PANTAU KEGIATAN, KEPALA DTPHP TURUN KE SAWAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil, Wiryadi didampingi Kepala UPT DTPHP Kecamatan Batang Tuaka, M. Ihsan.S.PKP, Selasa (12/6) melakukan pantauan pelaksanaan kegiatan di desa sungai luar Kecamatan Batang Tuaka.

Dua lokasi persawahan Kelompok Tani Subur 1 dan Subur 2 ini terlihat hamparan padi yang sebahagian sudah mulai menua.

“KT Subur 2 tahun anggaran 2012 ini memperoleh bantuan pembuatan Tata Air Mikro (TAM) sepanjang 3 KM. Selain berfungsi untuk mengatur pengairan, TAM sekaligus dapat dipergunakan petani sebagai badan jalan. Dana langsung disalurkan ke rekening kelompok tani serta pembuatannya juga dilakukan oleh petani.” Ujar Kadis DTPHP Kab. Inhil, Wiryadi.

Kelompok tani subur 1, tahun anggaran 2012 mendapatkan bantuan program cetak sawah baru seluas 50 Ha. Kadis DTPHP berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan ini untuk meningkatkan tarap penghidupan mereka. “Kita tentunya berharap apa yang sudah diberikan pemerintah ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh agar hasil yang didapatkan nantinya dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan,” Pesan Wiryadi.

Ketua KT Subur 2, samad menyatakan beberapa kendala yang mereka hadapi masih dalam persoalan umum seperti permasalahan serangan hama.”Memang sebahagian tanaman padi kita  terkena serangan hama. Kita sudah sampaikan kepada PPL dan sarannyapun sudah kita jalankan. Disamping padi jenis lokal, kita juga melakukan penanaman padi jenis unggul. Namun karena ini areal persawahan baru, makanya penanaman tahun ini belum kita lakukan secara serentak. Mudah-mudahan pada musimtanam berikutnya kita akan lakukan,” Ujar Samad.

Kepala UPT DTPHP Kecamatan Batang Tuaka, M. Iksan S.PKP menjelaskan hambatan terbesar adalah terkait persoalan SDM petani sehingga berbagai arahan yang dilakukan dinasnya tidak dapat dilakukan dengan baik oleh semua petani. Keterbatasan SDM ini yang menurutnya menjadi penyebab beberapa tehnologi pertanian belum dapat diterapkan dengan baik oleh petani. Namun dirinya yakin dengan bimbingan dan pembinaan yang baik lambat laun persoalan ini bisa teratasi. Disamping  persoalan itu, akses untuk menuju lokasi dan pemukiman petani penggarap yang cukup jauh juga dinilainya menjadi hambatan. “Untuk menuju lokasi, saat ini hanya bisa ditempuh melalui perairan ditambah persoalan pemukiman petani penggarap yang cukup jauh dari lokasi hingga tidak bisa melakukan perawatan lahan secara terus menerus termasuk pengawasan hama.” Tegasnya.

Terkait persoalan alihfungsi lahan yang sering terjadi, menurut M. Ihsan untuk mengatasinya sebelum pelaksanaan kegiatan petani dimintakan untuk membuat surat pernyataan tertulis untui tidak mengalihfungsikan lahan pertaniannya. (fsl)




BAHAS BBM, DISPERINDAG ADAKAN PERTEMUAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melaksanakan rapat dengan Pihak Pertamina Pekanbaru yang diwakili oleh sales representative Pertamina Riau Daratan, Fahrizal. Pertemuan yang juga dihadiri oleh Komisi II DPRD Inhil bertempat di ruang rapat kantor Disperindag. Pertemuan diagendakan untuk melakukan pembahasan terkait berbagai persoalan seputar BBM terutama terjadinya lonjakan harga solar di kawasan pesisir Kab. Inhil beberapa waktu belakangan ini.

Kadisperindag Kab. Inhil, Rudiansyah yang saat itu didampingi Kabag Perdagangan, Raja Taruna menjelaskan bahwa dari hasil kunjungan mereka bersama Komisi II DPRD Inhil di kawasan pesisir beberapa waktu lalu, ditemui harga beli BBM jenis solar oleh masyarakat sudah jauh berada di atas ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).”Dalam kunjungan itu, salah satunya, juga didapati pengakuan dari pemilik pangkalan BBM bahwa mereka terpaksa melakukan penjualan diatas HET disebabkan harga pembelian di APMS pun memang sudah diatas ketetapan HET.”Terang Rudiansyah.

Terkait persoalan ini, sales representatif Pertamina Riau Daratan, Fahrizal menjelaskan bahwa sejak tahun 2010 yang lalu, ongkos angkut BBM sampai ke APMS, SPBU maupun SPBB seluruhnya dibayarkan pihak Pertamina.”Artinya solar yang diterima APMS tidak ada lagi tambahan biaya. Pertamina yang tanggung biaya tranportasinya. Makanya kita tidak mengenal lagi yang namanya HET. Apapun alasannya, APMS harus menjual solar sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Untuk saat ini harga itu ditetapkan Rp. 4.500 per liter,” Jelas Fahrizal sambil menjelaskan bahwa informasi mengenai APMS yang melakukan penjualan diluar ketentuan yang diterimanya hari ini akan dijadikan masukan untuk dilakukan evaluasi kembali.

Istilah pangkalan, ditambahkan Fahrizal, Pertamina juga tidak mengenal. Pendistribusian kepada masyarakat langsung dilakukan oleh APMS,.Perlakuan seperti ini, ditambahkan Fahrizal adalah sebuah komitmen Pertamina untuk menjamin masyarakat dapat memperoleh harga pembelian BBM sesuai ketentuan.

“Memang dibeberapa daerah termasuk Inhil, dengan pertimbangan geografis, pemerintah setempat mengadakan apa yang dinamakan pangkalan dengan tujuan untuk mendekatkan titik penimbunan BBM kepada masyarakat.” Inhil saat ini hanya memiliki 10 APMS dan keberadaannyapun dinilai Pertamina tidak proporsional. Makanya kita upayakan untuk merelokasi. Sedangkan untuk penambahan APMS, sudah tidak dibenarkan lagi dan kewenangan untuk itu berada pada BPH Migas Hilir” Ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas meminta pihak Pertamina untuk serius menangani persoalan BBM terutama jenis solar. Karena menurutnya hal ini bisa menjadi bom waktu jika tidak segera diatasi.” Dipasaran, masyarakat bahkan sudah ada yang harus membeli solar dengan harga Rp. 9 ribu per liternya. Bagi masyarakat, khususnya nelayan, kebutuhan solar sudah menjadi keharusan. Kalaulah persoalan seperti ini tidak segera diatasi, saya khawatir nantinya akan berimbas timbulnya berbagai persoalan sosial lainnya. Jadi saya minta Pertamina jangan main-main untuk menyikapi persolan ini,” Pinta Herwanissitas.

Anggota Komisi II DPRD lainnya, Zulkifli nyatakan bahwa persoalan BBM hanya ada tiga, yakni kurangnya kuota, harga mahal dan sering terjadinya kelangkaan. Ia mengaku tidak ingin membahas panjang persoalan ini karena akhirnya ia yakin akan tetap memojokan Pertamina.”Jadi tolong Pertamina untuk tidak menunggu lama untuk mencarikan pemecahan 3 persoalan ini. Saya mengusulkan pertamina harus mengupayakan untuk penambahan APMS dan sekaligus penambahan kuota minyak untuk Inhil,” Tegas politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Junaidi, wajah baru di Komisi II DPRD Inhil dari partai Golkar ini bahkan mengibaratkan persoalan minyak di Riau bagaikan Ayam mati kelaparan dilumbung padi. “Riau pengahsil minyak terbesar, nyatanya, masyarakat kita kesulitan untuk mendaptkan BBM. Bagaiman sebenarnya pengawasan Pertamina. Kalau memang APMS yang ada saat ini harus direlokasi, segera lakukan. Persoalan investasi, itu persoalan penguasaha. Kalau mereka mau, mereka harusnya juga siap. Kita tidak mau lagi mendengar alasan seperti ini. Yang terpenting tentunya bagaimana kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.” Ujarnya.

Sales Representatif Pertamina Ridar, Fahrizal menyatakan semua masukan yang diterimanya akan menjadi catatan untuk disampaikan kepada atasannya di Pekanbaru. Terkait adanya usulan penambahan APMS, Rizal berharap ia juga diberikan dukungan atas dasar pertimbangan Pemkab Inhil secara tertulis untuk dijadikan bahan memperkuat pertamina menyampaikan usulan kepada pihak BPH Migas di Jakarta. (fsl)




POLSEK RETEH AMANKAN SEORANG PENGEDAR SABU-SABU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Mapolsek Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hari ini, senin (11/6) sekira pukul 15.00 Wib di TKP jalan sukajadi parit 3 kelurahan pulau kijang kecamatan Reteh berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba. Hasil penggeledahan dari kediaman tersangka didapatkan 5 paket kecil sabu-sabu.

 

Menurut penjelasan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si, melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing, TSK, AG (31) memang sudah cukup lama menjadi target operasi.”Begitu mendapatkan informasi keberadaan TSK, anggota polsek Reteh langsung meluncur ke TKP. Dari hasil pengembangan dilanjutkan dengan penggeladahan di kediaman TSK di Jalan Penunjang Parit 3 Kelurahan Pulau Kijang berhasil diamankan 5 paket kecil narkoba jenis sabu-sabu,” Ujar Paur Humas.

 

Saat ini, Pelaku beserta Barang Bukti telah diamankan di ruang tahanan mapolsek reteh untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.(fsl)




DUA PEMAIN ASING PERSIH TUNTUT PEMBAYARAN KONTRAK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua pemain asing PERSIH asal Kamerun, Bikoy Daniel dan Bekatal Cristian mengaku sangat kecewa. Uang kontrak mereka sejak Desember 2011 hingga April 2012 belum juga dibayarkan oleh pihak manajemen Persih. Kedua pemain berkulit hitam ini berharap agar hak mereka segera diberikan karena mereka mengaku tidak memiliki sumber penghasilan lain lagi untuk bertahan hidup.

Pernyataan ini disampaikan oleh pemain Persih bernomor punggung 23 dan 32 ini saat ditemui detikriau.org dihalaman kantor Bupati Inhil, Senin (11/6). “Terus terang kami merasa seperti dipermainkan untuk menuntut pembayaran apa yang menjadi hak kami. Kita sudah beberapa kali menghubungi Ketua Umum Persih tetapi selalu saja tidak berhasil menemui dengan berbagai alasan. Belakangan ini bahkan sms kamipun sudah tidak lagi mau dibalas,” Ungkap Bekatal kepada beberapa orang wartawan liputan Inhil, Senin (11/6).

Dijelaskan Bekatal, sejak Desember 2011 hingga April 2012, mereka baru menerima pembayaran masing-masing Rp. 10 juta. Jumlah itu menurutnya sesuai perjanjian kontrak, hanya merupakan setengah bulan nilai kontrak.”Sekarang kita sudah tak habis pikir. Kita hidup memang dari Bola. Kalau penghasilan satu-satunya ini tidak kami dapatkan, kami mau biayai hidup dari mana lagi,” Kesal Bekatal dan sempat mengaku saat ini untuk sekedar membeli pempers untuk putranya berusia 6 bulan yang tinggal di Jakarta bersama istrinyapun ia sudah kerepotan.

Menurut Bikoy mantan pemain PSSB Bireun ini, selama ini setiap kali dipertanyakan kepada manajemen Persih mengenai pembayaran kontrak, mereka selalu disuruh untuk bersabar. “Gimana lagi kami harus bersabar, kami juga perlu biaya untuk hidup. Kemaren saat kita hubungi Ketum Persih, dia bilang kita disuruh ke Kantor Bupati. Kita datang, Ketum bilang ia sedang berada di Jakarta. Kita tau dia bohong. Kita tau Ketum ada di Tembilahan. Tolonglah jangan permainkan kami. Kita akan tuntut semua hak kita dibayarkan. Mau pulang, kalau tidak dapat uang kontrak kami dapat biaya dari mana?” Ujarnya dengan nada suara kesal.

Sayangnya, terkait persoalan ini saat dicoba dikomfirmasikan rekan-rekan wartawan melalui sambungan telepon selular Ketum Persih, Rasyid MP tidak bersedia menjawab. (fsl)




KEPENGURUSAN IKA STAI AULIAURASYIDIN DIKUKUHKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Ketua STAI Drs M Ilyas MA mengukuhkan kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) STAI Auliaurrasyidin masa bhakti 2012-2016. Pengukuhan berlangsung di aula utama STAI, Ahad sore, (10/6)  yang dihadiri sekitar seratusan undangan baik dari para alumni, mahasiswa, serta warga sekitar dan anak yatim yang kebetulan mendapat santunan pada hari itu.

Selain acara pengkuhan, dalam kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian santunan untuk 17 orang anak yatim yang berada di lingkungan kampus, serta peringatan isra’mi’raj dengan penceramah Al-ustad H Ali Azhar S.Sos MH.

Dalam sambutannya Ketua SDTAI Auliaurrasyidin mengharapkan keberadaan IKA alumni ini mampu menjadi wadah dalam rangka menampung berbagai masukan dan aspirasi dari seluruh alumni STAI bagi kemajuan organisasi dan juga STAI Auliaurrasyidin. Sehingga keberadaan organisasi betul-betul memberikan kontribusi positif bagi semua pihak.

“Selaku Ketua STAI saya sangat berharap keberadaan IKA alumni ini bisa berbuat lebih banyak bagi kemajuan kampus kita dan juga daerah. Bagaimanapun juga STAI tentu masih membutuhkan masukan dari seluruh komponen terutama para alumni untuk lebih maju kedepan nantinya, meski saat ini keberadaan STAI sudah dikaui eksistensinya di tengah masyarakat Inhil,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua STAI juga mengapresiasi santunan anak yatim yang disumbangkan oleh para Alumni. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan sekali ini, karena kebetulan ada acara pelantikan, tapi melainkan kegiatan semacam itu bisa dilakukan secara berkesinambungan. Karena kalau tidak kita-kita siapa lagi yang akan memperhatikan nasib anak yatim, terutama yang berada di lingkungan kampus.

“Terus terang saya merasa bangga dengan kegiatan santunan yang diberikan, harapan saya kegiatan ini bukan yang pertama sekaligus yang terahir dilakukan, melainkan terus ada. Karena ini adalah semacam bentuk kepedulian kita kepada masyarakat,” paparnya.

Sementara itu Aswandi SHI dalam sambutannya mengatakan terbentuknya ikatan alumni tidak terlepas dari adanya pemikiran untuk saling menjalin silaturrahmi dengan para alumni. Apalagi dengan banyaknya jumlah alumni saat ini yang tersebar diseluruh wilayah, hingga kita membutuhkan sebuah wadah untuk berkumpul dan berkomunikasi.

“Berangkat dari sanalah timbul pemikiran kawan-kawan untuk membuat suatu wadah perkumpulan seperti ini.Hingga beberapa waktu lalu kita mengadakan silaturrahmi akbar untuk membentuk kepengurusan, dan terpilih pada saat itu Hidayat Hamid SPdI, sebagai ketua,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini hingga bisa berjalan sesuai dengan harapan yang diinginkan. Tidak lupa ia menyampaikan permohonan maaf kalau memang ada hal-hal yang tidak sesuai pada tempatnya.

Sementara itu Hidayat Hamid saat dimintai tanggapannya oleh detikriau usai pemberian santunan untuk anak yatim mengatakan, santunan yang diberikan adalah bentuk kepedulian para alumni untuk warga yang kebetulan nasibnya tidak sebaik kita. Ia juga berjanji kegiatan semacam ini akan diusahakan akan terus berlanjut.

“Saya berkomitmen, kita akan terus berupaya melakukan kegiatan sosial seperti ini. Apalagi kita sudah ditantang oleh Ketua STAI tadi agar kegiatan semacam ini bukan hanya yang pertama sekaligus yang terahir. Tapi intinya selama kita memiliki dana kenapa kita tidak berbuat untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya. (suf)




NARKOBA, 2 WARGA TEMBILAHAN DI CIDUK

Salah Satu TSK Bekerja Sebagai Tenaga Honorer PLN Rayon Tembilahan.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Satuan Narkoba Polres Inhil, Ahad (10/6) sekira pukul 18.15 Wib berhasil mengamankan dua orang warga Tembilahan Kota. Kedua TSK ini ditahan akibat tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.iK, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing, informasi mengenai kedua Tsk ini didapatkan melalui keterangan masyarakat.

“Begitu menerima informasi, satuan narkoba langsung meluncur. Di TKP pertama di jalan H. Said Lr Barito, tsk Rid alias Iw (32) yang saat itu sedang mengendarai kendaraan roda dua merk Kawasaki Ninza Nopol BM 5637 ZM berhasil diamankan dan ditangannya di dapati 2 paket kecil psikotropika jenis sabu-sabu.” Terang Paur Humas kepada detikriau.org. Senin (11/6)

Ditambahkan Paur Humas, dari keterangan Iw, tenaga honorer Rayon PLN Tembilahan ini diketahui bahwa 2 paket barang haram itu dibelinya dari JG (27) Kasir Wisma Inhil warga jalan Imam Bonjol Parit 11 Tembilahan Kota. “kemudian JG berhasil ditangkap di jalan H. Arif Kecamatan Tembilahan Hulu. Kedua TSK berikut Barang Bukti kini sudah diamankan di Mapolres Inhil.” Pungkas Paur Humas. (fsl)