Potensi Perikanan Inhil Harus Dimaksimalkan

Bupati Inhil,DR  H Indra Muchlis Adnan mengenakan topi khas petani saat mengunjungi sentra penghasil gabah di Kecamatan Keritang, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil,DR H Indra Muchlis Adnan mengenakan topi khas petani saat mengunjungi sentra penghasil gabah di Kecamatan Keritang, beberapa waktu lalu

Tembilahan (www.detikriau.org)-  Potensi perikanan  Indragiri Hilir sangat tinggi. Hanya saja pengelolaannya masih harus dimaksimalkan supaya tingkat kesejahteraan warga makin membaik.
Erat kaitannya dengan hal tersebut, selain berusaha menggandeng investor. Pemkab Bumi Sri Gemilang juga turut memberikan perhatian dengan meluncurkan beragam program.
Bupati Inhil, DR H Indra Muchlis Adnan menyebut upaya meningkatkan kesejahteraan kalangan nelayan tidak akan pernah berhenti. Apatah lagi, cukup banyak warga daerah ini berprofesi sebagai nelayan.
Pada pihak lain, Pemkab Inhil pun berusaha meningkatkan kualitas  sumber daya manusia warga dengan cara mendirikan SMK Perikanan. Harapannya, generasi muda yang menamatkan pendidikan pada lembaga itu bisa mengaplilkasikan ilmunya di bidang perikanan.
“Usaha mengentaskan kemiskinan kita lakukan pada semua lini. Berbagai program yang kita laksanakan seluruhnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kata Bupati.
Di Inhil beberapa kecamatan yang berada di pesisir dan mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan. Yakni, Concong, Tanah Merah, Mandah, Kuindra, Sungai Batang. Pada kecamatan di atas, cukup banyak warga yang menggantungkan hidup dari bidang perairan.
Usaha menggandeng investor terus pula dilakukan oleh Pemkab Bumi Sri Gemilang. Hanya saja, usaha itu dilakukan secara selektif. Pasalnya diharapkan keberadaan investor nantinya harus menguntungkan masyarakat tidak sebaliknya.
“Potensi perikanan kita sangat luar biasa. Namun demikian, tentu saja ini harus kita optimalkan agar bisa memberikan kesejahteraan bagi warga”cetus Bupati
Bukan hanya perikanan di perairan. Potensi perikanan darat Inhil pun juga tinggi. Sayangnya hal itu belum termanfaatkan dengan baik. Hal inilah yang terus menjadi perhatian Bupati. Supaya warga bisa mengambil keuntungan dari seluruh potensi yang dimiliki daerah ini.(dro/advetorial pemkab inhil)




Mahasiswa UNISI di Temukan Membusuk di Pekarangan Rumah

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Senin (11/2), sekira pukul 11.00 Wib, Darliansyah (23) mahasiswa Semester IV Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan tubuh hampir membusuk di sekitar halaman rumahnya, jalan Pekan arba, Lorong Mutiara, Tembilahan. Diperkirakan korban sudah meninggal tiga atau empat hari yang lalu.

Pertama kali korban ditemukan oleh dua orang teman kuliahnya yang bernama Hengki dan Diman. Kuat dugaan, korban meninggal akibat tersetrum arus listrik. Sebab saat ditemukan, di TKP terdapat seutas kabel telanjang yang masih dialiri listrik, sebilah parang dan sebuah pengait yang terbuat dari besi.

Korban yang baru pulang dari liburan semester itu tinggal dirumahnya sendirian. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tewas dengan kondisi tertelungkup dan terdapat luka bakar dibagian leher sebelah kiri, hingga kebagian bahu dan telapak kaki kanan.

Menurut pengakuian paman korban, Yanik, peristiwa itu diketahuinya dari Hengki, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Yanik dan keluarga sedang berada di rumahnya jalan Batang Tuaka Gang Hikmah. Setelah mendapati kabar itu mereka langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian itu.

“Saya juga tidak tahu. Setahu saya, Almarhum masih liburan di rumah orang tuanya di Desa Simbar, Kecamatan Kateman. Cukup terkejut saya mendengar kabar ini,”kata Yanik, dengan mata berkaca saat ditemukan di lokasi kejadian.
Sementara itu Hengki, teman kuliah korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut, mengaku sudah lama tidak pernah berkomunikasi dengan korban. Apalagi saat ini masih dalam keadaan libur semester ganjil. Kedatangan Hengki, ke rumah korban pagi itu dilatar belakangi kecurigaan karena handpone (HP) korban sudah hampir tiga hari tidak aktif.
“Kebetulan adik korban mengirimi pesan singkat menayakan kabar abangnya. Dalam pesan itu dia minta tolong kepada kami untuk menjenguk abangnya. Setelah kami lihat ke rumahnya, korban tidak ada. Dan ketika kami cari disekitar rumah itu, korban didapati sudah meninggal dalam kondisi tertelungkup,” ceritanya.
Melihat peristiwa itu Henki dan Diman langsung  memberitahukan kepada keluarga korban dan tetangga sekitar. Begitu menerima informasi tentang kejadian tersebut, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan,SIK,M.Si melalui Ka SPK, Ipda Bustamir, saat berada dilokasi mengaku belum bisa memberikan kesimpulan terhadap penemuan mayat tersebut. Pasalnya saat ini petugas masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Korban kita bawa dulu ke kamar mayat RSUP PH karena akan dilakukan visum. Kalau memang keluarga korban bersedia bisa saja dilakukan otopsi,”jelasnya.(dro/*1)




Pemekaran Insel, Anggota DPR RI Dapil Riau Dua diminta Pro Aktif

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Anggota DPR RI asal Riau 2 diminta pro aktif memperjuangkan rencana pemekaran Indragiri Selatan (Insel). Jika hanya duduk diam, 200 ribuan pemilih asal Insel wajib untuk tidak lagi memberikan dukungan.

“Apa yang menjadi keinginan masyarakat Insel sudah berjalan sejak 12 tahun lalu dan ini seharusnya ini menjadi perhatian serius. Ini suara rakyat Insel dan bukankah apa yang menjadi keinginan masyarakat Insel ini wajib untuk diperjuangkan para wakil mereka yang kini duduk di kursi DPR RI?,” Ujar Ketua Komisi satu DPRD Inhil, M Arfah ketika ditemui Vokal diruang kerjanya akhir pekan kemaren.

Dijelaskan Arfah, rencana pemekaran Insel saat ini sudah mengalami kemajuan yang cukup positif. Ditingkat provinsi, hanya menunggu di paripurnakan DPRD Provinsi yang direncakan paling lambat pada maret 2013 mendatang. Setelahnya, usulan pemekaran Insel akan dikirim ke DP Otda Depdagri. Jika mendapatkan dukungan dari wakil kita di DPR RI, tentunya rencana itu semakin mudah untuk direalisasikan.

Ketika dipertanyakan Vokal terkait pernyataan tokoh masyarakat kemuning yang meminta wacana pemekaran Insel tidak hanya sekedar dijadikan guyonan politik juga dibenarkan oleh M Arfah. “ menilik dari pengalaman pemilukada sebelumnya, apa yang diduga masyarakat Insel ini ada benarnya. semoga kali ini benar.”Harap Arfah.(dro/*0)




Perangi Penyebaran HIV/AIDS, BDPN Perlukan Dukungan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir masuk dalam datar daerah rawan penyebaran dan penularan penyakit HIV – AIDS. Hal ini Berdasarkan Surat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Propinsi Riau No. 028/AK.4.01/I/2013 Perihal tindak lanjut pemilihan SSR Program Pencegahan &  Penanggulangan HIV – AIDS untuk Wilayah Riau, dimana Kab Inhil merupakan target Penjangkauan Informasi dan Layanan Informasi Akses Layanan Kesehatan terbesar kedua setelah kota pekanbaru.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua  Advocacy, Awareness & Community Development, Bangun Desa Payung Negri (BDPN) Kab Inhil, Zainal Arifin Hussein dalam siaran persnya, Ahad (10/2). Menurut Zainal, untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam memerangi bahaya penyebaran HIV/AIDS, BDPN tidak akan mampu bekerja sendiri karenanya diperlukan adanya kerjasama dengan beberapa stackholder terkait dan peran aktif masyarakat.

“ Inhil dengan total client sebesar 31.961 Orang menjadi target kedua setelah kota Pekanbaru. Dengan kerja yang tidak ringan ini, demi suksesnya memerangi penyebaran HIV/AIDS, tentunya BDPN membutuhkan dukungan dari semua pihak terkait.” Kata Zainal.

Bantuan itu diantaranya, khusus kepada mitra kerja BDPN yaitu Komisi Penanggulangan Aids (KPA), Dinas Kesehatan (klinik VCT) untuk dapat meningkatkan Koordinasi dan kerjasama baik dalam hal pelayanan informasi ke pihak luar maupun pada saat di lapangan. Kemudian kepada seluruh Instansi anggota Komisi Penanggulanga Aids (KPA) Kab. Indragiri Hilir kami harapkan dapat meningkatkan program dan mengalokasikan dana sebagai wujud dan langkah nyata partisipasi pada program pencegahan dan penanggulangan HIV – Aids di Kabupaten Indragiri Hilir.
Untuk DPRD Inhil Khususnya Komisi Empat diminta untuk memberikan perhatian yang lebih serius dan mendorong SKPD dan Lembaga – lembaga yang tergabung dan terlibat langsung pada program ini untuk dapat mengalokasikan dananya dan mendukung pendanaan bagi lembaga – lembaga non pemerintah (LSM) termasuk Perusahaan BUMN,BUMD dan Perusahaan Swasta yang beroperasi di Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir juga diharapkan untuk dapat mendukung dan bekerjasama memberikan kontribusi yang jelas dan nyata.
“ Selama 4 tahun sejak 2009 (LSM – BDPN) hingga sekarang BDPN belum pernah mendapatkan dukungan Hibah maupun Program untuk Program pencegahan dan penanggulangan HIV – Aids yang bersumber dari APBD Kabupaten Indragiri Hilir, kedepannya oleh karena  Global Fund (GF) hanya mendukung program hingga 2015, kami berharap Pemerintah Daerah Kab. Indragiri Hilir mampu melanjutkan dan mendukung program ini secara maksimal demi keselamatan masyarakat Indragiri hilir dari ancaman penyakit berbahaya HIV – AIDS.” Harap Zainal mengakhiri. (dro/*0)




Syiar Islam Harus Terus Dijaga

Syiar Islam Harus Terus DijagaTembilahan (www.detikriau.org) – Syiar Islam di  Indragiri Hilir harus terus ditingkatkan. Era globalisasi yang berlangsung saat ini, jika tidak disikapi secara bijak tidak saja mendangkalkan akidah, tetapi juga dapat menurunkan Syiar Islam.
Jika pada era 1970-an dan 1980-an, hampir setiap rumah pada malam hari dapat dengan mudah ditemukan suara lantunan ayat suci Alqur’an dari anak-anak yang belajar mengaji. Suasana itu sekarang sudah jauh berubah.
Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH mengajak kepada seluruh warga daerah ini berusaha menjaga agar Syiar Islam tetap tinggi. Dia mengimbau generasi muda, tidak hanya larut dalam urusan duniawi, tetapi juga harus menyeimbangkannya dengan kehidupan yang berhubungan dengan Allah SWT.
“Pembangunan bukan hanya bidang fisik saja. Tetapi bidang rohani juga harus diperhatikan. Keseimbangan pembangunan inilah yang ingin kita capai” kata Bupati.
Karena itu, perhatian terhadap lembaga Ponpes di Inhil tetap diperhatikan. Kemudian kegiatan keagamaan juga tetap dipertahankan. Istigosah yang kerap digelar Pemkab Bumi Sri Gemilang bukan hanya peristiwa ceremonial, tetapi juga dalam upaya memerangi aneka tindak maksiat.
Kegiatan seperti itu menurut Indra Muchlis Adnan tidak saja ingin mengajak warga menjaga Syiar Islam. Tetapi juga mencoba menyadarkan warga bahwasanya kehidupan rohani itu sangat perlu.
“Lewat kegiatan keagamaan kita juga memohon supaya perbuatan maksiat yang masih ada dihapuskan oleh Allah SWT”ujar Indra Muchlis Adnan.
Segenap orang tua diimbau juga oleh Bupati tidak segan menyekolahkan anak ke ponpes. Apabila memang bersekolah ke sekolah umum, disarankan tidak pernah melupakan pentingnya pendidikan agama untuk membentengi mereka dari kemerosotan moral.
Hal itupun sudah coba diterapkan oleh Pemkab Inhil pada Unisi. Lembaga ini dalam kesehariannya berusaha menyadarkan mahasiswanya tentang pentingnya syiar Islam. Salah satunya dengan mewajibkan mahasiswinya mengenakan busana muslim. Harapannya kelak segenap generasi muda daerah ini tetap berjiwa Islami.(advetorial pemkab inhil)




Indra Muchlis Adnan Minta Tim Pemenangan Solid

Bakal Calon Gubernur Riau Periode 2013-2018, H Indra Muchlis Adnan
Bakal Calon Gubernur Riau Periode 2013-2018, H Indra Muchlis Adnan

Tembilahan (www.detikriau.org)  – Kandidat Gubernur Riau 2013-2018, DR H Indra Muchlis Adnan meminta kepada semua tim pemenangannya tetap solid.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Posko Tim Pemenangan Indra Muchlis Adnan di Jalan Indrapuri, Siak Sri Indrapura, pekan silam.
Saat itu, seluruh koordinator pemenangan Indra Muchlis Adnan di Siak turut hadir. Tidak ketinggalan juga tim pemenangan dari Kabupaten terdekat seperti Pelalawan, Dumai, Meranti turut hadir.
Selain berbagi informasi dan pengalaman. Ketika itu dibahas juga strategi sosialisasi plus perkembangan terkini. Dihadapan tim pemenangannya, Indra Muchlis Adnan yang biasa disapa Bang In ini mengungkapkan sosialisasi harus tetap berjalan.
“Kita harus memantapkan barisan dan menjaga kekompakan tim. Hubungan silaturahmi mesti tetap terjaga” ujar Indra Muchlis Adnan.
Sejauh ini, Bupati Inhil itu menegaskan tekadnya untuk tetap maju. Dia menyebut tidak akan mengumbar banyak janji politik. Namun ingin menerapkan apa yang sudah dibuktikan keberhasilannya selama dua periode  memimpin Inhil.
Dalam melakukan sosialisasi, Indra Muchlis Adnan menegaskan senantiasa melibatkan warga. Selain itu, seluruh tim pemenangan juga diminta santun dan tidak menyinggung perasaan siapapun saat bergerak di lapangan.
Posko tim pemenangan Indra Muchlis Adnan sudah berdiri hampir di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Hal itu sekaligus bukti keseriusan dan kesiapan mantan Ketua PSSI Lancang kuning ini ikut bertarung dalam Pilgubri 2013.
Mantan Ketua DPD Golkar Riau itu mengucapkan pula terima kasihnya kepada warga yang senantiasa terbuka menyambut kehadiran dirinya setiap kali menggelar pertemuan dan mengunjungi warga.(dro)