Budidaya Jangkrik

www.detikriau.org — Jangkrik atau dalam bahasa ilmiahnya Liogryllus Bimaculatus sangat gencar dibudidayakan alias diternakan belakangan ini seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya penggemar burung dan ikan.

Kegiatan budidaya jangkrik ini banyak dilakukan karena waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur jangkrik yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2-3 bulan.

Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan pada saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus, untuk pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.

Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.

Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun untuk kota-kota besar yang banyak penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung untuk mengkonsumsi jangkrik yang berasal dari alam, lama kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yang ditangkap dari alam maka mulailah dicoba untuk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan secara intensif dan usaha ini banyak dilakukan dikota-kota dipulau jawa.

Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer dan hwambie serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung

 

Pembuatan Kandang Jangkrik

 

1. Kandang Budidaya Jangkrik terbuat dari kayu tripleks atau kardus bekas berukuran 100cm x 60cm x 30cm bisa menampung 4.000 ekor jangkrik. Dan kotak ini bisa digunakan 4-5 kali. Atap kandang dilapisi koran atau daun kelapa/daun pisang/daun jati/daun tebu/serabut kelapa.

 

2. Bahan yang dibutuhkan untuk Membuat Kandang Budidaya Jangkrik :

-lakban licin coklat/bening 4 buah

-lem kertas/kayu putih 4 buah

-serbuk gergaji 2 plastik

-lis kayu/bambu 40+40

 

3. Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa empat lengkungan baik besar dan delapan lenkungan kecil yang dibentuk seperti kerangka besi sebuah payung.

 

Masing-masing peternak jangkrik mempunyai model kadang yang berbeda-beda, jika anda ingin membuat kandang dengan ide sendiri juga tidak masalah asalkan jangkrik bisa bergerak bebas dan bisa tumbuh dengan cepat.

 

Persyaratan lokasi ternak jangkrik

Lokasi peternakan sebaiknya :
1. Usahakan lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
4. Hindari Hama pemangsa jangkrik seperti : semut, cecak, laba-laba, ayam, kucing, kadal dll.
5. Usahakan Lokasi mudah untuk dimonitor setiap hari perkandangnya

 

 

Pembibitan jangkrik


1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif. Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
a. Indukan:
– sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
– kedua kaki belakangnya masih lengkap.
– bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
– badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
– pilihlah induk yang besar.
– dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
b. Induk jantan:
– selalu mengeluarkan suara mengerik.
– permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
– tidak mempunyai ovipositor di ekor.
– Induk betina:
– tidak mengerik.
– permukaan punggung atau sayap halus.
– ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.
2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

3. Sistem Pengembangbiakan.
Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.

4. Reproduksi dan Perkawinan
Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.
Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).
Menetaskan Telur Jangkrik
Buatlah kotak penetasan dengan ukuran P * L * T = 50 cm * 30 cm * 20 cm. Kotak ini dapat menampung 1 (satu) sendok telur jangkrik (berisi sekitar 2500-3000 butir).

A. Dengan Media Kain.
Potong kain dengan Ukuran Sekitar 25 cm * 25 cm, sementara alat yang digunakan berupa wadah plastik untuk meletakkan kain serta semprotan air berukuran kecil.
adapun cara penetasannya adalah sebagai berikut :
1. Masukkan satu sendok telur pada bagian tengah kain lalu atur permukaannya agar meratata.
2. Lipat semua sisi kain kebagian tengah secara bergantian mulai dari sisi kanan, kiri, atas dan bawah. jangan menekan kain yang dilipat, biarkan agak longgar sebagai jalan keluar untuk anak jangkrik yang menetas nantinya.
3. Masukkan kain berisi telur ke dalam wadah plastik, lalu letakkan wah plastik tersebut kedalam Kotak/kandang.
4. Selama telur belum ada yang menetas lakukan penyemprotan air secara rutin setiap hari agar kain tetap lembab.
5. Telur aka menetas sekitar 3-6 hari, tergantung usia si telur
6. Sebelum telur menetas biasanya telur akan berubah warna menjadi kuning kehitaman. untuk memastikan perkembangan dan keadaan telur, kain diperiksa setiap hari sebelum disemprot dengan air.
7. Kain ditutup kembali setelah pemeriksaan.

B. Dengan Media Pasir.
Penetasan dengan media pasir menggunakan pasir halus dan bersih yang telah diayak. Jemur / Sangrai agar kuman penyakit lainnya mati sehingga media pasir tersebut menjadi steril. Masukkan pasir halus tadi kedalam Nampan ukuran 15 cm * 20 cm atau dapat disesuaikan dengan ukuran kotak. Alat lainnya adalah semprotan air ( Spray ).

Adapun teknik penetasan dengan cara ini adalah :
1. Taburkan pasir secara merata dalam nampan dengan ketebalan 1-2 cm.
2. Taburkan telur jangkrik secara merata diatas pasir, lalu tutup kembali dengan pasir dengan lapisan harus setipis mungkin, asal telur tidak tampak dari permukaan.
3. Masukkan Nampan plastik kedalam kotak / Kandang yang telah dibuat.
4. Semprotkan air setiap hari, dan pastikan agar medianya tetap lembab.

Perawatan setelah telur jangkrik menetas
Bayi jangkrik yang baru menetas dapat dipelihara dalam kotak penetasan hingga umur 10 hari. Jangkrik kecil ini sangat rawan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga perawatannya harus intensif. Jika tidak maka populasinya akan cepat menyusut. ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah telur jangkrik menetas :
1. Menjaga Kelembaban ruangan.
2. Memperhatikan Pakan Nimfa.
3. Memberi penghangat.
4. Memberikan Inisial / tanda
5. Menjaga kebersihan lingkungan.

Mengatasi telur jangkrik yang baru menetas.

Ada 5 hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu :
1. Yang paling baik adalah membuat kotak penetasan telur jangkrik, biasanya ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Kotak pembesarannya. Hal ini guna memudahkan pada saat pengontrolan nimfa jangkrik.
2. Menjaga Kelembaban ruangan, pastikan ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab, untuk kelembaban biasanya dengan memberikan beberapa botol kecil yang diisi air dan ditutupi dengan kapas, biarkan kapas itu basah.
3. Memperhatikan Pakan Nimfa, pastikan Nimfa (jangkrik yang baru menetas) mendapatkan pakan dengan syarat : sayuran yang sesuai dengan usia jangkrik, biasaanya untuk nimfa saya berikan (Irisan -irisan Wortel, Pur Halus, dan tepung kacang hijau) tinggal dikombinasikan bergantian.
4. Memberi penghangat, untuk Daerah yang dingin pada malam hari biasanya diberikan lampu pijar 5 watt.
5. Memberikan Inisial / tanda, hal ini penting untuk dapat mengetahui Usia Jangkrik sehingga dapat menyesuaikan kapan harus dipanen, pemberian pakan yang tepat sesuai dengan Usianya dan masih banyak lagi kegunaan yang lainnya
6. Menjaga kebersihan lingkungan, pastikan pakan yang sudah lebih dari satu hari agar di angkat dan di buang dari kandang karena akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan si Jangkrik
7. Hindari Predator, ada beberapa cara untuk menghindari predator/ pemangsa misalnya ditutup dengan triplek dan tengahnya di beri area untuk kawat nyamuk yang berguna untuk Ventilasi, disetiap kakinya diberi mangkuk yang diisi oli bekas, pastikan predator tidak dapat memangsa jangkrik.

Pembesaran

 

  1. Pada proses pembesaran, jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan Astrik dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya)
  2. Pemberian sayuran mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 sampai ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur.
  3. Tahapan pemberian pakan sayuran:
  • Cuci dan tiriskan sayuran
  • Iris tipis sayuran yang sudah tiris
  • Angin-anginkan sekitar lima menit
  • Pakai alas lebih baik ketika menganginkan
  • Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti sebaiknya sore hari. Sedangkan untuk minuman diberikan dalam pasir basah

Bahan pakan dan minum jangkrik

 

1. Pakan jangkrik

-Dibutuhkan 6 kg pakan per dus/kandang sampai panen

-Berikan sesuai kebutuhan

-Pakan hendaknya habis tiap hari

-Pemberian pakan dua kali sehari

-Pakan diletakkan di tengah kotak

-Pakai alas lebih baik

-Di atap rumah jangkrik (semprot terlebih dahulu)

-Pakan buatan Astrik diletakkan tipis merata (tidak menggunung)

 

2. Minum jangkrik

Masa Pertumbuhan 1-10 hari minuman diberikan di:

-Spon/busa dibasahi dalam wadah/nampan beralas pasir atau kain di tengah kotak

-Semprot atap rumah jangkrik

-Kontrol pakan dua kali sehari

 

Masa Pertumbuhan lebih dari 10 hari minuman diberikan di:

-Nampan penetasan yang diisi kerikil dan air

-Tambah air kalau kurang

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jangkrik kalung:

  1. Jangkrik tumbuh kerdil karena bibitnya buruk atau suhu kandang lebih dari 30 derajat C
  2. Kanibalisme atau saling memakan antarjangkrik disebabkan kurang makanan/sayur, kurang minum, atau kurang rumah/persembunyian
  3. Jangkrik mencret diakibatkan makanan tak teratur dan suhu yang kurang baik.
  4. Hati-hati terhadap perangkap yang menyebabkan jangkrik meloloskan diri dan tidak nyaman seperti lakban terbuka, ada lubang lakban, air tergenang, lubang pinggir dinding, dan lubang kecil untuk kabur
  5. Penting membersihkan kandang sebelum digunakan kembali dengan kuas/sikat gigi bekas, semprot dengan larutan sirih atau desinfektan, lalu jemur di sinar matahari langsung selama dua har

Tahap panen dan pemasaran

Jangkrik bisa dipanen pada umur 35 hari yaitu ketika sudah bersayap. Panenan jangkrik (yang sehat, tidak ada luka atau anggota badan lepas) bisa diantar sendiri ke Bagian Pemasaran Astrik Indonesia. Di Bogor bisa diantar ke Padepokan Jangkrik Gedung AP4, Kampus IPB Darmaga. No telpon yang bisa dihubungi 021-381215, 085217306479, 0811119407, 0811117836.

 

Tinjauan ekonomi

Dengan modal awal Rp 1,4 juta, petani bisa memulai usaha beternak jangkrik. Modal awal tersebut digunakan untuk kandang, telur, pakan, dan biaya persiapan lainnya (Belum termasuk biaya pengangkutan dan pendampingan):

  • Kotak (20 buah) Rp 200.000
  • Telur 400 gr Rp 240.000
  • Pakan 120 kg Rp 900.000
  • Beban oven         Rp    50.000
  • Biaya administrasi Rp 10.000
  • Total       Rp 1.400.000

Penghitungan keuntungan per 80 kg jangkrik hasil panenan yang dijual Rp 30.000 per kilogram:

  • Penjualan 80 kg jangkrik Rp 2.400.000
  • Modal Rp 1.400.000
  • Biaya pengangkutan satu paket Rp 100.000
  • Keuntungan Rp 900.000
  • Hama dan penyakit jangkrik

 

Penyakit, Hama dan Penyebabnya
Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.
Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit
Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.
Pemberian Vaksinasi dan Obat
Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.




Tiga Kandidat Berikan Pendapat Tentang Perbaikan Dunia Pendidikan Inhil

Debat Kandidat Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil 2013-2018 oleh IKA STAI Auliaurrasyidin Tembilahan —

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Debat Kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Kab. Inhil periode 2013 – 2018 yang diprakarsai oleh Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (IKA STAI) Auliaurrasyidin Tembilahan dihadiri oleh tiga orang kandidat Balon. Isu perbaikan pendidikan menjadi barang jual terlaris dalam acara debat yang dilaksanakan di Aula Hotel Ar-Rahman I ini. Senin (8/10/2012)

H. Ramli Walid yang mendapatkan kesempatan pertama memberikan pemaparan program unggulannya mengangkat isu tentang masa depan pemuda dan pendidikan Inhil kedepan. Dalam pandangannya, Kepala Bappeda Provinsi Riau ini memberikan penilaian bahwa beberapa persoalan yang masih harus dibenahi adalah terkait dengan masih rendahnya sarana fisik pendidikan, rendahnya kualitas dan kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa, masih rendahnya kemampuan orang tua untuk memberikan pendidikan anak-anak mereka dikarenakan keterbatasan ekonomi serta ia juga menilai masih rendahnya relevansi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha.

Dibidang kepemudaan, Ramli menilai perlunya untuk menumbuhkan agar setiap generasi muda untuk memiliki sikap jujur, adil, bertanggungjawab, disiplin, memiliki pandangan kedepan serta harus memiliki sikap kepedulian.

H. M. Aziz, Kabid Haji Kemenag Provinsi Riau diawal penyampaian programnya menyatakan bahwa ketertarikan untuk maju sebagai Balon Bupati Inhil lebih dikarenakan rasa keprihatinan terutama terus merosotnya dunia pendidikan Inhil. jika diberikan kepercayaan oleh masyarakat Inhil dirinya berjanji akan mengelola pendidikan dengan baik.

Menurut mantan Kemenag Inhil ini, pengelolaan pendidikan yang benar haruslah sesuai dengan pola pendidikan nasional. Sayangnya dirinya tidak memapaparkan secara terbuka dan dibarengi dengan alasan yang jelas tentang system pendidikan yang benar itu sendiri.

Kemas Yusfery, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri yang dikabarkan akan maju sebagai Wakil Bupati Inhil ini lebih memandang pembenahan dunia pendidikan dalam dua kriteria. Pertama, menurutnya pemerintah harus mampu menyediakan pendidikan murah dan berkualitas serta perlunya untuk fokus terhadap output dari pendidikan itu sendiri secara nyata.

Oleh karenanya untuk mencapai semua itu, kemas menilai perlu suatu langkah yang bijak untuk menggandeng agar APBD lebih berfokus kepada masyarakat. APBD menurutnya adalah sebuah sarana untuk menginplementasikan sebuah perubahan.

Dalam kesempatan itu, Kemas menyatakan keinginan kuat dirinya untuk mengikuti perebutan kursi pemimpin Inhil dilatarbelakangi dengan sebuah gagasan dibenaknya yang dinilainya akan mampu mengantar Inhil kearah Berjaya dan gemilang.

Debat Kandidat Inhi selain dihadiri oleh tiga orang kandidat balon juga dihadiri oleh Asisten I Setdakab Inhil, H. Said Ismail, Kepala Badan Kesbangpol Inhil, Tantawi jauhari, Akademisi, LSM dan Ormas di Inhil. (dro/*0)




Pemkab Inhil Evaluasi Capaian PAD Satker dan Kecamatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Inhil, menggelar rapat koordinasi dan evaluasi PAD PBB di Kabupaten Inhil. Rapat ini dimaksudkan untuk mengevaluasi sejauhmana capaian kinerja dalam pendapatan daerah yang menjadi tanggung jawab masing-masing satuan kerja dan kecamatan hingga 30 September 2012.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Sekda Kab Inhil tersebut, disampaikan bahwa PAD Kabupaten Inhil saat ini telah terealisasi sebesar 88,28 persen dengan kata lain dari target 49.453.520,. saat ini telah terealisasi sebesar 45.155.761.980,.  seperti yang disampaikan Kadispenda Kabupaten Inhil, Fajar Husin,  kepada Haluan Riau selepas acara rapat koordinsasi tersebut.

“Jadi hari ini kita telah menyampaikan hasil kerja dan mengevaluasi kinerja kita selama ini, dari PAD saat ini terhitung hingga 30 September 2012, telah terealisasi sebesar 88,28 persen,” jelasnya.

Namun meski demikian lanjut Kadispenda, hingga saat ini masih ada beberapa satuan kerja dan Kecamatan yang realisasi penerimaanya dibawah 50 persen, namun hal tersebut dinilai masih bisa dikejar hingga akhir tahun 2012.

“Memang ada beberapa satuan kerja kecamatan yang realisasinya masih dibawah 50 persen, namun tadi dihadapan pimpinan rapat mereka menyanggupi untuk merealisasikan PAD sesuai dengan target sampai dengan akhir tahun ini,” jelasnya.

Kadispenda juga sempat menyebutkan, khusus untuk pajak Bumi dan Bangunan terhitung 1 Januari 2014 nanti sudah menjadi pajak daerah Dinas Pendapatan, sebelum jatuh tempo tersebut saat ini Dispenda tengah mempersiapkan prasarana dan sumber daya manusia.

Rapat yang dilaksanakan di Aula Inhil Busines Center jalan Hangtuah Tembilahan itu dihadiri kepala Dinas, Badan, Kantor kabag lingkup Pemda Inhil dan camat sekabupaten Inhil.(dro/*0)




Awas. Cemari Lingkungan, Bakal dikenai Sanksi Pidana

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus melakukan pengawasan dan memberikan teguran tertulis bagi perusahaan yang tidak taat terkait pembuangan limbah cair dan baku mutu.

Demikian juga bagi perusahaan kelapa sawit (PKS) yang cerobong asapnya tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. “Selain itu pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) juga menjadi perhatian kita. Kalau memang mereka tidak patuh dengan Peraturan Pemerintan (PP) nomor 18 tahun 1999 dan Peraturan Mentri (Permen) Lingkungan Hidup nomor 18 tahun 2009, maka bisa dikenakan sangsi,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kerusakan Lingkungan BLH Inhil, Ardi Yusuf .

Dalam melakukan penegakan dan penindakan lanjut Ardi, pihaknya tidak akan main-main dan pandang bulu. Karena dimata hukum, semua perusahaan memiliki hak dan kewajiban yang sama. Maka sebaliknya, kalau BLH yang tidak melakukan pengawasan bisa terkena pasal 112. Lalu hingga saat ini, pengawasan tersebut sudah dilakukan BLH keseluruh perusahaan, kecuali perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan dan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang terdapat di Inhil.

“Semua perusahaan yang kita kunjungi, sudah kita berikan teguran tertulis dan sangksi administrasi. Seandainya mereka tidak taati sesuai petunjuk kita hingga akhir tahun ini, maka mereka bisa dikenakan pidana,”tegas Ardi.

Ari juga menyebutkan bahwa pengawasan ini tidak hanya wajib dilakukan pada salah suatu instansi. Namun, perlu adanya sinergisitas semua pihak, baik itu pelaku usaha, masyarakat dan pihak-pihak penegak hukum secara umum,” tandasnya.(dro/* 1)




Hingga Oktober 2012 Terdapat 53 Kasus DBD, 1 Meninggal

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Dari Januari hingga September 2012, tercatat 53 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), satu diantaranya meninggal dunia, pada Agustus 2012 kemarin.

Tujuah diantara itu, saat ini masih menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan masing-masing bernama, Nurul (8) Rosita (5)  Noval (8) Wilda (7), Kemas (13) ke lima anak ini mulai menjalani perawatan pada tanggal 1 Oktober 2012. sedangkan Hasbi (2) masuk pada tanggal 29 September 2012 dan terkahir Aliadiva (8) masuk pada tanggal 30 September 2012.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim, mengakui sejak beberapa waktu belakang ini terdapat peningkatan kasus DBD. Dimana secara umum penderitanya adalah kalangan anak-anak.“Memang kita akui, saat ini terjadi peningkatan kasus DBD. Priode September-Okteber 2012 saja sudah terdapat 12 kasus,” katanya.

Dijelaskan Rasul lagi, kasus DBD memang lebih cendrung untuk menjangkiti anak-anak. Sebab, nyamuk tersebut menyerang sejak pukul 08.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib . Dimana saat itu waktu yang lazim digunakan para anak untuk bermain, baik di rumah maupun sekolah-sekolah.

“Kalau ada laporan, biasanya kita langsung menggelar penyelidikan Epidemiologi dan menindak lanjuti dengan melakukan Fogging  Fokus ke lokasi itu,”tandas mantan Direktur RSUD Puri Husada ini. (dro/*1)




Limbah Kembali Bocor, Dewan Minta Pabrik PKS di Tutup

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Limbah residu Perusahaan Pabrik Keritang Sawit (PKS) di Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning kembali jebol dan mencemari lingkungan masyarakat sekitar. Atas kejadian yang kesekian kalinya ini, DPRD Kabupaten Inhil meminta agar pabrik pengolahan sawit ini ditutup.

Hal ini disampaikan salah seorang anggota komisi II DPRD Inhil Edy Gunawan kepada wartwan, ahad (7/10). Edy mengatakan dengan terulangnya kejadian ini, pihak perusahaan dinilai sudah melakukan kejahatan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar. Sesuai dengan UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, seharusnya pihak pengelola dan penanggung jawab pabrik tersebut dihukum dengan kurungan penjara.

“Ini sudah kesekian kalinya terjadi, jika memang pabrik tersebut hanya bisa melakukan pencemaran lingkungan, sebaiknya ditutup saja saja. Ini bukan main main karena menyangkut kehidupan masyarakat, sesuai dengan undang-undang yang ada seharunya mereka semua dipenjara,” kesal Asun sapaan akrab Edy Gunawan.

Asun juga mengatakan pihaknya juga akan meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil untuk menindaklanjuti kasus pencemaran ini. Menurutnya pencemaran yang sudah terjadi selama ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu setahun dua tahun. Untuk itu Pihaknya meminta BLH benar-benar mengambil sikap atas kejadian yang sangat mengancam keselamatan masyarakat yang bermukim di daerah tersebut.

“Butuh puluhan tahun untuk membersihkan areal yang sudah tercemar itu, sisa pencemaran yang lama masi ada, ditambah lagi yang sekarang. Jadi kita meminta instansi terkait harus bertanggung jawab dengan menindak lanjuti kasus pencemaran ini,” pintanya.

Asun juga mengatakan, Komisi III akan segera melakukan tinjauan ke lokasi tersebut, karena menurut laporan yang ia terima dari masyarakat yang terkena dampak limbah pabrik, masyarakat sekitar akan melakukan aksi demo untuk meminta pemerintah mengambil kebijakan atas masalah ini. “Dari laporan yang saya terima dari masyarakat sekitar mereka akan melakukan demo untuk meminta tanggung jawab pemerintah, jadi secepatnya kita akan melakukan tinjauan kesana” sebutnya.

Sebelumnya pada bulan Desember tahun lalu,  limpahan residu pengelolaan sawit pabrik tersebut juga pernah bocor dan mengalir ke anak sungai sekitar pemukiman masyarakat setempat dan menyebabkan matinya ratusan ikan. Namun perkara ini diselesaikan dengan dibayarnya denda adat oleh perusahaan kepada masyarakat setempat. (dro/*0)