Deklarasi Anti Narkoba! Semangat Persatuan dan Kesatuan Mewujudkan Indonesia Bersinar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka Menyambut Hari Anti Narkoba Internasional ( HANI) Tahun 2024, Badan Narkotika Nasional ( BNN), menggelar Deklarasi Anti Narkoba Masyarakat Pesisir dan Perbatasan Negara Indonesia di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Riau Pada Senin tgl 24 Juni 2024.

Deklarasi AntiNarkoba diserukan secara Hybrid oleh 4.400 Orang dari wilayah Pesisir dan Perbatasan yang terdiri dari Kelompok Masyarakat, Organisasi Masyarakat, Pelajar, Mahasiswa, ASN, TNI / POLRI, dan Stakeholders terkait.

Dalam semangat persatuan dan kesatuan masyarakat pesisir dan perbatasan Negara Indonesia secara tegas menyatakan komitmennya melawan segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika ( P4GN).

Setelah itu masyarakat pesisir dan perbatasan juga akan senantiasa mengerahkan seluruh kemampuan dan potensinya untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan produktif, bersih, dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Deklarasi AntiNarkoba ini merupakan strategi BNN sebagai leading insitution P4GN dalam penguatan ketahanan masyarakat pada wilayah pesisir dan perbatasan untuk menangkal masuknya narkotika melalui jalur laut dan perbatasan.

Sebagaimana diketahui wilayah pesisir dan perbatasan merupakan pintu masuk utama bagi penyeludupan narkotika. Hal ini berkaitan dengan kondisi geogragis Indonesia yang memiliki perbatasan darat yang panjang serta perbatasan laut yang luas dan terbuka sehingga menjadi sasaran yang potensial bagi jaringan sindikat narkotika sebagai jalur peredaran narkotika. Indonesia kini bukan sekedar jalur transit tetapi menjadi tempat tujuan peredaran narkotika Internasional.

Deklarasi Antinarkoba dalam rangka peringatan HANI Tahun 2024 ini menegaskan pentingnya sinergi dan kaloborasi, seluruh elemen masyarakat dalam melawan kejahatan narkotika. Melalui deklarasi ini, BNN mengajak masyarakat untuk bergerak bersama melawan narkoba mewujudkan Indonesia Bersinar Bersih Narkoba. ***




Luar Biasa! MTQ ke-XIV se-Kecamatan Pulau Burung Perdana Gunakan Stand Bernuansa Religi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Persiapan penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- XIV se-Kecamatan Pulau Burung semakin mantang menjelang acara pembukaan yang dijadwalkan pada Selasa, (24/06/2024).

Pelaksanaan MTQ yang melibatkan 14 desa se-Kecamatan Pulau Burung dipusatkan di halaman Kantor Desa Pulau Burung.

Camat Pulau Burung sekaligus Ketua panitia pelaksana MTQ,
Supiyansah, M.Si menjelaskan penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan Pulau Burung ke-XIV ada perbedaan dari pelaksanaan sebelumnya, yang mana pada MTQ tahun 2024 ini masing-masing peserta mendirikan Stand dengan nuansa religi.

“Ahamdulillah persiapan berjalan lancar, semoga dengan adanya acara Musabaqoh ini nantinya dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik untuk mewakili Kecamatan Pulau burung ditingkat Kabupaten nantinya,” tuturnya, Senin (24/6/2024).

Sementara itu Kades Pulau Burung Riswan Khaidir A.Md sebagai tuan rumah penyelenggara MTQ ke-XIV menjelaskan seluruh sarana dan prasarana telah dipersiapkan secara matang untuk menyukseskan acara perhelatan dengan nuansa religi.

“Seluruh progres pengerjaan telah dilaksanakan dan sekarang hampir rampung. Insya Allah hari ini sudah selesai seluruhnya,” jelas Kades Pulau Burung.

Sebagai informasi, pada acara MTQ tersebut direncanakan akan diresmikan langsung oleh Pj Bupati Inhil H Herman pada Selasa malam dan di awali dengan pawai keliling peserta MTQ se Kecamatan Pulau Burung. (Arb)




Bikin Nagih, Nasi Kuning Khas Tembilahan Tetap Eksis Hingga Kini

INHIL – Nasi Kuni sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) khususnya di kota Tembilahan provinsi Riau.

Makanan otentik masyarakat Melayu – Banjar ini sangat di sukai masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila kuliner ini menjamur dan sangat mudah di temui di Kota Tembilahan.

Biasanya penjual nasi kuning tidak hanya menjual satu jenis saja, namun ada juga nasi merah dan nasi lemak.

Lauk yang disediakan pun berbagai macam, mulai dari Ayam, Ikan teri, Telur dan lainnya. Cabe merah kental yang menyerupai saos juga menjadi andalan dari warung ini.

Satu di antara sekian banyak pedagang nasi Kuning di Tembilahan ada di Pasar Pagi Tembilahan, orang sering menyebutnya Warung bang Heri.

Disini kamu bisa menikmati beragam menu kuliner yang di sediakan, selain beberapa jenis nasi di warung ini juga terdapat beragam menu seperti lontong, pulut, soto dan lainnya.

Selain makanan disini kamu juga bisa menikmati beragam menu minuman yang disediakan mulai dari yang dingin hingga yang hangat.

Buka sore hingga malam hari, warung bang Heri selalu ramai dikunjungi para konsumen untuk bersantai sambil menikmati kuliner yang di inginkan dengan harga yang terjangkau.

Bagi kamu yang penasaran dengan kuliner ini kamu bisa berkunjung langsung ke alamat tersebut.(Adv)




Kepala Desa Sungai Berapit Ikuti Penanaman Pohon dalam Rangka Peringatan Hari Bayangkara

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Desa Sungai Berapit, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), M Ihsah mengikuti penanaman pohon bersama Polsek Kecamatan Concong dalam rangka peringatan Hari Bayangkara ke 78 tahuntahun, Sabtu (22/6/2024).

Dikatakan M Ihsah, acara penanaman pohon sebagai bagian dari peringatan Hari Bayangkara. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

“Pohon ditanam di pekarangan halam rumah warga dan di pinggir-pinggir jalan dan lainnya,” tuturnya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi erosi tanah, memperbaiki kualitas udara, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tambah M Ihsah.

Terakhir, Kepala Desa M Ihsah menyampaikan apresiasi kepada semua yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Sebagai pemerintah desa kita sangat mengapresiasi kegiatan yang di motori Polsek Concong. Penanaman pohon menjadi simbol komitmen kita dalam menjaga keberlanjutan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman pohon ini diikuti oleh Kapolsek Concong, dan unsur forkopimdes serta masyarakat. (Galeri Foto)




Dimasanya Pembangunan Tak Selesai, Mantan Wabub Inhil Malah Sebut Melaksanakan Pembangunan Jembatan Parit 16 Reteh Semua Orang Bisa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Mantan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2018-2023, H Samsudin Uti terkesan menganggap enteng alias mudah bagi seorang pemimpin dalam melaksanakan proses pembangunan infrastruktur khususnya jembatan jembatan di Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh.

Hal itu terlihat dalam pernyataannya yang dimuat dalam media koran nusantara.id dengan judul “Abah SU Juga Ikut Berjuang terhadap Pembangunan Infrastruktur di Inhil”.

H Samsudin Uti yang juga merupakan salah satu Bakal Calon Bupati Inhil pada pilkada mendatang, ia menyebutkan bahwa yang berat dalam pembangunan jembatan tersebut ialah memperjuangkan anggarannya, namun jika hanya melaksanakan semua orang bisa.

“Kan 2024 telah kami anggarkan, Pak Pj. Bupati saat ini Pak Herman kan tinggal laksanakan saja, yang berat itu memperjuangkan penganggarannya, ya kalau melaksanakan semua orang Insya Allah bisa semua, maka saya berharap jembatan ini harus selesai, Pak Herman Pasti Bisa melaksanakannya, kasian masyarakat kalau tidak selesai juga,” ujarnya SU dalam pernyataan yang dikutip dari media koran nusantara.id, Sabtu (22/6)2024).

Selain itu, SU juga menyebutkan selain pembangunan jembatan yang dianggarkan dimasa kepemimpinanya bersama HM Wardan, anggaran juga dikucurkan untuk pembangunan Jalan sepanjang 1,6 KM di Kecamatan Reteh.

Diketahui pembangunan jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh itu telah dimulai pengerjaannya sejak Oktober 2022 lalu. Namun sangat disayangkan hingga masa jabatan SU sebagai Wakil Bupati berakhir pada November 2023 lalu pembangunan jembatan itu tidak selesai pengerjaannya.

Seperti yang diungkapkan narasumber kepada media ARB INdonesia, jika bercerita tentang penganggaraan, sebagai contoh ruas jalan Pulau Kijang-Sanglar itu sudah dianggarkan sejak tahun 2015 dan 2016, harusnya di tahun 2017 jalan itu sudah bagus, Sabtu (23/6/2024).

“Tapikan faktanya, ditambah satu periode Samsudin Uti sebagai Wakil Bupati (2018-2019) ruas jalan Pulau Kijang-Sanglar juga tidak selesai pengerjaannya (terbengkalai-red). Ditambah lagi dengan pembangunan jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh yang juga tidak selesai dimasa beliau,” ungkanya menanggapi soal pernyataan SU soal melaksanakan pembangunan infrastruktur itu semua orang bisa, yang sulit memperjuangkan anggarannya.

“Hari ini yang menjadi persoalannya adalah pelaksana nya yang tidak mampu menyelesaikan. Maka yang diperlukan sekarang itu bagaimaan pemimpin juga harus mampu memenej (mengatur-red) baik dari penganggarannya sampai proses pengerjaannya. Sehingga pelaksana proyek akan berkerja dengan baik, fokus, serius sehingga pekerjaan itu bisa tuntas,” tutup sumber yang meminta untuk tidak disebut identitasny.

Untuk diketahui, Pj Bupati Inhil H Herman terus berkomitmen dalam menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di Inhil, salah satunya pembangunan Jembatan Parit 16 Kecamatan Reteh yang saat ini telah dimulai proses pengerjaannya. (Arb)




Penempatan Guru PPPK Dikabarkan Bisa Dikondisikan oleh Ordal, 1.439 SK Sudah Diterima

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 1.470 Tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah menerima SK dan dilantik oleh Pj Bupati Indragiri Hilir (Inhil).

Mereka yang dinyatakan lulus formasi Tahun 2023 tersebut yakni 1439 jabatan fungsional tenaga guru dan 31 tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Inhil.

Beredar kabar untuk penempatannya bisa dikondisikan melalui orang dalam (ordal). Sehingga menuai kekecewaan dan tanda tanya besar dalam upaya pemerataan guru.

Hasil penelusuran wartawan dari berbagai narasumber didugan kuat penempatannya sarat kepentingan.

Bahkan, beberapa bulan lalu sempat heboh dalam grup WhatsApp seorang kepala dinas meminta bantuan untuk penempatan keluarganya yang lulus tenaga PPPK.

Tidak hanya itu, berdasarkan data dihimpun wartawan ada guru ditempatkan sangat jauh dari selatan dipindahkan ke Inhil bagian utara.

Padahal 19 tahun sudah dirinya mengabdi sebagai honorer di sekolah wilayah Kecamatan Reteh kini, dia harus meninggalkan keluarga untuk ditugaskan sesuai SK di Kecamatan Concong.

Tak heran, proses penempatan ini menimbulkan tanda tanya apakah sudah sesuai prosedur dan ketentuan.

Dalam penempatan tenaga PPPK ini disinyalir banyak ‘titipan’ dan berpotensi terjadinya gratifikasi serta pungulan liar agar biasa dikondisikan dekat dengan ibukota.

“Kita tentu berharap penempatan guru ini berdasarkan di mana mereka honor awalnya. Kalaupun bergeser tidak begitu jauhnya,” ujar guru yang tidak ingin disebutkan namanya kepada wartawan, Sabtu (22/6/2024).

Diharapkannya, semoga ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah kedepannya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKSDM Inhil belum bisa dikonfirmasi terkait prosedur penempatan dan isu dugaan ordal untuk pengkondisian tugas. (Tim)