Pemkab Inhil Benahi Listrik Pedesaan

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menyalami seorang ibu di Desa Kota Baru Seberida ,Kecamatan Keritang saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah itu, baru-baru iniTembilahan (www.detikriau.org) – Sejak awal menjabat sebagai Bupati Indragiri Hilir. H Indra Muchli Adnan SH menyatakan komitmennya membenahi kekurangan energi listrik di pedesaan.
Program listrik masuk desa yang disebut juga Program  Inhil Terang Benderang  itu sebagai respon atas keluhan warga daerah ini masih kurangnya pasokan energi listrik di pedesaan, utamanya pada wilayah yang tidak terjangkau aliran listrik oleh PT PLN.
Program tersebut dimaksudkan juga demi meningkatkan sumber daya masyarakat. Dalam pandangan Bupati termuda di Indonesia Tahun 2004 itu, warga di pedesaan akan kesulitan belajar karena malam hari gelap gulita.

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menyalami seorang ibu di Desa Kota Baru Seberida ,Kecamatan Keritang saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah itu, baru-baru ini
Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menyalami seorang ibu di Desa Kota Baru Seberida ,Kecamatan Keritang saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah itu, baru-baru ini

Program itu direalisasikan dengan cara memberikan bantuan mesin berikut pembangkit dan jaringan. Lantas kemudian dikelola oleh warga. Bagaimana mekanisme selanjutnya, apakah iuran atau sumbangan seluruhnya diberikan kewenangan kepada warga. Pemkab Inhil tetap memberikan perhatian atas keberlanjutannya.
“Anak-anak kita selama tidak ada penerangan tentu susah kalau belajar malam hari. Karena itu, dengan program ini kita harapkan tidak ada lagi kesulitan tersebut sehingga kualitas SDM kita juga meningkat”tegas Indra Muchlis Adnan.
Salah satu stimulasi yang dilakukan Pemkab Negeri Seribu Parit dalam memacu pengelola kelistrikan, adalah memberikan reward. Desa yang dinilai berprestasi dalam mengelola listrik yang disudah disumbangkan Pemda Inhil itu diberikan penghargaan. Harapannya desa lain turut terpacu dalam mengelola listriknya dengan baik.
Tanggapan warga atas program tersebut sangat luar biasa. Pasalnya mereka mendapatkan pasokan energi listrik. Hal itupun dianggap bisa meningkatkan perekonomian di pedesaan. Pasalnya, aneka usaha rumah tangga menjadi terbantu.
Pun begitu dengan keamanan desa ditegaskan warga menjadi jauh lebih baik. penerangan yang baik memungkinkan warga bisa dapat dengan mudah melaksanakan Siskamling dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Kades Tunggal Rahayu Jaya, Mapi Yusro secara tegas menyatakan sangat terbantu dengan adanya program itu. Desa yang jauh di pedalaman Kecamatan Teluk Belengkong ini dapat merasakan aliran listrik.
“‘Kami jelas mengucapkan terima kasih atas program listrik masuk desa ini. Sangat tidak dapat dibayangkan entah kapan desa ini dapat menikmati aliran listrik dari PLN jika saja tidak ada program itu”ujar Mapi Yusro.
Hal yang sama juga dinyatakan Kades Harapan Tani, M Suryani. Desa inipun sebelum dialiri oleh listrik PLN telah lebih dahulu menikmati listrik dari  Program Inhil Terang Benderang. Bahkan desa itupun termasuk yang mendapatkan reward atas prestasinya dalam mengelola listriknya.(dro/advertorial Pemkab Inhil)




Kisruh APDESI Inhil, Beberapa Kades Ancam Dirikan Organisasi Tandingan

apdesiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pergantian sekaligus pelantikan kepengurusan baru Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu menuai kritikan. Dinilai, organisasi aparatur Desa ini telah melenceng dari tujuan. Beberapa Kepala Desa mengancam akan mendirikan organisasi tandingan.

“Kita pastikan akan mendirikan sebuah organisasi yang akan menjadi wadah bagi Kepala Desa dan Lurah khususnya di Kabupaten Inhil. Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes sekaligus kekecewaan kita kepada APDESI Inhil, Ungkap Kepala Desa Sungai Berapit Kecamatan Concong, Ediyanto di Tembilahan, Selasa (29/1)

Menurut Ediyanto, bersama dirinya, 7 Kepala Desa lainnya bertindak selaku penggagas sudah menindaklanjuti rencana pendirian organisasi bahkan ia juga mengaku sudah mendapatkan dukungan dari banyak kepala Desa lainnya.”berkasnya sudah kita daftarkan ke Notaris. Kini kita sedang mematangkan beberapa hal. Kapan saatnya, nanti kita akan kabarkan,” Ujar Ediyanto.

Dijelaskannya, secara pribadi ia membenarkan bahwa dirinya masih terdaftar sebagai salah satu anggota APDESI, hanya saja ia bersama beberapa Kades lainnya menilai dengan terpilihnya kepengurusan baru sampai proses pelantikan yang disebutnya “janggal”, terindikasi APDESI Inhil mulai terseret keranah abu-abu yang melenceng dari niat APBDESI sebagai wadah perjuangan Kades dan Masyarakat Desa yang bebas dari kepentingan politik.

“namanya belum kita pastikan tapi organisasi ini nantinya akan memposisikan dengan benar sebagai wadah komunikasi Kades dan Lurah Inhil, kemudian sebagai sarana dan media dalam rangka mengambil kebijakan strategis sehubungan dengan peran Kades dan Lurah termasuk sebagai media dan wadah singkronisasi program pembangunan desa dan kelurahan,” Pungkas Ediyanto.

Terkait persoalan ini, Sekretaris APDESI Inhil terpilih, yang juga menjabat sebagai Kades Sungai luar Kecamatan Batang Tuaka, Irwansyah menyebutkan bahwa sampai hari ini APDESI Inhil masih kokoh berpijak pada aturan AD/ART organisasi.

“semua yang kita jalankan sesuai AD/ART organisasi. Tidak ada yang melenceng apalagi sampai dinilai kita terseret ke wilayah politik. Itu tidak benar.” Jelas Irwansyah.

Dijelaskannya, pelaksanaan Muscab APDESI Inhil dihadiri secara langsung oleh Ketua APDESI Riau bahkan saat pelantikan juga dihadiri pengurus APDESI pusat. Jika ada dugaan APDESI Inhil terseret ke wilayah politik, semua itu disebut salah kaprah. “untuk jelasnya coba nanti pertanyakan langsung sama ketua (Kades Sungai Nyiur Kecamatan Tanah Merah, Daeng Palaloi), kalau tidak ada halangan, besok beliau di Tembilahan. Terkait Kehadiran Ketua Demokrat Riau. Mambang Mit dalam acara pelantikan saat itu, kapasitasnya mewakili Gubernur Riau. Bukan ketua partai,” Pungkasnya. (dro/*0)




Hindari laka Lantas, Perbaikan Kerusakan Ruas Jalan Provinsi parit VI Segera Dilakukan.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Mengganggu kenyamanan berlalulintas dan cendrung menimbulkan bahaya kecelakaan, Kerusakan ruas jalan Provinsi Parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu (depan makam pahlawan. Red) diminta untuk segera dilakukan perbaikan.

Harapan ini disampaikan Camat Kecamatan Tembilahan Hulu, Yusuf Maga. Menurutnya, kondisi kerusakan beberapa titik ruas jalan yang terbilang cukup parah itu kini sudah tidak mungkin lagi dilalui oleh mobil angkutan umum dan pribadi berukuran kecil.

‘Jika dibiarkan terus seperti ini, kita khawatir akan mengancam keselamatan pengguna jalan. Meski kerusakan hanya beberapa titik, tapi terbilang cukup parah karena badan jalan yang berlubang cukup dalam,” Ujar Camat.

Ditambahkannya, meski ruas jalan itu merupakan jalan Provinsi, Namun diharapkan Dinas PU Kabupaten juga ambil peran. “ mungkin dengan dana perawatan jalan, kalau bisa ditanggulangi dulu oleh Dinas. Mengingat kondisinya saat ini, rasanya perbaikan harus disegerakan,” Harap Camat.

Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy Efrizal, saat dikimformasi mengakui  terkait kerusakan badan jalan ini, kini pihaknya sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemrov Riau untuk memintakan segera dilakukan perawatan.

“Kita juga sudah melayangkan surat. Salah satu poinnya, kita minta pihak Provinsi  segera melakukan perawatan dengan cara ditimbun,” jelasnya.

Diakunya jika perbaikan jalan itu harus menunggu perawatan total pasti memakan waktu yang cukup lama. Langkah untuk mengatasi kejadian serupa ini, lanjut Tengku Edy, pihak Provinsi harus melakukan perawatan berkala. (dro/*1)




Bupati Minta Warga Tidak Ragu Bersekolah di SMK

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH, didampingi Camat Gaung, Nursal melakukan kunjungan kerja ke beberapa desa di kecamatan itu belum lama ini
Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH, didampingi Camat Gaung, Nursal melakukan kunjungan kerja ke beberapa desa di kecamatan itu belum lama ini

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Indragiri Hilir yang ingin lekas menerapkan ilmunya ke lapangan disarankan meneruskan pendidikannya ke sekolah menengah kejuruan.

SMK dinyatakan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menyiapkan lulusannya siap untuk terjun ke lapangan begitu usai menyelesaikan pendidikan. Karena itu warga dinyatakannya tidak perlu ragu untuk bersekolah ke SMK.

Selain menyiapkan skil yang siap pakai, pada SMK menurut orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang juga ditumbuhkan semangat kewirausahaan. Memanfaatkan semua potensi yang ada, skil dan semangat itu dipadukan sehingga semua lulusannya berkualitas tinggi.

Lulusan SMK pun  masih bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, banyak nilai plus bagi warga yang bersekolah di SMK. Hal itu tidak dijumpai pada sekolah umum lainnya, pasalnya ilmu yang diajarkan sangat khusus.

Demi meningkatkan kualitas lulusan SMK yang handal. Pemkab Inhil pun terus memberikan perhatian kepada semua sekolah kejuruan yang ada di daerah ini. Bantuan berupa perlengkapan alat  praktik maupun biaya operasionalnya sudah sejak lama diarahkan kepada sarana pendidikan ini.

“Dengan memiliki skil tinggi ditambah dengan adanya jiwa entrepreneur yang tinggi. Kita harapkan warga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Dapat dibayangkan bagaimana majunya daerah kita jika seluruh warga bisa menerapkan prinsip tersebut”jelas Bupati.

Lapangan pekerjaan menurut mantan Ketua PSSI Riau itu bukan hanya menjadi PNS. Banyak kalangan sukses dinyatakannya bukan berasal dari kalangan PNS, melainkan dari dunia usaha maupun profesional. Hal itu harus menjadi cambuk, bahwasanya bidang apapun bisa dijadikan pijakan untuk meraih kesuksesan.

Ungkapan di atas sekaligus sebagai respon atas masih banyaknya warga yang terlalu berharap menjadi PNS, sehingga melupakan potensi yang dimilikinya. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan kesejahteraan hidup tanpa harus menunggu-nunggu sesuatu yang tidak pasti.

“Saya sendiri bukanlah seorang PNS, jadi yakinlah masih banyak potensi dan peluang yang bisa kita raih. Ambil kesempatan tersebut dengan berpikiran jauh ke depan”jelas Indra Muchlis Adnan.

Wakil Ketua MKGR Pusat inipun menyebut pula di kalangan negara maju warganya mayoritas ingin menjadi pengusaha dan profesional berkualitas tinggi. Itu karena warga tersebut menyadari kesuksesan terbuka lebar di depan mata apabila mereka bisa memanfaatkannya.
Sangat berbeda dengan budaya di Inhil yang justru memandang rendah budaya negara maju itu. Padahal menurutnya, indikator maju tidaknya sebuah daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas SDM warga yang berpikiran maju. Sebab itu Indra Muchlis Adnan mengajak kepada seluruh warga Inhil bisa menggali potensi dan mengembangkan jiwa wira usaha.(dro/*1/adv pemkab inhil)




Napi Tembilahan Rutin Ikuti Kegitan Rohani

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Lembaga Pemasarakatan (LP) Kelas II A Tembilahan memberikan upaya peningkatan kerohanian. Tujuanya agar para narapidan (Napi) dapat menanamkan jiwa yang sehat serta menjauhkan diri dari berbagai niat tidak terpuji.

Kepala LP Kelas II A Tembilahan, Tomy, menyebutkan  kegiatan tersebut juga sekaligus sebgai upaya penyadaran terhadap napi. “Setiap pekan kita mendatangkan para ulama yang berkompeten. Mereka diajarkan tentang keagamaan, seperti cara sholat dan lain sebagainya. Diharapkan setelah kembali ketengah masyarakat mereka sadar dan menginsafi semua kesalahan yang pernah mereka perbuat,”kata Tomi.

Untuk menjaga kebugaran tubuh, pihak lapas juga memberikan pencerahan dalam bentuk senam sehat. Melalui gerakan tubuh, seperti bersenam, napi diharapkan dapat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

“Programnya lainnya kita juga memberikan beberapa pelatihan ketrampilan seperti menjahit, mengelas dan kerajinan tangan. Agar mereka bisa lebih mandiri. Apapun kegiatanya kita akan memberikan yang terbaik kepada warga binaan,”tutupnya(dro/*1)




Kades Diminta Gunakan Dana Sesuai PTO

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Perangkat Kepala Desa diminta menunggunakan dana Desa Mandiri (DM) sesuai petunjuk teknis operasi (PTO) dan rencana anggaran biaya pembangunan desa (RAB-PD).

Pasalnya pembangunan diwilayah pedesaan merupakan buah dari kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa bersangkutan. Khsunya dibidang pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian berbagai program yang dijalankan tersebut harus tetep melalui aspirasi dan partisipasi masyarakat.

“Kita tetap tekankan pembangunan dipedesaan harus berdasarkan aspirasi yang inginkan masyarakat. Namun tidak meninggalkan pembuatan laporan penggunaan dana dengan baik dan benar,”ungkap Kepala Bidang (Kabit) Pengelolaan SDA Sarana dan Prasarana dan Teknologi Tepat Guna BPMPD Inhil, Suhardiman, kemarin.

Karena jumlah desa dan kelurahan bertambah setelah adanya pemekaran desa, secara otomatis pula dana desa madiri akan bertambah, namun yang bersangkutan belum bisa menyampaikan angka pastinya. Sebab, masih dalam perhitungan yang dikerjakan oleh pihak terkait.

“Belum bisa disebutkan, karena masih dalam perhitungan. Namun yang jelas, karena jumlah desa bertambah, angkanya juga akan bertambah,”tukasnya. (dro/*1)