Hari Ini, Laga Futsal Kembali di Lanjutkan.

Wasit Pengganti Hanya Kantongi SK PB PON. Kontingen Ragukan Keabsahan hasil Pertandingan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setelah sempat tertunda selama dua hari, laga cabang olahraga (cabor) futsal PON XVIII riau dipastikan, minggu (9/9) kembali akan dilanjutkan.

“Besok pertandingan akan kembali dilanjutkan. Laga awal sekira pukul 09.00 wib,” Ujar Anggota Bidang Pertandingan Sub PB PON Inhil, Afrizal kepada wartawan usai rapat yang dilakukan bertempat diruang rapat lantai tiga gedung kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kab. Inhil. Sabtu (8/9)

Dalam rapat yang berlangsung sejak pukul 22.00 hingga 23.50 Wib yang dilaksanakan secara tertutup ini, disamping diikuti  12 orang wasit pengganti juga dihadiri oleh manajer dan official kontingen dari 12 provinsi.

Kontingen asal NTT dan Sulawesi Selatan seusai rapat menyatakan bahwa mereka menilai legalitas wasit pengganti tidak jelas.”para wasit pengganti ini hanya mengantongi SK dari PB PON. Kita nilai tentu legalitas kepemimpinan mereka patut untuk dipertanyakan termasuk keabsahan hasil pertandingan nantinya. Yang jelas menurut penilaian kami, laga perdana Cabor Futsal PON XVIII ini telah cacat,” Ujar sumber memberikan pernyataan. (fsl)




Penarikan 31 Perangkat Pertandingan Cabor Futsal Buah Ancaman PSSI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Penarikan 31 orang perangkat pertandingan yang terjadi pada Cabang Olahraga Futsal PON XVIII Riau di Tembilahan dipastikan adalah buah ancaman yang dilayangkan PSSI kepada Panitia Pelaksana Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON). Permasalahan ini akibat terjadinya dualisme kepemimpinan, yakni  PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Arifin dan PSSI  La Nyalla Mattalitti.

Dari informasi yang berhasil dirangkum detikriau.org. sebelumnya, PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Arifin sudah melayangkan ancaman kepada PB PON untuk menarik semua perangkatnya apabila beberapa Tim yang tidak mengantongi rekomendasi dari pengurus provinsi PSSI tetap diikut sertakan dalam ajang PON ke XVIII. “Kita minta PB PON hanya mempertandingkan Tim yang mendapatkan rekomendasi dari Pengprov PSSI yang sah,”Ujar Sekjend PSSI Djohar Arifin,  Hadiyandra, Jum’at (6/9) kemaren.

Tim yang tidak mengantongi rekomendasi dari Pengprov PSSI yang sah menurut kubu Djohar Arifin itu adalah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Jambi dan juga termasuk Tim Provinsi Jawa Barat. “Kami harus bersikap tegas karena aturan PON sendiri juga tidak Professional. Akreditasi pemain sudah turun sejak dua bulan yang lalu, tapi masih ada Tim yang dibatalkan main dan disuruh play off,”Ungkapnya.

Oleh karena itu, PSSI melarang seluruh perangkat yang berada dibawahnya untuk memimpin pertandingan yang melibatkan Tim yang tidak mendapatkan rekomendasi dari Pengprov PSSI yang sah.

Untuk diketahui, cikal bakal permasalahan disebabkan adanya aturan yang dikeluarkan PB PON yang mengharuskan semua tim yang akan ikut berlaga di ajang PON XVIII untuk mendapatkan rekomendasi dari Pengprov PSSI.

Ada beberapa Pengprov yang sebelumnya kepengurusan PSSI-nya sudah diambil alih oleh PSSI Djohar karena bergabung dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) dibawah pimpinan Nyalla Mattalitti, ternyata masih ikut mengirimkan Tim.

Sangat disayangkan, seharusnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai badan olahraga tertinggi ditanah air yang berhak menentukan regulasi dan menetapkan tim mana saja yang berhak tampil ternyata harus mendapatkan intervensi dari PSSI dengan celah masuk keharusan adanya surat rekomendasi dari PSSI bagi setiap Tim yang akan ikut bertanding. (dro/jpnn)




Indonesia Akan Mengenang, Futsal Lahir di Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Biar apapun yang terjadi yang jelas semua orang Indonesia pasti akan mengenang sejarah bahwa Cabang Olahraga (Cabor) Futsal dalam Laga PON pertama kali dilaksanakan di Kota Tembilahan.

Penilaian positif ditengah berbagai polemik yang kini terjadi dalam ajang laga futsal PON XVIII Riau ini terlonar dari mulut seorang pria asal Provinsi Papua, Ony Robert yang juga menjabat sebagai pelatih Tim Futsal Papua kepada detikriau.org.

“Bagi kita tidak ada masalah. Bagi kami yang penting bisa bertanding siapapun wasitnya. Persoalan yang kini terjadi menurut penilaian saya semata hanya disebabkan kisruh ditubuh PSSI sendiri,”Ungkap Ony Robert saat ditemui detikriau.org disela-sela latihan di gedung venue futsal komplek Indragiri sport center, Tembilahan, Jum’at (8/9)

Dalam kesempatan itu, Ony Robert malah memberikan penilaian dari sisi positif. Ia berharap laga Futsal yang baru pertama kali dipertandingkan dalam ajang PON ini akan sukses. “nanti semua orang Indonesia terutama pencinta olahraga Futsal akan selalu mengenang dan membicarakan bahwa Futsal PON lahir di Tembilahan,” Ujarnya dengan mimik wajah optimis. (fsl)




Muhtar T Pertegas Kondisi Venue Futsal Dalam Keadaan Baik dan Siap pakai

Pemberitaan Beberapa Media dinilai Terlalu Berlebihan               

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi lapangan venue Futsal dalam keadaan baik dan siap pakai, pemberitaan beberapa media tentang bocornya atap dan adanya rembesan air dari bawah dinilai sebagai pemberitaan yang terlalu berlebihan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Sub PB PON Inhil, Muhtar T dalam konfrensi Pers digedung LAMR, sabtu (8/9/2012).”Saya sendiri yang menjumpai rekanan pelaksana dan melakukan tinjauan. Saat itu sudah kita pastikan kondisi lapangan venue dalam keadaan baik dan siang harinya juga sudah kembali bisa difungsikan. Namun saat itu, Badan Futsal Nasional demi mempertimbangkan safety dan keadilan sehingga diambil kebijakan untuk melakukan penundaan seluruh jadwal laga yang sedianya akan dilaksanakan hari itu,” Jelas Muhtar T menjawab pertanyaan detikriau.org terkait persoalan isu yang cukup menyita perhatian beberapa media nasional ini. Sabtu (8/9).

Ditambahkan Muhtar T, ia juga sempat membaca sebuah pemberitaan media cetak yang menyatakan bahwa hari itu lapangan tergenang air dan banjir. Secara pribadi, Muhtar T menyatakan bahwa  dirinya tidak mengetahui dari mana media mendapatkan informasi yang dinilainya terlalu berlebihan. Bahkan kembali Muhtar mempertegas, kebocoran atap apalagi rembesan dari bawah adalah sebuah informasi yang sama sekali tidak benar.”. Sebelumnya sudah kita perjelas bahwa penyebab basahnya beberapa bagian lapangan disebabkan tempias hujan disertai hembusan angin yang cukup kencang. menyikapi kejadian jum’at (6/9), saya sudah mintakan rekanan untuk melakukan pemeriksaan secara berulang-ulang pada bagian atap..”Tegas Muhtar T sambil meminta rekanan wartawan yang ikut hadir dalam konfrensi pers yang juga dihadiri oleh Anggota Bidang Pertandingan Sub PB PON Inhil, Afrizal dan Panita Pertandingan PB PON Riau, H. Supri untuk mengklarifikasi persoalan ini.

Dari pantauan langsung detikriau.org, jum’at (6/9) yang lalu, memang diakibatkan guyuran hujan yang cukup deras dan tiupan angin yang kencang menyebabkan beberapa bagian dari lapangan terlihat basah. Hanya saja tidak terlihat adanya genangan air. Petugas hanya melakukan pengeringan pada bagian atas dan beberapa bagian matras lapangan dilepas untuk dikeringkan.(fsl)




Perangkat Pertandingan Belum TIba, Laga Futsal PON XVIII Riau Kembali di Tunda.

Tembilahan (www.detikriau.org) – laga lanjutan yang sedianya akan dilakukan pagi ini (sabtu, 8/9/2012) setelah sempat terjadinya penundaan diakibatkan kondisi venue sehari sebelumnya (jum’at 7/9/2012), ternyata kembali harus dilakukan penundaan. Penundaan ini diakibatkan belum tibanya perangkat pengganti.

“Mereka masih dalam perjalan. Terkait lanjutan pertandingan, kita belum bisa memberikan waktu secara pasti. Yang jelas, jadwal pertandingan tentunya harus dilakukan rescedul kembali,” Jelas Anggota Bidang Pertandingan Sub PB PON Inhil, Afrizal dalam konfrensi Pers di gedung LAMR, jalan Sungai Beringin Tembilahan, Sabtu (8/9) sambil mengatakan kalaupun dilakukan pertandingan, paling cepat bisa dimulai sekira pukul 14.00 Wib nanti.(fsl)




Panitia Bantah Penarikan Wasit Termasuk Seluruh Perangkat Pertandingan Akibat Kisruh dalam Laga Sulses vs Sumbar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Anggota Bidang Pertandingan Sub PB PON, Afrizal nyatakan bahwa penarikan perangkat pertandingan bukan disebabkan kisruh yang terjadi dalam laga tanding sebelumnya. Tetapi semua masalah internal di tubuh kepengurusan PSSI.

Pernyataan ini disampaikannya secara resmi dalam konfrensi pers di gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) jalan sungai beringin Tembilahan, sabtu (8/9/2012)” Perangkat pertandingan yang ditarik secara keseluruhan 31 orang. Panitia Sub PB PON Inhil sama sekali tidak diberikan penjelasan alasan penarikan. Yang jelas itu masalah internal di tubuh PSSI,” Jelas Afrizal yang saat itu didampingi Sekretaris Sub PB PON Inhil, Muhtar T dan Anggota Panitia PB PON Provinsi Riau, H. Supri.

Ditambahkan Afrizal, ba’da magrib, salah seorang perangkat pertandingan sudah memberitahukan kepada Panitia Sub PB PON Inhil tentang kabar ditarik pulangnya mereka ke Jakarta. Afrizal juga sudah akui, panitia sub PB PON Inhil sudah berkali-kali mempertanyakan apakah penyebabnya. Diakui perangkat tidak menjelaskan selain menjelaskan bahwa penarikan ini tidak ada kaitannya dengan Panitia Sub PB PON Inhil.”kita tidak mendapatkan penjelasan rinci namun yang jelas sekali lagi, ini bukan buntut kisruh laga Sulsel vs Sumbar,” Pungkas Afrizal. (fsl)