Kecamatan Keritang Ibu Kota Insel Sementara

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Jika pemekaran Kabupaten Inhil Selatan (Insel) benar-benar terealisai, Kotabaru Reteh dan Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang akan dijadikan sebagai pusat Ibu Kota Insel sementara.

Penunjukan Ibu Kota sementara itu dilihat dari beberapa faktor, antara lain seperti ketersediaan perbankan dan infrastruktur perkantoran. Meski demikian, menurut Asisten I Setdakab Inhil, H Said Ismail, bukan berarti Kecamatan Kemuning, yang berdasarkan hasil kajian pihak akademisi independent tidak memiliki hal tersebut, namun lenbih pada persiapan administrasi.

“Memang berdasarkan hasil kajian, Kemuning adalah daerah yang direkomendasi sebagai Ibu Kota Insel kelak. Sepanjang itu direstui pemerintah pusat, semua akan berjalan baik, namun kalau pusat menilai tidak layak, bisa saja Ibu Kota itu dipindah kedaerah lain,”ungkap Said Islmil, Selasa (29/1).

Berdasarkan hasil rapat pihak Pemkab Inhil dengan Badan Persiapan Pemekaran, kata Said, diputuskan bahawa penentuan Ibu Kota Kabupaten baru merupakan hak Pemkab Inhil. sehingga, untuk menentukan itu dilakukan pengkajian oleh lembaga independent dari Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan.

Meski, diakuinya ada pemandangan lain dari pihak Provinsi Riau, mengenai letak Ibu Kota Kabuapeten Insel. Namun hal itu tidak menjadi persoalan, hanya saja saat ini bagaimanapun caranya Insel harus dimekarakan untuk memperpendek rentan kendali pemerintahan.

“Kalau kita sepakat tidak akan mempermasalahkan dimana latak Ibu Kotanya. Yang jelas bagaimana bisa mekar. Timbulnya nama Kemuning, sebagai Ibu Kota bukan permintaan Pemkab Inhil, melainkan hasil dari kajian tim Independent,”tegasnya.(dro/*1)




Lagi, Bisnis Investasi “Nyeleneh” diduga Sikat Milyaran Rupiah Uang Nasabah

petugas kepolisian Polres Inhil saat memasang Police Line di Kantor Koperasi Amanah Jalan Mandala Tembilahan
petugas kepolisian Polres Inhil saat memasang Police Line di Kantor Koperasi Amanah Jalan Mandala Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Belum usai kisah Platoon Niaga Berjangka (PNB) dan Virgin Gold Minning Corporation (VGMC), seribuan masyarakat Inhil kembali tertunduk lesu. Untung menggiurkan dari tawarkan ivestasi Koperasi “Amanah”-pun kini membuat cerita duka baru. Puluhan milyar uang nasabahnya hampir bisa dipastikan kembali akan ra’ib.

Kisah gundah ini mulai terendus beberapa bulan yang lalu. Bisnis Investasi “nyeleneh” yang dikabarkan berbadan hukum koperasi yang pada awalnya rutin memberikan pengembalian investasi yang membuat tersenyum dan kantong tebal kepada nasabahnya ini mulai terlihat terseok-seok . dividen yang awalnya tepat waktu mulai diberikan melalui penjadwalan secara bertahap. Bahkan belakangan, pembayaran dividen beberapa kali mengalami penundaan. Dan akhirnya diduga, terhenti seiring hilangnya kabar berita pimpinan dan beberapa konco dekatnya.

Kisah seorang nasabah yang enggan mempublikasikan namanya, kabar terakhir kepada mereka disebutkan sang pimpinan Koperasi berinisial “s” mengalami kecelakaan di luar kota. Beberapa hari menjelang kantor Koperasi sekaligus tempat tinggal pimpinan yang beralamat di Jalan Mandala Tembilahan ini habis dijarah nasabahnya, 5 orang dekatnya  dikabarkan juga berangkat untuk menjenguk sang pimpinan.

“Sejak sore kemaren ( ahad 28/1) saya sudah menunggu di kantor Amanah. Saya curiga karena tidak satupun nomor handphone mereka dapat kita hubungi. Saya bersama puluhan nasabah lainnya menunggu hingga hampir larut malam. Karena capek, sayapun pulang. Paginya, saya mendapat berita seluruh asset sudah dikosongkan katanya oleh beberapa nasabah dinihari tadi,” Kisahnya dengan wajah kesal.

Ditambahkannya, investasi senilai ratusan juta miliknya belum berapa lama ia sertakan dikarenakan terbujuk cerita manis nasabah lainnya.”Mau diapakan bang, saya apes, mana uang itu juga hasil penjualan beberapa asset saya. Saya hanya berharap semoga saja pimpinannya kembali dan mempertanggungjawabkan investasi saya,” Harapnya dengan nada suara lesu.

Pantauan, senin (29/1), kantor Amanah terlihat dipenuhi ratusan massa. Beberapa orang terlihat masih sibuk melepas beberapa asset yang dinilai memiliki harga. kegiatan ini terhenti setelah puluhan petugas dari kepolisian Polres Inhil mengamankan TKP dan memasang Police Line.

Hingga berita ini dirilis, belum berhasil didapatkan komfirmasi dari pihak kepolisian. berdasarkan sumber yang sangat dipercaya di Polres Inhil, pihak kepolisian belum bisa menindaklanjuti kasus ini dikarenakan belum ada satupun nasabah yang membuatkan laporan secara resmi. “Kita belum bisa berikan komfirmasi karena memang hingga saat ini belum ada korban yang  melaporkan,” Ujar Sumber.

Nasabah dikabarkan berjumlah ribuan dengan Investasi puluhan milyar

Bisnis Investasi memberikan keuntungan 30 an persen per 40 hari ini, sejak berdiri hingga saat ini juga dikabarkan memiliki nasabah sebanyak 1000 orang lebih. Bahkan 300 lebih nasabah dikisahkan memiliki investasi masing-masing senilai ratusan juta. Puluhan nasabah bahkan berinvestasi senilai milyaran rupiah. Hanya dengan nilai investasi minimal yang disebut paket hemat Rp. 12 juta. Bisa dipastikan putaran bisnis koperasi ini telah mencapai angka Puluhan milyar. (dro/*0)




Menyusul Platoon dan VGMC, Investasi Berkedok Koperasi Amanahpun Akhirnya Ikut Raib

nanda p.z 007 Tembilahan (www.detikriau.org) — Menyusul Platoon Niaga Berjangka (PNB) dan Virgin Gold Minning Corporation (VGMC) yang hingga hari ini tidak ada kejelasan, Investasi berkedok Koperasi ‘ Amanah” , Jalan Mandala, Tembilahan, akhirnyapun Ra’ib. Ribuan nasabah kini kembali hanya bisa menatap rumah beton ber police line juga tanpa kejelasan nasib milyaran investasi mereka.nanda p.z 007nanda p.z 010




Dishubkominfo Kembali Jajaki Kerjasama dengan Maskapai Penerbangan

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Perhubungan dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali melakukan penjajakan kepada beberapa maskapai lokal untuk mengoprasikan Bandar Udara (Bandara) Tepuling.

Sekretaris Dishubkominfo Inhil, TM Syaifullah, Senin (28/1) pagi menyebutkan upaya tersebut akan terus dilakukan pihaknya, agar Tempuling Air Port atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bandara Tempuling bisa beroperasi kembali dalam waktu dekat.

“Sat ini kita masih negosiasi denga maskapai Wings dan Trans Nusa ATR 72. mudah-mudahan bisa terealisaikan secepatnya,”ungkap mantan Camat Kuala Indragiri (Kuindra) ini.

Dia mengakui untuk mnegajak pihak maskapai dalam bekerjasama masalah penerbangan bukanlah hal yang gampang. Maka itu perlu rumusan-rumusan konkrit agar tidak terjadi kesalah pahaman dibelakangan hari. Karena kerja sama seperti itu diperlukan waktu yang panjang.

“Dari hasil pembicaraan yang kita lakukan, semua maskapai memerlukan batasan seat yang harus mereka penuhi. Paling sedikit dalam kurun waktu tiga bulan kedepan. Kemudian setelah itu baru pihak maskapai bisa jalan sendiri,” jelasnya.

Hanya saja masalah itu yang menjadi persoalan. Selama ini untuk menutupi seat yang diperlukan maskapai Sky Aviation, Dishubukominfo mengandeng pihak persuahaan swasta. Tapi setelah kerjasama dengan Sky Aviation putus, Dishubkominfo harus bisa kembali meyakinkan perusahaan-perusahaan tersebut agar mampu menutupi seat pesawat.

Berkhirnya kerja sama Dishubkominfo dengan Ksy Aviation hanya karena ada perubahan jadwal penerbangan yang dilakukan pihak maskapai. Dimana sebelumnya terbang jadwal terbang dari Bandara Tempuling-Batam pukul 11.30 diundur menjadi pukul 15.30 WIB. Sehingga penumpang enggan dengan jadwal baru tersebut.

“Banyak penumpang yang menolak. Tapi itu sudah menjadi keputusan makapai, solusinya kita akan carikan maskapai baru,” papar Syaifullah.

Padahal pangsa pasar penerbangan dengan menggunakan Sky Avition terus mengalami peningkatan. Bahkan suatu ketika, akibat banyaknya pesanan triket, pihak maskpai tidak mampu memenuhinya. Dengan demikian, kalau kerja sama dengan maskapai yang baru nanti dapat terlaksana dia yakin kondisnya juga demikian.

“Kalau musim liburan kita yakin akan banyak penumpang. Sebab ini sudah pernah terjadi dengan maskapai sebelumnya,”pungkas Saifullah.(dro/*1)




Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat, Distamben Kembali Bangun 24 Titik Sumur Bor

Pemkab Bangun 24 Titik Sumur Bor

 

pengerjaan sumur bor
pengerjaan sumur bor

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali membangun 24 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kebutuhan air bersih, sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Inhil terutama bagi mereka yang berada di daerah pesisir. mendesaknya kebutuhan terhadap air bersih cendrung meningkat saat musim kemarau.

Dengan adanya sumur bor sebagai sumber air bersih, diharapkan  masyarakat bisa memanfaatkanya dengan baik.

 

Pemkab Inhil terus berupaya mengantisipasi terjadinya krisis air bersih dengan memberikan bantuan untuk membangun fasilitas tersebut. Krisis air bersih tentu dapat mempengaruhi kesehatan warga, karena air sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat.

 

“Tahun kemarin (2012, red) kita juga susah membangun sebanyak 11 titik sumur bor yang juga tersebar diberbagai daerah di Inhil. Kemudian tahun ini, karena kebutuhan lebih tinggi, kita kembali menganggarkan dengan jumlah yang lebih besar,”jelas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil, H Encik Kamal Syahindra.(dro/*1)




Dana Tahap Dua Macet, Pembangunan Kantor Desa Soren Terbengkalai

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pengerjaan pembangunan Kantor Kepala Desa Soren Kecamatan Gaung yang saat ini sudah mencapai progress 80 persen terpaksa dihentikan.

Hal ini dikatakan Kepala Desa setempat, Saini, Senin (28/1) di Tembilahan. Menurut Saini, pencairan dana tahap awal sekitar Rp. 76 juta. “Tahap kedua tidak bisa kita cairakan karena adanya masalah letak pembangunan kantor Desa,” Ujar Saini.

Akibat tidak bisa diambilnya dana itu, Saini mengatakan dampaknya akan sangat banyak. Selain bermasalah kepada pemilik matrial bangunan, persoalan itu juga dapat menghambat roda pemerintahan. Karena seharusnya jika kantor Desa ini cepat selesai maka desa Soren yang baru dimekarkan bisa dengan segera mengejar ketertinggalan dari desa lain khususnya desa induk.

“Kita minta pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil arif dalam menyikapi persoalan ini. Bagaimana dengan masyarakat kita yang ingin berurusan untuk berbagai keperluan pelayanan dari desa, kalau kantornya saja tidak ada,”jelasnya.

Dia mensinyalir, masalah tersebut erat akitannya dengan proses pesta demokrasi pemilihan kepada desa setempat beberapa waktu lalu. Seharunya menurut Saini, kalau sudah seperti ini segala kepentingan pribadi harus dikesampingkan dan harus berbuat demi kepentingan seluruh masyarakat Desa Soren.

Sebelumnya beberapa kelompok memprotes lokasi pembangunan kantor Desa Soren yang saat ini dikatakan berada diluar wilayah desa bersangkutan. Namun hal itu dibantah Saini. menurut dia, keputusan itu sudah menjadi keputusan bersama.

“Kita punya petanya. Anggota dewan juga sudah pernah turun melihat langsung, mereka bilang tidak ada yang menyalahi aturan. Kenapa baru-baru saja masaalah ini timbul. Sebelumnya kita juga sudah pernah melakukan pencairan dana tahap pertama, toh tidak ada masalah,”tukasnya bertanya.

Sebelumnya, menurut  Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan SDA Sarana dan Prasarana dan Teknologi Tepat Guna BPMPD Inhil, Suhardiman, menyatakan bahwa dana pembangunan kantor Desa Soren harus  dikembalikan ke Kas Daerah (Kasda). Karena pembangunannya melanggar ketentuan yang berlaku.

Apalagi ditambahkannya, proses pembangunanya banyak mendapat penentangan dari masyarakat setempat. Dengan demikian BPMPD terpakasa harus mengembalikan dana tersebut kepada pemerintah daerah. (dro/*1)