Bupati: Membangun SDM Bukan Perkara Mudah

Bupati: Membangun SDM Bukan Perkara Muda
Bupati: Membangun SDM Bukan Perkara Muda

Tembilahan (www.detikriau.org)  – Pembangunan bidang sumber daya manusia dinyatakan tak semudah membalik telapak tangan serta secara instan terlihat hasilnya.
Selain membutuhkan keseriusan dan dukungan semua pihak. Hasilnya baru dapat dirasakan beberapa tahun ke depan. Pasalnya, apa yang dibangun itu objeknya manusia yang mempunya pikiran serta perasaan.
Jika ada pihak yang mengkritik, hal itu dianggap Bupati Inhil DR H Indra Muchlis Adnan sebagai cambuk agar kebijakan peningkatan kualitas SDM Inhil terus berlanjut.
Membangun gedung dalam hitungan bulan  sudah terlihat hasilnya. Berbeda dengan membangun SDM. Program Wajib Belajar  12 Tahun, Pendidikan Bersubsidi, Satu Rumah Satu Sarjana ditegaskan tidak bisa didapat hasilnya dalam hitungan hari.
“Daerah kita membutuhkan SDM yang handal. Karena itu, dengan segala cara harus ditingkatkan kualitas SDM ini. Untuk mencapai itu semua butuh waktu dan tidak semudah membalik telapak tangan” jelas Bupati.
Sesuai dengan harapan awal, SDM yang berkualitas itu sangat dibutuhkan untuk mengisi semua peluang yang ada. Juga demi memberikan kesempatan kepada warga daerah ini mampu memainkan peran di tanah kelahirannya sendiri.
Kemiskinan pun erat kaitannya dengan rendahnya kualitas SDM. Predikat Inhil sebagai Kabupaten miskin menurut Bupati tidak boleh menyurutkan semangat memberantas kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM daerah ini.
“Beberapa daerah di Pulau Jawa sukses membangun daerahnya karena memiliki kualitas SDM handal. Kita mesti mengambil pelajaran dari kondisi itu”tegas Bupati.
Meski daerah ini tidak memiliki SDA yang berlimpah. Apabila SDM nya handal, Indra Muchlis Adnan menyebut Inhil bakal berjalan terdepan. Untuk mengolah SDA membutuhkan SDM yang mumpuni. Itu sebabnya Bumi Sri Gemilang ditegaskan terus berusaha menciptakan cara meningkatkan kualitas SDM itu supaya bisa berjalan di depan.




Tabib ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Asmunni alias Alang (48) warga jalan Pangeran Hidayat, Parit 14 Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, ditemukan meninggal dunia di perairan Sungai Indragiri, tidak jauh dari rumahnya, Kamis (7/2) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dalam keseharianya bapak beranak dua ini merupakan tulang punggung keluarga. Semasa hidupnya, almarhum berprosesi sebagai tukang obat tradisional (tabib). Dimana  pasiennya tidak hanya berasal dari sekitar Tembilahan, melainkan juga berasal dari berbagai daerah seperti Rengat dan Pekanbaru.

Menurut penuturan warga setempat, sebelum meninggal, sekitar pukul 11.30 WIB, Almarhum turun dari rumah hendak pergi mandi ke lorong Setuju, yang tidak jauh dari rumahnya. Mandi siang hari, merupakan hal rutin yang ia lakukan. Setidaknya, kata warga setempat dalam satu hari Almarhum bisa melakukan hal itu dua hingga tiga kali.

Pada hari itu Almarhum, pergi mandi cukup lama hingga berjam-jam. Padahal biasanya, tidak sampia 15 menit, Almarhum sudah kembali kerumah dan menjalankan ibadah sholat dzuhur. Kecurigaan semakin kuat, setelah anak bungsunya medatangi tempat biasa ia mandi. Disana hanya didapati perelengkapan mandi, seperti sabun dan sehelai handuk.

Setelah dipanggil beberpa kali tidak ada jawaban dari yang bersangkutan, akhirnya anak bungsu Almarhum memanggil keluarga dan para tetangga sekitar. Tanpa komando, warga langsung membantu mencari Alang. Sekita 3 jam, akhirnya Alang ditemukan tidak jauh dari sekitar tempat pemandianya, dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

“Memang biasa pak Alang mandi di tempat itu. Sehari bisa dua hingga tiga kali. Kami sangat terkejut mendengar peristiwa ini. Padahal semassa hidupnya Almarhum suka membantu orang,” kata Rita, tetangga Almarhum.

Sewaktu hidupnya, Almarhum dikabarkan pernah mengidap penyakit ayan dan sesak nafas. Mungkin saja, saat berada didalam sungai penyakit tersebut kambuh. Senanda, Ketua RT 06 RW 07, Edycandra Hat. Menurut dia, Almarhum memilki jiwa sosial yang sangat bagus. Gampang bergaul dan mudah membantu, saat ini warga sekitar merasa sangat kehilangan.

“Kayaknya disini sudah menjadi hal biasa. Hampir setiap tahun anngota keluarga masyarakat sini yang terjatuh dan meninggal di Sungai Indragiri,”cerita Edycandra.

Dulunya, kata Edycandra, banyak orang tua-tua melakukan ritual sesembahan di Sungai Indragiri. Namun setelah para orang tua itu meninggal, ritual tersebut tidak pernah dilakukan lagi. Sehingga, korbanya beralih menjadi manusia. “Saya engak percaya, tapi inilah faktanya,”tukas Ketua RT 06 tersebut.

Sementara itu, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK,M.Si saat dihubungi melalui Paur Humas Polres Inhil, Ipda Warno, mengaku belum menerima informasi itu. Mungkin saja, menurut dia pihak keluarga tidak melaporkan masalah ini kepada pihak Kepolisian. “Kita belum dapat infonya,”ungkap Warno singkat.

Saat berita ini dirilis, Jasad korban sedang disemayamkan di rumah duka. Terlihat para keluarga shok dan menangis. Lantunan ayat yasin, dibacakan silih berganti dari keluarga dan warga yang datang melayat.(dro/*1)




Aksi Brutal Armando Gasper Pinto Hanya Berlatarbelakang Cemburu

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Aksi brutal yang dilakukan Armando Gasper Pinto (28) terhadap Istrinya Sarjit Kaur alias Deby (40) ternyata hanya dilatarbelakangi “Cemburu”.

Pernyataan ini disampaikan Wanita kelahiran Medan Provinsi Sumatra Utara ini ketika ditemui diruang perawatan RSUD PH. Menurutnya, lebih kurang 30 menit sebelum peristiwa naas itu terjadi, dirinya sempat terlibat pertengkaran dengan Suami keduanya itu dalam percakapan melalui sambungan telepon selular.

“Dalam percakapan itu, ia menuding saya berselingkuh dengan laki-laki lain selama berada di Tembilahan. Saya membantah. Tudingan itu jelas  mengada-ngada karena terus terang sampai saat itu saya masih mencintai dirinya,” Ungkap Deby dengan kondisi tubuh yang terlihat masih lemah dengan mata berkaca-kaca.

Pengakuan Deby, saat itu ia berpikir  Armando masih berada di NTT. Ketika tiba-tiba saja Armando muncul dan tanpa bicara langsung menghadiahi dirinya 12 tusukan tentu membuat dirinya merasa terkejut.

Peristiwa sore yang hampir merengut nyawanya itu menjadi kenangan pahit bagi Deby. Dia nyatakan tidak akan pernah memaafkan.  Cinta yang dulu sangat dalam, sejak kejadian itu berubah menjadi benci dan dendam. Bahkan Deby meminta suaminya dihukum seberat-berat nya untuk menanggung perbuatanya itu. Didampingi dua orang buah hati pernikahannya terdahulu, Deby mengaku masih bersyukur karena tetap diberi kehidupan oleh Tuhan.

Sebelumnya, dihadapan petugas Armando mengaku nekat melakukan itu hanya karena sakit hati. Tidak ada masalah lain, apalagi cemburu. Aksi konyol yang dia lakukan ketika itu diakuinya buah dari rasa sakit hati yang selama satu tahun dia pendam.(dro/*1)

Sempat di Duga Aksi Perampokan, Armando Tega Hujani Belasan Tusukan Ketubuh Deby




Lampu Mati, PLN Kembali Meminta Maaf

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terputusnya pasokan listrik kembali gelapkan Kota Tembilahan, Kamis (7/2) sekitar pukul 00.30 WIB hingga 02.30 WIB dini hari. Penyebabnya, adanya gangguan pada panel penyaluran 20 KV Pembangkit Tenaga Diesel (PLTD) Parit IV Tembilahan PLN Rayon Tembilahan.

Kepala PLN Rayon Tembilahan, Husnul, mengatakan, terjadinya gangguan pada panel penyaluran daya listrik kepada pelanggan tersebut merupakan hal yang tidak terduga.

“Ya, mesin kita dini hari tadi mengalami gangguan, tepatnya pada panel 20 KV PLTD Parit IV Kecamatan Tembilahan Hulu.,” ujar Husnul kepada wartawan, Kamis (7/2), di Tembilahan.

Husnul menjelaskan, pihaknya terus berupaya meminimalisir terjadinya gangguan yang ada di mesin pembangkit, agar situasi yang kerap terjadi di Kota Tembilahan hingga saat ini dapat di hindari sekaligus dirinya kembali menyampaikan permintaan maaf kepda pelanggan PLN Rayon Tembilahan atas gangguan yang dialami tersebut.

“Kta juga menghimbau kepada pelanggan untuk lebih berhemat dalam pemakaian listrik terutama saat beban puncak, juga bersama-sama menjaga instalasi kelistrikan dari tindak pencurian,” ujarnya.(dro/**)




RSUD PH Segera Bangun Apotek Intalasi Farmasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Puri Husada  (PH) Tembilahan akan segera mendirikan apotek Instalasi Farmasi standar RSUD. 

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur RSUD PH, Dr Irianto, Kamis (7/2). Menurutnya, keberadaan apotek Instalasi Farmasi RSUD tersebut memang sangat di butuhkan untuk memaksimalkan pelayanan terutama memberikan kemudahan-kemudahan di bidang farmasi kepada masyarakat.

“Pembangunan apotek instalasi farmasi in adalah salah satu langkah peningkatkan fasilitas RSUD PH Tembilahan yang sesuai standar RSUD guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya dengan harapan masyarakat akan dapat lebih mudah dalam mendapatkan berbagai jenis obat sesuai yang mereka inginkan,” kata Dr Iriyanto.

Dikatakannya lagi, dua apotek yang terdapat di RSUD PH Tembilahan saat ini dirasa masih belum mencukupi. Masih perlu adanya sebuah apotek yang benar-benar lengkap dari ketersediaan beragam obat, baik itu obat generik maupun obat-obat paten.(dro/**)




Infrastruktur Pedesaan Harus Dibangun

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menyerahkan bantuan pembangunan masjid kepada Kades Teluk Pantaian, Kecamatan GAS beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menyerahkan bantuan pembangunan masjid kepada Kades Teluk Pantaian, Kecamatan GAS beberapa waktu lalu

Tembilahan (www.detikriau.org)- Kondisi geografis Indragiri Hilir sangat berat. Selain terpisah oleh perairan, jarak antar desa juga berjauhan.
Itu sebabnya pembangunan
infrastruktur pedesaan harus terus dilaksanakan. Supaya hasil bumi warga dapat dikeluarkan dengan mudah. Pembangunan jalan lintas desa dan kecamatan hingga sekarang sangat diperlukan warga daerah ini.
“Kondisi geografis kita sangat berat. Warga harus menggunakan sampan dan pompong untuk mengeluarkan hasil bumi. Karena itu, infrastruktur di pedesaan sangat mutlak dibangun”ujar H Indra Muchlis Adnan SH, Bupati Inhil.
Tidak jarang, hasil bumi warga mesti menunggu berhari-hari baru dapat dipasarkan. Warga terpaksa menanti air pasang, baru bisa mengangkut hasil panennya. Karena sudah lama dipanen, biasanya hasil panen itu menjadi berkurang nilai ekonominya.
Beda halnya dengan daerah lain, kendati infrastruktur masi kurang, tetapi sarana jalan darat menuju ke desa bersangkutan masih ada. Di Inhil, mayoritas desa masih mengandalkan sarana perhubungan air saat mengangkut hasil bumi.
Program desa mandiri yang diluncurkan Pemkab Inhil, dimaksudkan mengatasi kekurangan infrastruktur di pedesaan. Sembari Pemkab Bumi Sri Gemilang juga membangun jalan lintas.
Saat ini yang masih menjadi tugas berat Pemkab Inhil adalah membuka akses jalur darat yang menghubungkan wilayah  Inhil Bagian Utara dengan daerah lainnya. Pembangunan jalan lintas Bandara Tempuling-Mandah yang masih berjalan merupakan salah satu upaya membuka isolasi daerah itu.
“Keterbatasan anggaran daerah mengharuskan kita kreatif mencari cara bagaimana mengatasi isolasi daerah. Jika tidak, ya harus sampai kapan warga kita
tetap kesulitan”cetus Bupati.
Pada penghujung masa jabatannya sebagai Bupati, Indra Muchlis Adnan menyatakan dia selalu komit mengentaskan desa dari isolasi. Dia berharap program tersebut dapat diteruskan oleh penggantinya kelak. Pasalnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah ini menurutnya tidak dapat dilepaskan dari pembangunan infrastruktur penghubung yang layak.(dro/ adv Pemkab Inhil)