Keritang mengeluh, pasalnya, pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang mereka urus melalui Sekretaris Kecamatan Reteh, Kaharudin sejak tahun 2008 yang lalu sampai hari ini belum juga selesai, padahal mereka sudah melunasi seluruh biaya yang dimintakan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dewan Penasehat Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Indragiri Hilir, Aminrulah ketika bertemu  di Tembilahan, Rabu (14/3). Diakuinya, pengaduan tersebut diterimanya dari beberapa orang warga Kecamatan Reteh kepada dirinya.”Dua orang yang pengurusan ijinnya sampai hari ini belum juga diselesaikan yakni, Ihok dan Saharudin masih termasuk keluarga saya, untuk pengurusan IMB, mereka sudah menyerahkan uang tunai masing-masing sebesar Rp. 6jt, namun sampai detik ini, IMB yang dijanjikan itu belum juga selesai,”Tutur Aminrulah.

Sebelumnya, ditambahkan Aminrulah, karena terus didesak, Kaharudin sempat berjanji akan menyelesaikan pengurusan IMB paling lambat pada bulan April  2011 yang lalu dan kesanggupan itu dibuat dalam bentuk surat tertulis. Namun setelah waktu terlewat dan sampai saat ini, apa yang dijanjikan itu tidak juga terpenuhi.”Pengurusan IMB yang terbengkalai ini bukan hanya milik dua saudara saja tapi masih banyak, mungkin  puluhan warga Kecamatan Reteh lainnya yang juga mengalami nasib yang sama.  Masyarakat saat ini merasa tertipu. Kalau memang dalam waktu dekat ini tidak juga ada penyelesaian, kita akan selesaikan kasus ini melalui jalur hukum,” Ancam Aminrulah.

Terkait hal ini, Sekcam Kecamatan Reteh, Kaharudin ketika dikomfirmasi  melalui sambungan telepon selularnya tidak menyangkal. Menurutnya, keterlambatan ini bukan disengaja tapi dikarenakan adanya beberapa permasalahan eksternal yang tidak bisa ia hindari.” Kewajiban untuk menyelesaikan IMB milik masyarakat itu memang menjadi tanggungjawab saya. Saya tidak akan lari.” Keterlambatan ini semata hanya dikarenakan adanya perobahan pengurusan aparatur di Kecamatan dan Badan Perijinan di Tembilahan,”Ujarnya berdalih.

Ketika kembali dipertanyakan  apakah untuk biaya pengurusan IMB biaya yang dibebankan memang mencapai Rp.6jt. Kaharudin membenarkan.” Ya benar, tapi itu keseluruhan biaya. Termasuk untuk biaya pengurusan gambar bangunan yang dipersyaratkan di Tembilahan, tentu perlu biaya cukup besar,”Katanya kembali berdalih tanpa bisa merincikan untuk apa saja peruntukan pengenaan biaya sebesar itu.(fsl)




BUPATI: SEMUA AKTIFITAS PENAMBANGAN HARUS KANTONGI IJIN.

“apabila ada oknum kepolisian yang membeking kegiatan ini, itu juga bisa dikategorikan telah melakukan korupsi”

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, DR. Indra Muchlis Adnan mengatakan bahwa semua aktifitas penambangan harus mengantongi ijin. Termasuk penambangan pasir disepanjang perairan sungai Indragiri. Melanggar ketentuan ini juga bisa diartikan telah melakukan tindak pidana korupsi.

Pernyataan ini disampaikan Bupati ketika dimintai komfirmasi oleh wartawan seusai kegiatan Bimbingan Teknis dalam rangka mewujudkan Good Governance and Clean Government yang ditaja oleh Universitas Islam Indragiri (UNISI), bertempat di Fakultas Hukum UNISI jalan Subrantas Tembilahan, Senin (12/3) yang saat itu Bupati hadir sebagai salah satu Narasumber.

“Setiap kegiatan penambangan harus mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Artinya, mereka harus memiliki ijin. Apabila mereka melanggar, itu dikategorikan illegal dan bisa juga disebut korupsi, termasuk apabila ada oknum kepolisian yang membeking kegiatan ini, itu juga bisa dikategorikan ia telah melakukan korupsi,” Jawab Bupati dengan tegas.

Terkait masalah ijin, masih menurut Bupati, untuk penambang skala besar tentu perijinannya berbeda dengan penambang rakyat. Untuk penambang kecil atau istilahnya penambang rakyat, ditegaskannya tentunya juga harus memiliki ijin penambangan, hanya saja ijinnya hanya sebatas ijin yang dikeluarkan oleh Camat setempat,” Jelas Bupati.

Untuk perairan sungai Indragiri yang terbilang cukup dangkal disebut Bupati, aktifitas penambangan pasir sungai juga akan memberikan efek positif terutama untuk mencegah terjadinya pendangkalan, hanya saja semua aktifitas penambangan harus mematuhi ketentuan peraturan yang ada “salah satu tujuan pemberian ijin adalah untuk mempermudah melakukan pengawasan agar aktifitas ini tidak malah menjadi penyebab rusaknya lingkungan.”Pungkas Bupati (fsl)




Kemenag Minta Peran Tokoh Agama Cegah Berkembangnya Ajaran Sesat

Gambar AnimasiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Anshari Nor SH.MH, mengharapkan peran semua pihak, terutama tokoh agama dalam menangkal masuknya aliran sesat di daerah masing-masing. Karena diakuinya, saat ini sudah banyak aliran sesat yang masuk ke Riau.

“Kita mengharapkan peran semua pihak, terutama tokoh-tokoh agama setempat untuk mengawal aqidah umat Islam. Kalau memang menemukan ada sekolompok orang yang mengamalkan ajaran Islam yang tidak lazim sebagimana biasanya, untuk segera melaporkan dengan pihak terkait dan berwenang,” ujarnya.

Masih menururutnya, dengan langkah seperti itu diharapkan agar aliran sesat itu tidak berkembang makin jauh di tengah masyarakat. Sebab kalau sudah berkembang dan mengakar di tengah para pengikutnya, sudah barang tentu akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat nantinya.

Ketika disinggung, ajaran seperti apa saja yang saat ini ditemui Kemenag di Provinsi Riau, kata Anshari seperti Ahmadiyah dan orang yang mengikuti ajaran Nabi baru. Padahal sama-sama kita ketahui, bahwa Muhammad SAW adalah nabi penutup, jadi tidak ada Nabi lagi dibelakangnya. “Kalau ada orang yang punya Nabi baru, sudah barang tentu ajaran tersebut sesat,” katanya.

Selain itu ia juga mengingatkan akan adanya sekelompok golongan yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi dan acara Haul yang lazimnya dilaksanakan oleh umat Islam, karena dianggap perbuatan bid’ah. Padahal tujuan dari kegiatan ini sangat baik, dimana warga yang datang diajak untuk berzikir dan juga mendengarkan ayat-ayat Qur’an maupuan tausiah yang diberikan oleh penceramah. (suf)





SPACE IKLAN  !!!

450 X 220 Pixels