Tradisi Manongkah Diharapkan Jadi Even Wisata

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Even manongkah massal bagi Suku Duano, atau lebih dikenal dengan suku laut yang sebagian besar bermukim di daerah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hendaknya harus dapat dikembangkan menjadi even wisata bagi Kabupaten Indragiri Hilir.

Manongkah, sejak dulu memang merupakan aktifitas Suku Duanu untuk menangkap kerang dihamparan padang lumpur dengan menggunakan sekeping papan. Namun belakangan ini aktifitas itu sudah mulai menjadi perhatian banyak kalangan, sehingga layak untuk dikembangkan menjadi even wisata Riau dan Inhil khususnya.

Anggota DPRD Inhil, Zulkipli, saat dikomformasi terkait kegiatan manongkah yang biasanya sudah dijadikan objek perlombaan untuk suku Duano, mengharapakan kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk menjadikan even tersebut sebagai budaya tahunan. Sebab menurutnya, satu-satunya objek wisata di Inhil yang mendapat rekor muri adalah kegiatan Manongkah.

Ia juga berharap agar Pemerintah bisa lebih jeli dan jika perlu masukan even ini kedalam induk wisata tahunan. Sehingga budaya pesisir ini dapat terus berkembang. “Kegiatan ini Insya Allah, akan dilaksanakan pada bulan Juli 2012 mendatang,” ungkap Zulkipli, Kamis (31/5).

Masih menurut Kiki, sapaan akrab politisi banteng berhidung putih ini, disetiap daerah, ada suku-suku yang tertinggal dalam segi pendidikan maupun pengetahuan. Maka dari itu untuk Inhil, salah satu suku yang masih tertinggal adalah suku Duano. Dengan adanya manongkah ini dia berharap besar agar ketertinggalan suku tersebut tidak lagi terjadi.

“Sekarang sudah bisa kita lihat sendiri, banyak orang-orang dari suku Duano yang sudah berkembang. Ada yang terjun ke dunia politik, PNS dan aparat penegak hukum. Ini merupakan suatu peningkatan yang luar biasa,” tandasnya.

Manongkah merupakan kegiatan sehari-hari suku Duano berburu kerang. Dan bisa dilakukan pada saat air di laut dalam keadaan surut. Biasanya aktifitas itu kerab dilakukan oleh suku Duano di Kecamatan Tanah Merah dan Kecamatan Concong. Dimana salah satu alat khusunya berupa sekeping  papan berukuran lebar 30 cm dan panjang 1,5 meter.

Biasanya pelestarian manongkah massal yang dikemas dalam kegiatan dua tahuan itu di laksanakan  Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah. Manongkah massal pernah juga diadakan tahun 2008. Saat itu Musium Rekor Indonesia mencatat sebagai rekor terbanyak manongkah dengan jumlah peserta 500 orang. (fen)




FH UNISI Tembilahan Gelar Diklat Kemahiran Hukum

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) — Dalam rangka meningkatkan kemampuan (kompetensi) mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum.

Dekan Fakultas Hukum UNISI Tembilahan, Wandi SH MH menyatakan bahwa kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kemahiran Hukum ini sangat menunjang bagi peningkatan kemampuan dan profesionalitas kalangan mahasiswa hukum nantinya.
“Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan kualitas mahasiswa Fakultas Hukum sekaligus merupakan salah satu syarat mengikuti ujian komprehensif dari Fakultas Hukum UNISI ” ungkap Dekan Fakultas Hukum UNISI Tembilahan, Wandi SH MH saat membuka diklat ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Diklat, Tiar Ramon SH MH
menyebutkan kegiatan ini merupakan bagian program kerja Fakultas Hukum UNISI Tembilahan.

“Diharapkan kegiatan ini untuk menyiapkan calon sarjana hukum yang
memiliki kemampuan akademik dan profesional, serta mampu mengusai ilmu, teori dan praktek hukum.

Adapun narasumber terdiri dari kalangan hakim, jaksa, notaris dan anggota legislatif. Dengan materi diantaranya berupa teknik pembuatan surat dakwaan dan gugatan, teknik pembuatan putusan, teknik pembuatan kontrak. (fen)




ASYIK BERMAIN BADMINTON, ALWI DISERANG OTK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Nasib sial dialami oleh M.Alwi warga Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah, pasalnya ketika dirinya sedang berolahraga badminton bersama anaknya, di TKP gedung badminton Desa Sungai Laut Kamis (31/5) sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba di datangi oleh seorang laki-laki dan langsung menikam dirinya dengan senjata tajam berupa badik, akibat serangan ini korban mengalami luka lecet pada bagian bawah dagunya.

Beruntung pada peristiwa tersebut, tidak terjadi korban jiwa sebab M. Alwi bisa mengelak dari serangan mendadak yang sudah dilayangkan oleh pelaku. Setelah berhasil menangkis senjata tajam yang mengancam nyawanya dengan sebuah raket yang ada ditangannya, korban bersama anaknya berhasil lari untuk mengamankan diri meninggalkan TKP

“Setelah lolos dari serangan pelaku yang menggunakan senjata tajam berupa badik, korban langsung lari bersama anaknya. Sesampainya diluar gedung korban langsung mengunci pintu gedung dari luar, sehingga pelaku terkunci didalam gedung tersebut” kata Kapolsek Tanah Merah AKP Ilham Merbau   Kamis (31/5)

Kemudian korban melaporkan kejadian yang sudah dialami ke Kapolpos Desa Sungai Laut yang tidak jauh dari TKP. Barulah suasana dilokasi kejadian agak sedikit heboh apalagi diketahui korban mengalami luka gores

Beberapa menit kemudian setelah ada laporan dari masyarakat, Anggota Kapolpos Desa Sungai Laut langsung mendatangi TKP, kebetulan pelaku pada saat itu masih tersekap didalam gedung badminton karena tidak bisa keluar akibat dikunci

“Pelaku yang masih berada didalam gedung berhasil di amankan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang sudah dilakukan, pelaku dibawa ke Mapolsek Tanah Merah untuk menjalani pemeriksaan”tambah Kapolsek

Hingga berita ini ditulis menurut Kapolsek Tanah Merah AKP Ilham Merbau, bahwa pelaku diduga mengalami depresi sebab saat ditanya oleh penyidik siapa nama pelaku dan apa motifnya hingga berbuat nekat, pelaku masih belum bisa menjawab dan hanya terdiam diri.

“Diduga pelaku masih mengalami depresi, karena saat di introgasi oleh petugas penyidik hanya bisa berdiam diri, sedangkan untuk korban sudah di ambil visumnya oleh petugas medis atas luka lecet yang dialaminya” tegas AKP Ilham Merbau. (dro)




Misteri Peti Mati yang Berpindah

www.detikriau.org — Sebuah fenomena berbau supranatural yang tak terpecahkan pernah terjadi di Pulau Barbados. Tentang peti mati yang senantiasa bergerak di sebuah kuburan keluarga. Apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah aktivitas arwah penasaran atau anomali alam?

Kisah misteri yang tercatat dalam sejarah ini terjadi kira-kira dua abad lampau, namun peninggalannya masih terlihat utuh hingga tahun ini. Peristiwanya sempat menggegerkan penduduk Barbados di Kepulauan Karibia, Samudera Atlantik. Memancing campur tangan gubernur setempat dan penulis novel detektif, petualangan dan misteri terkenal Sir Arthur Conan Doyle.

Kejadian berawal dari sebuah distrik Christ Church dekat Kota Oistins di ujung selatan Pulau Barbados. Keluarga Walronds, sebuah keluarga petani/pekebun tebu yang makmur, membangun sebuah area makam keluarga. Seorang anggota keluarga tersebut James Elliot membangun makam itu dari susunan pahatan batu sedemikian rupa dengan pintu penutup yang terbuat dari marmer pualam terpilih. Makam demikian kokoh dan bagus, sehingga lebih mirip miniatur benteng.

Makam batu itu pernah ditandai dengan tulisan “Yang Mulia James Elliot, Esq, meninggal pada 14 Mei 1724, putra Yang Mulia Richard Elliot, Esq dan suami dari Elizabeth, putri Yang Mulia Thomas Walronds, Esq”. Namun tidak diketahui persis apakah Elliot memang benar dikubur di sana, sebab tidak ada bekas jasad atau peti matinya.

Makam batu di bawah tanah itu ditemukan kosong pada 31 Juli 1807, saat jenazah Mrs Thomasina Goddard (salah satu keluarga Walronds) dimakamkan di sana.

Kejadian Aneh

Namun entah mengapa, setahun kemudian (1808), makam batu tersebut diambil alih oleh keluarga Chase, seorang petani yang memiliki banyak budak. Makam tersebut diklaim sebagai miliki mereka. Salah satu pemiliknya adalah Kolonel Thomas Chase, seorang tuan kebun yang dikenal kejam pada budak-budaknya.

Makam itu digunakan keluarga Chase pertama kali untuk memakamkam Mary Anna Maria Chase, putri usia 2 tahun yang meninggal dunia dan dimakamkam pada 22 Februari 1808. Jenazah ditempatkan pada peti mati berbasis timah.

Lalu jenazah Dorcas Chase, putri tertua Thomas, juga ditempatkan dalam peti mati terbuat dari timah dikuburkan di makam tersebut pada 6 Juli 1812. Isu beredar, Dorcas menderita stres dan mogok makan hingga tewas (bunuh diri), sebagai tindakan protes pada perlakuan ayahnya yang kejam.

Sebulan setelah itu, Kolonel Thomas Chase pun meninggal dunia. Jenazahnya ditempatkan dalam peti mati kayu berlapis logam. Pada 9 Agustus 1812 keluarga Chase segera menyiapkan makam yang sama untuk sang ayah. Namun saat pintu kubur dibuka, mereka terkejut luar biasa. Kedua peti jenazah kedua anak perempuan itu sudah berubah posisi. Tadinya diletakkan secara horisontal, kini menjadi vertikal dengan bagian kepala menghadap ke bawah. Sementara di sekitar area pemakaman tidak terlihat bekas-bekas dibuka paksa atau jejak manusia.

Dengan terheran-heran, kedua peti jenazah kembali dirapikan. Peti jenazah Thomas Chase ditempatkan bersisian dengan peti jenazah kedua putrinya. Lalu pintu batu pualam ditutup kembali.

Empat tahun kemudian, pada 25 September 1816, makam kembali dibuka untuk pemakaman Samuel Brewster Ames, seorang anggota keluarga Chase termuda usia 11 bulan. Ternyata susunan ketiga peti jenazah di dalam makam batu itu sudah berubah lagi. Peti jenazah Thomas, yang paling tidak harus diangkat delapan lelaki dewasa, tampak tersandar di dinding dalam makam, kedua peti lagi menyilang tak menentu. Begitu pun peti-peti itu kembali disusun seperti sediakala.

Kejadian demi kejadian di makam keluarga ini mengejutkan semua orang. Pada 17 Juli 1819, jenazah Thomassina Clarke, akan dimakamkan di kubur batu itu. Sementara isu sudah beredar mengenai keanehan yang terjadi di sana. Kali ini banyak orang yang berkerumun ingin tahu. Ketika pintu makam dibuka, kejadian itu kembali terulang. Peti-peti jenazah di dalam makam sudah berpindah tempat dalam keadaan yang berantakan.

Peristiwa yang terjadi berkali-kali itu menghebohkan distrik Christ Church. Kabar tak sedap tersiar bahwa jenazah keluarga Chase tak diterima bumi, atau tentang kutukan yang menimpa, sampai soal arwah-arwah yang murka!

Segel Gubernur
Lord Combermere, Gubernur Barbados, memutuskan untuk menangani langsung persoalan tersebut. Karena wilayah Barbados termasuk daerah yang sangat taat beragama, isu soal supranatural adalah persoalan sensitif. Saat makam dibuka (tahun 1819) ia melakukan pemeriksaan dan sangat terkejut ketika melihat lima peti jenazah itu terlihat berantakan susunannya, kecuali peti jenazah Ny Thomasina Goddard yang mulai melapuk.

Gubernur kemudian memerintahkan sejumlah pekerja untuk menyusun ulang posisi peti-peti jenazah keluarga Chase. Ia mengawasi langsung pekerjaan itu, hingga akhirnya pintu makam ditutup kembali. Untuk meyakinkan seluruh penduduk, ia menempatkan segel di pintu makam.

Namun, sejumlah laporan kemudian diterimanya tentang suara-suara gaduh dan misterius dari dalam makam batu tersebut. Pada 18 April 1820, ia ditemani sejumlah pejabat daerah Walikota J Finch, Natahan Lukas, Robert Boucher Clarke, Rowland Cotton, Thomas Orderson menilik makam yang semakin sarat isu itu.

Ketika diperiksa segel pintu tidak rusak, sementara susunan peti di dalam kubur terlihat berantakan. Lapisan pasir yang menutup lantai makam tak menyisakan jejak atau bekas apa pun.

Setelah menuliskan dalam laporan resmi, ia kemudian memutuskan untuk mengosongkan makam tersebut. Hal ini untuk menghilangkan isu soal arwah penasaran dan isu lain yang buruk bagi wilayahnya. Sejak itu makam batu tersebut kosong dan tetap terbuka hingga hari ini… Apa yang sebenarnya terjadi? (berbagai sumber)

Upaya Menguak Misteri
Makam batu (tombstone) keluarga Chase menjadi salah satu fenomena yang menarik bagi dunia. Sejumlah turis yang tertarik aktivitas paranormal kemudian banyak yang mengunjungi lokasi makam tersebut. Berbagai upaya untuk menguak misterinya pun dilakukan.

Sejumlah laporan dan saksi mata menyatakan bahwa makam itu sama sekali tidak pernah diganggu manusia. Walaupun ada anggapan kemungkinan kaum budak kulit hitam terlibat dalam upaya balas dendam terhadap keluarga Chase, namun tidak ada bukti aktivitas manusia dalam kejadian di dalam makam. Bahkan ketika gubernur menyegel pintu, segel sama sekali tidak rusak. Seandainya orang memaksa masuk, tentulah segel akan terbuka.

Penelitian lain juga menjelaskan bahwa tidak ada kemungkinan aktivitas banjir yang memungkinkan perpindahan peti-peti mati di dalam ruang tertutup itu. Sementara, jika pergeseran terjadi akibat gempa, tidak ada bukti aktivitas gempa di sekitar tempat itu. Karena hal yang berubah hanyalah yang berada di dalam makam batu semata.

Misteri ini juga mengundang seorang pengarang terkenal dengan kisah Detektif Sherlock Holmes dan The Lost World yakni Sir Arthur Conan Doyle. Setelah melakukan kunjungan ke situs makam tersebut, ia menduga kejadian perpindahan peti-peti jenazah berkaitan dengan kekuatan supranatural. Menurutnya, kekuatan gaib itu melakukan tindakan “protes” karena peti-peti jenazah tersebut dibuat dari basis logam dan timah. Logam akan menahan proses pembusukan yang alami. Hal ini berarti menentang proses alami pembusukan jenazah.

Teori ini diajukan oleh Conan Doyle atas pertimbangan bahwa peti jenazah Thomasi Goddard yang seluruhnya terbuat dari kayu sama sekali tak terusik. Hanya peti-peti jenazah keluarga Chase (yang berbasis logam) saja yang mengalami perubahan-perubahan posisi.

Ada banyak teori lain yang diajukan, namun semuanya tetap tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Selama 180 tahun lebih sejumlah wartawan, peneliti dan penulis tertarik pada misteri di makam batu itu. Puluhan buku membahas persoalan itu… dan makam batu itu menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan. Apakah yang sebenarnya terjadi di dalam ruang yang gelap, lembab dan pengap itu?

Barbados Selayang Pandang
Barbados, sebuah negara pulau yang indah. Terletak di timur rangkaian mutu manikam Kepulauan Karibia, surga liburan di Amerika. Di posisi eksotis Samudera Atlantik, ia diperkaya puncak dataran tertinggi bernama Mount Hillaby (336 meter di atas permukaan laut).

Suhu tropis dan musim hujan antara Juni–Oktober sangat mengesankan di wilayah yang terbagi dalam 11 distrik administratif “keagamaan” seperti: Christ Church, Saint Andrew, Saint George, Saint James, Saint John, Saint Joseph, Saint Lucky, Saint Michael, Saint Peter, Saint Philip, Saint Thomas. Kini menjadi daerah wisata di Karibia.

Pemerintahannya menganut sistem demokrasi parlementer (monarki konstitusional) dengan kuasa Ratu Elizabeth II. Merdeka pada 16 November 1966 dari Inggris. Walau pulau ini sebagian besar dihuni bangsa Afro-Bajan, turunan kaum bekas budak Afrika di masa perbudakan, mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.

Pulau ini hanya dihuni 279.000 penduduk tetap (sensus 2005) dengan luas areal keseluruhan 431 km persegi. Walau dulunya terkenal sebagai negara perkebunan tebu, namun sejak 2000, wisata adalah penghasilan utama negeri ini.

Wilayah pantai dan bukit tropis di Karibia menarik turis untuk selalu datang ke sana. Datang untuk menikmati pemandangan alam kepulauan penuh pesona, angin pantai, matahari terbit dan terbenam, keramahan penduduk, dan nuansa eksotisme Karibia. (VivaNews)




MPI TEGASKAN TIDAK ADA KATA TOLERIR UNTUK KORUPTOR

Terkait Dugaan Penyimpangan Penggunaan Dana BOSDA di Disdik Inhil 2011

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhandri menyatakan akan terus memantau jalannya proses hukum atas adanya dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada Dinas Pendidikan Inhil tahun anggaran 2011. Ia meminta, siapapun yang terlibat dalam kasus ini harus diusut tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita tidak berniat untuk menzholimi siapapun. Karena tindakan seperti ini, yang diindikasikan kearah tindak pidana korupsi. Kita minta harus diproses sejelas-jelasnya. Siapapun ia, apapun jabatannya, kalau bukti menunjukkan keterlibatan dirinya, tindak sesuai ketentuan hukum. Kalau kita masih setengah hati memberantas kejahatan yang merusak bangsa ini. Kapan kesejahteraan dibumi pertiwi ini bisa kita capai?”Komentar Comel saat menyambangi kediaman detikriau.org, rabu (30/5)

Dijelaskan usahawan IT muda ini, fakta menunjukkan bahwa tindak pidana korupsi adalah momok yang menjadi biang kerok kehancuran bangsa yang dulunya sangat makmur ini. Mentolerir tindak pidana korupsi sama artinya kita ikut menghancurkan bangsa.”mulai dari lingkungan kita. Jangan tolerir lagi sekecil apapun tindak pidana korupsi. Masyarakat harus berani untuk menentang dan membeberkan tindak pidana kearah itu. BOSDA, digulirkan untuk membantu meringankan beban biaya orang tua didik mempersiapkan anak-anak mereka sebagai generasi penerus bangsa. Apa jadinya jika dana pendidikan ini juga di korup? Apa lagi yang bisa kita harapkan pada masa depan bangsa ini?.”Kritik Comel dengan tegas sambil meminta masyarakat untuk terlibat aktif memantau proses hukum terhadap kasus ini. (fsl)




PERSIAPAN BENTUK TIM KAJIAN, MINGGU INI PEMKAB INHIL AGENDAKAN RAPAT

Hasil Tim Kajian Diharapkan Dapat Dijadikan Payung Hukum

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Minggu ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) akan segera mengadakan rapat guna menindaklajuti rencana pembentukan tim kajian untuk memperhitungkan rumusan penentuan harga kelapa. Kajian tidak hanya sebatas pembahasan rumusan harga kelapa hibrida tetapi juga akan dilakukan terhadap kelapa dalam.

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten II Setdakab Inhil, H. Syafrinal Hedy kepada detikriau.org ketika ditemui diruang kerjanya, rabu (30/5).”Hasil rapat mediasi antara petani kelapa hibrida pola PIR-Trans dengan manajemen PT.RSUP yang lalu, diambil keputusan agar Pemkab Inhil segera membentuk kembali Tim kajian untuk memperhitungkan rumusan perhitungan harga kelapa hibrida. Hanya saja karena juga adanya permintaan masyarakat agar rumusan harga tersebut tidak hanya untuk kelapa hibrida, kita mengakomodir hal ini. Makanya tim kajian yang akan kita bentuk nantinya juga kita tujukan untuk melakukan kajian rumusan harga kelapa secara menyeluruh, baik kelapa hibrida pola PIR-Trans maupun kelapa dalam,” Jelas Asisten II.

Ditambahkan Asisten II, untuk melakukan kajian, pemkab Inhil akan melibatkan beberapa satker terkait. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat dijadikan patokan dalam memperhitungkan rumusan penentuan harga jual kelapa milik masyarakat.”Paling tidak hasil putusan dapat dijadikan petani kelapa sebagai payung hukum. Beberapa satker yang akan kita libatkan diantaranya adalah Dinas perkebunan, Disperindag dan Bappeda. Insyaallah dalam minggu ini juga kita akan adakan rapat untuk menindaklanjuti hal ini.” Paparnya mengakhiri.(fsl)