Dermawan Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

Istri Bupati Inhil yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Inhil dan KKKS menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Jalan H Arif Parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu. Jum'at (1 Maret 2013)
Istri Bupati Inhil yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Inhil dan KKKS menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Jalan H Arif Parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu. Jum’at (1 Maret 2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga menjelang sore, hari pertama setelah peristiwa kebakaran yang meludeskan puluhan perumahan warga Jalan H Arief Parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu, bantuan dari darmawan masih terus berdatangan. Sumbangan ini berasal dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Sosial, Instansi pemerintah lainnya, Kodim 0314 Inhil, Organisasi Kemasyarakatan, Paguyuban dan berbagai lapisan masyarakat baik secara berkelompok maupun perorangan.

“Alhamdulillah, perhatian masyarakat kita terhadap penderitaan saudara-saudaranya ternyata masih sangat tinggi. Hingga sore ini, bantuan masih terus mengalir. Namun secara total, kita belum bisa merincikan karena masih dilakukan pendataan,” Ujar Ketua RT 001 RW 002 Jalan H Arief Kecamatan Tembilahan Hulu, Sugihartono kepada detikriau.org dilokasi Posko korban kebakaran yang diletakkan dihalaman SMPN 01 Tembilahan Hulu, Jum’at (1/3)

Ketua PSMTI Inhil, Alex Candra saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang diterima oleh Ketua RT 01 RW 02 Jalan H Arif, Sugihartono.
Ketua PSMTI Inhil, Alex Candra saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang diterima oleh Ketua RT 01 RW 02 Jalan H Arif, Sugihartono.

Menurut penjelasan Ucok, panggilan akrab ketua RT 001 ini, bantuan darmawan ini berbagaimacam rupa, mulai dari beras, mie instan, pakaian dan berbagai barang lainnya termasuk bantuan uang tunai. Bantuan ini diakuinya akan diinventarisir dengan benar dan nantinya akan disalurkan kepada masing-masing korban kebakaran. “Sore ini kita juga sudah menerima bantuan dari Pemkab Inhil melalui Dinas Sosial. Termasuk hari ini juga kita juga menerima bantuan dari KKKS dan PMI Inhil yang diserahkan langsung oleh Ibu Bupati, Hj Syafni Juryanti Indra, Dandim 0314 Inhil beserta istri, PSMTI kab Inhil, serta berbagai darmawan lainnya baik Ormas, paguyuban, Kelompok pengajian, maupun bantuan masyarakat secara perorangan. Alhamdulillah, semoga Tuhan memberikan balasan yang setimpal atas perhatian yang telah mereka berikan,” Syukur Ucok.

Dalam kesempatan itu, ucok juga menyampaikan ralatan data korban kebakaran. Data sementara usai peristiwa kebakaran, Kamis (28/2) tercatat jumlah rumah terbakar sebanyak 28 unit dengan 30 Kepala Keluarga. “kita sudah mendata ulang jumlah korban kebakaran, datanya, rumah terbakar sebanyak 27 unit dengan 31 KK atau 119 jiwa. Sementara jumlah kerugian kita masih belum mendapatkan data secara pasti namun diperkirakan lebih dari 1 milyar,”Pungkasnya. (dro/*0)




Dua PK Penggesa Musdalub Islah ke DPD II Golkar Inhil

nanda p.z 032TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua Pimpinan Kecamatan (PK) yakni PK Kemuning dan PK Mandah melakukan Islah dengan DPD II Golkar Inhil dibawah pimpinan HM Raus Walid. Dengan Islah ini, mereka menyatakan menarik desakan untuk menuntut dilakukannya Musyawarah Luar Biasa (Musdalub).

Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Ketua PK Kemuning, Marwan yang saat itu didampingi oleh Sekretarisnya, Amin Azhari di Aula Kantor DPD II Partai Golkar Inhil, Tembilahan. Jum’at (1/3).

“Keputusan ini kita lakukan dengan kesadaran penuh dan tanpa adanya intervensi ataupun paksaan dari pihak manapun. Dengan ini kita menyatakan menarik surat bernomor 05 tertanggal 2 November 2012 yang diantara isinya meminta untuk segera dilakukannya musdalub,” Ungkap Marwan.

Ketua DPD II Golkar Inhil, HM Raus Walid didampingi beberapa pengurus berjabat tangan usai melakukan Islah dengan PK Kemuning melalui Ketuanya, Marwan. Jum'at (1 Maret 2013)
Ketua DPD II Golkar Inhil, HM Raus Walid didampingi beberapa pengurus berjabat tangan usai melakukan Islah dengan PK Kemuning melalui Ketuanya, Marwan. Jum’at (1 Maret 2013)

Sejak hari ini Marwan menegaskan, PK Kemuning kembali tunduk dibawah DPD II Golkar Inhil pimpinan HM Raus Walid dalam menghadapi beberapa agenda politik kedepan secara beriringan dalam satu langkah dan sekaligus dirinya menyampaikan himbauan agar PK yang sebelumnya mempunyai niatan yang sama untuk melakukan musdalub agar mengikuti langkahnya.

Saat dipertanyakan, selain PK Kemuning dan PK Mandah yang sebelumnya bersepakat untuk melakukan Musdalub, Marwan merincikan yakni PK Keritang, Kempas, Tempuling, Tembilahan, Tembilahan Hulu, Pulau Burung, Teluk Belengkong dan Kateman.

Kembalinya PK Kemuning ini disambut dengan ucapan syukur oleh Ketua DPD II Golkar Inhil, HM Raus Walid. Dikatakannya, dengan tangan terbuka dan lapang dada DPD II Golkar Inhil menerima permintaan islah ini.’Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyatakan untuk secara bersama-sama dalam menghadapi beberapa agenda besar di depan. Agenda Politik Pilkada Inhil dan Pilgubri 2013, Pemilu legislative (Pileg) serta Pilpres 2014 menjadi batu uji yang cukup berat. Namun dengan kebersamaan, saya yakin kita akan mampu menjalaninya dengan sukses,” Syukur Raus.

Ketua DPRD Kabupaten Inhil ini sekaligus memberikan apresiasi tinggi dengan kembalinya PK Kemuning. Ia juga menyampaikan harapan langkah yang dilakukan PK Kemuning ini akan membuka hati PK-PK lainnya yang terbujuk rayu segelintir oknum yang telah berupaya melakukan pemecahbelahan.

Sekretaris Bidang Organisasi DPD II Golkar Inhil, Zainal Arifin menjelaskan, selain PK Kemuning, melalui surat resmi, PK Mandah juga telah menyatakan untuk melakukan Islah.”Hari ini juga Ketua PK Mandah, H Ahmad Zainal akan hadir untuk menyampaikan permintaan islah.” Ungkap Arifin .(dro/*0)




29.856 Pelajar Se-Inhil Jadi Peserta UN 2013

unTembilahan ( www.detikriau.org ) — Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil, Calon Peserta Ujian Nasional 2013 kabupaten Inhil saat ini berjumlah 29.856 murid, jumlah ini dari 15.264 perempuan dan 14.592 laki laki yang terdiri dari peserta UN tingkat SD, SMP dan SMA Sederajat.

Untuk tahun ini, jumlah murid SD sederajat yang terbagi dalam Sekolah Dasar (SD) , Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) yang mengikuti UN terdapat  6.969 siswa dan 7.047 siswi dengan total keseluruhan 14.016 murid.

Sedangkan untuk Murid SMP sederajat yang terbagi dalam SMP, MTS, SMP T dan SMPLB yang mengikuti Ujian Nasional tercatat sebanyak 4.621 siswa dan 4971 siswi dengan totaol keseluruhan murid 9.592 murid.

Sementara itu di tingkat SLTA sederajat, yang tergabung dari SMA, MA dan SMALB tercatat 2.405 siswa dan 2.853 siswi dengan total keseluruhan murid 5.258 murid. Ditambah dengan murid SMK sebanyak 990 dari 597 siswa 393 siswi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil, H Fauzar, Memasuki Bulan terakhir sebelum pelaksanaan Ujian Nasional 15 April mendatang, Awal Maret, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil akan melakukan Sosialisasi kepada seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Inhil. Secara bertahap, Sosialisasi tersebut akan dilakukan dari Sekolah Dasar hingga tingkat SLTA.

“Untuk SMA, SMK atau sederajat, sosialisasi akan kita lakukan pada 8 Maret mendatang, sedangkan untuk SD tanggal pastinya belum kita tetapkan, tetapi jadwalnya pada minggu ke tiga Maret,” Jelas Kadisdik Inhil H Fauzar,(26/2) kemaren.

Pihaknya menjelaskan, sesuai dengan perubahan sistim yang diterapkan pada UN tahun ini oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dimana dalam satu ruangan yang terdiri dari 20 siswa akan digunakan 20 jenis soal, yang berarti bahwa 1 siswa masing-masing mendapatkan jenis soal yang berbeda dengan yang lainnya.

“Perubahan ini yang nantinya juga akan menjadi prioritas sosialisasi kita, agar para tenaga pengajar dapat menyiapkan anak didiknya baik mental atau kemampuan untuk menghadapi UN mendatang,” jelasnya.

Dalam sosialisasi nanti, pihaknya akan menghimbau seluruh kepala Sekolah agar dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyiapkan strategi dan memberikan tes-test pada murid sesuai dengan bidang pendidikan masing masing.

“Kita berharap tidak ada lagi pemikiran lulus seratus persen kepada pihak sekolah yang selama ini memang memiliki catatan baik tentang kelulusan siswanya. Dengan adanya perubahan sisitim tahun ini kita berharap ada terobosan yang diciptakan setiap sekolah untuk menyiapkan para anak didik mereka masing masing,” harap Fauzar.(dro/**)




Komisi II DPRD Inhil Terima Kunjungan DPRD Tanjab Provinsi Jambi

dprdTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terima kedatangan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab) Provinsi Jambi, Kamis (28/2) di ruang rapat komisi II DPRD Inhil.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Tanjabar, Jambi, HM Syahruddin, mengatakan salah satu tujuan kedatangan pihaknya ke DPRD Inhil, selain melakukan studi banding mengenai peraturan daerah (Perda) Corporate Social Responsibility (CSR) juga merupakan ajang silaturahmi.

“Karena pada dasarnya Inhil dan Tanjabar adalah sebuah kabupaten dengan kultur budayanya tidak beda jauh. Banyak terdapat persamaan, sehingga Kabupaten Inhil bukanlah kabupaten asing bagi kami. Tapi pada intinya, kami ingin belajar banyak mengenai Perda CSR mereka,”ungkapnya.

Komisi II DPRD Inhil yang diketuai oleh Ketua Komisi Ahmad Junaidi, Wakil Ketua Komisi, H Bakri dan para anggota antara lain, Herwanissitas, Zulkarnaen, Irwandi dan Zulkifli, memberikan respon positip kepada rombongan DPRD Tanjab. Menurut wakil rakyat Inhil ini, kedatangan mereka sebuah kehormatan yang perlu diberikan apresiasi.

Sebagai mana diketahui Inhil saat ini sudah memiliki Perda tentang CSR tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan. Perda bersangkutan merupakan perda inisiatif kalangan DPRD Inhil yang telah disahkan pada 2012 lalu. Melihat semua itu timbulah inisiatif DPRD Tanjabar untuk saling bertukar pikiran dengan DPRD Inhil.

Dalam pertemuan itu Komisi II DPRD Inhil memberikan saran aktif terkait pembahasan perda inisiatif CSR yang sedang dalam masa penggodokan oleh DPRD Tanjab.
“Mungkin sebagai refrensi bapak-bapak dalam membahas perda ini bisa belajar dari Kabupaten Kutai Karta Negara (Kalimantan TImur) dan Kota Manado,” ungkap anggota Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas.

CSR yang merupakan tanggung jawab sosial dan moral oleh setiap perusahaan. Mau tidak mau memang sudah menjadi kewajiban untuk dipenuhi. Meski dalam CSR sedikit ada unsur paksaan, namun tetap melalui aturan dan mekanisme seperti lahirnya sebuah perda yang dijadikan payung hukum.

“Dari kesepakatan yang sudah dituangkan kita rasa perusahaan tidak akan main-main dan jika terjadi pelanggara bisa diberikan teguran. Namun yang perlu diingat CSR ini objeknya adalah perusahaan,”jelas Sitas sapaan akrab Herwanissitas.(dro/*1)




Disbun Riau Respon Persoalan Kelapa Inhil

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dinas Perkebunan Provinsi (Pemprov) Riau merespon sejumlah permasalahan perkebunan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terkait dengan harga kelapa yang belakangan anjlok.

Kepala Dinas Perkebunan Riau, H Zulher, saat berkunjung ke Tembilahan, Inhil Kamis (28/2) mengatakan dalam waktu dekat ini harga kelapa yang anjlok kembali akan membaik. Sementara itu untuk meningkatkan pendapatan petani, Disbun Riau akan sosialisasikan intensifikasi dan disertifikasi perkebunan inhil.

“Dalam rangka menyikapi permasalahan perkebunan di Inhil, kita sangat meresponnya  dengan melakukan kunjungan seperti ini. Kemudian terkait dengan permasalahan harga kelapa yang belakangan ini berfluktuasi mudah-mudahan dalam waktu dekat akan normal kembali,”ungkapnya.

Informasi mengenai rencana kenaikan harga kelapa di Inhil, Zulher mengakui bahwa pihaknya telah dua kali melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah pusat, sementara itu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat petani kelapa pihaknya juga akan melakukan kualitas pemeliharaan kebun, dan meningkatkan produktivitas hasil perkebunan.

“Banyak upaya yang kita lakukan untuk meningkatakan taraf kehidupan petani kebun di inhil. Salah satunya, kita akan membuat majalah perkebunan, dengan tujuan para petani nantinya, akan memahami tehnologi perkebunan, baik itu dalam mengoptimalkan lahan perkebunan,” jelasnya.

Melaui Anggaran Pendapat dan Belanja (APBD) Provinsi Riau dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN), Disbun Riau telah mengupayakan melakukan peremajaan kebun keritis sekitar 1000 hektar. Maka itu, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap lahan keritis tersebut.

“2013 ini kita akan melatih masyarakat menjadi penangkar, sawit, kelapa, coklat, sagu dan karet. Dengan demikian masyarakat bersangkutan bisa mengimplemintasikan ilmu yang sudah dia dapatkan. Sehingga tugas pemerintah menjadi terbantu,” katanya lagi.

Selain kelapa, alam Inhil juga memiliki potensi untuk beberpa jenis tanaman seperi Nipah dan Sagu. Dua jenis tanaman ini bisa menjadi tanaman alternative ketika permsalahan harga perkebunan kelapa sedang dalam keadaan jatuh. Melihat dari kondisi yang ada, pihaknya akan meberikan rangsangan kepada para petani.

“Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, ternyata satu hektar hasil kelapa, jika diperbandingkan dengan tanaman sagu dan nipah bisa menjadi dua kali lipa hasilnya. Ini adalah potensi yang dimiliki alam Inhil, tidak semua daerah memilikinya,”ungkap Zulher.

“Kita harus percaya, tanaman alternative sangat membantu petani ketika harga komoditi yang ia tanam sedang merosot. Sebab, itu juga program tanaman sela seperti coklat untk dan yang lainya meski digalakkan demi meningkatkan produksi tanaman masyarakat rendah,”imbuhnya.(dro/*1)




Bupati Inhil Angkat Sumpah 240 PNS Pemkab Inhil

pnsTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Indra Muchis Adnan mengangat sumpah janji 240 Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS), di Gedung Engku Kelana jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Rabu (27/2) kemaren.

Formasi CPNS yang diambil sumpahnya mejadi PNS terdiri dari berbagai formasi seperti tenaga Guru,  Kesehatan, dan tenaga Teknis yang terdiri dari golongan II dan III. Ketua panitia Aparahim, menyebutkan sebanyak 100 tenaga guru,  73 tenaga kesehatan dan 67 tenaga teknis.

“Total keseluruhan dari formasi yang sudah kita sebutkan sebnayak 240 orang. Setalah diambil sumpahnya mereka sudah resmi menyandang status PNS,”katanya.

Sementara itu Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, dalam sambutannya menyatakan agar pengangkatan sumpah atau janji merupakan suatu langkah untukl membina para PNS. Sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik dan jujur. Kemudian yang tidak kalah pentingnya kata orang nomor satu di Negeri Seribu Jembatan ini adalah bertanggung jawab.

“Sumpah dan janji menurut agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME). Maka pada hakikatnya sumpah atau janji ini bukan saja merupakan kesanggupan terhadap atasan, akan tetapi juga merupakan kesanggupan terhadap Tuhan pencipta alam semesta,” kata Bupati.

Sumpah untuk tidak melakukan larangan selain bertanggung jawab kepada bangsa dan negara juga harus dipertanggung jawabkan dalam agama. Didalam ketentuan Undang-Undang Pokok Kepegawaian, PNS berkedudukan sebagai unsur aparatur Negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan secara profesional, jujur, adil, dan merata.

“Kita wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penyelenggaraan tugas sebagai abdi negara. Jika ini dilanggar maka secara otomatis kita melanggar sumpah yang bertentangan dengan kepercayaan masing-masing,” jelasnya.

Pengambilan sumpah dan janji lanjut Indra, janganlah dianggap sekedar rangkaian kata-kata yang harus di ucapkan secara lisan, namun harus dipahami sebagai peristiwa religius yang harus dihayati arti dan maknanya. Untuk itu bisa diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, karena berhubungan dengan tanggung jawab.

“Ingat sumpah yang kita katakan langsung disaksikan oleh Tuhan. Semua itu akan dicatat dalam buku riwayat hidup kita,” tandasnya sambil mengatakan agar selalu mengingat semua yang sudah diucapkan.(dro/*1)