Budidaya Lele di Kolam Terpal

7www.detikriau.org — Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal – Budidaya lele adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Betapa tidak permintaan pasar akan ketersediaan ikan lele semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ikan lele yang paling mudah dibudidayakan adalah ikan lele dumbo. Selain memiliki tekstur daging yang renyah sehingga diminati banyak orang, ikan lele dumbo juga merupakan jenis lele yang cepat besar, dan dalam perawatannya juga sangat mudah dilakukan.

Meski kondisi air tempat memelihara ikan lele dumbo tidak terlalu bersih, tetapi ikan ini terbukti dapat bertahan hidup dan berkembang dengan baik. Oleh sebab itu memelihara ikan lele di kolam terpal juga sangat layak dilakukan.

Dengan membudidayakan iklan lele melalui terpal, maka salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah usaha ini dapat dijalankan meski modal yang tersedia tidak terlalu besar.

Dalam budidaya ikan lele di kolam terpal dapat dijalani dengan dua tujuan, yaitu sebagai pembibitan dan juga sebagai konsumsi. Bila kita memilih budidaya ikan lele sebagai pembibitan juga merupakan pilihan yang sangat tepat, sebab kebutuhkan akan bibit ikan lele juga selalu semakin meningkat setiap saat. Selain itu budidaya ikan lele dengan tujuan konsumsi juga merupakan pilihan yang tidak salah, sebab kebutuhan akan ikan lele untuk bahan konsumsi juga semakin hari semakin meningkat pula.

Budidaya Iklan Lele Untuk Pembibitan

654321Hal yang perlu diketahui bila ingin membudidayakan ikan lele, khusus pada bidang pembibitan adalah saat pemijahan dan penetesan telur lele. Setelah menetas bibit ikan lele dapat dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihari kembali hingga besar. Karena bibit lele langsung bisa dijual ketika menetas, sehingga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Penyediaan bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm dapat tercapai ketika usia penetasan sudah mencapai sebulan. Umumnya pemeliharaan bibit dilakukan di kolom berlumpur atau sawah yang memerlukan lahan yang relatif lebih luas. Tetapi pemeliharaan bibit ikan lele juga sebenarnya bisa dilakukan di kolam terpal, meski hal ini tidak bisa dilukan dalam jumlah polulasi bibit yang terlalu besar. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memiliharanya pada kolam terpal, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup setiap harinya.

Untuk menjadikan bibit ikan lele hingga ukuran 5-7 cm, maka perlu waktu hingga 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sejatinya sudah bisa dijual sebagai bibit yang mendatangkan profit bagi peternak.

Budidaya Ikan Lele Untuk Konsumsi

Lele untuk keperluan konsumsi dapat dipelihara ketika mencapai ukuran 5-7 cm. Ukuran bibit yang lebih besar, akan lebih baik pula untuk dibudidayakan. Agar panen berlangsung dengan cepat, yaitu sekitar 3-4 bulan masa budidaya, maka ikan harus diberi makanan ekstra dan optimal. Budidaya ikan lele untuk konsumsi dinilai cukup mudah, sebab ikan dengan ukuran lebih besar akan lebih tahan terhadap penyakit.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam terpal, sehingga pembuatan kolam terpal adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

Dalam persiapan kolam terpal dibutuhkan material berupa terpal dan persiapan perangkat pendukung lainnya. Untuk 100 ekor ikan lele, maka kolam yang harus dipersiapkan adalah dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggali tanah dan kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu dan kemudian diberi terpal. Cara menggali tanah yang kemudian diberi terpal adalah cara yang paling tepat karena akan membuat kondisi terpal lebih tahan lama.

Pemeliharaan Ikan Lele

Kolam terpal yang sudah tersedia, kemudian diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebih dahulu. Untuk bibit ikan lele yang berukuran 5-7 cm bisi diisi dengan air 40 cm. Hal ini dilakukan agar anakan ikan tidak merasa capek naik turun dari dasar kolam untuk mengambil oksigen. Seiring dengan pertambahan usia dan juga ukuran tubuh ikan lele, maka kedalaman air kolam juga bisa dilakukan. Perlu disediakan pula rumpon atau pelindu untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.

Pemberian pakan pelet dilakukan 2 kali sehari. Lebih bagus dilakukan pemberian makanan lebih dari dua kali sehari, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain, dapat dilakukan untuk menambah makanan alami untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele akan lebih cepat.

Penggantian air kolam terpal juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam terpal tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.

Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda.Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu bulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

Sumber: http://karodalnet.blogspot.com/2012/08/cara-budidaya-ikan-lele-di-kolam-terpal.html




September 2013, PLTU Parit 23 Diperkirakan Mulai Oprasi

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –September mendatang, diperkirakan satu unit mesin PLTU Parit 23 Tembilahan yang berkafasitas 7 MW sudah beroprasi. Hal ini didukung pada proses pembangunanya yang telah memasuki pengerjaan pada bagian pondasi.

“Ini baru perkiraan. Mudah-mudahan dapat terealisasi sesuai harapan,”Ujar Manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul kemarin.

Ditambahkannya, berkemungkinan untuk tahap awal, disamping untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sebagian daya akan disalurkan bagi daerah yang benar-benar belum dialiri listrik.

“Masalah jaringan dari Parit 23 hingga PLTD gunung Daek kini dalam tahap pengerjaan. Semuanya dilakukan secara bertahap, karena menyangkut dengan pembebasan lahan warga,” papar Husnul.

Dipastikan jika proyek PLTU ini sudah bisa dioperasionalkan secara maksimal tentu dampaknya akan sangat dirasakan oleh sebahagian besar masyarakat Inhil khususnya kota Tembilahan dan sekitarnya. (dro/*1)




Dua Tahun, Pencapaian Target Retribusi Tera Ulang Nihil

tera ulangTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pencapaian Retribusi Daerah Tera Ulang di Kabupaten Inhil yang di targetkan sebesar Rp.100 juta per tahunya, hingga dua tahun belakangan ini masih nol persen.
“Penyebabnya dikarenakan kewenangan tersebut berada di Provinsi Riau,” ujar Kadispenda Inhil, Fajar Husin, jum’at (18/1)

Selain itu, ia juga mengakui, bahwa retribusi daerah tahun 2012 lalu juga belum mencukupi target yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini terlihat dari hasil pencapaian retribusi daerah Kabupaten Inhil yang hanya mencapai 87,51 persen atau Rp. 17.127.485.216,- dari target Rp. 19.572.402.356,-

“Untuk pencapaian retribusi daerah di Kabupaten Inhil tahun 2012 kemarin,  juga belum tercapai secara maksimal, akibat tidak tercapainya target pencapaian retribusi daerah di beberapa Satker, seperti Disperindag, Dishubkominfo dan Kesehatan. Dimana target retribusi daerah di tahun 2012 hanya terealisasi 87,51 persen,” papar Fajar Husin.

Sementara pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2012 Kabupaten Inhil, menurutnya, mengalami overlimit yakni terealisasi sebesar Rp.60.121.908.944,-dari target semula Rp.57.777.971.850,-

“Untuk PAD kita terealisasi lebih dari target yang telah di tetapkan, yakni sebesar 104,06 persen dari target sebesar Rp.57.777.971.850,- dalam Perubahan APBD Kabupaten Inhil tahun 2012,” pungkas Fajar Husin.(dro/**)




PPABMD Langkah Penertiban Administrasi

TEMBILAHAN(www.detikriau.org)– Pelatihan peningkatan pengelolaan aset dan barang milik daerah (PPABMD), dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) sangat perlu. Karena selain bertujuan tertib administrasi juga menertibkan segala barang yang menjadi aset daerah.

“Bagi seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang dibebankan sebagai salah satu unsur pengelalo barang milik daerah diharapkan memiliki skill dan kemampuan dalam hal itu. Terutama pada satuan kerja masing-masing, sehingga pengelolaan barang milik daerah dapat berjalan secara efisien,”kata Asisten I Setdakab Inhil, H Said Islamil, usai membuka pelatihan tersebut kemarin.

Dengan mempelajari undang-undang (UU) atau peratauran pemerintah (PP) dan peraturan meteri dalam negeri (Permendagri) yang berkaitan dengan pengelolaan barang milik daerah dapat menambah wawasan kepada mereka.

“Mereka harus dapat menjalankan tugas dan perannya. Sehingga profesionalitas dan akuntabel benar-benar dapat terwujud,”pungkasnya.(dro/*1)

 




Kodim Inhil Fasilitasi Penekenan MoU dan Pelelangan Parkir Kota Tembilahan

Dandim F.V Tarigan didampingi Kadishub Inhil dan beberapa intasi terkait berfoto bersama beberapa perwakilan pengelola parkir usai acara pelelangan parkir di Makodim 0314 Inhil,  jumat (18 jan 2013)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0314 Indragiri Hilir (Inhil), Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan, menggelar kegiatan penandatangan nota kesepakatan dan pelelangan beberapa titik lahan parkir diwilayah kota Tembilahan. Kegiatan tesebut merupakan tindak lanjut Kodim yang sebelumnya menyatakan diri untuk siap membantu pemerintah daerah dalam menertipkan perparkiran di Tembilahan dan sekitarnya.

Kegiatan yang digelar di Markas Kodim 0314 Inhil, dihadiri oleh seluruh unsur muspida terkait, kepolisian resort Inhil, dan seluruh perwakilan pengelola parkir yang ada ditembilahan dan sekitarnya.

Sesuai dengan kesepakatan semua pihak pada pertemuan sebelumnya, Pengelolaan parkir yang akan dikelola oleh Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad), pengelolaan beberapa titik parkir yang dianggap strategis seperti,  Kahuripan (Jl Pasar Tengah), lokasi Pasar Ikan (Jl Yos Sudaraso) dan Air Mancur (Jl Jendral Sudirman), dilakukan dengan sistim lelang. Pengelolaan tersebut akan diprioritaskan kepada pengelola yang dapat memberikan harga kontrak tertinggi dalam satu tahun kedepan.

Dandim F.V Tarigan didampingi Kadishub Inhil dan beberapa intasi terkait berfoto bersama beberapa perwakilan pengelola parkir usai acara pelelangan parkir di Makodim 0314 Inhil,  jumat (18 jan 2013)
Dandim F.V Tarigan didampingi Kadishub Inhil dan beberapa intasi terkait berfoto bersama beberapa perwakilan pengelola parkir usai acara pelelangan parkir di Makodim 0314 Inhil, jumat (18 jan 2013)

“Artinya siapa yang mampu memberikan retribusi yang lebih tinggi tanpa memaksakan diri, itu lah yang disepakati calon pengelola parkir yang berhak menjadi pengelola,” Jelas Dandim.

Dandim juga menjelaskan, dalam pengelolaan lahan parkir tersebut para pengelola juga diwajibkan untuk mentaati peraturan yang ditandatangi dalam bentuk MOU yang dibentuk berdasarkan perda yang berlaku dan masukan dari beberapa intansi terkait. Hal ini guna menghindari terjadinya permasalahan dikemudian hari yang dapat merugikan semua pihak.

“Tidak ada satupun kepentingan atau keuntungan kita disini, kita hanya ingin membantu mewujudkan keinginan pemerintah daerah. Dan disini pun kita bersama sama dengan beberapa pihak terkait, jadi bukan Primkopad saja,” jelasnya.

Sementara itu Kadishubkominfo Kabupaten Inhil, Pahrolrozy menghimbau kepada seluruh pengelola khususnya pemenang lelang parkir, agar dapat mengetahui peraturan yang akan disepakati antara pihak Primkopad dan pengelola.

“Kita bersama instansi keamanan lain tetap akan bertindak tegas terhadap pengelola yang melakukan pelanggaran,” jelasnya.(dro/Ms)




Kaya Hasil Perikanan, Bupati Yakini IQ Warga Inhil Sangat Baik

indexTEMBILAHAN(www.detikriau.org)– Warga Indragiri Hilir diminta tidak merasa rendah diri dalam menghadapi beragam persaingan. tingkat  kualitas intelegensi warga daerah ini sangat  baik. Fenomena itu  berdasarkan pada fakta empiris, sejak kecil warga daerah ini sudah mengonsumsi makanan kaya protein seperti kerang, udang, ikan.

Seluruh makanan tersebut sangat diperlukan dalam membantu tingkat kecerdasan anak saat dewasa. Kerang, udang dan ikan merupakan salah satu hasil utama Inhil selain perkebunan kelapa. Hanya saja, selama ini kesempatan warga untuk membuktikan kualitas dirinya sangat terbatas akibat sangat sedikit yang menyelesaikan pendidikannya.

Apabila serius dalam belajar, Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH sangat yakin warga bakal berhasil. Mahasiswa daerah ini yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa maupun Sumatera sudah membuktikan telah bisa bersaing. Sayangnya, beberapa waktu lalu jumlah warga yang menempuh pendidikan tinggi sangat terbatas karena beragam alasan.

“Yakinlah, kualitas IQ warga kita sangat baik. Karena itu, anugerah tersebut harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Menempuh pendidikan sangat penting untuk memanfaatkan potensi yang sudah ada itu “kata Bupati, H Indra Muchlis Adnan SH.

Sudah banyak pula warga asal Inhil yang sukses di tingkat Provinsi bahkan Nasional. Hal itu dinyatakan sebagai bukti lainnya, kualitas pemikiran dan IQ warga daerah ini sangat baik.

Erat kaitannya dengan bagusnya kualitas IQ warga tersebut. Pemkab Inhil pun sudah meluncurkan gerakan satu rumah satu sarjana. Program tersebut selain bertujuan memberdayakan warga, juga berupaya menciptakan kesempatan kepada warga meraih peluang yang terpampang di depannya.

“Tidak ada alasan bagi kita sebagai warga Inhil merasa rendah diri bersaing. Beragam peluang dan tantangan yang ada mesti diambil dan dihadapi” jelas Indra Muchlis Adnan.

Pun begitu dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, diminta untuk diikuti. Itu menurut Bupati merupakan bekal penting untuk bersaing.  Apabila sudah menempuh pendidikan, Indra Muchlis Adnan sangat optimis warga bakal bisa meraih kesuksesan.

Sehebat apapun intelegensi seseorang, lanjut Bupati akan tidak ada artinya dalam meraih kesempatan apabila tidak ditopang dengan pendidikan yang baik. Kepada semua orang tua di daerah ini dimintanya memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka untuk meraih pendidikan yang baik, tidak menghalangi.(dro/rls/*1)