Rasul Alim: Kondisi Kabut Asap Belum Berbahaya Untuk Kesehatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) menilai kabut asap yang kini melanda kota Tembilahan belum berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan pengujian kualitas sampel udara yang dilakukan.

Pernyataan ini disampaikan Kadiskes Inhil, Rasul Alim kepada detikriau.org saat ditemui di Kantor Bupati Inhil, Kamis (20/9).” Hasil pengujian yang kita lakukan baru-baru ini menunjukkan kualitas udara belum berbahaya bagi kesehatan. Walaupun seperti itu, kita tetap menyarankan khususnya kepada  Anak-anak balita untuk mengurangi beraktifitas diluar rumah” Ujar Rasul Alim

Ditambahkan Rasul, kondisi kabut asap saat ini masih dinilai belum terlalu pekat. Kondisi yang dianggap mengkhawatirkan menurut Rasul jika jarak pandang sudah dibawah 50 meter.” Oleh karenanya hingga saat ini kita belum memberikan masker kepada masyarakat,” Sebut Rasul.

Berdasarkan pantauan detikriau.org di Kota Tembilahan, kabut asap terlihat cukup pekat. Hari ini, Kamis (20/9) cuaca kota Tembilahan terlihat agak mendung. Dua buah Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat terlihat hilir mudik melakukan pantauan dan tindakan penanganan titik api dibeberapa kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. (dro/0*)

                                          




11 Warga Negara Belanda Pulang Kampung ke Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – laki-laki paruh baya dengan bahasa Indonesia terpatah-patah ini begitu bersemangat berkisah pengalaman masa-masa kecilnya.  sekali-kali ia terdiam, matanya menerawang jauh mengingat kenangan lama. Perlahan suara yang keluar dari mulut Warga Negara Belanda ini pun semakin sayup. Disudut matanya, mengalir setitik air dan menetes dikulit pipi yang sudah tampak semakin mengeriput.

Herman Tahafary, laki-laki berusia 80 tahunan ini mengaku sengaja mengunjungi kota Tembilahan. Dalam kunjungan yang disebutnya pulang kampung ini, ia didampingi oleh 5 orang saudara kandung (Edwar Tahafary, Julius Tahafary, Johana Tahafary, Rita Tahafary dan Leon Kols Tahafari) dan 1 orang keponakan (Lota Hester Huwae Tahafary) serta 4 orang dari keluarga Nunumete (Hanock Nunumete, Edward Nunumete, Johan Nunumete dan Ghisi Nunumete) . Kesebelas orang keturunan ambon, Maluku ini mengaku kini bertempat tinggal di Denhag, Belanda.

69 tahun silam, tepatnya di tahun 1943, Herman Tahafary mengaku orang tuanya (Tahafary. Red) yang tergabung dalam tentara rekruitmen Belanda bertugas di Tembilahan sebagai peniup terompet pasukan. Ia sempat mengecam pendidikan hingga kelas lima Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tembilahan.  Di tahun 1948, keluar keputusan yang mengharuskan seluruh tentara yang direkruitmen Belanda untuk pulang ke daerahnya masing-masing.

Hanya saja saat itu, masih menurut Herman Tahafary, karena sulitnya tranportasi, mereka tidak bisa pulang ke Ambon, Pasukan Belanda membawa keluarganya pulang ke negeri Belanda. Awalnya hanya dibenarkan untuk jangka waktu 5 bulan namun akhirnya kebijakan itu kembali berubah lagi dan mereka dibenarkan untuk menetap di Belanda.

Di Negara Kincir angin itu, keluarga Tahafary ditempatkan disebuah camp bekas tahanan orang-orang Yahudi.”Saat itu saya sudah cukup besar dan mengerti. Kehidupan sangat sulit. Kita sama sekali tidak dibekali dengan persediaan makanan,” Kisah Herman Tahafary kepada detikriau.org  saat bertemu disebuah warung minum jalan Gadjah Mada Tembilahan, rabu (19/9) kemaren.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, orang tuanya mau tidak mau harus mencari nafkah. Mereka bekerja apa saja. Dari seluruh upah yang diterima setiap harinya, mereka masih dikenakan potongan penghasilan sebesar 60 persen,” Kira-kira penghasilan orang tua saya 1 gulden per hari. Uang itulah yang dicukupkan untuk makan seluruh keluarga.” Kata Herman Tahafary yang mengaku saat itu ia baru memiliki dua orang saudara kandung.

Berpuluh tahun di Negara orang, kenangan masa-masa kecil Herman Tahafary sewaktu di Tembilahan sangat sulit untuk ia lupakan. Semakin hari, kerinduan itu semakin memuncak di dalam lubuk hatinya. Herman mengaku selama ini selalu mendapatkan informasi mengenai kota Tembilahan melalui internet.”saya sering browsing dibeberapa media online mencari tahu tentang kota Tembilahan. Saya sungguh tidak percaya, Tembilahan yang dulunya hanya sebuah kampung kecil, kini sudah demikian maju. Bahkan menurut informasi terakhir penduduknya lebih dari 600 ribu jiwa. itu sudah melebihi penduduk di Denhag,” Tutur Herman dengan sekali-kali lepas tertawa dari mulutnya dan kembali air matanya tergenang.

Mengaku Masa Kecil Takut Dengan Hantu Kuntilanak

Kisah Herman tahafary, sewaktu masih bersekolah di SR (sekarang bangunan Sa’adah Jalan Kartini Tembilahan. red), untuk menuju sekolah, dari Asrama Tentara (yang diakuinya disekitar jalan Sudirman) ia harus melewati pohon beringin yang sangat besar ( ia menunjuk kira-kira posisinya disekitar taman disamping Mapolres Inhil saat ini.red). Setiap kali melintas pohon beringin besar itu, ia mengaku selalu takut. Karena menurut kisah penduduk, dipohon beringin itu dihuni hantu kuntilanak,”Dulu seingat saya di Tembilahan ini hanya ada sedikit jalan dan nama jelannyanyapun tidak pernah ada. Sebahagian besar kampung Tembilahan masih  hutan. Orang-orang bilang, itu hantu kuntilanak senang sama anak laki-laki. Makanya setiap kali melintasi pohon beringin itu, saya selalu lari terbirit-birit,” Kisah Herman dan sontak tawa renyai lepas dari mulutnya.

Hermanpun terus berkisah dan sekali-kali diselingi beberapa komentar dari saudara-saudaranya. Menurut Herman, keluarga nunumete yang kini ikut bersamanya dulunya juga orangtuanya bertempat tinggal di Tembilahan.”Sampai hari ini, kartu penduduk belanda adik saya Julius yang memang dilahirkan di Tembilahan masih mencantumkan nama kota Tembilahan sebagai tempat kelahirannya.”Ucap Herman dengan nada suara tertangkap penuh rasa kebanggaan setiap kali menyebutkan nama kota Tembilahan. (dro/0*)




Pertamina: Penyelundupan BBM Rawan di Daerah Perbatasan

Jakarta (www.detikriau.org) – Pertamina tak menampik penyelewengan kuota BBM bersubsidi terjadi di sejumlah wilayah. Namun, yang paling banyak adalah daerah perbatasan. “Daerah ini paling rawan,” kata Vice President  Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir, Kamis (20/9).

Selain itu, pencurian dan penyelundupan BBM bersubsidi juga kerap terjadi di wilayah pertambangan dan perkebunan. Karenanya, kata Ali, pihaknya memperketat distribusi BBM subsidi di wilayah ini. Untuk wilayah industri pihaknya membuat sistem point of sales (POS) guna mencatat data dan jumlah pembelian BBM subsidi.

Pada SPBU atau rekanan yang terbukti melanggar, ia katakan Pertamina sudah memberi sanksi berupa skorsing. “Pemutusan hubungan usaha juga dilakukan,” tegasnya.

Tapi sayangnya, ia tak memiliki data pasti berapa banyak sanksi yang diberlakukan Pertamina untuk penyelewengan ini. “Yang pasti, ini sudah kita lakukan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Effendi Simbolon menilai harus ada investigasi pada segala jenis penyelewengan BBM bersubsidi. “Harus ada pemeriksaan,” ujarnya. Ia mengatakan tindakan tersebut menyebabkan kerugian pada negara. Ia mengatakan BPK dan KPK harus dilibatkan untuk ini.(rol)




Wabup Sampaikan Tanggapan LKPj Bupati Inhil 2011

TEMBILAHAN  (detikriau.org)-Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo, memberikan tanggapan terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Inhil atas LKPj Bupati Inhil, tahun anggaran 2011, dalam sidang Paripurna DPRD Inhil, Rabu (19/9).

Dikatakan Rosman, Pemkab Inhil akan berupaya memberikan penjelasan terhadap berbagai tanggapan yang sudah disampaikan oleh masing-masing fraksi dalam sidang Paripurna sebelumnya. Salah satunya tanggapan itu, seperti yang sudah disampakan Fraksi Golkar.

Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi terhadap berbgai kegiatan yang akan maupun yang sudah dikerjakan dengan tujuan menghindari kesalahan serupa dan menidaklanjuti segala rekomendasi atas semua hasil pemeriksaan. Karena semuanya sangat erat kaitan dengan kinerja pemerintah.

Wabup membenarkan akan adanya beberapa ritribusi daerah yang belum tercapai, seperti ritribusi izin tera ulang. Hal ini disebabkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) yang menjadi pelaksana belum terdapat di Inhill. “Insya Allah kedepan segala sesuatunya akan tersedia demi  penerimaan daerah,”jelas Rosman.

Mengenai pajak, keberhasilannya kata Wabup, akan disertakan bersama akurasi data kepada wajib pajak. Berdasarkan akurasi data tersebut, dapat dipetakan bersama potensi pajak, baik yang mengalami kenaikan maupun yang mengalami penurunan. Dalam penagihan pajak daerah yang dilaksanakan melalui ketentuan opser acecsmen maupun wajib pajak diri sendiri.

“tidak dapat dipungkiri adanya beberapa objek pajak yang tidak tercapai target pada akhir tahun anggaran. Hal ini disebabkan sulitnya petugas menemukan objek pajak, dikarenakan oleh wajib pajak itu pindah alamat, wajib pajak fiktip, tutup usaha. Masalah ini sangat merugikan dalam target penetapan pajak daerah.”terangnya.

Beberapa penjelasan lain yang disampaikan Wabup terhadap pandangan umum fraksi  terkait pengelolaan keuangan dan aset daerah, infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta revitalisasi sektor-sektor vital.(dro/*1)




140 Personil Disiapkan Untuk Berikan Pengamanan Angkutan JCH

TEMBILAHAN (detikriau.org)_– Sebanyak  140 petugas yang terdiri dari Dinas Perghubungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pemadam Kebakaran, Polri dan TNI disiapkan untuk menjalankan tugas pengamanan angkutan Jemaah Calon Haji (JCH).

787 JCH akan di angkut ke Embarkasi Batam melalui Bandara Indragiri dengan menggunakan pesawat Aviastar sebanyak 18 kali penerbangan. Keberangkatan awal pada tanggal 26 September 2012 sebanyak 2 kali penerbangan pada pukul 09.00 WIB. Kemudian selanjutnya pada tanggal 27 September 2012 dan 1 sampai 2 Oktober 2012.

“Kita sudah siapkan 140 petugas gabungan untuk mengamankan angkutan haji musim haji tahun 2012 ini,”ungkap Kepala Dinas Perhubungan Inhil, H Pahrolrozy, kemarin.

Dia berharap saat pengangkutan JCH tersebut tidak ada masalah yang bisa menghambat, baik dari gangguan cuaca maupun kendala teknis lainya. Sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam pengangkutan JCH, lanjut Pahrolrozy, pihaknya hanya bersipat memfasilitasi antara pihak maskapai dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag).

Ketika ditanya mengenai fasilias yang terdapat didalam Bandara, dikatakan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseprindag) ini, semuanya sudah disiapkan secara maksimal. “Semua kita upayakan secara maksimal termasuk masalah antisipasi ramainya pihak keluarga JCH yang akan mengantar maupun menjemput. “Pungkas Fahrolrozy.(dro/*1)




Tangani Kabut Asap, BPBD lakukan Rapat Koordinasi

Tembilahan (www.detikriau.org) –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) serta BPBD Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, rabu (19/9) melakukan rapat koordinasi terkait persoalan semakin meluasnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BPBD Kab. Inhil, Anwar Nawang menyatakan bahwa salah satu langkah yang kini sedang dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa yang daerahnya terpantau keberadaan titik api. Sdangkan penanganan melalui hujan buatan sedang dalam pembahasan. Hambatan terbesar menurutnya dikarenakan banyaknya jumlah titik api serta sebaran dalam areal yang cukup luas.”pantauan satelit, wilayah kita terpantau sebanyak 23 titik api.,” Ujar Anwar Nawang.

Anwar Nawang dalam kesempatan itu juga membenarkan bahwa sebahagian besar titik api, khususnya di Kecamatan Gaung berada di areal perkebunan miliki perusahaan swasta.

Menurut kapten pilot Helikopter, Yusak, tebalnya kabut asap yang menyebabkan terbatasnya pandangan. Bahkan diakuinya, ketinggian terbang hanya lebih kurang 65 meter dari pemukaan daratan.”kondisi seperti ini cukup mempersulit melakukan pemantauan lewat udara,” Ujar Yusak.(dro/0*)