PENDERITA GIZI BURUK BANYAK DITEMUI DIPINGGIRAN KOTA TEMBILAHAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Seseorang dapat dikatakan penderita Gizi Buruk, apabila seseorang tersebut sudah menjalankan perawatan di Rumah-rumah Sakit. Jika tidak dan belum sempat dirawat di RS, seseorang itu tidak dapat dikatakan penderita Gizi Buruk, maka dia bisa dikategorikan penderita Gizi Kurang.

Kondisi fisik penderita Gizi Kurang jauh lebih bagus dari pada penderita Gizi Buruk. Sebab, penderita Gizi Buruk, nyaris segala aktifitasnya sudah tidak ada lagi dan konsisinya sangat lemah, sehingga bisa menyebabkan kematian. Namun untuk Gizi Kurang, penderitanya masih dapat melakukan aktifitas.

“Dari sisi penanganya juga terdapat perbedaan. Khusus penderita Gizi Kurang, bisa ditangani dengan pemberian asupan makanan tambahan,” ungkap Penjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rasul Alim, Senin (21/5) kemaren.

Beberapa penyebab utama penderita Gizi Buruk, masih menurut Rasul seperti minimnya pengetahuan si ibu yang melakukan perawatan bayi. Salah satunya, mulai dari melakukan pemeriksaan sejak dari masa kehamilan hingga masa usia bayi 1 tahun hingga  dibawah lima tahun (Balita).” Usia satu hari sampai Balita, memang lebih rentan terhadap penderita Gizi Buruk,”paparnya.

Sedangkan untuk Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sambung Rasul, penderita Gizi Buruk yang banyak didapati adalah di daerah Perkotaan salah satunya Kota Tembilahan, khususnya bagi mereka yang berada di daerah-daerah pinggiran kota. Maka dari itu, untuk melakukan upaya mengatasi hal tersebut diatas, Dinas Kesehatan Inhil, terus memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan sang ibu.

“Melaui pos yandu, dimana lokasi penderita Gizi Buruk ditemukan, terutama sekitar pemukiman masing-masing, ibu hamil atau bayi yang baru lahir. Disana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, serta melakukan konsultasi terhadap petugas peyanan kesehatan yang berkompeten,” katanya lagi.

Selain itu, Diskes akan melakukan kerja sama dengan dukun bayi, karena di Inhil, sebagian besar ibu hamil meminta pertolongan melahirkan dengan dukun bayi. Sehingga perlu dilakukanya peningkatan kemitraan anatara Bidan Desa dan Dukun Bayi di setiap daerah.(fen)




L’E Menuju Riau 1. Kongkow di Warkop Jaring Aspirasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Kongkow LE di Warkop Sukadamai Tembilahan mendapatkan respon positif dari berbagai elemen, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM dan berbagai warna partai politik.

Sosok LE, mantan Menteri PDT Kabinet Bersatu Republik Indonesia yang sekarang duduk menjadi ketua fraksi PKB MPR RI sudah tidak diragukan lagi, sempena dengan niatnya yang akan maju di ajang Pilgubri 2013 mendatang mendapat sambutan hangat di kampung asalnya, Negeri Seribu Jembatan. Karir politik yang telah mentok ya dilakoninya hingga sempat menjabat sebagai Menteri, membuat semua kalangan baik dari etnis Tionghoa hingga Pribumi menentukan sikap siap mendukung putra terbaik asal Kabupaten Inhil untuk kembali memimpin Riau ke depan.

Lukman Edy yang terbilang masih muda dengan deretan karir politik nan cemerlang dalam Kongkow minum kopi bersama di Warkop Sukadamai Tembilahan, dengan gamblang memeberikan jawaban seluruh pertanyaan yang di lontarkan dari kalangan berbeda. LE berharap, kunjungan kesepuluh Kabupaten/Kota ini akan mendapatkan masukan mengenai berbagai aspirasi yang ingin disuarakan masyarakat.

H.Kursani salah seorang tokoh agama di Tembilahan menilai LE adalah putra terbaik Inhil yang layak untuk duduk sebagai Gubernur Riau kedepan.

Alex Candra tokoh warga keturunan dari suku Tionghoa sekaligus menjabat sebagai Ketua Paguyuban Sosial Marga Tiongha Indonesia (PSMTI) Kab. Inhil menyatakan siap mendukung siapapun calon putra daerah terbaik Inhil. mendukung penuh LE menurutnya adalah suatu keharusan demi kemajuan daerah.

Yan Bona tokoh Pemuda yang selama ini dinilai banyak kalangan berani dan vulgar dalam mengkritik berbagai kebijakan kemasyarakatan menilai sosok LE yang muda belia sudah sangat pantas ditambah karir LE yang cemerlang hingga ke tingkat nasional. Yan Bona mengingatkan jika LE duduk menjadi Gubri jangan mengecewakan dan harus memikirkan seluruh Riau,”Seorang Gubernur bukan hanya dimiliki oleh masyarakat Inhil tapi nantinya juga akan menjadi milik msyarakat Riau.” Ujarnya.

Terkait dengan perkembangan yang ada, mengingat Indra Mukhlis Adnan yang juga merupakan abang kandung LE yang juga akan maju untuk menjadi Balon Gubri pada 2013 mendatang, Yan Bona tidak mempermasalahkan, “sah-sah saja dalam karir politik adik-kakak bertarung demi masa depan kemajuan daerah, sepanjang tidak merugikan daerah”.Pungkasnya. (fsl)




Wanita Seksi Desak KPK Bongkar Rekening Gendut Polisi

JAKARTA – Tiga perempuan cantik berpakaian ketat mencuri perhatian pewarta maupun pengguna jalan yang melintasi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Tiga wanita cantik itu tergabung dalam massa yang menamakan diri Gerakan Rakyat Anti-Korupsi (Garasi).
Tiga perempuan yang dibawa Garasi terlihat membawa bunga dan selebaran. Dalam aksinya yang digelar Senin (21/5) siang, Garasi mendesak lembaga pimpinan Abraham Samad itu menuntaskan kasus “rekening gendut” perwira Polri. Koordinator aksi, Kasim Belasa, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia terus memantau kinerja KPK. Walaupun belum maksimal, tapi keberhasilan KPK menangkap dan mengadili hakim, jaksa, pegawai pajak sampai kalangan militer patut dipuji.

Sayangnya, sampai hari ini KPK belum menuntaskan nasib “Rekening Gendut Perwira Polisi”. Maka Garasi medesak KPK segara mengusut tuntas kasus ini.

“Polisi bukan pengayom koruptor, polisi pengayom masyarakat. Kalau polisi tidak bisa membersihkan oknum-oknumnya dari tindak kriminal, maka kepercayaan masyarakat akan semakin merosot,” kata Kasim Belasa.

Kasim juga menyampaikan poin-poin tuntutan ke KPK. Di antaranya meminta KPK menuntaskan kasus rekening gendut perwira polisi dan memberikan perkembangan penanganannya kepada masyarakat.

Garasi juga  meminta KPK bekerjasama dengan PPATK untuk mengungkap adanya aliran dana yang tidak wajar kepada para petinggi polisi. Tunutan lainnya, agar KPK tidak bekerja lamban dalam menangapi perkara korupsi.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu beredar informasi tentang adanya 17 Jenderal polisi pemiliki rekening tak wajar. Jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp144 miliar hingga Rp1,2 triliun. Namun penanganan kasus itu hingga kini tidak ada kejelasannya.(Fat/jpnn)




Jadikan Gerakan Boedi Utomo Sebagai Energi Langkah Kedepan

Upacara Peringatan Harkitnas Ke- 104

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin, 21 mei 2012 bertempat di halaman Kantor Bupati Inhil dilaksanakan Upacara Peringatan Hari kebangkitan Nasional ke-104. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua pengadilan Negeri Tembilahan Djoni Witanto, SH, MH .

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia  dalam sambutannya yang dibacakan Inspektur Upacara mengatakan bahwa  Peringatan Harkitnas yang ke 104 tahun 2012 ini menjadi penting, apabila nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan, nilai-nilai kejujuran, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri ke-Indonesia-an kita, yang telah dipelopori oleh para pendahulu melalui gerakan “Boedi Oetomo” tersebut dapat dijadikan suatu energi bagi langkah-langkah kita kedepan.

Menkominfo juga berharap mudah-mudahan semangat kebangkitan nasional yang telah dirintis oleh para pendahulu, yang kita peringati pada tahun 2012 ini tetap dan terus menjadi obor penerang dan pencerah bagi langkah anak bangsa menjaga dan mengembangkan konstruksi nasionalisme yang bercirikan ke-Indonesia-an sejati.

Konstruksi nasionalisme yang berkarakter sebagai bangsa yang bermoral (relegius), karakter sebagai bangsa yang beradab, karakter sebagai bangsa yang bersatu, bangsa yang berdaya, dan karakter bangsa yang berpartisipasi, bagi kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

Upacara peringatan Harkitnas ini diikuti oleh Unsur MUSPIDA, Para Pejabat di lingkungan Pemkab Inhil, TNI dan POLRI serta  PNS dan honorer di Lingkungan Pemkab Inhil.(Wai/Humas Pemkab Inhil)




Diduga Dibunuh Pacar, Mayat ABG Membusuk Hebohkan Warga Guntung Inhil

Dua peristiwa kriminal mengejutkan warga Guntung, Inhil. Setelah pagi ada warga dirampok, lepas tengah hari ditemukan mayat gadis membusuk.

TEMBILAHAN-Belum hilang heboh warga Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman atas kasus perampokan Senin pagi. Warga kembali dibuat geger oleh penemuan mayat seorang perempuan terdampar di pantai Parit 5 sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh riauterkini.com, korban ditemukan warga terdampar di pantai Parit 5, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman dalam kondisi sudah membusuk.

Diduga, mayat perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan oleh pacarnya sendiri, karena kalap korban terus meminta pertanggungjawaban pelaku setelah mengaku hamil hasil hubungan gelap dengan pelaku.

Sementara itu Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan ketika menghubungi riauterkini.com, Senin (21/5/12) malam menyatakan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan bahwa jasad yang ditemukan tersebut merupakan korban pembunuhan beberapa waktu lalu.

“Kita belum bisa memastikan bahwa korban yang ditemukan ini merupakan jasad korban pembunuhan (Siti Aisyah, red) yang dilakukan oleh pacarnya (Burhan, red). Untuk itu kita akan kirim sampel dari jasad korban untuk diperiksa di Forensik RS Bhayangkara di Pekanbaru,” ungkap Dedi Rahman Dayan. Karena saat ditemukan kondisi jenazah dalam kondisi rusak dan sulit dikenali.

Namun, lanjut Kapolres berdasarkan pemeriksaan dokter RS Raja Musa memang jenazah yang ditemukan tersebut berjenis kelamin perempuan dan pihak keluarga Siti Aisyah mengenali pakaian yang dikenakan korban.

“Untuk mencocokkan pengakuan keluarga korban tersebut, maka sampel darah orangtuanya juga akan kirim ke Forensik RS Bhayangkara,” sebut Dedi.

Untuk diketahui, pada Selasa (15/5/12) sekitar pukul 21.00 WIB, seorang Pegawai Harian Lepas Rumah Sakit Raja Musa Sungai Guntung, Siti Aisyah (19) dihabisi pacarnya sendiri, Burhan (19) dengan cara dicekik dan ditenggelamkan ke sungai Kateman. Diduga, pelaku kalap setelah korban meminta pertanggungjawabannya setelah diketahui korban hamil.

Korban sebelum dijemput pelaku dari rumahnya dan diajak jalan-jalan dengan sepedamotor, kemudian sepedamotor diparkirkan di Parit 4 Kelurahan Tagaraja.

Selanjutnya pelaku membawa korban ke pompong miliknya menuju ke tengah sungai, kemudian korban dicekik dan setelah pingsan tubuh korban diikat dengan kayu balok pemberat dan ditenggelamkan ke sungai.(rtc)




LAGI AKSI RAMPOK TERJADI, UANG TUNAI 220 JT RAIB.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Darmayati (42) warga jalan Yos Sudarso kelurahan taga raja Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir mengalami nasib naas. Uang tunai senilai 220 juta yang hendak disetor ke sebuah Bank Pemerintah dirampas oleh orang tidak dikenal. Dalam aksi itu, pelaku sempat melepaskan timah panas dari laras sibongkok untuk menghalangi masyarakat yang berniat hendak menolong.

Menurut penuturan korban, Darmayati, seorang warga keturunan ini dihadapan polisi, pagi itu sekira pukul 08.30 Wib ia berniat hendak menyetorkan uang kesebuah Bank pemerintah yang tidak terlalu jauh dari rumah toko kediamannya. Dengan membawa tas kertas, ia menenteng uang senilai 220 juta dengan berjalan kaki.

Baru kurang lebih sekira 20 meter meninggalkan ruko, tiba-tiba ia dikagetkan dengan kemunculan seorang laki-laki yang tidak dikenal dan langsung merampas tas kertas berisikan uang yang ada ditangannya. Walau sempat terjadi tarik menarik, namun tas tersebut akhirnya berhasil dirampas pelaku.

Suami korban yang sempat menyaksikan peristiwa itu, dengan dibantu masyarakat berusaha untuk mengejar namun diujung gang, dua sepeda motor dengan 3 orang teman pelaku lainnya sudah menanti. Untuk menakut-nakuti pengejar, pelaku sempat memuntahkan timah panas dari senjata api laras pendek.

Kapolres Inhil AKBP Dedy Rahman Dayan ketika dikomfirmasi wartawan membenarkan akan adanya kejadian ini.  “Benar, telah terjadi perampokkan di Kateman dengan korban seorang wanita, pemilik sebuah toko dengan kerugian sekitar Rp 220 juta,” tutur Kapolres Inhil AKBP Dedy Rahman ketika berbicara dengan wartawan di Tembilahan.

Dijelaskan kapolres, untuk kasus ini, pihak kepolisian telah membentuk tim khusus guna mengungkap sekaligus meringkus kawanan rampok. (fsl)