Warga Disarankan Pergunakan Lembaga Keuangan

Gambar: RPG
Gambar: RPG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir mengimbau kepada kalangan warga menggunakan lembaga keuangan dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Lembaga keuangan tersebut bisa perbankan atau lembaga lainnya.

Mereka yang tinggal di pedesaan, biasanya begitu menjual hasil panennya mengantongi uang tunai dalam jumlah yang cukup banyak. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan disarankan menyimpan uangnya pada lembaga di atas.

Di Inhil,  mayoritas warga berprofesi sebagai petani kelapa. Setiap tiga bulan, hasil panen berupa kopra dijual ke penampung. Biasanya jumlahnya cukup banyak. Pada beberapa kasus sering terjadi uang kontan hasil penjualan hasil kebun petani tersebut dicuri atau dirampok.

Demi menghindari hal itulah disarankan kepada warga supaya selalu menabung uang tersebut pada tempat yang aman. Untuk menabung dinyatakan tidak sulit. Apabila warga tidak mengetahui caranya dapat bertanya kepada warga lainnya yang sudah berpengalaman

“Kalau sudah menjual kelapa atau sawit, janganlah berbangga-bangga banyak uang. Lebih baik uang tersebut disimpan supaya bisa digunakan untuk menyekolahkan anak kita atau memenuhi kebutuhan lainnya”ujar Bupati, H Indra Muchlis Adnan.

Apalagi saat ini harga kelapa petani masih belum sesuai harapan. Uang hasil penjualan tersebut sepantasnya disimpan secara baik. Bupati pun mengimbau kepada warga tidak menggunakan perhiasan yang menyolok saat akan bepergian maupun ketika akan bekerja.

Hal itu menurutnya akan mengundang tindak kejahatan. Dalam pandangan Bupati, selayaknya perhiasan dimaksud disimpan dan tidak terlalu dipamerkan warga. Beberapa kasus penjambretan maupun pencurian dinyatakannya harus menjadi perhatian bersama warga agar tidak mengalami kejadian serupa.

Pelaksanaan Siskamling disebut Indra Muchlis Adnan harus tetap diterapkan. Banyak keuntungan yang dirasakan warga dalam menerapkan pola itu. Bukan saja dapat mencapai suasana yang kondusif, tetapi juga bisa merekatkan kebersamaan diantara warga.

“Kalau mau pergi, titipkan rumah ke tetangga. Jangan dibiarkan kosong begitu saja”jelas Bupati. (dro/*1/rls humas Pemkab Inhil)




Distamben Tambah 23 Titik Meterisasi PJU

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Tahun ini, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menganggarkan tambahan penerapan sistem meterisasi lampu penerang jalan umum (PJU) di Kota Tembilahan sebanyak 23 titik.

Penambahan meterisasi tersebut diharapkan sebagai control standar pembayaran beban listrik Pemkab Inhil, kepada pihak PLN agar lebih efektif dan efesien.

Kepala Distamben Inhil, H Ecik Kamal Syahindra, mengatakan selama ini sistem pembayaran beban perhitungan tersebut dilakukan oleh pihak PLN secara manual dan rentan terjadi selisih, sehingga bisa merugikan siapa saja, baik masyarakat maupun PLN itu sendiri.

“Program ini lanjutan dari program tahun sebelumnya (2012, red) yang jumlahnya sebanyak 50 titik. Kita berharap setelah sistem meterisasi PJU nanti berjalan maksimal, penghitungan beban dan biayanya bisa sama dengan lampu-lampu maupun meteran yang berada pada pelanggan,”ungkapnya Jumat (25/1) diruang kerjanya.

Total pemasangan meterisasi PJU selama tahun 2012 dan 2013 berjumlah 82 titik untuk Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Setelah secara total dua kecamatan ini meterisasinya terpasang, pihak Distamben akan kembali memikirkan pemasangan meterisasi di berbagai daerah dan kecamatan luar Tembilahan.

Sebelumnya anggapan lain, sebelum diberlakuknya sistem meterisasi bahwa pembayaran PJU tidak wajib alias tidak bayar, padahal menurut Encik Kamal pembayaranya dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Dengan demikian kedepan anggapan itu tidak ada lagi. Di contohkanya, sebelum sistem meterisasi diterapkan penghitungan PLN untuk sebuah lampu PJU jenis mecury PLN bisa menghitung melalui rumusan 12 jam kali daya yang terdapat pada lampu itu.

“Tapi dengan penerapan meterisasai semuanya dihitung secara otomatis dan terkontrol,”tukasnya.

Kecamatan Tanah Merah, Kateman, Reteh, Keritang dan lain-lainya akan diupayakan untuk sistem tersebut. “Untuk tahap awal kita masih membutuhkan tenaga manusia yang bertugas untuk menyalakan lampu dan melakukan pemadaman ketika siang maupun pada malam hari.

Ketika ditanya mengenai alat otomatis, dikatakan Encik Kamal, alat itu tidak terlalu efektif, sebab selain cepat rusak juga rentan dengan terjadinya gangguan sistem sehingga lebih tepat jika menggunakan tenaga manusia. (dro/*1)




Februari diharapkan APBD Inhil Sudah Bisa dipergunakan.

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Sekretaris Daerah (Sekda) KabupatenIndragiri Hilir, H Alimuddin RM meminta seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk segera mempersiapkan segala kebutuhan penunjang penggunaan APBD.

Diharapkan, bulan Februari mendatang, APBD sudah bisa digunakan. Semakin cepat semakin baik. Namun harus tetap mengacu kepada aturan yang berlaku. Tidak boleh karena ingin cepat hasilnya malah tidak bagus dan terkesan sembarangan.

Juga dihimbau agar semua pihak terkait untuk bersunguh-sunguh dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. Terutama dalam memilah dan mengakomodir kebutuhan maupun aspirasi masyarakat berdasarkan skala prioritas program pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.

“Peningkatan pelayanan publik, tentu bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Karenanya, penggunaan anggaran pembangunan harus dimanfaatkan seefektif mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan merata oleh warga,” Ujar  Sekda.

Dalam kesempatan itu, mengingat keterbatasan Anggaran Pembangunan Daerah, Sekda juga menghimbau kepada seluruh Satker untuk tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari APBD Inhil semata-mata tetapi juga harus mampu untuk memperjuangkan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi  maupun APBN demi mempercepat pembangunan dengan tujuan akhir kesejahteraan masyarakat.(dro/*1)




Jalan Sei Terap-Sei Asam Kecamatan Reteh Butuh Perhatian

--TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jalan penghubung Desa SungaiTerap menuju Sungai Asam, Kecamatan Reteh memerlukan perhatian serius, baik oleh kalangan DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kerusakan yang terjadi pada badan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapat perhatian. Untuk menempuh jalur yang panjangnya hanya kurang lebih 8 KM, dibutuhkan waktu satu hingga dua jam perjalanan.

“Jalanya kecil, hanya jalan setapak saja. Kalau musim panas kondisinya bisa dilewati dengan menggunakan sepeda ontel, namun kalau musim penghujan untuk berjalan kaki saja sulit,”ungkap Yadi, warga sekitar Jumat (25/1).

Yang lebih memprihatinkan, jalan setapak yang dikatakan Yadi, merupakan jalan yang melintas disekitar perkebunan kelapa warga. Sehingga lebih tepat jalan itu merupakan jalan swada masyarakat. Dimana pembangunan dilakukan warga setempat secara bergotong royong. Padahal jalan tersebut merupakan jalan penghubung Desa. “Budaya masyarakat disini ya seperti itu. Kalau untuk kepentingan umum cara membangunya dengan kerja bakti,” tukas Yadi.

Terpisah, Camat Reteh, Kamren membenarkan jalan penghubung Desa Sungai Terap dengan Desa Sungai Asam saat ini dalam kondisi yang kurang bagus.  “Jalan itu merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Sungai Terap dengan Sungai Asam. Dimana letaknya melintasi areal perkebunan warga. Meski masih bisa dilewati, namun sangat butuh perhatian,”jelasnya.

Tidak hanya itu, jalan pengubung Kecamatan Reteh dengan Kecamatan Keritang. Jalan Penunjang yang panjangnya sekitar 34 kilo meter juga sangat memprihatinkan. Saat ini kondisinya kini juga dalam keadaan rusak. (dro/*1)




Tawaran Islah Tak di Gubris, 13 PK Tetap Ngotot Lengserkan Raus

gambar: kanalinformasi.com
gambar: kanalinformasi.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski upaya islah terus digaungkan Ketua DPD II Partai Golkar Indragiri Hilir (Inhil) HM Raus Walid, namun tidaklah membuat 13 Pimpiunan Kecamatan (PK) luluh. Sejauh ini mereka tetap berjuang keras untuk menggulingkan Raus Walid.

Alasan lain Musdalub Golkar Inhil dapat dilaksanakan, menurut juru bicara (Jubir) kelompok ini Asmail Khairi, mereka telah membuat mosi tidak percaya atas kepemimpinan Raus Walid. Apalagi diakuinya, mereka belum menerima surat jawaban secara resmi dari DPD I Partai Golkar Riau.

“Kami (13 PK, red) tetap berusaha maksimal agar Musdalub ini bisa terlaksana. Semuanya demi kebaikan dan kemajuan partai dimasa mendatang,” sebut Asmail Kamis (23/1).

Dia mengakui, akibat dari desakan tersebut unsur pimpinan DPD I Partai Golkar Riau, belum lama ini sudah mengadakan verifikasi kepada kelompok pengusung lahirnya Musdalub, kepengurusan DPD II Partai Golkar Inhil dan beberapa PK Partai Gokar yang menolak adanya Musdalub.

Katika ditanya hasil dari verifikasi itu, dia menjawab belum ada keterangan resmi dari pihak DPD I Partai Golkar. Tapi menurut dia lagi segala ketentuan maupun kebijakan partai tetap akan dikeluarkan secara prosedural, baik melalui mekanisme dan rapat pengurus.(dro/*1)

Demi Partai, Pak Wo Tawarkan Islah Kepada Kelompok Penggagas Musdalub




Pertumbuhan UMKM Inhil Melaju Pesat

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Terdata, diseluruh Kabupaten Indragiri Hilir saat ini terdapat lebih dari 800UMKM dengan aktifitas perdagangan barang dan jasa.

Karena itu Inhil sangat memiliki potensi perdagangan yang cukup besar baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan luar negeri. Semua itu dapat dilihat dari meningkatnya aktifitas pasar dan komoditas yang diperdagangkan dengan nilai-nilai yang cukup besar. Sehingga mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah dan devisa Negara.

Hal ini disampaikan oleh Sekdakab Inhil, H ALimuddin RM, saat melakukan ekpose pertumbuhan pembangunan di Inhil belum lama ini. Murut Sekda, menumbuhkan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus mendapat dukungan dari semua kalangan.

“Guna mendukung hal itu, beberapa factor yang harus ditempuh seperti, mewujudkan daya saing daerah, penyelenggaraan pemerintah yang demokratis, pemerataan pembangunan termasuk hasil-hasilnya dan terakhir menjadikan daerah yang memiliki peran penting pada tingkat regional internasional.” Papar Sekda.

Disebutkan Sekda juga, meningkatnya pertumbuhan investasi di Inhil harus diakui berkat adanya dukungan dan komitmen pemerinmtah khususnya pemerintah daerah. Pemerintah yang pro-investasi dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat atau swasta dalam menanamankan modal yang juga ditunjang oleh sumber daya alam (SDA).

“Pembangunan infrastruktur terus dilakukan oleh Pemkab Inhil, sebagai salah satu upaya menunjang aktifitas masyarakat dan menarik minat investor untuk berinvestasi. Pembangunan jembatan, jalan, listrik, penyedia air bersih dan infrastruktur lainya sangat memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi masyarakat,”tukasnya.(dro/*1)