TINGKATKAN PERTANIAN, WABUB MINTA SEMUA PIHAK SALING BAHU MEMBAHU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo berharap agar semua pihak saling bahu membahu untuk mengatasi berbagai persolan dibidang pertanian yang tengah terjadi belakangan ini. Jika ini tidak segera dilakukan, Wabub khawatir dimasa mendatang pemenuhan pangan akan menjadi persoalan serius.

Pernyataan ini disampaikan Wabub dalam kegiatan penyerahan bantuan peralatan mesin pertanian bantuan dari Bank Indonesia Pekanbaru dengan program BI Sosial Responsibility bertempat dihalaman kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil belum lama ini di Tembilahan.

Menurut Wabub, Inhil dengan topografi dataran rendah, untuk pengolahan lahan pertanian yang baik tentunya penangan pengaturan tata air juga harus dilakukan dengan benar.

“Memang ini bukan tugas dinas pertanian tetapi perlu kerjasama dengan dinas-dinas terkait seperti PU. Kita jujur saja perhatian untuk penaganan persoalan lahan pertanian ini kita masih kurang. Sehingga sampai hari ini persoalan tersebut masih menjadi permasalahan sebahagian besar lahan  pertanian di inhil.’ Ujar Wabub.

Dalam kesempatan itu, Wabub juga berharap agar DTPHP Inhil untuk terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang kini tengah dihadapi petani. Dengan luasan areal persawahan lebih kurang 60 ribuan Hektar, yang termanfaatkan baru sebesar 30 ribuan hektar. “Jika ketersediaan lahan persawahan yang belum dikelola secara maksimal serta didukung dengan teknologi yang benar tentunya kemunginan untuk mendapatkan hasil yang baik juga akan besar,” Imbuh Wabub.

Dijelaskan Wabub lagi, upaya peningkatan produksi pangan ini harus dijadikan perhatian secara serius dari semua pihak dikarenakan saat ini sudah ada indikasi beberapa Negara penghasil pangan terutama beras mulai membatasi eksport hasil komodity beras kita. “Harus kita akui Negara kita sampai hari ini masih melakukan import beras yang cukup besar dari Negara-negara produsen seperti Thailand, belakangan, dengan terjadinya perubahan iklim yang tidak menentu, berdampak kepada hasil produksi pertanian. Akibatnya, beberapa Negara sudah mulai mengutamakan kebutuhan lokal dan mengurangi eksport. Kalaulah kita terlambat melakukan antisipasi akan hal ini, saya khawatir kedepan persoalan pangan akan menjadi suatu persoalan yang serius bagi Negara kita.” Pungkas Wabub (fsl)




VOLY BALL PUTRA DAN TENIS MEJA PUTRI INHIL WAKILI RIAU DALAM O2SN DI JAKRTA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Beberapa atlet Olahraga Olimpiade Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil maju ke tingkat nasional untuk lomba Volly Ball Putra dan Tenis Meja Putri, yang akan diadakan di Jakarta pada  tanggal 8 hingga 13 Juli 2012. Hal ini dikarenakan tim O2SN tingkat SMK Kabupaten Inhil berhasil menjadi juara pertama ditingkat Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

 

“Alhamdulillah, tim O2SN SMK Volly Ball Putra dan Tenis Meja Putri kita berhasil menjadi juara di tingkat provinsi Riau pada kemarin, lalu dengan demikian,  tim dari Kabupaten Ini mewakili Riau untuk mengikuti kejuaraan O2SN tingkat Nasional di Jakarta,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H M Fauzar, melalui Kasi Kurikulum SMK yang juga merupakan Pembinaan Kegiatan O2SN SMK, Hj Hasnah, Jumat (6/7), disela-sela acara pelepasan atelit di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil yang di lakukan oleh Sekertaris Dinas Pendidikan,  Zulkifli.

 

Hasnah mengatakan, bahwa dalam  kegiatan O2SN tingkat SMK dari Kabupaten Inhil yang merupakan perwakilan Riau ini mengirimkan sebanyak 6 orang atlit Volly Ball Putra, terdiri dari Bagus, Ardiansyah, Kaharuddin,  Puja Antara Nusa,  yang masing-masingnya merupakan siswa SMKN 2 Tembilahan, dan Baharuddin, siswa  SMKN 1 Tembilahan, dan Rudin Trasmono, siswa SMKN Pengalihan, serta atelit Tenis Meja Putri May Sartika yang berasal dari SMKN 1 Tembilahan.

 

“Untuk tim O2SN dari Kabupaten Inhil yang merupakan perwakilan dari Riau mengikuti perlombaan dalam dua cabang olahraga,  yakni volly ball putra dan tenis meja putri,” katanya.

 

Dan pada O2SN tingkat nasional ini, sambungnya, ada tiga (3) atlit dari Kabupaten Pelalawan yang mewakili  riau untuk bertarung di lomba yang sama di Jakarta. Ketiga atlit itu diantaranya dari cabang karate putri, renang putra dan catur putra yang masing-masing cabor diwakili satu orang. “Kami sangat berharap dukungan dari masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Inhil,” harapnya. (Am)




JELANG RAMDAHAN, DISPERINDAG INHIL TURUN KE PASAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua pekan menjelang masuknya bulan suci ramadhan, walaupun tidak signifikan, beberapa kebutuhan bahan pokok dibeberapa pasar tradisional di Kota Tembilahan sudah mulai merambat naik.

Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, Jum’at (6/7), Komoditas sayur mayor jenis bawang merah mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp. 14.000, kini dipasarkan dengan harga Rp. 16.000 per kilo. Namun untuk komoditas sayur mayor jenis cabe merah keriting justru mengalami penurunan dari sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp. 36.000 kini dipasarkan dengan harga Rp. 34.000 per kilonya.

Sementara untuk komoditas daging, ayam potong juga mengalami penurunan dari sebelumnya Rp. 30.000 mnenjadi Rp.28.000 untuk setiap kilonya.

“Kenaikan dan penurunan harga terjadi pada tiga hari belakangan ini, dan itupun tidak begitu besar, hanya mencapai Rp 2.000 per kilogramnya. Disperindag secara berkala akan terus melakukan pemantauan dipasaran. Baik untuk mengetahui perkembangan harga, ketersediaan barang maupun sirkulasi barang dipasaran.” tutur Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Inhil, Raja Teruna, Jum’at (6/7).

Pantauan di Pasar Terapung Tembilahan, memang tidak terlihat adanya perkembangan harga yang signifikan untuk beberapa kebutuhan pokok, seperti daging sapi masih dijual seharga Rp 90.000 perkilogram.

Sementara itu, untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, daging sapi dan ayam kampung, telur, beras, gula, tepung terigu, serta minyak tanah masih relatif stabil dan tidak ada tanda-tanda akan mengalami kenaikan atau penurunan harga.

Untuk diketahui, harga bahan pokok seperti beras belida asal Palembang masih dijual seharga Rp 9.000 per kilogram, beras solok asal Sumbar Rp 11.000 per kilogram. Kemudian, minyak goreng ranpa merk masih seharga Rp 11.000 per kilogram, minyak bimoly Rp 13.000 per liter, telur itik Rp 2.000 per butir, telur ayam kampung Rp 2.500 per butir, telur ayam ras Rp 1.000 per butir, bawang putih Rp 18.000 perkilogram dan minyak tanah Rp 10.000 per liter.

 

Sementara itu, Kadisperindag Inhil, Rudiansyah ketika dikomfirmasi wartwan diruang kerjanya menyatakan tidak bisa memberikan jaminan tidak akan adanay kenaikan harga sembako. Sebab, suplai beberapa  bahan pangan seperti gula, beras dan tepung tergantung kepada pasokan dari pabrik,.’’Pemerintah hanya dapat memantau dan menjaga penyaluran ditingkat distributor untuk Kabupaten Inhil khusunya.  Jadi tidak bisa terjamin kecukupannya, termasuk harga. Namun yang paling penting, pasokan sembako tidak terputus dari luar,’’ ucapnya.

 

Peninjauan harga sembako ini, dijelaskan Rudiansyah,  dilakukan oleh tim Disperindag  guna mengantisipasi lonjakan kenaikan harga yang biasanya terjadi ketika memasuki bulan puasa. Dari sekian banyak distributor yang dikunjungi tersebut, nantinya akan kita undang  guna melakukan rapat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan kecukupan kebutuhan sembako jelang Ramadhan dan lebaran.

 

“Intinya hal tersebut dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan sembako jelang memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Sehingga nantinya masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan terjadinya kelangkaan sembako yang menjadi kebutuhan masyarakat.(Am)




Chaidir dan Jahrizal Bedah Transparansi Anggaran

Pekanbaru—–Drh Chaidir MM, mantan ketua DPRD Riau dan Dr Jahrizal SE MT, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Riau akan menjadi pembicara dalam diskusi “Transparansi Anggaran di Daerah” yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru, di Breaks Cafe Mal Ciputra Pekanbaru, Sabtu (7/7) hari ini.

Hal itu diungkapkan project officer kegiatan, Nolpitos Hendri, Jumat (6/7). Menurut Pitos, kedua narasumber tersebut sudah dapat dipastikan kehadirannya. “Rekan-rekan bisa mendapatkan ilmu sebagai bekal liputan dari Pak Chaidir, terutama kisi-kisi terkait penyusunan anggaran. Sedangkan, dari materi Dr Jahrizal akan membantu rekan-rekan dalam melihat bagaima pemanfaatan anggaran, baik itu dari APBD dan APBN selama ini,” ujar Pitos.

Sementara itu, Ketua Divisi Organisasi AJI Pekanbaru, Fachrurrodzi menambahkan, pada kegiatan sebelumnya, AJI melibatkan rekan-rekan jurnalis dari berbagai media dan anggota organisasi seperti PJI, IJTI, PWI dan SOWAT, tapi untuk kegiatan ini, AJI khusus memperuntukkan untuk anggota AJI Pekanbaru.

“Diskusi ini untuk memperkaya wawasan dan mempertajam analisa rekan-rekan dalam meliput anggaran. Dan yang terpenting, menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial, dalam mengawal praktek culas dan kebocoran anggaran,” ungkap alumni FISIPOL Unri ini.

Untuk itu, Fachrurrodzi berharap betul peran aktiv dari rekan-rekan selama diskusi. Baik mengali pengalaman dan ilmu dari para narasumber, juga berbagai pengalaman dari rekan-rekan ketika meliput di lapangan.(rls)




2013, Pusat Perbaiki Jembatan H Lukman

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan perbaikan Jembatan Parit H Lukman yang sudah ambruk sejak dua tahun lalu akan dilakukan melalui dana APBN 2013.
Hal ini diungkapkan Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto saat dikonfirmasi Riau Pos di Jakarta, Rabu (4/7).

‘’Setelah saya cek ke teman-teman petugas di lapangan, rupanya jembatan tersebut memang berada di jalan nasional,’’ kata Djoko Murjanto.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Inhil H T Eddy Efrizal menyebutkan, bagian jembatan yang ambruk berada di bagian tengah jembatan yang panjangnya 60 meter.

Jembatan itu berada di jalan negara yang menghubungkan Kecamatan Keritang dan Pelabuhan Samudera Enok di Tembilahan, serta merupakan jembatan vital lalu-lintas transportasi warga.

Pembangunan jembatan itu sendiri awalnya didanai sharing APBN dan APBD Provinsi Riau 2003-2004. Namun dua tahun lalu tiba-tiba ambruk karena adanya tiang penyangga yang rusak, diduga akibat pengaruh struktur tanah, sehingga tidak lagi memiliki ketahanan.

Saat ini bagian lantai jembatan masih bisa dilalui sepeda motor, tapi kalau air pasang, bagian tengah ini terendam air, sehingga kendaraan bermotor tidak dapat melewati jembatan tersebut.

Menanggapi hal ini, Djoko Murjanto mengakui kalau Kementerian PU melalui Ditjen Bintek dan Balitbang melakukan penelitian persiapan teknis 2012 ini. ‘’Kemungkinan pelaksanaan perbaikannya akan dilakukan 2013,’’ ujar Djoko menambahkan.

Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy Efrizal saat dihubungi kembali berharap, tim dari Kementerian PU turun langsung ke Inhil dalam rangka penelitian persiapan teknis tersebut.

‘’Kita memang mengharapkan tim Kementerian PU mengkaji dan menindaklanjuti dan segera dibenahi. Karena kita tahu jembatan itu urat nadi perhubungan darat masyarakat di Inhil,’’ kata Tengku Edy.

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil ini juga meminta agar pemerintah pusat melalui Kementerian PU melakukan peningkatan jalan lintas Samudera tersebut, mulai dari Sungai Akar sampai ke Pelabuhan Samudera Kuala Enok.

Kondisi jalan saat ini, seandainya pelabuhan tersebut dioperasional oleh PT Pelindo, dikhawatirkan akan banyak kerusakan.

‘’Karena di satu sisi kita maklumi kontur tanah dasar jalan itu masih buruk. Perlu ada upaya nyata dan langsung agar peningkatan jalan lintas samudera ini segera terwujud,’’ harapanya.

Tanggung Jawab Pusat
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, SF Hariyanto menegaskan, Jembatan H Lukman di Kecamatan Enok, Indragiri Hilir masuk dalam kategori jalan nasional. Sehingga untuk penanganannya merupakannya tanggung jawab pemerintah pusat.

‘’Jembatan itu dibangun oleh pemerintah pusat melalui APBN, karena masuk jalan nasional. Jadi bagaiman mungkin kita yang memperbaikinya. Persepsi ini yang harus diluruskan,’’ ujar Hariyanto kepada kepada Riau Pos, Rabu (4/7) di Kantor Gubernur Riau.

Ia mengaku prihatin, kondisi jembatan sudah rusak sejak dua tahun silam. Bahkan, pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut ke Kementerian PU berdasarkan laporan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Indragiri Hilir.

‘’Sayangnya, sampai saat ini laporan kita tidak kunjung direspon. Seandainya kita yang membangun, tentunya sudah kita carikan solusi untuk perbaikan sarana infrastruktur tersebut,’’ tegas Hariyanto.

Menurutnya, kerusakan jembatan H Lukman tersebut pada dasarnya sudah diketahui oleh pemerintah pusat.

Bahkan, kondisi kerusakan sudah diteliti oleh Balitbang dan Bimtek dari Kementerian PU RI. Hanya saja, untuk tindak lanjutnya, sampai saat ini belum diperoleh perkembangan berarti.

‘’Kita dari provinsi berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Karena secara administrasi memang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat,’’ imbuh Hariyanto.(rpg)




JAGA KEAMANAN DESK PILKADA, PANITIA GANDENG KEPOLISIAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Desk Pilkada didampingi secara langsung oleh Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M. Nursalam S.Pi melakukan kunjungan silaturahmi ke Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si. Kunjungan silaturahmi ini diagendakan untuk memintakan bantuan pengamanan selama berlangsungnya proses penjaringan bakal calon (balon) Bupati Inhil periode 2013 – 2018 melalui partai dibawah pimpinan Muhaimin Iskandar ini.

Menurut penjelasan Sekretaris Desk Pilkada DPC PKB Inhil, Herwanissitas, hal ini dilakukan agar seluruh proses penjaringan nantinya dapat berjalan dengan tertib dan aman. “Secara internal kepartaian, kita memang memiliki Garda Bangsa. Namun untuk hal gangguan bersifat ekternal tentunya itu ranah aparatur kepolisian. Makanya seusai konfrensi pers tentang Desk Pilkada selasa (3/7) yang lalu, siangnya kita sengaja menyampaikan secara langsung permohonan ini kepada Kapolres,”Ujar Herwanissitas kepada detikriau.org di Tembilahan, Kamis (5/7).

Beberapa tahapan yang dinilai Herwanissitas diperlukan pengamanan  ekstra terutama dalam tahapan pendaftaran, pengembalian berkas pendaftaran dan proses konvensi. Dari tiga tahapan ini, tahapan Konvensi menurut Sitas panggilan akrab Ketua Fraksi PKB DPRD Inhil ini merupakan tahapan yang paling rawan terjadinya gesekan. Karena dalam tahapan ini, selain Balon, Tim masing-masing balon juga diperkenankan untuk menghadiri. “Memang jumlah anggota tim masing-masing balon yang kita izinkan mendampingi dalam jumlah terbatas. Namun karena posisi masing-masing balon berlainan kubu, dan jumlah Balonnya kita perkirakan lebih dari satu, tentunya terjadi gesekan kecil saja bisa berakibat besar.  Makanya kita harus melibatkan kepolisian untuk melakukan pengamanan dalam tahap-tahap ini,” Terang Sitas

Terkait persoalan penjaring Balon Bupati Inhil 2013 – 2018, ketika dipertanyakan detikriau.org, sejauh ini apakah sudah ada Balon yang menyatakan kesediaan untuk mendaftar?. Hal ini dibenarkan oleh Sitas. Namun karena proses awal pendaftaran baru dimulai tanggal 9 juli 2012 mendatang maka menurutnya kurang etis kalau harus ia kemukakan siapa-siapa Balon yang sudah melakukan kontak dan menyatakan kesediaan. “Masa pendaftaran tanggal 9 hingga 16 Juli 2012 mendatang. Jadi siapa-siapa Balonnya, ya nanti pasti diketahui saat pendaftaran. Yang jelas sudah ada 3 sampai 4 Balon yang menyatakan kesiapan.” Ujarnya mengakhiri.  (Am)