PETUGAS JAGA LAPAS TEMBILAHAN GAGALKAN USAHA PELARIAN NAPI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Seorang Nara Pidana Lembaga Permasyarakatan (Napi Lapas) Tembilahan kemaren malam (7/8) mencoba melarikan diri. Beruntung aksi ini dipergoki penjaga yang bertugas jaga pada malam tersebut dan berhasil menggagalkan niat pelaku.

Berdasarkan keterangan Kelapas kelas II A Tembilahan, Tommy, usaha percobaan melarikan diri napi ini terjadi saat penghuni lapas sedang mengerjakan sholat berjamaah. Kesunyiaan ini dimanfaatkan pelaku untuk mencoba melarikan diri.

“Kejadiannya sekira pukul 19.30, ada seorang napi yang mencoba melarikan diri. Beruntung petugas jaga sempat memergoki pelaku yang berusaha memanjat tembok lapas. Tapi petugas jaga berhasil menggagalkan usaha pelaku dan kembali menggiringnya keruang tahanan,” Jelas Kalapas saat dikomfirmasi wartwan melalui sambungan telepon selularnya, rabu (8/8)

Kejadian seperti ini ditambahkan Kalapas bisa disebabkan oleh salah satunya seperti kurang memadainya infrastruktur bangunan sehingga membuat sebahagian penghuni lapas berpikir untuk mencoba melarikan diri.

“Iya kita akui mungkin dengan kondisi bangunan kita yang kurang layak ini memudahkan niat para napi yang ingin melarikan diri, seperti yang kita lihat bangunan lapas ini kurang tinggi dan mudah untuk dilewati,” Jelas Kalapas.

Tommy berharap kejadian tersebut bisa membuat pemerintah kabupaten Inhil untuk sedikit peduli dengan permasalahan tersebut, dengan membantu memperbaiki kekurangan-kekurangan infrastruktur bangunan lapas sendiri.

Saat ini upaya yang dilakukan pihak lapas untuk meredam aksi kabur tersebut hanya dengan memberikan pengarahan kepada para napi baik dari sisi mental dan psikologi yang diharapkan dapat membuat para napi bisa menghabiskan masa kurungan dan nantinya setelah bebas bisa menjadi manusia yang lebih berguna dan memiliki keahlian sebagai bekal untuk mencari bekal hidup mereka.(*)




BUKA BERSAMA IKA STAI AULIAURASYIDIN MERIAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Pelaksanaan buka bersama sekaligus pemberian  santunan bagi anak yatim yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni (IKA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan yang berlangsung Senin, (6/8) kemaren di Aula utama STAI berlangsung  meriah. Sekitar seratusan  kursi yang disediakan oleh panitia tampak terisi penuh, terutama oleh para alumni. Bahkan banyak alumni dari daerah  datang hanya sekedar untuk mengikuti kegiatan tersebut.

 

Dari pantauan, terkesan keakraban yang hangat oleh para alumni. Maklum saja, setelah menyelesaikan pendidikan mereka di kampus STAI, mereka tersebar diberbagai daerah di Kebupaten Inhil. Ditambah dengan berbagai kesibukan, menjadikan mereka tidak sempat bertemu dengan rekan-rekan sejawat, ketika masih sama-sama menuntut ilmu.

 

“Saya memang sengaja datang setelah mendapat sms dari salah seorang panitia pelaksana tentang kegiatan acara buka bersama ini. Terus terang saya sangat gembira, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan lama saat masih kuliah,” kata Udin  salah seorang alumni yang sengaja datang dari desa Tanjung Baru Enok.

 

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana M David A.Ma, dalam sambutannya mengatakan kegiatan buka bersama ini tidak terlepas dalam upaya makin mengikatkan tali silaturrahmi para alumni. Meski telah berpisah sekian lama, dengan berkumpulnya kita pada hari ini, keakraban tetap terus terjalin.

 

“Saya berharap kegiatan ini makin meningkat talisilaturrahmi kita. Apalagi saat ini kita ada di bulan Ramadhan dimana kita sangat dianjurkan untuk saling birsilaturrami dan bermaapan,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu ia juga meminta maaf kepada seluruh para alumni  kalau memang ada kejanggalan yang tidak pada tempatnya selama berlangsungnya kegiatan ini. Ditambah dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses.

 

Sementara itu Ketua STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Drs M Ilyas MA, dalam sambutannya memberikan apreasiasi tinggi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan buka bersama dan pemberian santunan. Kegiatan ini hendaknya menjadikan motivasi bagi alumni untuk berbuat lebih baik bagi daerah.

 

Selain itu, dirinya juga memberikan aplus kepada organisasi yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian santunan untuk anak yatim untuk kesekian kalinya. Apa yang dilakukan adalah bentuk kepekaan para alumni, atas kondisi sosial yang ada di lingkungan kampus.

 

“Terus terang saya sangat berharap, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut. Karena menyantuni anak yatim merupakan tanggungjawab kita semua,” katanya.

 

Sementara itu Firmansyah A.Ma yang juga seorang alumni dalam tausiahnya mengangkat tentang fadilah dan keutamaan ibadah puasa. Cara penyampaian tausiah yang yang cukup menghibur hingga membuat waktu berbuka ibadah puasa jadi tidak terasa. (Suf)




ASISTEN I WAKILI BUPATI INHIL SAFARI RAMADHAN DI KELURAHAN TELUK PINANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Senin (6/8) Bupati Inhil yang diwakili Asisten I Setdakab Inhil,H. Said Ismail beserta rombongan melakukan safari ramdhan di Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan GAS tepatnya di Masjid Al-Falah.

 

Bupati dalam ata sambutannya yang dibacakan Asisten I menyatakan bahwa bulan suci ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan maghfirah. Oleh karenanya, Bupati mengajak agar dibulan Ramdhan ini untuk berlomba-lomba berbuat amal kebajikan dengan tulus dan iklas yang insyaallah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. “Ibadah yang dilakukan dengan keiklasan serta berlandaskan iman akan mampu membentuk diri dan kepribadian untuk menjadi manusia yang “muttaqin” yankni muslimyang tangguh, terlatih, ulet dan berakhlak mulia.”Dakwah Bupati.

 

Lebih jauh Bupati menyampaikan bahwa melalui momentum bulan ramadhan yang penuh berkah ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap semua lapisan masyarakat dapat lebih bersatu padu, saling mengisi serta saling asuh untuk meraih hikmah-hikmah besar yang dapat menjadi amaliah-amaliah ramadhan dalam upaya untuk melaksanakan berbagai program pembangunan yang semata-mata dilakukan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.”Inhil insyaallah akan terus melanjutkan dan memprioritaskan berbagai program strategis daerah yang merupakan masalah-masalah mendasar bagi Kab. Inhil.”Jelas Bupati

 

Untuk menjaga keagungan ramdhan,keutamaan ibadah puasa, hikmah besar amaliyah ramadhan serta demi amanah yang terpikul dipundak kita, Bupati mengajak agar kaum muslim selalu memberikan tauladan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah puasa. Kepada Ulama Mubaliqh dan da’I agar bersatu padu bersama umara’ dalam memberikan siraman rohani yang menyejukkan iman. Kepada masyarakat yang memiliki kelebihan Bupati mengajak untuk berlomba-lomba berinfaq. Serta kepada masyarakat umum, Bupati mengajak untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dan saling hormat menghormati sehingga akan dijauhkan dari perbuatan fitnah, hasut, iri, dengki serta sakwasangka yang berpotensi akan memecahbelah.” Kita berharap semoga ramadhan kali ini benar-benar menjadi rahmat, barokah dan memberikan kesejahteraan kepada semua dibawah ridho dan maqfirah Allah SWT,”Pungkas Bupati.(wai/humas pemkab inhil)




BULAN KEDUA, PEREKAMAN E-KTP INHIL BARU CAPAI 15 PERSEN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Memasuki bulan kedua pelaksanaan Program E-KTP di Kabupaten Indragiri Hilir, perekeman data wajib KTP di delapan Kecamatan masih berada dibawah 10 persen. Untuk mengetahui penyebabnya, Kadisdukcapil akan segera melakukan evaluasi.

“Evaluasi ini harus kita lakukan untuk mengetahui apa penyebab terjadinya keterlambatan ini. mulai kamis pekan depan, bersama-sama pak Sekda kita akan turun secara langsung kelapangan,” Ungkap Kadisdukcapil Inhil, Dianto Mampanini kepada wartawan diruang kerjanya. Selasa (7/8)

Diakui Dianto, berdasarkan data yang ia terima, sejak memasuki bulan puasa memang terlihat adanya penurunan jumlah warga yang melakukan perekaman data. oleh sebab itu dirinya berharap agar setelah lebaran program ini bias dapat dipacu kembali untuk mengejar target yang telah ditentunkan sebelumnya.

Saat ini, beberapa upaya yang telah dilakukan Disdukcapil sendiri untuk mempercepat program tersebut adalah dengan menambah titik atau memperbanyak keberadaan alat mobile dibeberapa tempat seperti kantor Bupati, Dispenda, Kecamatan dan Disdukcapil sendiri. “Secara keseluruhan, jumlah wajib KTP yang baru merekamkan data sebanyak kurang lebih 77 ribu orang atau sebesar 15 persen,”pungkas Dianto.(Am)




SEJAK MEI 2011, GURU PNS DESA SUNGAI SIMBAR ABSEN MENGAJAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Absennya beberapa orang tenaga pengajar di Sekolah Dasar 008 Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman membuat puluhan wali murid menjadi berang. Mereka khawatir ketidakhadiran tenaga pengajar ini akan berdampak buruk pada pendidikan anak-anak mereka.

“Benar, kita sudah beberapa kali mendapatkan keluhan dari orang tua murid. Bahkan untuk menindaklanjutinya, awal oktober 2011 yang lalu kita sudah menyurati Kepala UPTD Disdik Kecamatan Kateman dan kemudian disusul dengan surat kedua yang ditujukan langsung kepada Kadisdik Inhil pada awal april 2012 yang lalu disertai tembusan surat kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD, Inpektorat, Kepala BKD dan Camat Kateman. Namun hingga hari ini sepertinya surat pengaduan kami tidak pernah mendapatkan tanggapan,” Ungkap Ketua Komite SD 008 Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman, Darkasi kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selular baru-baru ini.

Dari dua surat yang dilayangkan pihak Komite Sekolah, Surat tertanggal 10 oktober 2011 yang ditujukan kepada Kepala UPTD Disdik Kecamatan Kateman, bernomor 01/Komite/SDN.008/X/2011 terlampir bahwa tenaga pengajar bernama Kamisah, A.Ma sudah tidak pernah mengajar lagi sejak 2011 yang lalu. Kemudian dalam surat kedua bernomor 02/Komite/SDN.008/IV/2012 tertanggal 02 April 2012, selain nama Kamisah, A.Ma juga terlampir nama dua orang tenaga guru lainnya yakni, Edizon, S.PD.SD dan Indra Kurniawan, A.Ma yang dilaporkan juga sudah absen mengajar sejak Januari 2012 yang lalu. ”Kita jelas sangat menyayangkan kealpaan mereka. Mereka guru berstatus PNS apalagi salah satunya adalah tenaga guru bersertifikasi.” Keluh Darkasi.

Kepala Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman, A. Bakar ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya juga membenarkan absennya ketiga tenaga pengajar ini. “Benar, saya juga ikut bertanda tangan dalam surat pengaduan Komite sekolah tersebut. Tindakan ketiga tenaga pengajar ini tentunya membuat masyarakat merasa sangat kecewa. Kita tentunya berharap agar hal ini mendapatkan perhatian serius dari pemkab Inhil khususnya Dinas Pendidikan,” Terang A. Bakar.

Bahkan dalam komfirmasi itu Kades mengaku pernah mendapatkan kabar bahwa ketidakhadiran ketiga guru ini dengan alasan faktor keamanan.”Ini hanya alasan. Desa kami selama ini aman-aman saja. Kalau memang tidak betah karena bertugas didesa, seharusnya jangan cari alasan yang tidak masuk akal. Bukankan sejak diangkat setiap PNS bersumpah untuk bersedia ditempatkan dimana saja.” Kecam Kades.

Terkait persoalan ini, Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana ketika dikomfirmasi memebenarkan adanya surat pengaduan dari Komite Sekolah ini. Bahkan Surya mengaku ketiga orang guru ini sudah pernah dipanggil ke DPRD untuk dimintakan penjelasan.” Ketiga guru ini memang mengaku tidak lagi pernah mengajar dengan alasan yang saya rasa tidak bisa saya jelaskan disini. Kalau dipaksa juga, mereka bersedia untuk berhenti saja. Yang jelas, keabsenan ketiga tenaga guru ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja, kita sudah koordinasikan hal ini dengan pihak Disdik untuk segera mencarikan guru pengganti,” Jelas Surya. (fsl)




Sidang Suap PON, Gubri Mengaku Setelah Jaksa Putar Rekaman 4 Kali

Gubernur Riau M Rusli Zainal semula terus menjawab tidak tahu dan membantah, namun setelah rekaman percakapannya dengan Lukman Abbas diputar empat kali, ia mengaku.

PEKANBARU- Dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa suap PON, Eka Dharma Putra, Kasi Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Selasa (7/8/12) Gubernur Riau M Rusli Zainal lebih banyak berkata tidak tahu dan mengaku lupa dalam menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Berulang kali, orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut mengaku tidak ingat terkait materi pertanyaan yang diajukan jaksa kepadanya. Misalnya, saat jaksa menanyakan kebenaran hasil telaah Biro Hukum yang menyebutkan Perda No.6/2008 tak bisa lagi direvisi karena sudah kedaluarsa, gubernur menjawab tidak ingat.

Karena selalu menjawab lupa dan tidak tahu, sampai-sampai Jaksa Muhibuddin mengingatkan, agar saksi tidak berbohong, karena sedang puasa.”Ini bulan Ramadan, sebaiknya Anda memberikan keterangan sebagai saksi sebagaimana yang Anda ketahui. Ini bulan Puasa, jangan berbohong.”

Lantas diperdengarkan rekaman percakapan telephon antara gubernur dengan Lukman Abbas, terkait uang lelah Rp 1,8 miliar untuk anggota DPRD Riau. Rekaman tersebut tak langsung diakui gubernur sebagai suaranya.

Dimana dalam percakapan tersebut antara Gubri dengan Lukman Abbas, Gubri menanyakan, kapan tuntasnya revisi Perda? Lukman menjawab sedang dilaksanakan. Kemudian, suara yang mirip Lukman Abbas berkata, “Aman tu, Pak. Masalahnya uangnya baru setengah.”

Percakapan direkaman tersebut langsung dibantah Gubri. “Saya tidak tahu siapa yang bicara tersebut, Pak,” ujar Rusli menjawab pertanyan JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asrul Alimin SH beserta dua rekannya Risma Ansari SH, dan Nurul Widiasih SH.

Kemudian JPU minta saksi jujur memberikan keterangan. Karena saksi telah disumpah. Menurut JPU, Lukman Abbas bilang itu menyangkut uang Rp 1,8 milyar. Tapi Lukman Abbas baru mengumpulkan uang sebesar Rp 1,1 milyar.

Akan tetapi gubernur tetap bersekukuh tidak ingat percakapan tersebut, kendati raut wajahnya langsung berubah. ” Kurang jelas suara direkaman, saya tak menegrti maksud Lukman.

Karena terus dibantah mengenai kebenaran suaranya, rekaman percakapan di telephon dengan Lukman Abbas harus diputar sampai empat kali. Baru setelah diputar empat kali, gubernur membenarkan kalau suara direkam adalah suaranya, namun membantah pembicaraan itu terkait uang lelah Rp 1,8 miliar.

Dalam rekaman tersebut terdengar suara mirip gubernur yang bertanya kepada Lukman Abbas, “Bagaimana, yang kemarin sudah Ok?”

Hakim lantas bertanya kepada gubernur, apa maksud pertanyaannya kepada Lukman Abbas, apakah terkait dengan pembayaran Rp 1,8 miliar untuk uang lelah anggota DRPD Riau?

Lagi-lagi gubernur menjawab dengan lupa dan tidak tahu. Setelah didesak, ia kemudian mengatakan, bahwa pertanyaan tidak terkait uang lelah RP 1,8 miliar, melainkan masalah program.

Sebelumnya, dalam kesaksian pada sidang Kamis (2/8/12), Lukman Abbas membeberkan, bahwa pada 3 April 2012, menjelang pengesahan revisi Perda No.6/2008, gubernur menelphon dirinya. Isinya, mengintruksikan, agar tetap bertahan pada angka Rp 1,8 miliar dari Rp 4 miliar yang diminta anggota dewan.

“Gubernur minta kita untuk terus bertahan di angka itu. Malah Gubernur pesan, jika DPRD tetap ngotot minta Rp 4 M, sebaiknya dibatalkan saja,” kata Lukman Abbas ketika itu.

Dalam persidangan tersebut, hakim juga bertanya pada gubernur, apakah anggota DPRD Riau sering minta uang setiap kali melakukan pembahasan Perda?

Gubernur menjawab dengan mendasarkan laporan Lukman Abbas, bahwa memang ada sejumlah anggota DPRD Riau yang sering minta uang. Hakim lantas bertanya, bagaimana dengan satuan kerja lain?

“Katanya, ada juga yang diminta, tapi ada juga yang tidak diminta, Pak Hakim,” jawab gubernur.

Hakim lantas menanyakan sikap saksi atas permintaan wakil rakyat tersebut. Dengan tegas gubernur menjawab, bahwa ia menolak. “Saya sudah tegaskan, agar tidak usah menuruti permintaan seperti itu,” ujarnya.

Sebelum hakim mengakhiri kesaksian gubernur, sempat diingatkan kemungkinan untuk dipanggil bersaksi kembali untuk terdakwa lain dalam perkara yang sama atas nama Rahmat Syahputra. (rtc)