Sempat diduga Aksi Perampokan, Armando Tega Hujani Belasan Tusukan Ke Tubuh Deby ?

imagesTembilahan (www.detikriau.org) – Senin (4/1) sekira pukul 18.30 Wib, warga jalan tanjung harapan, simpang jalan Baharudin Jusuf geger. Pasalnya, penghuni Klinik Mata Herbal, Sarjit Kaur alias Deby (40) ditemukan terduduk bersimbah darah. Peristiwa yang pada awalnya sempat diduga aksi perampokan ini, ternyata dilakukan oleh pelaku yang mengaku suami korban sendiri, Armando Gaspar Pinto alias Billy (28).

Awal cerita berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, saat hendak melaksanakan sholat magrib, pemilik rumah (pelapor) yang dikontrak oleh korban sebagai tempat praktek pengobatan mata herbal itu terdengar suara jeritan. Namun pelapor tidak terlalu menggubris karena akan melaksanakan sholat.

Usainya, pelapor langsung menuju TKP. Dihalaman rumah, ia menemukan pelaku dan bertanya, “ada apa?”, pelaku tidak menjawab dan dengan santai mengambil sebuah laptop, memasukkan ke dalam tas ransel dan meninggalkan TKP.

“Awalnya begitu melihat korban bersimbah darah, karena merasa ketakutan, pelapor langsung lari kerumah. Namun karena terus mendengar teriakan minta tolong dari korban, pelaporpun akhirnya luluh dan kembali menuju TKP dan segera menghubungi pihak kepolisian. ” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kasat Reskrim, AKP Kurnia kepada wartawan, selasa (5/1)

Polisi yang sudah mengetahui indetitas pelaku dengan mudah melakukan penangkapan. Sekitar  pukul 20.00 WIB pelaku berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi kejadian, tanpa ada perlawanan polisi menggiring pelaku ke Mapolres Inhil.

Akibat perbuatannya,  pelaku, Warga Desa Kuanino Kecamatan Kota Raja, Kupang Provinsi NTT ini masih dijerat dengan pasal penganiayaan. Karena sejauh ini pihaknya tidak mendapati secarik kertaspun yang menerangkan bahwa korban dan pelaku pasangan sah  suami Istri.

“Menurut pengakuan pelaku dia adalah suami korban. Tapi kita tidak semudah itu untuk percaya. Semua harus didukung dengan bukti-bukti yang sah, salah satunya akta nikah,” sebut AKP Kurnia

Saat ini untuk mendukung itu semua, petugas penyidik masih menunggu keterangan keluarga korban yang kebetulan berada diluar kota.  “Kemungkinan korban hanya sebatang kara, keluarganya ada diluar kota. Kita masih menunggu kedatangan keluarganya,”jelas AKP Kurnia sambil mengatakan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku kini mendekam di tahanan Mapolres inhil.

Akibat kejadian itu, korban mengalami 4 luka tusuk dibagian payudara kiri  dan 1 dibawah payudara kiri. 1 tusukan dipayudara kanan dan 3 dibawah payudara kanan. Kemudian 2 di pergelangan tangan bagian kanan dan 1 di pergelangan tangan kiri. Korban dilarikan ke RSUD Puri Husada untuk mendapatkan pertolongan medis.(dro/*1)




Pengantin Baru, Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Entah karena apa, Suriani (19) Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Lorong Surau, Desa Belanta  Raya, Kecamatan Gaung yang baru berumahtangga selama empat hari, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di dalam kamar menggunakan seutas tali nilon.  

Berdasarkan informasi yang dirangkum di lapangan, kecurigaan keluarga semakin menguat setelah korban tidak keluar dari kamar sejak malam hari. Setelah didobrak, didapati bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi tergantung dengan lidah menjulur. Kejadian ini langsung dilaporkan pihak keluarga dan tetangga dekat ke pihak kepolisian setempat.

Kepala Desa Balanta Raya, Kecamatan Gaung, Misbah Saen alias Ujang, saat dikomfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, dia tidak mengetahui apa penyebab yang membuat korban nekat mengakhiri hidupnya.

“Benar dia adalah warga kita. Tapi saya sendiri tidak mengetahui apa penyebabnya. Semua masalah ini sudah diserahkan kepada pihak kepolisian,”ungkap Kades.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK,M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Kurnia, menyatakan dari hasil pemeriksaan sementara, kuat dugaan korban murni bunuh diri. Sebab, di lokasi juga ditemukan barang bukti berupa buku yang bertuliskan tentang isi hati dan perasaan korban.

“Kutiban tulisan itu berbunyi. “Izinkan aku bersamanya menjalani hidup ini, aku ngak rela kami harus berpisah, aku mendingan harus pergi dan tidak mungkin ditemui lagi kecuali ajal yang menjemput kalian baru kita bisa bertemu. Ampuni aku ma”. Inilah tulisan yang ada diatas kertas itu,”ungkap Kurnia, Senin (4/2).

Namun sejauh ini pihak kepolisian masih belum memastikan penyebab kematian korban. Petugas masih mengumpulkan data pendukung dan meintakan keterangan beberapa saksi.

“Belum bisa berspekulasi terlalu jauh. Semua masih berproses. Apa yang kita sampaikan ini berdasrkan hasil pemeriksaan sementara,” pungkasnya.(dro/*1)




P2DB, Raport dan Ijajah diminta Dewan Bebas dari Pungli

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dewan meminta proses Penerimaan Peserta Didik Baru (P2DB), penerimaan raport dan pengambilan ijazah peserta didik tidak lagi dilakukan pungutan biaya. Pihak sekolah diminta segera untuk menyampaikan usulan kebutuhan biaya terkait dan akan dialokasikan melalui APBD Inhil.

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Maryanto dalam hearing bersama Dinas Pendidikan dan kepala sekolah di ruang rapat Komisi IV gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan. Senin (4/2)

‘Secepatnya kita minta kepada pihak sekolah melalui Dinas Pendidikan untuk mengajukan usulan besaran biaya yang dibutuhkan terkait hal ini. Namun tentunya yang realistis.” Ujar Maryanto.

Sedangkan mengenai uniform sekolah dan pelengkap dimintakan untuk pemberlakuan harga standar secara nasional. Tidak dibenarkan adanya  perbedaan antara lembaga pendidikan yang satu dengan yang lainnya. Semua ini diberlakukan agar adanya kesempatan kepada seluruh masyarakat Inhil untuk mendapatkan kesempatan mengeyam pendidikan secara adil.

Dalam kesempatan ini, Anggota Komisi IV, Roni Kartika sempat  menyampaikan usulan khusus kepada sekolah Indra Praja agar namanya dikembalikan kesediakala (SMA 1 Tembilahan, SMP 1 Tembilahan dan SD 032 Tembilahan. Red) karena dinilainya tidak memililki nomenklatur.”Menurut saya tidak perlu mengganti nama kalau hanya untuk meningkatkan pendidikan. Untuk apa hanya gagah-gagahan. Saya lihat hari ini secara kualitas tidak ada yang membedakan sekolah Indra Praja dengan sekolah-sekolah lainnya selain besaran pungutan biaya,” Kritik Roni. (dro/*0)




Penggunaan APBD Tunggu Paripurna DPRD

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 2013 hanya menunggu di paripurnakan penggunaanya.

Untuk itu Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhil, H Alimuddin RM, menegaskan agar pimpinan satuan kerja (Satker) menyelesaikan segala administrasi, sehingga berbagai kegiatan bisa dilaksanaka.

“Kita minta pimpinan satker segera menyelesaikanya. Lalu  kegiatan secepatnya pula bisa dilaksanakan setelah penggunaan APBD di paripurnakan,”pesan Sekda saat memimpin apel pagi, Senin (4/2) di lapangan upacara Kantor Bupati Inhil, jalan Akasia Tembilahan,

Setelah di verifikasi ke tinggkat Provinisi dan dikembalikan ke daerah masing-masing, APBD tersebut sebelum digunakan terlebih dahulu  wajib di sidang paripurnakan oleh kalangan DPRD. Kemudian baru dapat dilaksanakan macam-macam bentuk kegiatan yang telah terdapat dalam RKA.

Diunjung pengarahanya di depan ratusan PNS dilingkungan Pemkab Inhil, Sekda menyebutkan PNS harus selalu menjaga kekompakan. Karena kekompakan dikalangan PNS akan berimbas kepada pelayanan pemerintah. Untuk itu, segala kemungkinan yang dapat memecah persamaan harus dapat diatasi sedini mungkin. (dro/*1)




Bupati Persilahkan Warga Sampaikan Informasi dan Aspirasi

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH berbincang dengan sejumlah pejabat Inhil pada sebuah kegiatan di TembilahanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir mempersilahkan warga menyampaikan informasi, aspirasi  maupun harapannya. Erat kaitannya dengan hal itu, H Indra Muchlis Adnan SH secara terbuka pula memberitahukan no teleponnya kepada warga Inhil. Menurutnya, semua informasi dan masukan. Asal jangan fitnah terhadap pihak lain, dia akan dengan senang hati menerimanya.
Namun sedihnya, banyak pula sms yang sifatnya bernada fitnah terhadap pihak lain yang justru masuk ke nomor telepon Bupati Inhil ini. Ditegaskannya, hal yang paling penting dari penyampaian nomer telepon kepada warga itu demi mempercepat masuknya informasi dan terjalinnya kebersamaan.

“Misalnya ada bencana, kita dapat lebih cepat mengetahui begitu ada sms atau telepon dari warga. Tetapi jangan mentang-mentang saya terbuka, lantas yang di sms itu sifatnya fitnah terhadap pihak lain”cetus Bupati Inhil. Kebiasaan menyampaikan nomor teleponnya kepada warga Inhil itu terus dilakukan oleh Indra Muchlis Adnan pada setiap desa dan kecamatan yang dikunjunginya.

Secara terbuka, Bupati menunjuk salah satu kepala desa yang kerap menyampaikan perkembangan di desanya. Hal itu dinyatakannya mempunyai dampak yang positif. Selain dirinya mengetahui kondisi di desa bersangkutan. Kelak tidak menutup kemungkinan desa itu pula yang didahulukan mendapat salah satu program karena pemimpinnya intens menjalin komunikasi.

“Kalau misalnya ada program, lantas kemudian karena sering berkomunikasi, kita jadi ingat desa bersangkutan. Bukan tidak mungkin desa itu yang didahulukan. Jadi intinya ukhuwah itu perlu terus dijaga”jelas Bupati.

Namun demikian, Indra Muchlis Adnan menyatakan permohonan maafnya apabila telepon atau sms yang dikirim warga belum sempat diangkat dan dibaca. Pasalnya, bisa saja saat telepon berbunyi atau sms dikirim, orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang itu sedang sibuk atau melaksanakan tugas dinas semisal memimpin rapat.

Rata-rata sms yang masuk menurut Bupati berisi beragam masukan. Tidak jarang juga kritikan. Terhadap hal seperti itu dia menyatakan juga terbuka sepanjang kritik yang disampaikan sifatnya membangun. Karena kritik seperti itu bukan hanya menunjukan titik lemah, tetapi juga menyampaikan solusi. (dro/*1/adv pemkab inhil)




Bupati Instruksikan Intensifkan Sosialisasi Filariasis

Tembilahan (www.detikriau.org) –Bupati Indragiri Hilir menginstruksikan kepada instansi terkait gencar melakukan sosialisasi penyakit kaki gajah.
Sejak dicanangkan akhir 2012 silam, program Inhil  bebas filariasis, H Indra Muchlis Adnan SH mengharapkan tidak ada lagi muncul kasus di tengah masyarakat. Terkait dengan hal itulah, dia meminta kepada warga yang belum mengkonsumsi obat anti filariasis secepatnya mengkonsumsi obat dimaksud.
Orang nomor satu di Inhil itu meyakini masih banyak warga yang belum mendapatkan obat anti filariasis. Karena itulah, dia menginstruksikan supaya obat itu selekasnya didistribusikan kepada masyarakat, tanpa dipungut biaya apapun.
Menurut Indra Muchlis Adnan, sudah cukup orang-orang tua dulu yang tertular penyakit filariasis. Generasi sekarang harus terbebas dari penyakit yang dianggap kutukan itu.
“Segera distribusikan obat-obatan itu dan sosialisasi bahaya filariasis harus tetap dilakukan”ujar Bupati.
Untuk melakukan tindakan pencegahan. Diperlukan waktu lima tahun berturut-turut mengonsumsi obat anti kaki gajah itu, dimana dalam satu tahunnya hanya satu kali. Bupati menyebut hal itu tidaklah berat dan sangat mudah dilakukan.
Walau demikian mudah, tetapi masih banyak warga yang menganggap sepele tindakan preventif itu. Warga yang termasuk kelompok ini, diminta secara serius memahami dampak apabila kelak terjangkit penyakit tersebut.
“Perlu diingat, kalau sudah terinfeksi, tidak bisa lagi diobati. Filariasis itu bisa menyerah semua golongan umur, tidak peduli tua, tetapi anak-anak dan orang muda juga bisa terinfeksi”jelas Bupati.
Lebih sedihnya lagi, manakala sudah terjangkit penyakit itu. Mau tidak mau harus dilakukan amputasi pada bagian yang terserang. Pasalnya, tidak bisa lagi diobati. Bukan hanya menyerang bagian yang terbuka saja, alat kelamin pun bisa pula terserang penyakit ini.( Advetorial Pemkab Inhil)