Tiga Tahun Rusak Parah, Jalan Desa Batang Tumu Ke Bantaian Tak Kunjung Diperbaiki

TEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Kondisi jalan yang menghubungkan antara dua desa yakni Desa Batang Tumu menuju Desa Bantaian Kecamatan Mandah saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Padahal jalan tersebut merupakan akses jalan satu-satunya yang menghubungkan kedua desa yang bertetangga tersebut.
Dari informasi yang berhasil dirangkum, kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut sudah berlangsung hampir selama tiga tahun belakangan ini. Sayangnya sampai saat ini belum juga ada upaya perbaikan meskipun dalam setiap Musrenbang Desa yang dilaksanakan, selalu saja program perbaikan jalan tersebut dikatakan menjadi prioritas.

H.  Awandi salah seorang anggota DPRD dari Dapil tersebut mengatakan, warga sudah sering mengeluhkan kerusakan jalan yang terjadi. Makanya ia selaku wakil rakyat mengharapkan kepada Satker terkait agar dapat melakukan upaya perbaikan terhadap ruas jalan yang panjangnya sekitar 5 KM.

“Jalan tersebut merupakan akses jalan utama yang menghubungkan antara dua desa. Jadi kalau memang ada warga yang ingin pergi ke desa tetangga melalui jalan darat, pasti harus lewat jalan tersebut. Dengan kerusakan jalan yang terjadi, arus orang dan barang jadi sangat terhambat dan daya tempuhnya juga jadi sangat memakan waktu,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. (suf)




SYUKURAN PEMEKARAN JADIKAN MOMENTUM PENINGKATAN PELAYANAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Acara syukuran pemekaran Kelurahan Pangkalan Tujuh yang berlangsung, Rabu, (11/7) kemaren hendaknya menjadikan momentum dalam upaya peningkatan mutu pelayanan birokrasi kepada masyarakat. Sebab salah satu alasan kenapa dilakukan pemekaran adalah dalam upaya memperpendek retang kendali birokrasi.
“Kita berharap dengan pemekaran dan acara syukuran telah kita laksanakan belum lama ini, pelayanan birokrasi yang diberikan dapat semakin baik. Sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaat dari terlaksananya pemekaran,” kata Ir H. Sahruddin MM, Sekretaris Komisi IV yang kebetulan berasal dari Dapil tersebut.

Masih menurutnya, pemekaran yang dilaksanakan diharapkan juga berimbas pada perbaikan perkonomian masyarakat setempat. Apalagi keberadaan Kelurahan Pangkalan Tujuh terletak di jalan Provinsi yang merupakan akses jalan utama yang menghubungkan dengan Kabupaten tetangga maupun dengan ibu kota Provinsi Riau.

Selain itu, pemekaran juga diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan bidang lainnya di Kelurahan Pangkalan Tujuh. Sebab sebelumnya, ketika Kelurahan ini masih bergabung dengan Kelurahan induk, dengan luas wilayahnya yang cukup luas, pembangunan agak sedikit terkendala.

“Dengan cakupan wilayah yang luas, tentunya upaya pembangunan yang dilakukan akan semakin sulit Apalagi dengan keuangan daerah yang cukup terbatas,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Kelurahan Pangkalan Tujuh adalah hasil dari pemekaran dari Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling. Satunya lagi kelurahan pemekaran dari Kelurahan Sungai Salak adalah Kelurahan Tanjung Pidada. (suf)




Pemkab Inhil Peringati Isra’ dan Mi’raj

Tembilahan (www.detikriau.org) — Kamis, 12 Juli 2012 bertempat di halaman kantor Bupati Inhil, Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo menghadiri acara Peringatan Isra’ dan Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus dilaksanakan kegiatan Silaturrahmi menyambut Bulan Suci Ramadhan 1433  H / 2012 M di Lingkungan Pemkab Inhil. Kegiatan ini di ditaja oleh KORPRI Kab.Inhil.

Dalam sambutannya, Wabup mengatakan sungguh merupakan nikmat yang tiada terkira bagi diri pribadinya dan Pemkab Inhil,karena pada kesempatan itu dapat hadir bersama-sama untuk memperingati Isra’ Mikraj sekaligus Silaturrahmi menyambut Bulan Suci Ramadhan.

“Dalam kesempatan ini kita tentunya memohonkan  keselamatan dunia dan akhirat, sekaligus berma’af-ma’afan untuk membersihkan diri di bulan yang penuh berkah,bulan yang penuh kasih sayang , penuh ampunan, serta merupakan bulan yang menjadi kesempatan emas bagi kita semua yang beriman untuk beribadah dan berlomba-lomba mengumpulkan pahala.”Pesan Wabub

Lebih lanjut wabup menyampaikan pada kesempatan yang penuh khidmat dan rahmat ini atas nama pribadi,keluarga dan Pemkab Inhil, ia  memohon ma’af sedalam-dalamnya jika dalam kebersamaan    baik di lingkungan pekerjaan, bermasyarakat, dan berorganisasi terdapat kekhilafan, kesalahan yang  sadari ataupun yang tidak  diketahui. Wabub berharap adanya ketulusan untuk mema’afkan. “Insya Allah melalui kegiatan seperti ini akan semakin memantapkan niat dan  tekad kita untuk menyempurnakan dan melaksanakan Ibadah puasa.”Imbuh Wabub

Acara ini menghadirkan Penceramah Al- Ustadz Masriadi,Lc, MA yang juga Dosen UIN Pekanbaru. Dalam Tausiyahnya ia menguraikan tentang Keutaman Ibadah shalat Wajib Lima waktu. lebih lanjut ia mengatakan dalam menyambut bulan suci ramadhan yang harus kita lakukan antara lain, mensyukuri karena masih di beri kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci tersebut.” gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya, perlihatkan kebaikan kita kepada Allah SWT dengan cara bertaubat dengan segala dosa yang pernah dilakukan, jaga baik hubungan sesama manusia dan  masuki bulan Ramadhan dengan hati yang suci.” Pesan Ustadz

Acara ini dihadiri oleh Unsur MUSPIDA, para pejabat di lingkungan Pemkab Inhil serata para PNS dan honorer. (Wai/Humas Pemkab Inhil)




Kolam Limbah Bocor, Komisi III DPRD Inhil Kunjungi Perusahaan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komisi III DPRD Inhil, rabu (11/7) melakukan kunjungan ke PT. Tabung Haji Indo Plantation (PT.THIP) di Kecamatan Pelangiran. Kunjungan ini diagendakan terkait adanya laporan warga mengenai jebolnya kolam penampungan limbah perusahaan perkebunan sawit yang telah mencemari perairan. Kejadian ini merupakan kali kedua setelah peristiwa yang sama pada awal 2010 yang lalu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil Feriyandi yang saat itu didampingi oleh Wakil Ketua, H. Ardiyanto dan Sekretaris, H. Samsudin.

“Benar, kemaren kita langsung meninjau ke perusahaan untuk melihat secara langsung apa yang dilaporkan oleh warga setempat,” Ujar Feriyandi, Politisi dari Partai Golkar ini memberikan komfirmasi ketika ditemui diruang Komisi III DPRD Inhil, Kamis (12/7).

Dijelaskan Feriyandi, berdasarkan keterangan pihak perusahaan, Limbah yang berada di kolam utama masuk ke kolam pendinginan. Kebocoran diduga akibat lamanya kemarau yang menyebabkan merekahnya tanah tanggul dan ketika terjadi hujan, limbah keluar dan mengaliri sungai yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Kebocoran limbah terjadi di PKS Nyato yang merupakan satu dari enam buah PKS yang dimiliki perusahaan ini. Akibatnya satu desa di Kecamatan Pelangiran tepatnya di dusun teluk inai dialiri limbah cair milik perusahaan

“Perusahaan sudah mengadakan kesepakatan dengan masyarakat dengan mengadakan 5 buah sumur bor, pemberian air gallon sebanyak 200 galon per hari sampai kepada proses pencemaran itu normal serta pemberian bantuan drum penampungan air hujan plastik yang hingga saat ini sudah tersalurkan sebanyak 201 buah. Namun satu tuntutan lagi dari masyarakat yakni uang senilai rp. 200 ribu per kk memang belum disepakati perusahaan karena belum adanya persetujuan dari pihak manajemen.” Tambahkan Feriyandi

Feriandy juga membenarkan bahwa ini kejadian kali keduanya tetapi ini dilokasi yang berbeda. “kita sudah meminta perusahaan untuk melakukan setting ulang pengolahan limbah sesuai baku mutu limbah dengan kontruksi yang memadai sesuai kondisi struktur tanah. Kepada BLH kita sudah meminta untuk melakukan pengawasan secara kontinyu dan pembinaan  pengelolaan limbah perusahaan.”Tegas Feriandy

Ia juga meminta agar Perusahaan serius menyikapi persolan limbah ini. Kalau ini terus terjadi, tentunya ia khawatir akan menjadi persolan hukum dikemudian hari.

Bocornya kolam limbah milik PT. THIP ini terjadi pada bulan Juni 2012 yang lalu.(Am)




93 Desa di Inhil Ajukan Usulan Pencairan Dana DM Tahap I

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Bidang Pengelola Sarana Prasarana dan Teknologi Tepat Guna Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir, H Suhardiman menyebutkan, saat ini sebanyak 93 desa di Inhil sudah mengusulkan pencairan dana penunjang program fisik Desa Mandiri (DM) tahap I tahun 2012.

Pengajuan tersebut dilakukan setelah BPMPD menyelesaikan tahapan sosialisasi tingkat kecamatan seluruh Inhil,  termasuk desa-desa yang memperoleh reward atas kegiatan desa mandiri (DM) tahun 2011 lalu dan satu desa yang menjadi percontohan otonomi desa secara keseluruhan.

“Dana tahap pertama ini jumlahnya bervariasi, tergantung berapa banyak RT/RW yang ada di setiap desa tersebut. Artinya, jumlah dana tidak ada yang sama antara satu desa dengan desa lain,” ujarnya Suhardiman, Kamis (12/7).

Dijelaskannya, pencairan dana operasional tahap I tersebut yaitu sebesar 50 persen dari dana operasional yang sesuai dengan jumlah RT/RW di masing-masing desa tersebut, yang mana dananya berpariasi sekitar Rp.28 juta hingga Rp.67 juta.

“Pencairan di mulai akhir Juni 2012 kemarin dan berakhir pada bulan Desember 2012. Untuk SPJ, terakhir pada bulan Maret 2013. Sementara untuk pencairan tahap ke dua, jika pengerjaan pelaksanaan kegiatan di desa tersebut sudah selesai, maka desa tersebut bisa melakukan pengajuan,” paparnya.

Selain itu, ditambahkannya, pada pelaksanaan pekerjaan fisik DM tahun 2012 ini, memang belum dilakukan. Namun saat ini sedang dilakukan survey lapangan oleh konsultan pendamping dan tim dari BPMPD Kabupaten Inhil. “Tim kita dan para konsultan sudah melakukan survey lapangan. Setelah itu, baru dilakukan desain dan pembuatan Rincian Anggaran Biaya (RAB), termasuk gambar bangunan kegiatan fisik yang akan dilaksanakan di masing-masing desa,” pungkasnya.(Am)




KES Galakkan Senam Osteoporosis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setiap akhir pekan, Kelompok Ibu-ibu yang dinamakan Komunitas Emak Sehat (KES)Tembilahan melaksanakan senam Osteoporosis. Senam yang dimulai sejak pukul 07.00 Wib ini dilaksanakan di sebahagian jalan depan Kantor Camat Tembilahan.

Persis seperti binaragawan, para lansia itu beraksi menggerakkan barbel dengan kedua tangannya. Dari posisi duduk hingga kemudian berdiri. Terakhir mereka berbaring di atas matras empuk. Disanalah mereka kembali menggerakkan kaki, tangan, punggung dan seluruh badan lainnya. Senam berlangsung sekitar satu jam. Senam yang dilakukan para lansia ini bukanlah senam biasa, melainkan senam khusus penderita pengeroposan tulang yang disebut juga senam osteoporosis.

Menurut salah satu anggota Komunitas Emak Sehat Tembilahan, Rini, dulu ia menderita  sakit ngilu, pegal, jalan juga pakai tongkat, setelah berkonsultasi ke dokter ahli osteoporosis, kepadanya disarankan mengikuti senam. “Sekarang saya sudah berada pada tingkat osteopeni dan sudah tidak pakai tongkat lagi,” ucapnya.

Menurut Direktur Rumah Sakit  Umum Daerah  (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Dr Iriyanto, latihan jasmani ini karena sebenarnya tulang itu hidup. “Misalnya kita melatih penguatan otot tangan dengan angkat barbel, maka gerakan yang kita lakukan akan memompa otot untuk mengaktifasi osteoblast. Nah, osteoblast adalah sel di dalam tulang yang akan membentuk tulang, sehingga tulang lebih padat,” jelas Iriyanto, Kamis (12/7), di Tembilahan.

 

Kaum Hawa, ditambahkan Irianto memang paling berisiko terkena osteoporosis. Hal ini dikarenakan kaum wanita mengalami menopause yang menyebabkan hormon estrogen menurun atau malah tak diproduksi lagi. Tidak ada estrogen, berarti tak ada hormon yang membantu memperkuat tulang. Selain perempuan, yang juga berisiko adalah yang punya penyakit bawaan. “Termasuk mereka yang punya riwayat genetik keluarga penderita osteoporosis”. Pungkas Irianto. (Am)