DPO Dikenal Pendiam dan Berjiwa Sosial

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – “Hendro Alias Suryadi (HD)” DPO yang berhasil dilumpuhkan petugas dalam aksi baku tembak di Jalan Suhada II Kecamatan Tembilahan Hulu diketahui warga sudah menempati rumah kontrakannya sejak 6 bulan yang lalu. Warga mengaku tidak mengetahui siapa HD karena memang jarang terlihat ditempat.

“setahu kami HD sudah menempati rumah itu sejak 6 bulan yang lalu. Tapi kami tidak mengetahui secara pasti siapa dia. Kita pernah melihat saat awal akan menempati rumah dan terakhir 2 hari sebelum peristiwa hari ini,” Ujar seorang tetangga HD, Pilay ketika sempat dimintai keterangan oleh detikriau.org, Jum’at (16/11)

Menurut keterangan sorang tetangga korban lainnya, H Ardiyanto yang tempat tinggalnya hanya berjarak satu rumah dari rumah kontrakan TSK, “HD” menempati rumah miliki adik iparnya bersama seorang istri. Namun ia juga mengaku tidak mengetahui secara persis sosok HD dikarenakan memang jarang berada di tempat.” Saya juga tidak tau secara pasti siapa HD karena ia jarang berada di rumah. Selama 6 bulan dilingkungan kami, saya pernah melihat 2 atau tiga 3 kali saja,” Ungkap H Ardiyanto yang juga seorang anggota DPRD Inhil.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikriau.org dari beberapa sumber, HD juga terlibat dalam kasus perampokan toko emas di Air Molek Kabupaten Inhu yang menyebabkan satu nyawa melayang beberapa waktu lalu serta beberapa kasus perampokan di beberapa lokasi lainnya di Provinsi Riau. HD juga pernah menjalani masa hukuman kurungan di LP Kelas II A Tembilahan untuk kasus yang sama.

Berdasarkan pengakuan seorang mantan napi yang enggan menyebutkan namanya dan mengaku sempat mengenal dekat HD saat di LP Tembilahan, HD terkenal sebagai sosok pendiam dan memiliki jiwa sosial.”makanya saat ditahanan dulu ia cukup disegani dan memiliki banyak kawan.” Ungkapnya singkat. (dro/*0)
Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Tersiar Kabar TSK Menggunakan M16, SSK dan Granat

Tembilahan (www.detikriau.org) – Aksi pengepungan yang akhirnya melumpuhkan buron berklas nasional ini berlangsung dalam suasana yang cukup mencekam. Awalnya, entah dari mana sumbernya, beberapa orang mengabarkan TSK mempergunakan dua bilah senjata laras panjang dan granat tangan.

“jangan mendekat, tersangka mempergunakan senjata api” Pekik seorang petugas kepolisian memperingati pengguna jalan.

Rumah kontrakan TSK Hendro memang hanya berjarak sekira 50 meter dari badan jalan Lintas Provinsi Parit VII Kecamatan Tembilahan Hulu dan dapat terlihat secara langsung dari sisi ruang kosong antara bangunan Rumah makan “Moro Kangen” dan Ruko bangunan wallet. Kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menyebabkan peluru nyasar akan rawan mengenai pengguna jalan.

“Hati-hati, TSK mempergunakan dua senjata laras panjang, M16 dan SS  serta granat tangan,” cerita seseorang yang tidak dikenal detikriau.org.

Mendengar kabar ini, suasana pagi jum’at itupun semakin mencekam. Apalagi berkali-kali terdengar rentetan tembakan menggema dari senjata otomatis yang cukup membuat gentar nyali.(dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Drama Baku Tembak, DPO Dipaksa Bertekuk Lutut

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Drama baku tembak terjadi di Jalan Lintas Provinsi Parit VII Lorong Suhada II Kecamatan Tembilahan Hulu antara petugas Kepolisian yang dibantu personil militer dengan tersangka DPO, Hendro (40). Rentetan tembakan senjata petugas keamanan yang dibalas oleh DPO membuat suasana cukup mencekam. Pengepungan yang berlangsung selama kurang lebih tujuh jam itu juga megakibatkan luka tembak salah seorang petugas kepolisian.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum detikriau.org dilokasi kejadian, pengepungan sudah mulai dilakukan petugas kepolisian sejak pukul 05.00 Wib, Jum’at (16/11). Terlihat puluhan petugas kepolisian bersenjatakan lengkap mengepung sebuah rumah berwarna hijau. Sekali-kali terdengar bunyi letusan senjata api. Tidak berselang lama, terlihat beberapa orang petugas melarikan salah seorang personilnya dengan bagian wajah terlihat berlumuran darah dan langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan.

Sekira pukul 08.00 Wib, beberapa orang personil berpakaian loreng juga mulai merangsek memasuki TKP memberikan bantuan petugas kepolisian.” TSK bersenjata, sekarang posisinya berada dikolong rumah,”Ujar seorang petugas kepolisian kepada detikriau.org sambil berlari kearah TKP.

Posisi TSK yang bertahan dibawah kolong rumah dengan tubuh terlindung lumpur membuat petugas cukup kerepotan mengetahui secara pasti posisi TSK. Beberapa kali terlihat petugas melakukan tembakan beruntun untuk menekan dan mendesak TSK.

Setelah petugas berhasil semakin menjepit posisi TSK dan akhirnya berhasil menguasai dan naik kerumah berbentuk panggung itu, TSK yang masih berada dikolong rumah masih belum mau menyerah. Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK beberapa kali memberikan penringatan agar TSK segera keluar dan menyerahkan diri tapi DPO yang dikabarkan Mantan Marinir dengan pangkat terakhir kelasi II ini tetap bungkam dan bertahan.

Tidak habis akal, dikarenakan TKP merupakan daerah rawa dan berair, petugas akhirnya memutuskan untuk mengalirkan setrum listrik mempergunakan sebilah besi panjang dan tidak berselang lama terdengar teriakan suara seseorang, “Ampun pak, saya menyerah,”.

Wakapolres Inhil seketika itu juga meminta TSK untuk melemparkan keluar senjata miliknya. Sekira pukul 12.35 Wib, dari kolong rumah terlihat seseorang dengan tubuh berlumuran lumpur dengan mengenakan rompi anti peluru dan bercelana pendek merangkak keluar. Dilokasi juga ditemui sebilah senjata api laras pendek merk FN 45 buatan USA.

Wakapolres Inhil ketika dikomfirmasi wartawan dilokasi membenarkan bahwa TSK merupakan seorang buron yang masuk dalam daftar DPO.”Dalam setiap kali melakukan aksinya TSK memang terkenal cukup sadis dan selalu mempergunakan senpi. Jika terdesak ia tidak segan-segan membunuh,” Jawab Wakapolres Singkat sambil juga menjelaskan bahwa jaringan kelompok HD ini bukan hanya beraksi di Inhil tetapi juga Yogya, lampung, Medan, Palembang, Padang dan beberapa daerah di Provinsi Riau lainnya.

TSK “HD” yang mengalami luka tembak pada bagian paha atas sebelah kiri langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada untuk mendapatkan pertolongan. Sampai berita ini diturunkan belum didapat keterangan secara pasti siapa nama petugas kepolisian yang sempat menjadi korban dalam aksi baku tembak ini. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Polisi Diminta Bekerja Lebih Serius Ungkap Pelaku Penganiayaan Waria

Keluarga Sempat Mengaku Kecewa dengan Kinerja Polres Inhil —

Tembilahan (www.detikriau.org) — Peristiwa penganiayaan yang dialami Wahyu alias Ayu (25) merupakan peristiwa penganiayaan Waria kedua setelah sebelumnya dialami oleh Amat (30) Waria asal Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra yang harus menghembuskan nafas terakhir akibat satu luka tusukan dibagian rusuk sebelah kirinya, Selasa (5/6/2012) yang lalu. Sayangnya hingga saat ini pihak kepolisian Polres Inhil masih belum berhasil mengungkap siapa pelakunya.

“Terus terang kita cukup kecewa dengan kinerja pihak kepolisian. Sampai hari ini belum diketahui siapa pelaku yang tega menghabisi nyawa warga saya itu. saya tentunya sangat berharap agar kepolisian dapat bekerja lebih serius untuk mengungkap kasus ini,” Ujar Kepala Desa Sungai Bela, , Hasanudin yang masih termasuk keluarga korban menyampaikan keluhan kepada detikriau.org belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Hasanudin juga menyatakan seharusnya tidak memandang siapapun korban, walau ia seorang waria, ia juga manusia yang berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian saat itu, kejadian yang menyebabkan tewasnya Amat diperkirakan terjadi sekira pukul 02.00 Wib, selasa (5/6). Korban didapati sudah tidak bernyawa pagi sekira pukul 07.00 Wib oleh karyawan WS Ponsel dilantai dasar Gemilang Plaza jalan Jendral Sudirman. Bahkan saat itu Pihak Kepolisian sudah mendapatkan informasi bahwa sebelumnya korban diketahui terlihat minum-minum dengan 4 orang lainnya dengan inisial, L, Y, Jm dan Ij. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




LAGI, SEORANG WARIA DIANIAYA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Nasib naas kembali dialami oleh seorang waria. Kali ini korbannya adalah Wahyu Alias Ayu (25) Warga kampung Betuah Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan. Akibat penganiayaan ini, ia harus dilarikan ke RSUD Puri Husada dengan dua luka robek di bagian kepala.

Berdasarkan penuturan seorang warga jalan Trimas Tembilahan, Endi (30), malam kejadian, Kamis dinihari sekira pukul 02.00 Wib ia mendengar suara teriakan orang minta tolong. Karena kaget, ia beserta beberapa orang warga lainnya langsung berlari mencari asal suara. sesampainya di TKP, mereka melihat korban sudah tersungkur dalam kondisi pingsan dengan kepala berlumuran darah.

“Begitu sampai di TKP, kita tidak melihat ada orang lain selain korban yang sudah dalam keadaan pingsan. Kebetulan diantara kami ada seorang petugas sipil yang bekerja di Polres Inhil, iapun segera melaporkan dan tidak berselang lama setelah petugas polisi datang, korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada untuk mendapatkan perawatan. ,” Tutur Endi, Kamis (15/11)

Menurut pengakuan Endi, sebelum ditemukannya korban pingsan bersimbah darah, sekira pukul 01.00 Wib saat ia keluar dari rumah hendak menuju ke warung kopi depan jalan Trimas, ia masih melihat korban duduk-duduk dengan beberapa orang di depan sebuah usaha cucian motor tidak jauh dari tempat tinggalnya. Namun ia mengaku tidak tau persis siapa saja teman-teman duduk korban saat itu.

Seorang petugas medis di RSUD Puri Husada Tembilahan membenarkan bahwa berdasarkan catatan, Kamis dinihari sekira pukul 02.20 Wib ada seorang pasien yang masuk ke ruang UGD atas nama Wahyu namun sudah dibawa pulang oleh keluarganya.” Tadi malam, tapi pasien sudah dijemput keluarganya. Pasien mengalami dua luka robek dibagian kepala dengan ukuran 1,5 x 0,2 x 0,4 dan 3 x 0,5 x 0,4.” Jelasnya.

Sayangnya hingga berita ini dirilis belum didapat keterangan resmi dari pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Kurnia ketika dicoba untuk dikomfirmasi terkesan enggan memberikan penjelasan.” ini bukan tugas saya, kita sudah bagi-bagi tugas, coba tanyakan saja sama Agus Sihombing (paur Humas Polres Inhil. Red).” Jawabnya singkat sambil berlalu.(dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Bupati Diwakili Asisten II Buka Kemda Ke-I Kab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Rabu, 14 November 2012, Bupati diwakili Asisten II Setda Kab. Inhil, H. Syafrinal Hedy membuka secara resmi Kompetensi dan Expo Madrasah (kemda) Ke- I Kab.Inhil yang berlangsung di halaman MAN Tembilahan Jalan pelajar Tembilahan. Dalam amanatnya Bupati Inhil yang dibacakan Asisten II berharap kegiatan ini tetap berkesinambungan dimasa yang akan datang.

Dalam amarannya Bupati menyatakan bahwa Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan, dituntut agar selalu menciptakan keseimbangan antara pembinaan aspek akademis dan non akademis dengan membuka program dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada setiap siswa untuk mengembangkan kreatifitas dan prestasinya dibidang olahraga dan seni, maupun dibidang lainnya yang dianggap perlu sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja maupun masyarakat yang lebih luas.

Lebih lanjut Bupati  menyampaikan bahwa pembangunan dibidang olahraga dan seni sama halnya dengan  membangun generasi muda, karena pemuda dan olahraga ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan sehingga pembinaan dan pengembangannya perlu dilakukan secara terpadu dan kolaboratif. Prestasi olahraga dan seni merupakan pencerminan prestasi generasi muda, demikian juga sebaliknya, prestasi generasi muda dapat diukur melalui prestasinya dibidang olahraga dan seni.  Namun demikian perlu juga disadari bahwa suatu prestasi dapat dicapai apabila senantiasa dilakukan pembinaan dan pengembangan yang terprogram dan terencana secara berjenjang dan berkesinambungan  serta didukung oleh semua elemen.

Bupati  menyatakan sangat menyambut baik dan positif Kegiatan KEMDA ke-1 Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2012 ini, “Saya yakin dan optimis bahwa pelaksanaan KEMDA ini akan menjadi langkah strategis bagi kita untuk meningkatkan motivasi pembinaan dan pengembangan olahraga dan seni di Kabupaten Indragiri Hilir. Saya berharap, agar pelaksanaan KEMDA ini dapat dilakukan secara periodik dan berkesinambungan, mengingat KEMDA ini disamping sebagai media seleksi dan kompetisi sehat bagi siswa yang berbakat, tetapi juga berfungsi sebagai media  apresiasi dan rekreasi bagi siswa dan masyarakat.” Pesan Bupati.

Kepada Panitia pelaksana, Bupati berpesan agar bekerja secara professional dalam melaksanakan tugas sesuai seksinya masing-masing, agar seluruh kegiatan dapat terkoordinir dengan baik. Begitu juga kepada peserta lomba Bupati berpesan agar senantiasa menjaga kekompakan dan sportifitas selama kegiatan ini berlangsung, sehingga semua rangkaian kegiatan KEMDA ini dapat berjalan aman dan lancar tanpa kendala.

Semetara itu, Panitia pelaksana, H. Kursani menyatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan KEMDA I ini diantaranya untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan jasmani siswa agar selaras dan seimbang, merangsang perkembangan sikap, mental dan emosional.” Disamping itu tentunya diharapkan juga dapat lebih meningkatkan dan mempererat hubungan persahabatan dan ukhuwah Islamiyah antara siswa Madrasah dalam mengembangkan bakat dan minat olahraga dan seni para siswa serta  untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri.” Ujar H Kursani.

KEMDA I Kab.Inhil direncanakan akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 14 hingga 16 November 2012 bertempat di MTsN dan MAN Tembilahan. Adapun beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain Bola Volly, Tennis Meja, Sepak Takraw,
Cabang MTQ dan Pidato tiga bahasa. (rls)