Buntut Kisruh Sulsel vs Sumbar, 17 Wasit di Pulangkan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Di duga protes yang dilayangkan manajer dan pelatih tim futsal Sulawesi Selatan atas kepemimpinan wasit dalam kisruh laga tanding di menit ke 16 babak kedua melawan Tim Sumatra Barat berbuntut panjang. Dikabarkan, malam ini juga PSSI memulangkan  17 wasit yang dicanangkan akan memimpin pertandingan futsal.

“Ya, kabarnya memang seperti itu. Rencananya malam ini juga kami diberangkatkan menuju Jakarta,”Ungkap seorang wasit yang enggan namanya dipublikasikan menjawab komfirmasi, Jum’at (7/9).

Ditambahkannya, ia juga sudah mendapatkan kabar bahwa mereka akan digantikan oleh wasit baru yang malam ini sudah diterbangkan dari Jakarta.

Sampai berita ini dirilis belum didapatkan komfirmasi resmi dari pihak Panitia Sub PB PON Inhil. Diduga penggantian mendadak 17 orang wasit ini diakibatkan kisruh yang terjadi dalam laga tanding Tim Futsal Sulawesi selatan melawan Sumatra Barat di laga perdana, kamis (6/9) kemaren.(fsl)




Lapangan Basah diterjang Hujan, laga Hari Kedua Cabor Futsal ditiadakan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Diterpa hujan, laga hari kedua Cabang Olahraga (Cabor) Futsal PON XVIII Riau terpaksa harus ditunda. Komisi Tehnik sekaligus menjabat sebagai Sekretaris Badan Futsal Nasional, Efraim Ferdinand Bawole menyatakan bahwa Kebijakan ini dilakukan demi pertimbangan safety dan keselamatan atlit.

Pernyataan ini disampaikannya dalam konfrensi pers diruang Media Center gedung Venue Futsal, komplek Indragiri Sport Center, Tembilahan. Jum’at  (7/9/2012).

“Penyebabnya dikarenakan adanya hambatan tehnik. Lagi pula kalau harus dipaksakan, pertandingan pertama paling cepat bisa dilakukan seusai sholat jum’at. Artinya, laga di hari kedua ini akan berlanjut hingga larut malam dan nantinya kita juga pasti akan mendapatkan komplin dengan alasan kesehatan,” Ujar Efraim yang saat itu didamping Sekretaris PB PON Inhil, Muchtar T, Ketua Bidang Pertandingan, M. Taher, serta Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Penyiaran Media, Encik Kamal Syahindra.

Ketika diminta detikriau.org untuk memberikan jawaban yang lebih jelas tentang yang dimaksud pertimbangan hambatan tehnik, Efraim mempertegas bahwa hambatan tehnik yang dimaksudkannya disebabkan lapangan pertandingan basah oleh tempias  guyuran hujan yang begitu lebat sejak tadi pagi (jum’at 7/9/2012).”Panitia sebenarnya menyatakan saat ini kondisi lapangan sudah bisa ditangani dan pertandingan kembali bisa dilanjutkan. Tetapi sekali lagi demi pertimbangan safety dan keterbatasan waktu. Penundaan menurut saya keputusan yang paling tepat.”Jawabnya

Salah seorang rekan pers dari Papua yang saat itu ikut menghadiri konprensi pers mempertanyakan apakah kejadian ini bisa diartikan ketidaksiapan panitia pelaksana dengan tidak rampungnya pengerjaan Venua, Sekretaris Sub PB PON Inhil, Muchtar T membantah.

Menurut Muchtar, progress Venue Futsal memang baru mencapai 77 persen tetapi sudah memenuhi standar PON untuk melaksanakan pertandingan.” Batas akhir pengerjaan masih sampai akhir Desember 2012 mendatang. Saat ini pengerjaan masih terus digesa. Lagipula, dengan kondisi 77 persen itu sudah mencapai tahap fungsional.” Ujar Muchtar T.

Ketika kembali dipertanyakan rekan wartawan, untuk menyikapi kejadian serupa kedepannya apa yang akan dilakukan panitia, Muchtar T kembali menjelaskan bahwa rekanan pekerja pasti akan terus menggesa pengerjaan terutama untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Sedianya, laga hari kedua ini, 12 kontingen kembali akan berlaga. Di Group A, Sumatra Selatan akan berhadapan dengan Papua kemudian Jawa Tengah akan berhadapan dengan Gorontalo.

Di Group B. Kontingen Jawa Barat akan berhadapan dengan tuan rumah, Riau dan Kontingen Sumatra Utara akan berhadapan dengan Kalimantan Selatan. Sedangkan di Group C, Kontingen Sumatra Barat akan berhadapan dengan Nusa Tenggara Timur dan DKI Jakarta akan berhadapan dengan Sulawesi Selatan.

“Semua pertandingan hari kedua ini kita batalkan dan akan dilanjutkan esok harinya, sabtu (8/9). Namun dengan adanya penundaan ini tidak berarti batas akhir pelaksanaan pertandingan Cabor Futsal juga akan mengalami pemunduran.” Pungkas Efraim Ferdinand Bawole mengakhiri. (fsl)




Ribuan Pelajar Kawal Kedatangan Api PON

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sesuai jadwal, Api PON tiba di kantor Bupati Inhil, Jum’at (7/7).  Api PON akan diinapkan di Kantor Bupati Inhil dan kemudian akan dibawa ke Venue Futsal pada selasa 11 september 2012 malam sekira pukul 19.30 Wib  menjelang pembukaan PON XVIII secara serentak dan kembali disemayamkan di Venue Futsal hingga akhir pelaksanaan PON XVIII Riau.

Dari pantauan, kirab api PON tiba di Halaman Kantor Bupati Inhil sekira pukul 10.00 Wib dibawah pengawalan ribuan pelajar  serta arak-arakan  boneka gajah, macan, Burung Garuda, Kuda Sembrani, reog ponorogo dan marching band pelajar setingkat SD. Rombongan disambut oleh Bupati  yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Indragiri Hilir, H. Alimuddin RM, Ketua DPRD Inhil, H. Raus Walid, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.IK, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo dan beberapa unsur Muspida lainnya. Melalui Kasdim 0314 Inhil, mayor Inf Edy Yanto, api PON diserahkan kepada Sekdakab Inhil untuk kemudian disemayamkan.

Untuk diketahui, API PON XVIII diambil dari api tertua ladang minyak di Minas Riau. Kemudian, pada tanggal 6/9 kemaren, Api PON diserahkan secara langsung oleh Gubernur Riau, Rusli Zainal kepada Bupati Inhil yang saat itu diwakili Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo bertempat di lapangan bola kaki Chevron, minas. di hari yang sama, Api PON langsung diberangkatkan ke Kabupaten Indragiri Hilir.

Di tiga Kecamatan yang dilewati menjelang sampai ke Kota Tembilahan  yakni Kecamatan Kempas, Kecamatan Tempuling dan Kecamatan Tembilahan Hulu dilakukan penyambutan oleh Unsur Pimpinan Kecamatan setempat beserta masyarakat dan juga dilaksanakan kirab.(Am)




Kisruh Sulsel vs Sumbar, Keputusan Berada di Komdis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Badan Futsal Nasional, Efraim Ferdinand Bawole nyatakan jika memang ada komplin terhadap pelaksanaan pertandingan harusnya disampaikan secara tertulis. Atas dasar surat keberatan tersebut, komisi disiplin nantinya yang akan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai telaah serta kajian dalam suatu musyawarah.

Pernyataan ini disampaikannya menjawab pertanyaan detikriau.org terkait adanya protes Ketua  dan Pelatih kontingen Futsal Provinsi Sulawesi Selatan dalam laga tanding dengan Tim Futsal Sumatra Barat kemaren malam, kamis (6/9) sesaat setelah gelar konprensi pers tentang penundaan seluruh jadwal pertandingan futsal pada jum’at (7/9/2012).

“Kalau memang ada komplin tentunya nanti mereka akan menyampaikan secara tertulis. Tadi malam, seluruh wasit kita review ulang untuk memintakan keterangan mengenai pertandingan-pertandingan yang telah dilakukan termasuk hal-hal kejadian tertentu.” Jelas Efraim. Jumat (7/7/2012)

Ditambahkan Efraim, rencananya hari ini, jum’at (7/7) komisi disiplin akan bertemu untuk mengambil keputusan terkait beberapa hal yang harus diputuskan mengenai dispilin pertandingan dilapangan. Termasuk kalau memang adanya komplin, nantinya komisi disiplin yang akan mengeluarkan putusan.

Secara pribadi ia nyatakan cukup menyayangkan akan terjadinya hal tersebut. Terlepas dari itu semua, masih menurut Effraim, mungkin saja dalam kondisi seperti ini siapapun kadang-kadang bisa terlepas kendali.”Mungkin hari ini ada hikmahnya juga. Ada kesempatan kita untuk mereview pertandingan hari pertama guna melakukan perbaikan dalam pertandingan hari-hari berikutnya. Yang jelas, kita berharap pelaksanaan pertandingan futsal ini dapat terlaksana dengan sukses.”Pungkas Effrain Frdinand Bawole.(fsl)




Laga Akhir Hari Pertama Berbuah Protes

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Laga ke 6 dihari pertama pertandingan Cabor Futsal PON XVIII Riau diwarnai aksi protes. Kontingen Sulawei Selatan kritik kepemimpinan wasit.

Menurut penjelasan Manajer kontingen futsal Sulsel, Dani Anggoro, dirinya menyayangkan keputusan wasit yang juga memberikan kartu merah kepada anak asuhnya. Padahal menurut dirinya, kerusuhan yang sempat terjadi di menit ke 16 babak kedua itu diawali dari pukulan yang dilayangkan pemain Tim futsal sumbar yang berakibat anak asuhnya roboh.

“Kok malah pemain kita juga diberikan kartu merah? Ini keputusan yang tidak masuk akal.” Kritik Dani Anggoro.

Selain persoalan itu, pelatih Tim Sulsel, Lidemar Halide juga menilai adanya kecurangan waktu pertandingan. Mereka menilai waktu tidak sesuai dengan seharusnya. Ia menyatakan dengan tegas akan membawa persoalan ini kepada Komisi Disiplin Pertandingan dan Panitia Cabang Futsal PON XVIII Riau.

“Ini kejadian dilaga hari pertama. Kita berharap Komdis tindaklanjuti kejadian ini agar jangan sampai terjadi lagi kedepannya,” Sampaikan Lidemar Halide.

Sementara itu, Dewan Hakim Pertandingan, Anang Suryana menilai pemberian kartu merah kepada kedua pemain dinilainya sebagai keputusan yang tepat.”Protes adalah suatu yang wajar. Tapi menurut saya keputusan wasit pertandingan tadi sudah cukup baik,” Jawabnya. (Am/y)




Hadapi Tuan Rumah, Sumut Cukup Puas dengan Skor 1 – 2

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Meski Tim futsal Sumatera Utara sukses mencuri poin pada laga perdana berhadapan dengan tuan rumah Riau, di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Stadion Futsal Indragiri Sport Centre, Tembilahan, Kamis (6/9) dengan skor tipis 2-1. Tim Futsal asal Sumut ini tetap berikan acungan jempol terhadap pemain asal Riau.

 

Pelatih futsal Sumut, Alpinus menuturkan, kemenangan ini merupakan buah kerja keras anak asuhnya dengan semangat tinggi. Dibawah sorakan pendukung tuan rumah, tim Sumut mampu meredam serangan tim Riau, dan mampu mengendalikan permainan hingga berujung dengan kemenangan.

 

“Ini hasil kerja anak-anak. Dari pertandingan tersebut, kita tidak mudah untuk mencetak gol. Anak-anak harus kerja keras membangun serangan dan masuk ke jantung pertahanan tim Riau,” ungkapnya menanggapi hasil pertandingan itu.

Diakuinya, permainan tim Riau sangat baik. Bertindak sebagai tuan rumah, Riau memiliki semangat yang lebih tinggi. Apalagi sorakan pendukung dari tribun penonton tentunya menekan mental anak asuhnya. “Hasil 1-2 ini saya kira sudah cukup bagus,” ujarnya.

 

Sedangkan pelatih tim futsal Riau, Jimmy Matulesi menuturkan, permainan kedua tim menunjukkan kapasitas yang tidak jauh berbeda. Namun, ia menyayangkan gol kedua tim Sumut. “Saya lihat ada pelanggaran, tapi saya hargai keputusan wasit. Anak-anak tetap semangat untuk pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan bisa meraih poin penuh,” tuturnya.(Am/e)