Empat Atlet Pospeda Inhil Masuk Tim Pospenas

Kadisporabudpar Inhil, Mukhtar T
Kadisporabudpar Inhil, Mukhtar T

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Empat Atlet Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) direkrut untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) di Gorontalo mendatang.

Adapun Atlet Pospeda Inhil tersebut adalah Nurul Huda, M Nasruddin dan Akbar Riandi. Ke tiga atlet bulu tangkis asal Negeri Seribu Jembatan itu merupakan atlet yang berprestasi dan berhasil meraih mendali emas pada Pospeda Riau ke VI 2012 kemarin. Satu atlit lainnya adalah Dedi Reza Saputra, atlet Pospeda Inhil yang mampu mengondol medali emas di cabang olah raga atletik.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, H Muktar T, menyatakan Pospeda merupakan salah satu tahap seleksi bagi atlet yang akan diturunkan pada Pospenas di Gorontalo 2013 ini. Sebab menurutnya, seleksi keabsahan pemain dilakukan lebih ketat. Hal itu untuk menghindari atlet yang bukan dari pondok bisa mengikuti Pospeda.

“Yang pasti kita cukup bangga dengan apa yang adik-adik kita berikan. Mereka telah mampu menjadi duta Inhil pada ajang yang cukup bergengsi,” kata Muktar Senin (7/1).

Dukungan dan motivasi kepada santri agar bisa lebih berprestasi tidak hanya semata dari kalangan sekolah, mapun orang tua. Namun perlu adanya dukungan dari pihak ke tiga, karena olahraga dan seni memerlukan biaya. Tidak hanya itu, lahirnya prestasi juga memerlukan persiapan  yang matang.

“Pemkab akan memberikan dukungan. Paling tidak kita akan menjalin kerjasama dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag),”cetusnya.

Lebih lanjut dikatakanya, tujuan lain terselenggaranya kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturahim santri ponpes dan TPQ se Tanah Air. Melalui forum itu, para santri bisa mengenal satu sama lain. “Tentunya kita berharap ajang itu juga menjadi ajang saling memberi masukan satu sama lain atas permasalahan yang muncul pada lembaga masing-masing.(dro/*1)




Kesadaran Masyarakat Masih Kurang Hadiri Sidang Tilang

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dari 2.348 perkara tilang yang di putus Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan sepanjang tahun 2012, ternyata masih minimnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti proses sidang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PN Tembilahan Djoni Witanto, kemarin. Menurutnya, disamping pelangga meski banyak perkara tilang sepeda motor akibat berbagai pelanggaran, namun tidak kalah juga dengan jumlah kendaraan angkutan barang yang tidak bisa menunjukan kelengkapan kendaraaan.

“Proses sidangya, masyarakat kita berikan pemahaman. Agar kedepan mereka bisa mentaati aturan dan ketentuan, seperti kestandaran kendaraan itu sendiri,” jelasnya.

Umumnya kendaraan roda dua melakukan pelanggaran atas kelengkapan surat-surat, knalpot, spion, helm dan surat izin mengemudi (SIM). “Seputar kelengkapan kendaraan. Saya rasa tidak rumit, mereka cukup hadir dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa,”ujar Djoni.(dro/*1)




Perlu Regenerasi Kepemimpinan di Tubuh NU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai salah satu organisasi besar yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, PC Nahdatul Ulama (NU) perlu melakukan regenerasi kepemimpin. Sudah saat NU Inhil meski dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang kompeten dalam rangka menjawab tantangan yang dihadap umat Islam kedepan.

Sebagimana mana diketahui, akan dilaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) PC NU Kabupaten Indragiri Hilir yang rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Januari mendatang. Berkembang di tengah masyarakat Nahdiyin tuntutan perlunya regenerasi dalam tampuk pimpinan NU.

“Kita sangat berharap kedepan NU dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang berkompeten, terutama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah umat Islam saat ini,” ujar Firmansyah AMa, salah seorang tokoh muda Inhil, Senin, (7/1).

Ketika disinggung siapa tokoh muda yang dinilai pantas dalam memimpin NU, Firmansyah mengungkapkan, salah satunya adalah ustad Efendi LC. Yang bersangkutan menurutnya, punya kapabilitas untuk memimpin organisasi semacam NU. Apalagi yang bersangkutan memang dikenal sebagai ulama yang memang tidak diragukan keilmuannya di daerah ini.

“Masih banyak sebenarnya tokoh-tokoh muda yang layak dan mampu dalam memimpin NU. Tinggal saja apakah memang dikalangan warga NU sendiri apakah memang ingin mempercayakan kepemimpinan NU kepada yang bersangkutan atau tidak,” tambah Firmansyah yang dikenal sebagai aktivis kemasyarakatan ini.

Dalam kesempatan ini, ia berpesan kepada kepengurusan NU kedepan nantinya, agar roda organisasi dapat dijalankan sesuai dengan koridur visi misi yang diemban NU. Jangan sampai organisasi NU dibawa ke dalam polotik praktis, yang tentunya akan berdampak kurang sehat bagi kepentingan organisasi.

“Saya cuma minta nantinya, NU jangan dilibatkan dalam politik parktis hanya untuk kepentingan kalangan tertentu. Hal semacam itu tentunya akan sangat tidak baik, bagi perkembangan NU kedepan sebagai sebuah organisasi,” tambahnya.(dro/*2)




Samsurizal Awi Pantas Pimpin NU Inhil

NUTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Kofercab) PC NU Kabupaten Indragiri Hilir yang rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Januari mendatang, memunculkan banyak kandidat. Salah satunya adalah nama H Samsurizal Awi, salah seorang tokoh masyarakat yang low profil dan selama ini kenyang dalam memimpin berbagai organisasi di daerah ini.Pernyataan ini disampaikan oleh seorang tokoh pemuda Inhil yang juga mantan Ketua Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama periode 2005-2007, Hidayat Hamid SPdI, kepada Vokal, Ahad, (6/1) di Tembilahan.

Menurut Hidayat, salah satu hal yang sangat menarik dari kepribadian  Samsurizal Awi adalah sikap keseharian yang dekenal sangat low profil. “Tentunya sebagai organisasi kemasyarakatan yang sangat berpengaruh di Inhil, dibutuhkan tokoh seperti itu. Sehingga kedepan organisasi NU semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi umat dan juga Inhil,” ujar Hidayat Hamid yang juga diketahui sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan.

Dikatakannya lebih jauh, pengalaman yang bersangkutan dalam memimpin berbagai organisasi seperti Ketua Bazda Kabupaten saat ini, pernah aktif dalam kepengurusan IPNU serta juga menjabat sebagai Sekretaris Mabicab Pramuka Inhil tentu menjadi nilai tambah. Harus diakui, peranan seseorang yang mengerti dalam sebuah organisasi sangat penting bagi perkembangan organisasi.

Katanya lagi, di dalam menjalankan sebuah organisasi tentunya tidak mudah. Jangan sampai sebuah organisasi malah dipimpin oleh orang yang tidak punya latar belakang organisasi yang baik. Akibat yang timbul, berapa banyak organisasi yang hanya punya nama, tapi tidak jelas visi dan misi yang mereka emban.

“Salah satu penyebab kenapa ada organisasi yang tidak jelas program dan apa kontribusi mereka selama ini bagi kemajuan daerah, dikarenakan kelemahan pemimpin mereka yang tidak punya latar belakang organisasi yang baik. Tentunya NU sebagai organisasi umat yang sangat berpengaruh, jangan sampai terjadi seperti yang saya sebutkan di atas tadi,” tukasnya.

Selain itu nilai tambah dari Samsurizal Awi, yang bersangkutan punya kemapanan ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, persoalan finansial sering menjadi persoalan yang cukup mengganggu roda organisasi. Jalannya sebuah organisasi, sangat berpengaruh dengan persoalan pendanaan yang dimiliki.

“Kita tidak bisa pungkiri, roda organisasi akan berjalan sesuai dengan harapan kalau memang dipimpin oleh orang yang secara finansial memadai. Bukan berarti, finansial menjadi landasan utama. Tapi itulah fakta yang ada di lapangan selama ini,” pungkas Hidayat.(dro/*2)




Anti Korupsi Bukan Sekedar Slogan, Bupati Inhil Pinta Seluruh Satker Sampaikan laporan

Bupati Inhil, DR. H. Indra Muchlis Adnan
Bupati Inhil, DR. H. Indra Muchlis Adnan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati kabupaten Indragiri Hilir, DR H Indra muchlis Adnan memerintahkan kepada semua Satker untuk menyampaikan laporan kegiatan yang dilakukan terkait tindaklanjut penandatanganan Fakta Integritas Anti Korupsi. Menurut Bupati, kesepakatan itu bukan hanya sekedar slogan.

Inspektorat dan BKD adalah dua lembaga yang diminta berperan dalam memantau apa yang sudah dilakukan oleh Satker. Khusus Inspektorat, petugas Intel yang ditunjuk diperintahkan agar bertugas dengan baik. Apabila menemukan ada indikasi tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat maupun non pejabat diinstruksikan cepat bertindak.

” Penilaian berhasil tidaknya usaha kita mencegah tindakan korupsi bukan diukur dengan seberapa banyak mereka yang terhukum. Melainkan seberapa banyak kita berhasil melakukan pencegahan. ” jelas H Indra Muchlis Adnan SH belum lama ini di tembilahan.

Bupati juga melakukan himbauan kepada seluruh masyarakat Negeri Seribu Jembatan untuk berperan aktif. Misalnya, apabila mengurus sesuatu dan tidak terdapat aturan yang mengharuskan melakukan pembayaran, harus berani untuk tidak melakukan pemberian. Terkecuali memang ada aturan jelas adanya pungutan.

“Misalnya waktu ngurus KTP, supaya cepat lalu memberikan uang sepuluh ribu rupiah. Walau itu kecil nilainya, tetapi kalau sudah dibiasakan, ini jelas bentuk pelanggaran aturan. Jadi seminimal mungkin harus dijauhkan suap menyuap. Itu awal dari tindakan melanggar hukum”ungkap Bupati Inhil.

Apabila tindakan kecil ilegal itu dianggap sudah biasa. Lama kelamaan menurut dia bakal mengarah pada hal yang lebih besar. Oleh sebab itu seorang PNS harus istiqomah dalam bertugas Tidak berusaha mendapatkan honor yang tidak ada dasar hukumnya .

Rambu berupa aturan yang dibuat disebut Indra Muchlis Adnan untuk dipatuhi, bukan sebaliknya. Kebahagiaan menurut dia tidak akan dicapai apabila materi diperoleh dengan cara tidak halal. Apabila seorang PNS dalam bertugas senantiasa berada pada relnya, saat sudah tidak lagi bertugas, ketenangan yang sesungguhnya dinyatakan bakal dapat diraih.(dro/*1)




2012, PN Tembilahan Putus 237 Kasus Narkotika

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepanjang tahun 2012, sebanyak 328 kasus masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan. 237 kasus diantaranya merupakan kasus Narkotika.

“Sebanyak 237 kasus narkotika itu sudah kita putus sedangkan 91 sisanya merupakan kasus tindak pidana kriminal biasa, seperti pencurian dan toto gelap (togel)”Sebut Ketua PN Tembilahan, Djoni Witanto, SH akhir pekan kemaren

Sedangkan untuk kasus Tilang, terdata sebanyak 2.348 kasus dan perkara perdata sebanyak 406 kasus. “Untuk kasus tilang memang ada penurunan dibandingkan tahun 2011 yang mencapai sebanyak 3.405 tilang. “ Pungkasnya. (dro/*1)