Nobar Film K Vs K dan Diskusi ‘Perempuan & Korupsi’
Pekanbaru (www.detikriau.org) -Kondisi korupsi di Indonesia tak terbantahkan lagi sudah parah dan membahayakan. Data terakhir, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia masih di angka 3, dari skala 10. Karena itu, harus ada intervensi semua unsur bangsa secara bersama dan terpadu dalam satu gerakan yang konkret, masif dan berkelanjutan mulai saat ini.
Demikian beberapa poin yang mengemuka dari kegiatan Nonton Bareng Film K Vs K dan Diskusi ‘Korupsi & Perempuan’, Sabtu (15/12), di Gaja Hotel, Pekanbaru. Kegiatan digelar beberapa lembaga perempuan atau yang memiliki kepedulian terhadap isu perempuan. Pesertanya dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang ada di Riau, mahasiswa dan unsur profesional lainnya.
Kemunculan beberapa kesimpulan tersebut bukan bentuk menepikan isu-isu perempuan. Namun, persoalan korupsi tersebut memang sudah kritis dan sangat membutuhkan penanganan cepat. Seperti dikatakan Raflis dari Transparency International Indonesia Unit Riau, “Kalau tidak, negara ini bisa jatuh bangkrut.” Jadi yang terpenting, ‘penyakit’ korupsi tersebut, entah itu melibatkan perempuan atau tidak, harus secepatnya diobati bagaimanapun caranya.
Terkait perspektif perempuan dalam isu korupsi ini, Helda Khasmy dari Rumpun Perempuan dan Anak Riau, mengemukakan, uang negara yang didapat dari keringat dan darah jutaan rakyat yang kemudian dirampas koruptor menyebabkan kemiskinan dan penderitaan yang mendalam bagi rakyat Indonesia. Lebih-lebih lagi kelompok perempuan dan anak. Karena, dalam struktur yang patriarkal dan tidak adil gender, perempuan dan anak jadi makhluk yang rentan terkena dampak ketidakadilan tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, “Dalam kondisi tersebut, negara tidak mampu melaksanakan kewajiban konstitusionalnya untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak warga negara. Karena, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat itu malah dirampok para koruptor.”
Sementara Herlia Santi dari Yayasan Bunga Bangsa menyampaikan, kegiatan kali ini merupakan awal dari program bincang-bincang isu perempuan atau isu-isu kebangsaan dan kerakyatan lain dalam perspektif perempuan yang ke depannya akan rutin digelar. Ini terutama dimaksudkan menjadi konsolidasi pemikiran tentang masalah-masalah sosial dan persoalan perempuan itu sendiri. “Ini diharapkan kemudian menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih besar di negeri ini untuk perubahan bangsa ke arah yang adil dan sejahtera,” katanya. *
Lembaga Perempuan Taja Nobar & Diskusi ‘Perempuan dan Korupsi’
Inisiasi Wadah Diskusi Isu Perempuan
Pekanbaru-Beberapa lembaga perempuan di Pekanbaru mengagendakan nonton bareng dan diskusi bertema ‘Perempuan dan Korupsi’, Sabtu (15/12), di Gaja Hotel, Jalan Sutomo, Pekanbaru. Peserta kegiatan disasar selain kelompok-kelompok perempuan, juga berbagai unsur masyarakat, mulai lembaga swadaya masyarakat, pusat-pusat studi wanita, organisasi-organisasi perempuan dan lainnya.
Kegiatan digelar masih dalam rangkaian peringatan internasional 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP), tanggal 25 November sampai 10 Desember setiap tahunnya. Di antara tanggal tersebut, terselip tanggal 9 Desember yang diperingati sebagai Hari Antikorupsi Internasional. Peringatan 16 HAKtP tahun ini di Pekanbaru dikoordinasikan bersama oleh Yayasan Bunga Bangsa, Rumpun Perempuan dan Anak Riau (RUPARi) serta Divisi Perempuan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru.
Dikatakan Dina Febriastuti dari Divisi Perempuan AJI Pekanbaru, Jumat (14/12), film yang akan diputar nantinya adalah K Vs K (Kita Versus Korupsi), film cerita popular yang menjadi media kampanye antikorupsi produksi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Transparency International Indonesia (TII).
Setelah nobar digelar, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik tentang tema ‘Perempuan dan Korupsi’. Diskusi akan dilakukan
secara lepas dan semua pihak baik pembahas maupun peserta kegiatan memiliki kesempatan sama membahas persoalan tersebut.
Dilanjutkannya, tema ini sengaja diangkat karena tren perempuan dan korupsi menjadi fenomena tersendiri belakangan ini, mengingat banyak ‘tokoh’ dalam kasus-kasus korupsi justru memunculkan sosok perempuan yang selama ini dikesankan sebagai sosok domestik dan berbudi pekerti luhur. “Sebagian pihak bahkan menyatakan ini adalah dampak negatif atau efek samping dari emansipasi wanita yang digaungkan selama ini. Itulah yang harus kita kaji lebih jauh,” ujarnya.
Direktur Rupari, Helda Khasmy, selanjutnya mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan jadi permulaan dari kumpul-kumpul berbagai kalangan yang peduli guna membualkan isu-isu perempuan. “Jadi, tidak hanya perempuan saja yang membahas dan mengkaji persoalan-persoalan terkait kesetaraan gender. Kita harap, selanjutnya ini menjadi program dan kegiatan yang dapat digelar secara reguler,” ungkap pendiri lembaga layanan terhadap perempuan korban, RUPARi, tersebut.
Sedang, Herlia Santi, Koordinator Advokasi dan Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan Bunga Bangsa, mengungkapkan, diskusi tentang perempuan dan korupsi ini menjadi bengitu penting saat ini. Itu karena perempuan memiliki posisi strategis terkait perannya sebagai pembentuk karakter keluarga yang akan mencerminkan prilaku manusia di luar rumah. Bahkan, lebih jauhnya itu mempengaruhi karakter bangsa. “Untuk itu, perempuan perlu dikuatkan dan itu diawali dengan proses penyadaran. Kegiatan ini merupakan awal dari proses penyadaran tersebut,” ungkapnya. *
Cara Beternak Burung Kenari
Pertama-tama kita tentukan trend kenari apa yang akan kita ternak:
1.Kenari trend postur (body)
2.Kenari trend warna
3.Kenari trend suara
4.atau perpaduan antara ketiganya body, suara dan warna.
1. Kenari Postur
Yang dimaksud kenari postur adalah kenari yang mempunyai ciri khas tersendiri pada bentuk tubuhnya, misal:
-Kenari Yorkshire (YS) memiliki postur tubuh yang besar namun kurang proporsional, seperti bentuk wortel.
-Kenari Gloster memiliki jambul di atas kepalanya sehingga menyerupai topi.
-Kenari Frill memiliki bulu terbalik.
-Kenari Rusia/Belgia memiliki tubuh yang panjang.
-Kenari Norwich memiliki tubuh yang besar dan bulat.
2.Kenari Warna
Yang dimaksud kenari warna adalah kenari yang mempunyai ciri khas warna tertentu, dan itu vakum/mutlak, namun tidak semua jenis kenari mempunyai warna yang mutlak, contoh kenari yang mempunyai ciri khas warna mutlak:
-Kenari Lizard, mempunyai warna lurik, brontok dengan sedikit warna orange atau kuning di kepalanya.
-Kenari Goldfinch mempunyai warna kuning dengan bulu hitam selap di kedua sayapnya.
-kenari Yellow fronted, memiliki warna khas yaitu hijau kehitaman di bagian punggung, dan kuning di perut.
Untuk jenis warna lainnya seperti sunkist, merah, starblue, putih, orange,dll sebetulnya tidak ada jenis kenari yang mutlak berwarna demikian, sebagai contoh kenari Spanish timbrado, sangat banyak sekali varian dari warnanya, ada sunkist, merah, starblue, putih, orange,dll.
jadi apabila kita menginginkan anakan yang berwarna kuning, maka kita harus cari induk yang berwarna kuning pula, dan itupun belum tentu 100% anakan yang dihasilkan berwarna kuning. Disini kita harus berani ber-eksperimen menyilangkan warna-warna tertentu sehingga akhirnya di dapat warna yang kita inginkan. 3. Kenari Suara
Yaitu kenari penyanyi yang mempunyai ciri khas suara tertentu, misal:
-Kenari YS, memiliki suara yang besar atau ngebass.
-Kenari Spanis Timbrado, memiliki suara yang volumenya keras, panjang dan memiliki nada.
Kenari Waterslager, memiliki suara cirikhas seperti suara air mengalir,dll.
Setelah kita tentukan tujuan kita..maka kita bisa mencari indukan sesuai dengan tujuan kita.
Untuk lebih jelasnya dan bisa mudah menentukan jenis apa yang kita inginkan, lihat jenis-jenis kenari bisa lihat disini, atau bila ingin tahu cara memilih kenari sesuai katuranggan, silahkan masuk kesini.
Kandang Ternak
Untuk beternak burung kenari sebetulnya tidak ada vakum yang harus benar benar di patuhi dalam pembuatan sangkar bisa kita sesuiakan dengan kebutuhan, modal atau keadaan lokasi dimana kita akan menempatkan kandang tersebut., Yang penting dan harus diperhatikan adalah selalu menjaga kebersihan kandang, baik itu dari kotoran, sisa makanan atau kebersihan tempat pakan dan minum, pencahayaan yang tepat/pas, di usahakan kandang mendapat sinar matahari pada pagi atau sore hari. Suhu pada lokasi kandang tidak ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin)
Untuk jenis kandang ternak kenari kita bisa memakai:
– kandang solitair/satuan ( kandang harian) berukuran Panjang 40 cm Lebar 40 cm Tinggi 60 cm (40x 40x 60),
– kandang ternak / kandang sambung buatan, menyamping atau ke atas dengan ukuran @ 40x40x50
– kandang ternak umbar ( ombyokan) adalah kandang besar untuk beternak 2 pasang atau lebih.
Gb.kandang ternak solitair/satuan
Pemilihan Calon Induk
Apabila kita ingin menghasilkan anakan yang berkualitas maka kita harus benar-benar memilih indukan yang baik. Untuk yang jantan usahakan cari yang sudah siap kawin, dapat di cirikan dengan sering bunyi, pilih jantan yang usianya di atas satu tahun, karena sudah matang spermanya. Untuk betina pilih yang usia 7 bulan ke atas.
Ciri indukan yang baik adalah :
1. Tubuh/ body propsional
bila akan mencetak kenari besar maka pilih Jenis kenari yang bertubuh besar, seperti yorkshire, border,dll.
2. Mempunyai volume suara yg keras dan panjang.
Apabila akan mencetak kenari yang bersuara panjang, volume keras atau mempunyai lagu yang khas, maka pilih pejantan dari jenis yang sama dengan kriteria tsb, seperti gloster, spanish timbrado, yorkshire,dll tentu disesuiakan dengan keinginan kita.
3. Berbulu tipis.
Pada dasarnya bulu pada kenari tidak terlalu berpengaruh, tebal tipisnya bulu kenari biasanya tergantung dari jenis kenari tsb. Kenari berbulu tipis biasanya lebih bmudah di ternakan, itu menurut argumen sebagian peternak.
4. Tidak cacat dan sehat
Ini yang utama, perhatikan kondisi fisik saat memilih indukan, memang kondisi fisik seperti cacat tidaklah begitu berpengaruh terhadap proses pembiakan, lain halnya apabila kondisi kesehatan (sakit). Untuk kelancaran dalam beternak, alangkah baiknya jika kita memilih indukan yang sehat.
5. Mempunyai pen yg besar (tidak penting).
Penjodohan
Agar suatu perkawinan berhasil, burung kenari betina haruslah menemukan burung kenari jantan jodohnya, Untuk menjodohkan kenari jantan dan betina tergolong gampang-gampang susah, terkadang ada indukan yang cepat sekali beradaptasi dengan pasangannya dan langsung berjodoh tapi ada juga indukan yang susah dijodohkan, Untu mangatasi hal tersebut sebaiknya lakukan langkah-langkah penjodohan dengan baik yaitu :
1.Indukan jantan dan betina di dekatkan tapi jangan saling lihat dulu, biarkan saling bersahutan, biarkan dalam waktu satu sampai tiga hari.
2. Setelah langkah pertama dirasa cukup, lalu lanjutkan tahap kedua yaitu dekatkan kedua indukan tsb biarkan saling melihat, tapi tetap biarkan di sangkar masing-masing. Pada tahap ini lebih baik betina sudah di masukkan di kandang ternak dan tempat sarang sudah di siapkan, beri potongan serat untuk bahan sarang, bisa memakai potongan rumput kering, daun pinus kering, atau serat yang banyak di jual di kios burung yaitu serat nanas.
3. Pada tahap kedua bisa di biasakan kedua indukan dimandikan dan di jemur sambil didekatkan, setelah kering pindahkan kedua kandang sambil tetap di dekatkan.
4. Setelah kedua indukan dirasa sudah jodoh, masukkan pejantan ke kandang betina (kandang tangkar), perhatikan tingkah laku indukan, apabila saling serang atau berkelahi maka lihat se agresif apa, apabila dirasa bisa melukai indukan tersebut maka proses perjodohan belum berhasil, tapi apabila tingkat agresifitas memungkinkan tidak melukai, coba biarkan kedua indukan dalam sangkar tersebut satu sampai 2 hari.
5. Apabila Indukan tidak berjodoh, jangan paksakan mereka dalam satu kandang. Coba cari jantan atau betina lain dan lakukan tahap penjodohan dari awal.
Sebagai langkah pertama untuk memulai mengawinkan burung adalah memeriksa paruh dan kaki burung, kuku perlu dipotong pendek dalam ukuran wajar. Perubahan faal tubuh (fisiologi) tingkah laku burung ternyata mempunyai sangkut paut dengan keadaan untuk kemudian membuat sarang, bertelur, mengeram dan memberi makan anak-anaknya. Perubahan itu akan mengikuti suatu pola yang berjalan secara teratur, baik mengenai waktunya maupun mengenai urut-urutannya. Perubahan itu muncul karena mengeram atau dibantu meloloh jika telur menetas adanya rangsangan dan luar, misalnya sinar matahari. Dengan kata lain, di samping pengaruh sinar matahari (yang dapat merubah faal tubuh) maka tingkah percumbuan (dan rayuan sampai nyanyian) burung kenari jantan dapat memberikan rangsangan-rangsangan tertentu, yang dapat menimbulkan perubahan jasmani burung betina.
Permasalahan Penjodohan
1. Mengapa kenari yang dijodohkan sulit sekali jodoh.
Betina belum birahi, pejantannya kurang agresif, atau usianya belum cukup.
Tunggu sampai birahi cari pejantan yang agresif dan berbunyi nyaring meskipun dicampur dengan betina tunggu sampai usia cukup.
2. Induk tidak mau menyuapi anakannya saat menetas
Kejemuan karena berulangkali beranak ( setelah 3 – 5 kali ), atau karena faktor pembawaan.
Jika sudah 4 – 5 kali beranak, istirahatkan beberapa waktu dan beri makanan yang baik. Jika karena pembawaan pindahkan telurnya pada burung kenari lain yang sedang mengerami.
Perkawinan
Tahap perkawinan setelah tahap penjodohan yang dirasa sukses, harus tetap di beri perhatian, karena kadang indukan yang dirasa jodoh belum tentu mau kawin, dan betina yang bertelur belum tentu sudah di buahi oleh pejantan karena tidak kawin, atau kawin tapi tidak pada saat yang tepat, atau salah satu indukan mempunyai masalah kesuburan atau mandul.
Apabila hal ini terjadi, bisa kita biarkan indukan sampai bertelur yang kedua kalinya, coba sekali lagi, kalau masih gagal bisa kita langsung cabut salah satu indukan yang jelek dan jodohkan dengan yang lain.
Perlu diketahui jumlah telur burung kenari adalah 2 sampai 4 butir.
Lama pengeraman burung kenari kurang lebih 14 hari (2 minggu) dimana waktu menetas telur pertma dimulai dari saat bertelur yang pertama pula. Maka apabila dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu telur belum menetas coba cek telur tersebut.
Coba terawang telur mengarah ke arah cahaya (matahari atau lampu) apabila keaadan telur tetap jernih seperti telur segar, tidak ada bakal anak atau warna di dalam tidak terlihat hitam, berarti telur tsb tidak dibuahi/sir.
Apabila telur yang sudah dierami dan terlihat berwarna hitam atau tidak jernih, berarti telur tsb berhasil dibuahi namun tidak berhasil menetas..
Permasalahan telur dan penanggulangannya
1.Telur yang dihasilkan selalu gagal menetas, padahal terjadi perkawinan.
Kemandulan, kegemukan, menu makanan dan minuman yang kurang baik
Ganti dengan kenari jantan dan betina lain dan ganti dengan menu makanan dengan baik
2. Telur yang dihasilkan tidak dapat optimal, tetapi hanya dua atau tiga butir.
Kemampuan kenari jantan dalam proses perkawinan kurang baik
Ganti dengan kenari jantan lain
3. Telur sulit keluar, akhirnya kenari mati
Posisi telur melintang terlalu besar atau lubang anus terbuka kurang lebar.
Kompres perut dan dada dengan air hangat olesi / tetesi anus dengan minyak kelapa pagi dan sore hari.
4. Induk sering naik turun sarang saat mengerami.
Faktor suhu udara yang terlalu panas, letak sangkar tidak nyaman, terganggu suara pasanganya atau karena kutu.
Jika karena suhu panas sangkar dipindahkan ke tempat nyaman, jika karena suara pasanganya, jauhkan pejantan dari kandang jika karena kutu, obati dengan obat pembasmi kutu.
5. Anak kenari mati setelah 2 – 3 hari menetas
Indukan terlalu khawatir terhadap keselamatan anaknya sehingga mengeraminya terlalu kuat atau penerangan kurang cukup.
Tempatkan sangkar dan sarang di tempat yang agak tinggi / lebih tinggi dari kepala orang beri lampu penerangan yang cukup.
6. Kotoran keluar dalam bentuk cair
Terserang penyakit atau keracunan
Obati dengan obat yang cocok, cucilah sayuran yang kemungkinan mengandung pestisida atau obat pembasmi hama.
Anakan Hasil Ternak
Perawatan merupakan faktor yang sangat penting untuk menghasilkan kenari-kenari unggulan. Jika perawatan dilakukan secara benar kondisi kenari akan tumbuh dengan optimal. Kenari-kenari yang dihasilkan dari indukan yang bagus, tetapi tidak diimbangi dengan perawatan yang baik, bisa jadi burung yang kurang bagus. Perawatan yang dimaksud meliputi pemeliharaan mulai dari menetas hingga dewasa, pemberian pakan dan air minum, mandi dan penjemuran, serta penangulangan terhadap gangguan penyakit yang diakibatkan baik dari bakteri, virus maupun kekurangan gizi.
Setelah berusia 25 – 30 hari anakan kenari sudah mulai bisa makan sendiri dan dipisah dari induknya, oleh karena itu sebaiknya usia ini anakan kenari dipindahkan ke tempat lain. Meski sudah bisa makan sendiri anakan kenari ini masih belum pandai dan terbiasa makan sendiri, kitapun harus terus dapat menyuapi setiap saat dengan makanan serupa saat dalam asuhan induknya. Saat menyuapi usahakan jangan terlalu kenyang, tapi juga jangan terlalu sedikit, hal ini dilakukan agar anakan kenari yang mulai makan sendiri tetap mau makan di tempat yang disediakan.
Disamping makanan halus, anakan pada usia ini bisa pula disediakan makanan bentuk biji bijian seperti canary speed, milet dan sayur sayuran seperti selada dan gambas, jangan lupa kuning telur rebus ini sangat baik sekali untuk anakan kenari yang baru keluar dari tempat eraman indukanya. Selain makanan, pemberian air minum pun harus diperhatikan, usahakan air minum diganti tiap hari gunakan air matang atau air mineral bisa juga ditambahkan vitamin seperti AD plek sebanyak 2 -3 tetes. Untuk menghangatkan kondisi kandang pada waktu cuaca dingin bisa digunakan bola lampu sebagai pemanas pada ruangan kandang.***
Ogah Pasang Plang Proyek, Kadis PU Inhil Ancam Tak Akan Layani Pengurusan Termin
Kadis PU Kabupaten Indragiri Hilir, H Tengku Edy
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir, H. T Edy meminta agar rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek dilingkungan dinas PU untuk memenuhi semua ketentuan sesuai kontrak kerja, memiliki rasa tanggung jawab moral serta rasa memiliki akan Kabupaten Inhil.
Pernyataan ini disampaikan oleh mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab Inhil ini kepada detikriau.org saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (14/12). Menurut T Edy, dengan semua itu diharapkan hasil kerja dapat diselesaikan dengan output sesuai dengan yang diharapkan.
“Intinya saya menghimbau agar rekanan tidak hanya sekedar memikirkan untung karena proyek pemerintah yang dikerjakan itu notabenenya adalah uang rakyat dan outputnyapun ditujukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada rakyat. Jadi sudah menjadi tanggungjawab agar pekerjaan harus dikerjakan sesuai ketentuan dengan hasil maksimal sesuai target yang telah ditetapkan,” Himbau T Edy
Terkait kritikan LSM akan banyaknya rekanan yang tidak memasangkan plang proyek dilokasi pekerjaan juga sangat disayangkan T Edy. Menurutnya, Dinas PU sudah memanggil dan memberikan teguran kepada rekanan yang tidak menjalankan keharusan itu.
Kedepan, Dinas PU akan lebih bertindak tegas mulai dengan peringatan keras hingga pemberiaan sanksi jika masih ada rekanan yang membandel. “kalau nantinya masih ada yang belum mau mengikuti keharusan itu, kita akan berikan teguran keras termasuk akan jatuhkankan sanksi penghentian pelayanan pencairan termin pekerjaan. Ini peringatan terakhir kita, kita berharap kedepannya tidak ada lagi rekanan yang mengabaikan keharusan pemasangan plang proyek ini,”Peringati T Edy.(dro/*)
Warga Jalan Perintis Harapkan Pemerintah Perbaiki Jembatan Penghubung Menuju Pasar Kayu Jati
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi jembatan penghubung dari jalan perintis menuju Pasar Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu kini sudah sangat memprihatinkan. Mengingat pentingnya keberadaan jembatan ini bagi warga sekitar, diharapkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.
“Semenjak jembatan penghubung ini kondisinya semakin parah banyak masyarakat yang takut untuk melintas diatasnya. Maklum saja, dengan kondisi seperti ini tentunya kita khawatir jika tiba-tiba saja jembatan ambruk,” Ungkap seorang Ibu, Rosdiana (54) warga jalan perintis ini ketika sempat berbincang dengan detikriau.org di lokasi jembatan.
Menurut Ibu Rosdiana, setiap hari dirinya dan hampir seluruh ibu-ibu dilingkungan tempat tinggalnya selama ini mempergunakan jembatan tersebut untuk menuju ke Pasar Kayu Jati berbelanja keperluan rumah tangga.”Kalau jembatan ini putus, untuk menuju pasar kita terpaksa harus jalan memutar dan tentunya harus mempergunakan kendaraan karena jaraknya cukup jauh. Apalagi untuk wanita seusia Ibu,” Ujarnya.
Disamping sebagai salah satu jalan pintas warga jalan Perintis untuk menuju Pasar Kayu Jati, Jembatan kecil berukuran kurang lebih 1,5 m x 10 m ini juga menjadi jalan pintas bagi pelajar SD yang bertempat tinggal di Jalan Kayu Jati untuk menuju Sekolah Dasar dan PAUD di Jalan Perintis.
“Selama ini warga melalui ketua RT setempat hanya melakukan iuran sukarela untuk sekedar melakukan perbaikan kecil. Namun dengan kondisi yang semakin parah seperti ini tentunya masyarakat seperti kita tidak akan mampu untuk melakukan perbaikan secara total,”Ujar A’am (44) warga jalan Kayu Jati.
Pantauan, kondisi jembatan beton penghubung itu memang cukup mengkhawatirkan. Bagian tengah jembatan sudah terlihat patah dan mulai ambruk. Termasuk bagian pagar pengaman jembatan juga sudah rubuh. Untuk melintasi, warga secara swadaya terpaksa memasangkan papan di badan jembatan agar tidak terperosok ke lubang akibat lantai jembatan yang sudah rapuh. (dro/*)
Penderita DBD Menurunan dibandingkan Tahun 2011
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Penderita penyakit DBD tahun 2012 hampir bisa dipastikan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pernyataan disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Rasul Alim kepada detikriau.org, jum’at (14/12). Menurutnya, penurunan ini tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya arti menjaga kebersihan lingkungan dan berperilaku hidup bersih dan sehat.
Tahun 2011 silam, jumlah suspect DBD tercatat sebanyak 150 pasien dan 82 diantaranya dinyatakan positif. Menjelang berakhirnya tahun 2012, memasuki akhir minggu kedua dibulan Desember, suspect DBD yang tercatat hanya sebanyak 90 kasus dan 42 pasien dinyatakan positif. “berakhirnya tahun 2012 hanya tinggal hitungan minggu. Dengan semua data tercatat, kita berkesimpulan penderita DBD tahun ini hampir bisa dipastikan mengalami penurunan. Alhamdulillah,” Ujar Rasul Alim.
Rasul berpendapat, dengan semakin berkurangnya jumlah penderita DBD tahun ini bisa diartikan bahwa masyarakat sudah semakin mengerti akan pentingnya arti menjaga kebersihan lingkungan dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini ucap Rasul tentunya tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan jajaran dibawah pimpinannya.
Meski Inhil terdata sebagai salah satu daerah endemis nyamuk aedes aegypti jika adanya kepedulian dan kerjasama baik dari seluruh masyrakat selalu menjaga kebersihan lingkungan ia berkeyakinan tahun mendatang pasien penderita DBD akan terus berkurang.”mudah-mudahan suatu saat Inhil bisa dinyatakan bebas DBD. Saat ini kita hanya berupaya untuk bekerja secara maksimal untuk terus mensosialisasikan akan pentingnya kebersihan dan melakukan berbagai upaya pencegahan.”Imbuh Rasul
Diakhir pembicaraan, mantan direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk lebih menggiatkan kegiatan kebersihan seperti pelaksanaan bhakti sosial dan menjaga terus menerus kebersihan lingkungan termasuk menggiatkan 3 M, menguras, menutup dan menimbun. (dro/*)