TUBUH HANGUS TERPANGGANG API DI SPBU

Polisi Nilai Hanya Kecelakaan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wandi (24) korban luka bakar saat pengisian bensin di SPBU milik H. Zainal Sindo Jalan Lintas Provinsi Desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas yang terjadi kamis (26/7) yang lalu, hingga hari ini masih terbujur tidak berdaya. Untuk membiayai istri dan seorang putrinya, Wandi mengandalkan pemberian uang sebesar Rp. 2 jt rupiah dari pemilik SPBU.

“Setelah kejadian, memang pemilik SPBU ada mendatangi saya dirumah paman tempat saya dirawat. Begitu akan pulang, tanpa menjelaskan untuk apa, ia menyelipkan bungkusan dibawah bantal pembaringan. Ketika dibuka, amplop itu berisi uang Rp. 2 jt. Sejak itu, saya tidak lagi pernah dihubungi,” Ujar Wandi dan dibenarkan oleh istrinya, Aliya (20) dengan didampingi putri semata wayang mereka, Nazwa (2,5) yang tak henti-hentinya menangis.

Ditambahkan sang istri, Aliya. Sejak suaminya terbujur tidak berdaya, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya perobatan, mereka mengandalkan uang pemberian pemilik SPBU,” Sekarang uang itu sudah hampir menipis. Suami saya masih terbujur tidak berdaya. Saya tidak tau bagaimana nasib suami saya. Kami memohon, agar pemilik SPBU mau menunjukkan sedikit rasa iba dengan kondisi kami saat ini. Setidaknya, tolong berikan perawatan kepada suami saya sampai kondisinya benar-benar sembuh.” Ujarnya dengan suara memelas.

Dari penjelasan Wandi, kejadian bermula saat ia sedang mengisi bensin kendaraan roda dua bermerk Thunder BM 6108 FW miliknya. Karena entah apa sebabnya, petugas pengisian bensin tidak tepat meletakkan selang pengisian bensin ke lubang tangki sepeda motor. “Sontak saat itu puluhan liter bensin menyirami tubuh saya. Seluruh pakaian bagian bawah saya basah kuyup oleh bensin.” Jelas Wandi dengan suara terputus-putus menahan sakit.

Tidak berselang lama, setelah Wandi mendorong kendaraan tidak berapa jauh dari pompa pengisian Bensin SPBU, iapun menghidupkan kendaraan. Tiba-tiba saja sepercik api menyambar dari bagian mesin dan langsung membakar bagian celananya.” Saya panik dan berusaha mematikan api. Tapi api begitu cepat membesar. kendaraan langsung saya lepaskan. Sebuah kendaraan merk Suzuki FU milik Sanawiyah (24) seorang warga yang sedang mengantri pengisian bensin juga tersambar api dan ikut ludes terbakar,” Jelas Wandi.

Kapolsek Kempas Nilai Itu Hanya Kecelakaan.

Peristiwa kebakaran di SPBU milik H. Zainal Sindo yang menyebabkan luka bakar hampir 60 persen ditubuh Wandi (24) dinilai Kepolisian Polsek Kempas,  tidak lebih dari sebuah kecelakaan.”Ini hanya sebuah kecelakaan jadi tidak bisa kita proses lebih lanjut. Tapi walaupun seperti itu, kita tetap lakukan sesuai prosedur. Kita juga sudah mintakan keterangan beberapa orang saksi dan kita tidak menemukan ada unsure pidananya.” Jelas Kapolsek Kempas, AKP Amir Husin kepada wartawan, Senin (5/8)

Menurut Kapolsek, dari keterangan saksi diketahui saat pengisian bensin itu, Wandi menggoyang-goyangkan badan kendaraannya dan berakibat selang terlepas serta bensin tertumpah ke bagian tubuh pengendaranya. Namun sebagai bentuk kepedulian, sipemilik SPBU juga sudah menunjukkan rasa kepedulian kepada si korban.”Tentu pemilik SPBU tidak spontan bisa datang begitu kejadian, tapi ia-kan sudah datang dan menunjukkan rasa kepedulian. Dan dari hasil penyelidikan yang kita lakukan, kita nilai ini tidak ada unsur kelalaian,”Ujar Kapolsek memberikan komfirmasi.

Saat itu, Kapolsek juga menuturkan bahwa untuk kejadian ini sudah ada perdamaian dan kendaraan roda dua Suzuki FU milik warga lainnya yang terbakar juga sudah diberikan pengganti senilai Rp, 4 juta. (fsl)




SUPRIANTO JUGA SIKAT 500 JT LEBIH UANG TETANGGA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua RT 2 RW 5 Komplek Beringin Indah Permai Kelurahan Sungai beringin, Mahyudin mengaku sedikitnya tujuh orang warganya juga ikut menjadi korban pimpinan PT. Platon Niaga Berjangka (PNB) Unit Tembilahan, Suprianto yang hingga kini masih belum diketahui dimana rimbanya. Kerugian yang dialami warganya ditaksir mencapai 500an juta lebih.

“Benar, mungkin ada 7 atau 8 orang warga kita ikut berinvestasi di PNB unit Tembilahan dengan total investasi 500 juta lebih.”Jelas Mahyudin saat disambangi wartawan di kediamannya, Ahad (4/8) kemaren.

Rasa percaya warga untuk ikut berinvestasi lebih disebabkan karena yakin investasi mereka akan aman.” Warga tidak pernah menduga kalau suprianto akan melarikan diri karena kedua orang tuanya juga ikut tinggal dirumah yang sudah mereka tempati kurang lebih selama 8 bulan terakhir ini. “Tutur Mahyudin menyampaikan penjelasan yang diterimanya dari warga.

Saat itu Mahyudin juga mengakui Suprianto sudah mulai tidak terlihat lagi pulang kerumah sekira 4 atau 5 hari sebelum kejadian dan orang tuanyapun akhirnya diketahui juga meninggalkan rumah malam sebelum kejadian. “Pagi itu, beberapa orang mendatangi rumah kediaman Suprianto sambil berteriak-teriak dan menendang pintu. Saat itulah warga baru mengetahui bahwa rumah berwarna hijau itu sudah tidak lagi berpenghuni. padahal sehari sebelumnya, warga masih melihat kedua orang tua suprianto masih menempati rumah itu,” Kata Mahyudin

Mahyudin juga mengakui bahwa sebahagian asset yang tertinggal dikediaman milik suprianto diamankan warganya yang menjadi korban. Mereka menyatakan bersedia mengambalikan asalkan jelas pertanggungjawaban investasi yang telah mereka tanamkan. (fsl)




Jelang “17 an”, Pedagang Bendera Mulai Dilirik

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Tidak lama lagi, semarak kemerdekaan bangsa Indonesia akan diperingati. Seiring dengan itu,  kemunculan para penjual bendera telah banyak terlihat disepanjang jalan di wilayah Kota Tembilahan. Seperti di Jalan, Jendral Sudirman dan Jalan M.Boya.

Diakui Anto, seorang pedagang yang mengaku berasal dari Pekanbaru ini, hampir disetiap menjelang 17an, ia dengan beberapa orang rekan mencari peruntungan dengan menjajakan beberapa jenis bendera dan umbul-umbul di beberapa kabupaten/kota di Riau.

“Untungnya biasanya lumayan. Paling tidak bisa sedikit menutupi berbagai kebutuhan untuk lebaran keluarga. Hanya saja, dua tahun belakangan ini jatuhnya 17an bertepatan dibulan ramadhan, jadi agak sepi bang,” Kata Anto sambil mengaku hingga siang ini baru tiga lembar bendera dagangannya laku terjual. Ahad (4/8)

Anto mulai membuka lapak dagangannya sejak pukul 07.00 WIB hingga sore menjelang, dilapaknya terdapat banyak sekali macam-macam bendera berbagai ukuran. Mulai dari yang kecil sampai besar hingga bendera dengan renda-renda dan dimodif menurut pesanan.

Anto berpromosi dengan mengistilahkan harga barang dagangannya sangat ‘berkawan’, katanya mulai dari dari Rp.15.000,- yang berukuran kecil, untuk yang besar dan pesanan tergantung pada ukuran, dan pastinya terjamin harganya sangat bersahabat.

” Biasanya kalau untuk, ukuran panjang 1,8 meter dan Lebar 1,2 meter dan sekalian memasang untuk kantor-kantor biasanya kami patok dari 120 hingga 170 ribu,” ujarnya.

Kemudian, Perbijinya khusus yang renda-renda mencapai kisaran 50 ribu dan 70 ribu, tergantung dari ukuran pesanan dan sudah jadinya sedangkan untuk tiang tinggi 3 meter dan polos harga sekitaran 35 ribu.(Am)




TERUSKAN USAHA, RUSLI HARAP BANTUAN PEMERINTAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rusli, warga RT 11 RW 04 Kecamatan Tempuling selama puluhan tahun mengandalkan nafkah keluarga dari keahliannya sebagai mekanik dan tukang las.  Diusia yang mulai beranjak senja, ia khawatir ketiadaan modal akan memaksa dirinya tidak lagi mampu mempertahankan satu-satunya sumber utama penghasilan keluarga ini.

“Usaha ini yang menafkahi 6 putra-putri saya selama puluhan tahun. Sedikit keuntungan yang saya sisihkan diluar memenuhi kebutuhan keluarga tidak pernah cukup untuk mengganti peralatan dan memperbaiki bangunan bengkel ini. Kini kondisinya semakin menua dan mulai keropos.,” Ungkap Rusli dengan suara pelan ketika sempat disambangi di bengkel kerjanya yang terlihat sudah sangat tidak layak, Ahad (4/8)

Menurut Rusli, dulu, mesin las yang kini dimilikinya diperoleh dengan cara meminjam uang di Koperasi dan dibayar secara angsuran. Dari hasil yang diperoleh setiap harinya, ia harus menafkahi keluarga dan membayar bunga pinjaman. Kondisi ini yang dinilainya tidak memungkinkan dirinya untuk mengembangkan usaha.” Pekerjaan hampir setiap harinya tidak pernah kosong. Waktu mesin las ini bagus, saya bisa menyelesaikan kerja cukup banyak. Kini dengan mesin yang sudah mulai menua ini, tentunya tidak akan mampu lagi bekerja maksimal.” Tambah Rusli.

Ketika dipertanyakan apakah selama ini ia pernah mencoba untuk meminta bantuan dengan pihak pemerintah. Rusli membenarkan. Hanya saja menurut Rusli, ia sempat kecewa karena lurah menyatakan dengan kondisi bangunan bengkel yang keropos seperti itu ia akan sulit untuk mendapatkan bantuan. “Saya hanya merasa heran saja, kalau saya punya bengkel yang bagus dan peralatan baik, untuk apa saya memohonkan bantuan. Justru karena kondisi ketidakberdayaan inilah yang terpaksa membuat saya untuk mencoba mencari uluran tangan.”Keluhnya. (Am)




Piranha Saja Kalah Seram dengan Ikan Indonesia Ini

www.detikriau.org — Giant Snakehead, demikian orang Inggris menyebutnya. Salah satu ikan jenis ini akhirnya tertangkap oleh seorang pemancing di Lincolnshire, Inggris. Ikan ini juga dijuluki “gangster”-nya ikan. Karena ia memakan segala yang terlihat olehnya, bahkan dilaporkan pernah membunuh manusia.

Hebatnya lagi, snakehead bisa berjalan di daratan, khususnya di malam hari saat musim kemarau, mencari tempat yang masih berair. Bila keadaan sangat kering, ikan ini bisa dengan terpaksa mengubur dirinya dalam lumpur menunggu hingga tempat itu kembali berair. Snakehead memang memiliki kemampuan bernapas langsung berkat organ labirin.

Ikan ini pertama kali ditangkap oleh Andy Alder dari Lincoln. Tanpa sengaja ia menangkap ikan sepanjang 60 cm ini ketika ia sedang memancing di sungai Witham dekat Hykeham Utara, Inggris. (Snakehead bisa tumbuh maksimal sekitar 1 meter).

“Ikan itu memiliki mulut penuh dengan gigi setajam silet. Sejujurnya, saya takut setengah mati. Setelah ditemukan, ikan ini bukan saja membuat panik para pemancing saja namun juga para aktivis konservasi alam,” ungkap Andy Alder.

Ben Weir, seorang wartawan dari majalah memancing berkata,”Selama hidupku bekerja di bidang pemancingan, aku belum pernah mendengar banyak suara kekuatiran seperti sekarang. Ikan ini nyata dan mereka tidak segan-segan menyerang manusia untuk melindungi anak-anak mereka. Para ahli telah meneliti foto-foto ikan ini dan mengkonfirmasi bahwa ikan ini adalah predator sejati.

Sekarang, ikan ini telah masuk dalam daftar hitam spesies yang dilarang untuk diimpor di Inggris. Walau tetap ada kekhawatiran bahwa ikan ini dapat diselundupkan untuk hewan piaraan akuarium dan kemudian dilepaskan secara ilegal.

Snakehead tidak hanya membuat takut di Inggris, tetapi juga hingga Amerika. Di negerinya Obama, ikan ini mendapat julukan lebih seram, “Franken Fish”. Memang, sebagai predator segala mahluk yang ada di air, cocok menyandang sebutan itu karena benar-benar seperti monster.

Di tahun 2002, perairan di Amerika Serikat dibuat panik dan kacau akibat kemunculan si ikan monster.  Sehingga para penembak jitu disiapkan di pinggir sungai untuk menembaki mereka. Pada waktu itu, air sungai dipenuhi oleh darah untuk memancing mereka keluar.

Cukup mengagetkan, ikan tersebut bukan asli Amerika atau Eropa, melainkan impor dari kawasan Asia Tenggara. Ya, ikan ini ternyata banyak di Indonesia dan kita menyebutnya: ikan gabus.

Ternyata orang Indonesia lebih hebat, kan? Saat orang Amerika dan Inggris ketakutan dengan si monster, kita malah menjadikannya santapan. Jadilah, ikan ganas itu santapan sedap bernama gabus pucung.(ROL)




POLISI PINTA ASSET PT.PNB YANG DIKUASAI NASABAH SEGERA DIPULANGKAN

Hindari Kejadian Serupa,  Polisi Akan Panggil Perusahaan Investasi Sejenis yang Beroperasi di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK menghimbau agar masyarakat yang dirugikan dalam kasus PT.Palton Niaga Berjangka (PNB) Unit Tembilahan untuk menempuh penyelesaian sesuai hukum yang berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari nasabah dari kerugian kedua kalinya.

“Kita himbau seluruh nasabah untuk mengambil penyelesaian melalui jalur hukum. Sekali-kali jangan mencoba mencari penyelesaian dengan cara sendiri seperti melakukan penjarahan atau perampasan asset perusahaan. Tindakan seperti itu jelas sebuah tindakan pelanggaran hukum. Anda sudah menjadi korban jangan kedepannya malah akan bermasalah lagi.” Himbau Wakapolres melalui detikriau.org diruang kerjanya, jum’at (3/8).

Untuk nasabah yang sudah sempat menguasai asset milik perusahaan, Wakapolres juga berpesan agar segera mendatakan kepada pihak kepolisian atas asset perusahaan yang kini berada dalam penguasaannya.” Kita berharap nasabah bertindak kooperatif dan mengembalikan asset perusahaan yang sempat dibawanya. Kalau ini tidak diindahkan dan nantinya hasil penelusuran kepolisian ternyata memang ada asset yang dikuasainya, dipastikan mereka akan bermasalah dengan hukum.” Tegas Wakpolres.

Polres Inhil akan Panggil Perusahaan Investasi Sejenis

Dalam memilih investasi, Wakapolres juga menghimbau agar masyarakat dapat berlaku lebih selektif. Hindari sikap ingin meraup untung besar dan berharap kaya dalam waktu singkat. Wakapolres juga berpesan apabila ingin berinvestasi sebaiknya memiliki mentor yang akan bertindak sebagai pembimbing.

“Dari informasi, kita ketahui ada beberapa Badan Usaha yang melakukan pengumpulan uang masyarakat sejenis PNB ini. Dalam waktu dekat kita juga akan agendakan untuk undang mereka.” Tutup Wakapolres. (fsl)