FCAR Gelar Puncak Peringatan HAN 2012

Aneka Workshop dan Dialog Tersaji untuk Anak dan OrangtuaPekanbaru (www.detikriau.org) – Dalam rangka perayaan puncak peringatan Hari Anak  Nasional 2012, Forum Cinta Anak Riau (FCAR) hari ini, Rabu (25/7), menggelar aneka workshop, dialog psikologi tentang anak dan remaja serta seremonial peringatan Hari Anak Nasional 2012, di Balai Adat Melayu Riau. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh anak-anak tetapi juga orangtua.

Demikian dikatakan Ketua FCAR Helda Khasmy, Selasa (24/7) di sela-sela rapat teknis untuk acara puncak di Balai Adat Melayu Riau, Jl Diponegoro Pekanbaru. “Wokshop yang akan diadakan antara lain workshop menggambar kartun bersama SiKari, teater bersama Sanggar Selembayung, wayang boneka bersama Sahabat Pelangi. Termasuk, ada pelatihan pengembangan kreativitas anak bersama Antirender. Lalu, dialog psikologi tentang anak dan remaja akan diisi Violetta dan T Nila Fadhlia serta Forum Anak Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru,” katanya.

Selain itu, juga ada berbagai pertunjukan hiburan, seperti sulap, panggung boneka dan aneka kreativitas serta bentuk-bentuk kesenian lainnya, baik dari para pengisi acara maupun anak-anak yang sudah diberi pelatihan singkat. Usai semua dialog, workshop dan pertunjukan itu, FCAR akan menyelenggarakan seremoni peringatan Hari Anak Nasional, yang diakhiri buka bersama dengan para anak yatim dari beberapa panti asuhan di Pekanbaru dan sekitarnya.

Dijelaskan Helda lagi, banyak lembaga yang turut mendukung terlaksananya acara tersebut. Seperti, RUPARi, AJI Pekanbaru, Yayasan Siklus, ISEC, Yayasan Bunga Bangsa, Forum Anak Provinsi Riau, Forum Anak Kota Pekanbaru, BEM RIC, J-Rock Star Community, HMJ Bahasa Inggris UIN Suska Riau, serta Support Group Perempuan Korban Kekerasan.  Semua lembaga ini berkumpul dalam FCAR dan menjadi tulang punggungnya untuk turut mewujudkan kepedulian atas isu-isu anak dan perempuan. Selain mereka, dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk kids fair (pasar raya bertema anak) itu juga terlibat memberi dukungan pihak-pihak seperti PT RIC, SiKari, Sanggar Selembayung, Sahabat Pelangi, Antirender, Penerbit Pencil  Jakarta, Nestle dan beberapa lembaga serta individu lainnya.

Dalam kesempatan kemarin, Helda juga mengundang anak-anak yang berminat untuk mengikuti berbagai workshop dan pertunjukan yang disajikan untuk anak-anak Indonesia guna merayakan HAN 2012. Demikian juga kepada para orangtua atau guru, dapat mengikuti aneka dialog psikologi bersama beberapa orang psikolog yang cukup ternama di Pekanbaru. Rangkaian kegiatan akan dimulai pukul 14.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Selain mengikuti aneka dialog, workshop dan menyaksikan beberapa pertunjukan, Helda dan rekan-rekannya berharap kepada peserta yang hadir dapat menyumbangkan koin atau uang yang akan didonasikan untuk pendidikan anak-anak yang kurang beruntung. Atau, bisa juga menyumbang buku, mainan dan pakaian, baik baru maupun bekas. Itu semua akan disalurkan kepada pustaka-pustaka dan anak-anak kampung.

Diungkapkan Helda lebih lanjut, sebelum peringatan puncak HAN 2012 ini, FCAR telah melakukan penggalangan koin, uang, buku dan mainan dari masyarakat, di berbagai lokasi dan tempat, serta di berbagai kesempatan acara dan kegiatan.

Sekretaris FCAR, Winahyu Dwi Utami, menambahkan, di acara puncak ini akan hadir pula anak-anak dari panti asuhan dan sejumlah undangan lainnya. “Setelah dialog dan workshop selesai, kita akan menyaksikan pertunjukan sulap dan dongeng boneka. Dilanjutkan buka puasa bersama,” tandas Winahyu. *




BP2KP RAIH PERINGKAT DUA LCMP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Indragiri Hilir, bekerjasama dengan tim penggerak PKK, berhasil meraih peringkat kedua dalam Lomba Cipta Menu (LCMP) Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan Badan Ketahan Pangan Provinsi Riau,15 Juli lalu.

 

Kepala BP2KP Inhil Drs Raja Indrajaya, saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu, (25/7) mengungkapkan, acara yang diselenggarakan setiap tahun ini dalam rangka merangsang kreatifitas ibu-ibu dalam menciptakan menu yang kreatif. Dengan memperhatikan potensi pangan lokal yang ada di daerah masing-masing dengan ketentuan penggunaan selain beras dan terigu.

 

Masih menurutnya, ketentuan lainnya adalah penyajian menu diperuntukan bagi satu keluarga yang terdiri dari ayah usia produktif, ibu menyusui, bayi usia 6-24 bulan (MPASI) dan satu anak usia 5 tahun. Menu yang disajikan untuk satu hari makan (makan pagi, siang, malam dan makanan selingan). Selain itu diutamakan dengan memperhatikan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman.

 

“Menu yang disajikan tim Inhil adalah laksa singkong untuk makan pagi dan acar temu pauh yang menjadi sayur pada makan siang. Bahkan menurut juri laksa singkong merupakan salah satu menu baru dan layak dikembangkan, begitu juga dengan temu pau yang biasa untuk obat dapat diolah menjadi sayuran,” terang Indrajaya.

 

Dengan kegiatan semacam ini, diharapkan akan terwujud penganekaragaman konsumsi pangan dan penggunaan pangan alternatif pengganti beras dalam kebutuhan sehari-hari. Sebab, daerah kita sangat kaya dengan potensi pangan lainnya, hanya saja memang, masyarakat kita yang masih belum terbiasa dan sangat tergantung dengan beras.

 

“Harapan kita kegiaan semacam ini akan mendorong ibu-ibu dalam memilih, menyusun dan menciptakan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman bagi keluarga mereka. Sehingga akan menciptakan kelauarga yang sehat, aktif dan produktif,” tambahnya.(suf)




RAMADHAN BERIKAN REZKY BAGI PEDAGANG DADAKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Tibanya bulan suci Ramadhan memberi berkah tersendiri bagi pedagang dadakan. Hampir disetiap sudut Kota Tembilahan mereka seakan berlomba menjajakan aneka jajanan kue, lauk pauk, panganan khas puasa sampai aneka ragam buah-buahan. Pedagang-pedagang dadakan ini mulai menjajakan dagangannya mulai sekira pukul 15.00 Wib hingga menjelang waktu berbuka tiba.

‘Alhamdulillah, setiap ramadhan tiba saya dapat mengumpulkan sedikit tambahan rezky buat anak-anak saya. Keuntungan sebulan penuh nantinya, tentu paling tidak dapat sedikit meringankan beban saya untuk membiaya berbagai kebutuhan lebaran nanti,” Ujar Yanti, salah seorang pedagang di jalan M. Boya ketika sempat berbincang dengan detikriau.org.

Lain Yanti lain pula Udin. Warga Tembilahan ini mengaku dagangan kelapa mudanya terjual laris manis.” Kegiatan berdagang kelapa muda ini hanya saya lakoni setiap bulan ramadhan saja. Alhamdulillah, setiap harinya 50 hingga 70 butir kelapa muda saya ludes diboyong pembeli,”Kisah Ujang dengan senyum sumringah.

Menurut Ujang, satu butir kelapa muda di jualnya seharga Rp. 5.000. dengan harga beli Rp. 2.000 di kebun, setiap harinya ia mengaku mampu meraup untung sebanyak Rp. 150 hingga Rp. 200 ribu.”Tapi kerjanya ya lumayan bang. Kita beli sendiri kelapanya di kebun dan kemudian kita pasarkan sambil keliling. Walau kerja seperti ini agak berat api hasilnya lumayan buat tambah-tambah penghasilan,” Ujar Ujang yang mengaku berprofesi sebagai tukang ojek ini. (am)




ZOU TUNTUT MANAJEMEN PERSIH BERIKAN HAKNYA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setelah dua pemain asing asal Kamerun, Bikoy Daniel dan Bekatal Cristian, Persatuan Sepakbola Indragiri Hilir (PERSIH) kembali didatangi satu lagi pemain asing asal Kamerun, Zoubairou Garba Mountala. Kedatangan pemain berkulit hitam yang didampingi istrinya, Siti Hatinah (27) sama dengan dua pemain asal Kamerun sebelumnya juga menuntut pembayaran uang kontrak yang sampai saat ini belum dibayarkan.

Menurut pengakuan , Zoubairou Garba Mountala yang akrab dipanggil Zou ini berdasarkan surat kontrak No: K.28/KON/PERSIH-DU/XII/2011, tertanggal 29 Desember 2011 kepada dirinya akan diberikan gaji bulanan sebesar Rp. 20.400.000. Namun selama 4 bulan bergabung memperkuat Tim PERSIH, ia baru diberikan pembayaran gaji senilai Rp. 25 juta.

“Saya hanya menuntut manajemen PERSIH untuk memberikan sisa gaji saya selama 4 bulan itu. Ini hak saya sesuai kontrak yang sudah ditandatangani secara bersama.” Ujar Zou yang saat itu didampingi istrinya yang mengaku sedang mengandung anak kedua dari pernikahan mereka ketika bertemu detikriau.org disebuah hotel di Kota Tembilahan, selasa (24/7) malam.

Diakui pemain bernomor punggung 4 ini, dalam upayanya menuntut hak itu, tadi siang mereka sudah berusaha menemui Babe (panggilan akrab Ketua Umum PERSIH, Rasyid. red) di Kantor Dinas Sosial Inhil, tapi tidak berhasil ditemui. Pasangan suami istri ini kemudian mencari informasi rumah kediaman Babe, namun sekali lagi begitu menyambangi rumah Babe yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kab. Inhil, mereka kembali menelan kekecewaan karena mendapatkan informasi bahwa Babe sudah berangkat ke PKU.

“Saya sendiri tidak habis pikir kenapa mereka mengelak untuk menemui kami. Ini kan uang keringat suami saya. Kami membutuhkan biaya untuk kebutuhan hidup kami yang kini sudah dikaruniai seorang putri berusia 4 tahun.” Ungkap Istri Zou kelahiran Jawa Barat ini dengan mata berkaca-kaca.

Untuk mencarikan jalan terbaik persoalan ini, pasangan suami istri ini, esok, rabu (25/7) berencana untuk mendatangai Bupati Inhil,”Kalaupun besok Bupati tidak ada, ya mungkin yang mewakili beliau. Yang jelas kami memohon apa yang menjadi hak kami ini segera diberikan,” Pungkas Zou. (fsl)




PB PON GELAR SEMINAR IPTEK PON XVIII RIAU

TEMBILAHAN (detikriau.org) – PB PON Provinsi Riau bekerjasama dengan Sub PB PON Kabupaten Inhil melaksanakan Kegiatan Seminar Iptek Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 Provinsi Riau, kemaren (23/7) Sore. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Ketua III PB PON Provinsi Riau, Ramli Walid.

Seminar Iptek ini dilaksanakan dalam rangka memberikan penjelalasan mengenai materi-materi PON ke XVIII 2012 tersebut. Yaitu sistim Olahraga Nasional dan Undang-Undangnya serta persiapan PON itu sendiri yang terikat dengan kecanggihan teknologi

Seperti yang disampaikan Ramli Walid selaku Ketua Bidang III PB PON XVIII 2012 Provinsi Riau dalam seminar tersebut, dia menjelaskan, kegiatan PON tersebut akan dipadupadankan dengan kecanggihan tekhnologi sebagai akses masyarakat luas.

“Seperti yang disampaikan Gubri, Seminar ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi PON 2012 ini yaitu Green PON dan Modern PON di semua tempat pertandingan dan undang-undangnya yaitu undang undang keolahragaan nasional nomor 3 tahun 2005,”jelasnya.

saat sesi wawancara dengan para wartawan. Dia juga menjelasakan, Seminar Iptek ini diadakan untuk memberikan informasi kepada peserta seminar tentang materi mulai dari sistem Olahraga Nasional dan undang-undangnya hingga persiapan PON itu sendiri.

“Bila kita hitung mundur, penyelengaraan PON kita hanya tinggal 50 hari lagi. Itu artinya persiapan yang telah kita lakukan selama ini tinggal kita optimalkan, oleh sebab itu dalam seminar iptek ini kita menyampaikan informasi-informasi melalui dua materi. Tujuannya agar masyarakat tahu PON tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan dapat melihat peluang yang ada sebagai tuan rumah olahraga Nasional ini.,” ujarnya.

Seminar Iptek tersebut diadakan di Tembilahan, mengingat Kabupaten Inhil merupakan salah satu dari 10 Kabupaten yang akan menjadi penyelenggara perhelatan Olahraga Nasional tersebut, yang mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan salah satu cabang olahraga (cabor), yakni Futsal.

Sementara itu Ketua Sub PB PON Kabupaten Inhil yang diwakili Syafrinal Hedy dalam acara itu menyampaikan, sebagai salah satu penyelenggara, Inhil siap menyelenggarakan kegiatan PON tersebut dengan melakukan persiapan yang hingga kini masih terus digesa.

“Ya kita sebagai Penyelenggera siap untuk mensukseskan PON itu, seperti persiapan yang telah kita lakukan mulai dari venue dan SDM nya hingga sekarang masih kita persiapkan guna kelancara PON,” ungkapnya. (Am)




PUASA KE TIGA, HARGA DAGING MELAMBUNG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Harga daging sapi dan ayam di beberapa pasar kota Tembilahan mengalami kenaikan. Diduga kenaikan harga ini terjadi karena dipengaruhi dampak psikologis bulan puasa yang selalu diikuti kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok.

Pantauan, Senin (23/7/2012) siang, harga daging ayam potong yang sebelumnya sempat mengalami penurunan Rp. 2.000 kini  mengalami kenaikan kembali hingga Rp. 7.000 perkilogramnya dari sebelumnya hanya Rp. 28.000 menjadi Rp. 35.000. “Konsumen protes harganya naik, tapi mau bagaimana lagi, harga kulakan juga sudah tinggi. Masak saya jual lebih rendah, bisa rugi saya,” ujar salah seorang pedagang ayam potong di pasar parit sebelas Tembilahan.

Hal yang sama juga terjadi pada harga daging sapi. Komoditas ini meningkat cukup tinggi dimana dalam kurun waktu seminggu terakhir naik menjadi Rp. 90.000 dari sebelumnya hanya berkisar Rp.70.000 perkilogram atau mengalami peningkatan sebesar Rp.20.000 Menurut Rahman, salah seorang pedagang, kenaikan harga daging sapi terjadi sepekan terakhir. “Bukan naik lagi, tapi sudah berganti harga. Kenaikanya tidak bertahap namun langsung tinggi,”ujarnya.

Ia melanjutkan, kenaikan ini sudah terjadi dari tempat pemotongan hewan sehingga para pedagang terpaksa turut menaikan harga jual. Rahman menengarai hal tersebut terjadi karena dipengaruhi dampak psikologis bulan puasa yang selalu diikuti kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok.

Selain harga daging ayam dan sapi yang mengalami kenaikan, harga komoditi sayuran juga mengalami kenaikan berkisar Rp 500 hingga Rp 1000. “Semua sayuran naik. Harga di tingkat petani sudah naik sehingga harga di pasaran juga mengalami kenaikan,”kata Si’uy, pedagang lainnya.

Sedangkan untuk kebutuhan harga telur, beras, minyak kemasan dan curah serta bawang relatif masih stabil dibandingkan harga menjelang ramadhan kemaren.  harga bahan pokok seperti beras belida asal Palembang masih dijual seharga Rp 9.000 per kilogram, beras solok asal Sumbar Rp 11.000 per kilogram. Kemudian, minyak goreng ranpa merk masih seharga Rp 11.000 per kilogram, minyak bimoly Rp 13.000 per liter, telur itik Rp 2.000 per butir, telur ayam kampung Rp 2.000 per butir, telur ayam ras Rp 1.000 per butir, dan bawang putih Rp 18.000 perkilogram.

“harga telur saat ini memang masih belum mengalami peningkatan permintaan. Namun, menjelang pertengahan ramadhan biasanya harga akan mengalami lonjakan cukup tinggi seiring tingginya kebutuhan konsumen untuk membuat berbagai kebutuhan kue lebaran,” Ujar Si’uy mengakhiri.(Am)