BESOK, POLRES INHIL MINTAKAN KETERANGAN KARYAWAN PLN SUB RANTING ENOK.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian diduga adanya penyelewengan dalam Kasus Sub Ranting PLN Kecamatan Enok. Setakat ini, pihak kepolisian nyatakan belum bisa memberikan informasi secara lengkap karena masih melakukan pendalaman.

“Benar, hasil penyelidikan yang dilakukan anggota kita menemukan adanya indikasi penyelewengan terkait pemasangan instalasi di rumah pelanggan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pemeriksaan saksi-saksi baru akan kita mulai. Esok, selasa (30/4/2012) dua orang karyawan sub ranting PLN Kecamatan Enok akan kita panggil untuk dimintai keterangan, kemudian, rabu (1/5/2012) Kepala Sub Ranting Enok dan seorang pegawainya juga akan kita panggil,”Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.IK melalui Kasad Reskrim Polres Inhil, AKP Edy Munawar ketika ditemui diruang kerjanya, Senin (30/4/2012).

Dijelaskan Kasad Reskrim, sebelum memintakan keterangan saksi, Kepolisian sudah lakukan koordinasi dengan Ranting PLN di Kuala Enok. Koordinasi ini untuk antisipasi agar pasokan listrik tetap berjalan dengan lancar selama proses pemeriksaan.”Karyawan PLN sub ranting enok hanya berjumlah 4 orang. Makanya agar pasokan listrik bagi masyarakat tetap lancar, terlebih dahulu kita lakukan koordinasi dengan PLN ranting di Kuala Enok dan kita sudah mendapatkan jaminan untuk itu. Mereka kita periksa terkait UU No 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Sedangkan untuk kasus pengenaan besaran biaya, kita masih belum memiliki dasar hukum yang cukup untuk menindaklanjutinya,” Sebut Kasad Reskrim, AKP Edy Munawar.

Dalam pemberitaan sebelumnya, calon pelanggan baru PLN sub ranting enok merasa sangat diberatkan dengan pembebanan biaya bagi pelanggan baru. Untuk 900 VA saja biaya yang dikenakan mencapai Rp. 7 juta. Bahkan saat itu, sumber juga mengaku pemasangan instalasi di rumah-rumah calon pelanggan tidak dikerjakan oleh biro instalastir resmi tetapi langsung ditangani oleh karyawan PLN setempat. Ironisnya, material yang dipergunakan sangat jauh dari standar yang diharuskan.

Demikian juga, Yadi, warga enok lainnya saat itu juga mengaku sangat dirugikan oleh tindakan oknum PLN setempat. 64 pintu rumah warga yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran dan sudah menjadi pelanggan PLN ketika melakukan pengurusan pengganti meteran yang terbakar nyatanya juga dikenakan biaya yang cukup besar.” Kita dikenakan biaya sampai Rp. 3,9 juta / pelanggan bang. kami tidak tau ini biaya untuk apa. Kami kan bukan pelanggan baru. Seharusnya kami hanya dikenakan biaya untuk penggantian meteran bukan malah dibebani biaya untuk pelanggan baru. Masak ia harga sebuah meteran sampai jutaan gitu,” Ujarnya.(fsl)




PASOKAN LISTRIK KERAP PUTUS, KONSUMEN KRITIK KINERJA PLN.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang-ulang di sebagian besar kota Tembilahan beberapa waktu belakangan ini semakin menimbulkan kekecewaan pelanggan. Perubahan status dari Ranting menjadi Rayon diiringi dengan pergantian pimpinan, pada awalnya memberikan harapan besar akan adanya perubahan pelayanan kearah yang lebih positif. Namun harapan itu tampaknya hanya sebatas harapan, kinerja yang dipertontonkan PLN yang kini berstatus Rayon kembali membuat pelanggan menelan rasa kekecewaan.

 

Dari pantauan, sudah hampir beberapa minggu belakangan ini pasokan listrik memang kerap terputus secara mendadak. Sabtu (28/4) dilanjutkan minggu (29/4) dengan alasan pekerjaan penyambungan PLTD sewa kapasitas 2 MW disusul dengan ‘katanya’ perbaikaan feder sungai salak dan beberapa gardu di kota Tembilahan, PLN kembali memberlakukan giliran pemadaman mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 Wib.

 

Celakanya, diluar batasan waktu giliran pemadaman yang diberlakukan, malamharinya, minggu (29/4), putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang-ulang masih kerap terjadi disebahagian besar kawasan kota Tembilahan. Kenyataan ini tentunya semakin menimbulkan rasa kekecewaan pelanggan.

 

Seorang pelanggan, Indra (30), warga Jalan M Yamin Tembilahan Hilir mengeluhkan karena disaat bersamaan di rumahnya sedang berlangsung aktifitas jual beli bahan makanan yang digiling menggukana alat penggiling listrik. “Mau bilang apa? Kami terpaksa menunggu listrik kembali menyala, sebab untuk memblender bahan-bahan makanan dan buah-buahan tidak bisa menggunakan gilingan manual, PLN kan bukan punya kita,” geram Indra saat di hampiri di tempat usahanya, Ahad (29/4), di Tembilahan.

 

Hal yang senada juga di katakan Wati (25), salah seorang warga Jalan Sungai Beringin Tembilahan. Listrik PLN kembali berulah setelah beberapa waktu lalu juga sempat beberapa kali terjadi pemadaman. “Sudah lama tidak mati lampu, sekarang PLN berulah lagi, kali ini membuat gerah,’’ ujar Wati.

 

Padahal, lanjut Wati, pihak PLN sebelumnya pernah mengatakan melalui media bahwa PLN Tembilahan mengalami surplus daya listrik sehingga tidak akan ada giliran pemadaman. Ia berharap pemadaman tidak berlanjut karena akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

 

Ketika putusnya kembali pasokan listrik ini disampaikan www.detikriau.org melalui pesan singkat ke telepon selular milik Manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul, kembali berdalih bahwa terputusnya pasokan listrik akibat putusnya sekring di trafo akibat kondisi cuaca.” Untuk gangguan lokal sebaiknya hubungi langsung petugas di nomor 0768 22123. Mereka stand by 24 jam.”Tulis Husnul melalui pesan singkat. Ahad (29/4) malam.

 

Hanya saja, nomor pengaduan yang kata Husnul stand by 24 jam ini dihubungi berkali-kali tidak sekalipun mau menjawab. (fsl)




AKHIR APRIL PROGRES VENUE PON FUTSAL BARU CAPAI 25 PERSEN

Pihak Rekanan Masih Optimis Akan Capai Target

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai akhir april 2012, progress pembangunan Venue PON cabang Futsal di Tembilahan baru meencapai 25 persen. Meskipun begitu, kontraktor pelaksana PT.WIKA, M.Ikhsan Sabri  tetap optimis target pengerjaan dapat tercapai. Direncanakan agustus 2012 mendatang Venue Futsal sudah dapat dilakukan uji coba.

Dari pantauan, pembangunan Venue PON yang lokasinya berhampiran dengan komplek Stadiun Tembilahan ini terlihat para pekerja masih berkonsentrasi pada bagian konstruksi untuk pondasi.” Hingga akhir april ini, progress kita baru mencapai 25 persen. Untuk daerah rawa seperti Tembilahan, untuk membangun sebuah konstruksi besar memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengerjaan pondasi mengingat kondisi tanah yang labil,” Jelas Manajer proyek, M.Ikhsan memberikan komfirmasi.

Diakuinya, pengerjaan Venue PON Futsal cukup menemui banyak kendala, seperti terbatasnya bahan material dikarenakan untuk mensuplay tidak bisa dilakukan secara sekaligus mengingat kondisi jalan di kota Tembilahan yang tidak sesuai dengan tonase material berat. Namun sekali lagi menyatakan sikap optimis pengerjaan akan dapat memenuhi target. “Kita perkirakan progress pekerjaan pada akhir bulan Mei mendatang dapat mencapi 60 persen, Juni 8- persen dan pada bulan juli kita yakin pekerjaan bisa mencapai 90 persen. Agustus, Venue PON Futsal ini sudah bisa dilakukan uji coba,” Jawabnya dengan sikap optimis. (Zo/dro)




10 Cabor Diperlombakan Pada O2SN Tingkat SD dan SMP Berjalan Lancar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepuluh cabang oelahraga (Cabor) diperlombakan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2012 ini. Diperkirakan sebanyak 500 siswa/i akan memeriahkan iven tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil, H Fauzar, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Pendidikan Luar Biasa (Dikdas dan PLB) Disdik Inhil, Sarlan,  menyatakan kegiatan tersebut dibuka lansung oleh Kepala Dinas di halaman Kantor Dinas Pendidikan Inhil, jalan Veteran Tembilahan akhir pekan kemarin.

Untuk siswa/i SMP terdiri dari 300 orang, sedangkan SD terdiri dari 200 siswa dan siswi sederajat yang tersebar di 20 kecamatan se-Inhil. “Kegiatannya dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 28 s/d 29 April kemarin. Alhamdulilah semua berjalan dengan lancar,” ujar Sarlan kemarin

Ditambahkanya, digelarnya O2SN tingkat SD dan SMP ini dalam rangka proses pembinaan dini untuk melahirkan bibit-bibit unggul dari olahraga. dimana 02SN tingkat kabupaten ini merupakan seleksi 02SN untuk tingkat Provinsi Riau..selain itu, ajang ini juga merupakan wadah menumbuhkan semangat solidaritas dan sportifitas di kalangan pelajar khususnya mereka yang mempunyai kemampuan di bidang olahraga.

“Kita berkonsentrasi bidang pendidikan olahraga dan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan oleh KONI dan Pengurus Cabang (Pengcab),” tandasnya.

Hanya saja saat ini, katanya perlu pengembangan dan pembinaan secara khusus sehingga potensi siswa pada segi olahraga menunjuuikan perubahan gerafik baik. Kedepan bisa menghjarumkan anama daerah dikancah-kancah yang jauh lebih tinggi dari pada saat sekarang ini.(fen)




April 2012, Tak Ditemukan DBD

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai akhir April 2012, tidak ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Meski demikian, tetap dihimbau bagi warga agar selalu menjaga  lingkungan.

DBD memang merupakan wabah dan momok yang menakutkan, sehingga tindakan pencegahan lebih baik dilakukan sebelum terlambat. Sebab, tak jarang penderitanya bisa selamat dari serangan penyakit yang mematikan tersebut.

“Kita tahu pencegahan lebih bagus dilakukan sebelum terlamabat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Inhil Rasul Alim, sambil mengatakan tidak ditemukan kasus DBD pada April ini, Senin (30/4).

Tak hanya di musim hujan, kini demam berdarah bisa datang kapan saja, maka dari itu DBD masih menjadi penyakit penyebab kematian yang harus diwaspadai. Namun bisa dicegah dengan cara sederhana, seperti membersihakan tempat sampah, membuang genangan air dan menguras bak mandi.

“Memang biasanya, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini sering terjadi pada musim hujan. Namun, seiring perubahan lingkungan dan siklus atau daur hidup nyamuk itu sendiri, penyakit mematikan ini dapat menyerang setiap saat tanpa mengenal musim,”ujarnya.

Kewaspadaan tetap harus ditingkatkan pada musim penghujan karena banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar DBD. Rasul juga mengatakan, penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang terjadi di daerah-daerah tropis.

Hidup bersih dengan tidak membiarkan ada satu pun jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan terbaik, kata Rasul lagi. Bahkan pada dasarnya kasus DBD dapat ditanggulangi asalkan tidak terlambat mendapat pertolongan medis.

Sekedar mengingatkan, pada bulan sebelumnya Maret, memang ditemukan satu pasien DBD yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. Di mana pasien ini berasal dari Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka.(fen)




Jumat Mendatang Kepengurusan DPC PD Inhil Dikukuhkan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang,diperkirakan Jumat, (4/5) usai shalat Jumat mendatang kepengurusun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Inhil akan dikukuhkan. Pengukuhan rencananya akan dilakukan secara langsung oleh Ketua DPD Demokrat Provinsi Riau HR Mambang Mit yang juga Wakil Gubernur.

 

Ungkapan itu disampaikan oleh Ketua DPC terpilih Partai Demokrat Kabupaten Inhil H Syamsudin Uti, saat di hubungi melalui HP, Senin, (30/4). Dikatakannya, sejauh ini persiapan pelantikan sudah berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan yang berarti di lapangan.

 

“Persiapan proses pelantikan sudah dilakukan secara maksimal. Makanya saya berharap proses pelantikan ini dapat berjalan dengan sukses demi kemajuan dan kebesaran Partai Demokrat Inhil kedepan,” kata SU biasa ia disapa oleh warga Inhil.

 

Dalam kesempatan tersebut SU meminta kepada seluruh kader Partai Demokrat Kabupaten Inhil untuk dapat merapatkan barisan  dan saling bekerjasama demi kepentingan partai kedepan. Apalagi beberapa agenda besar sudah menunggu, seperti Pemilukada Inhil dan Provinsi Riau, Pemilu Legislatif dan juga Presiden yang tentunya membutuhkan kerja keras seluruh komponen partai dalam meraih hasil terbaik sesuai dengan harapan.

 

“Saya berharap setelah pproses pelantikan nantinya seluruh kader partai dapat mulai bergerak mengambil langkah yang dianggap penting demi kebesaran Partai Demokrat di Inhil. Karena sehebat apa saya, tanpa dukungan seluruh pengurus, tentunya tidak akan bisa berbuat banyak,” katanya.(suf)