Jalan Meranti dan Jalan Karet Diperbaiki, Warga Ujungbatu Timur Apresiasi Program Swakelola Pemkab Rohul

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Keluhan warga Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu, terhadap kondisi jalan yang selama ini rusak dan berlubang mulai terjawab. Ruas Jalan Meranti dan Jalan Karet kini telah mendapat penanganan melalui program swakelola yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

Kedua ruas jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat tersebut membentang sepanjang sekitar empat kilometer. Meski belum dilakukan pengaspalan, pengerasan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu membuat kondisi jalan kini lebih padat, rata, dan nyaman dilalui kendaraan.

Perbaikan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kepala Desa Ujungbatu Timur, Adi Sanjaya, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungannya terhadap program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Bupati Anton, S.T., M.M., dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M.

“Sebagai kepala desa, saya sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya program-program yang dijalankan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu. Perbaikan jalan ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah daerah yang hadir hingga ke desa-desa,” ujar Adi Sanjaya.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan sangat berkaitan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, pemerintah desa siap bersinergi dengan pemerintah daerah agar pembangunan di Desa Ujungbatu Timur dapat terus berlanjut.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun Sei Sepoteh, Abu Samahrawai, didampingi Ketua RT 23, Senen Ahmad Safin. Keduanya mengaku bersyukur atas penanganan ruas jalan yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu keluhan masyarakat.

“Selama bertahun-tahun jalan ini rusak, berlubang, dan menyulitkan perjalanan. Kini sudah rata dan padat. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Anton beserta jajaran Dinas PUPR yang telah menindaklanjuti kebutuhan kami,” ungkap mereka saat berbincang dengan awak media, Jumat (18/9/2026).

Bagi warga, perbaikan tersebut bukan sekadar pengerasan jalan. Infrastruktur yang lebih baik memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengantar anak ke sekolah, hingga mengangkut hasil kebun menuju pasar.

Warga juga berharap perbaikan tersebut dapat dilanjutkan dengan peningkatan kualitas jalan melalui pengaspalan sehingga akses transportasi di wilayah tersebut semakin baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menanggapi apresiasi masyarakat, Bupati Rokan Hulu Anton menegaskan bahwa pemeliharaan jalan desa menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Program swakelola diarahkan untuk menjaga akses jalan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat, khususnya jalur penghubung dan jalur produksi di pedesaan.

“Kami menjadikan program swakelola ini sebagai salah satu prioritas setiap tahunnya. Tujuannya sederhana, yakni memastikan jalan poros dan jalur produksi di pedesaan tetap dapat digunakan. Jika akses jalan lancar, hasil bumi dapat lebih mudah dibawa ke pasar dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut terbantu,” ujar Anton.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulfikri, S.T., menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin melalui program tersebut telah menyasar sejumlah wilayah sejak bulan sebelumnya.

Menurutnya, penanganan jalan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga konektivitas antardesa, kecamatan, hingga menuju ibu kota kabupaten. Akses jalan yang terpelihara dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

“Penanganan ini bersifat pemeliharaan berkelanjutan. Kami ingin memastikan tidak ada desa yang terputus aksesnya, terutama dalam mendukung kelancaran pengiriman hasil pertanian dan perkebunan masyarakat,” tegas Zulfikri.

Perbaikan Jalan Meranti dan Jalan Karet menjadi salah satu contoh penanganan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Bagi warga Desa Ujungbatu Timur, jalan yang kini lebih rata dan padat bukan hanya perubahan kondisi fisik, tetapi juga membuka harapan agar akses tersebut ke depan dapat terus ditingkatkan.

Masyarakat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dapat terus berjalan sehingga pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat dilakukan secara bertahap dan memberikan manfaat yang semakin luas. (Adv)




Bupati Anton Tinjau Progres Pembangunan MPP Rohul, Dorong Pelayanan Publik Semakin Dekat dengan Masyarakat

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Rokan Hulu bukan sekadar menghadirkan sebuah bangunan baru. Di balik pembangunan tersebut, tersimpan harapan agar masyarakat kelak mendapatkan pelayanan pemerintahan yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan terintegrasi.

Harapan itu pula yang menjadi perhatian Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., saat turun langsung meninjau progres pembangunan MPP Kabupaten Rokan Hulu, Jumat (18/9/2026).

Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, Bupati Anton memastikan proses pembangunan terus berjalan dan berbagai fasilitas yang dibutuhkan dipersiapkan secara bertahap.

Bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, keberadaan MPP nantinya diharapkan mampu mengubah wajah pelayanan publik. Masyarakat tidak lagi harus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mengurus berbagai keperluan, melainkan dapat memperoleh beragam layanan dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Karena itu, pembangunan MPP tidak berhenti pada persoalan fisik semata. Gedung yang dibangun harus berujung pada peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Rohul membangun pemerintahan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bupati Anton pun terus mendorong agar setiap progres pembangunan diperhatikan dengan baik, mulai dari pekerjaan fisik hingga kesiapan fasilitas pendukung. Sebab, ketika MPP nantinya mulai beroperasi, yang akan diuji bukan hanya kemegahan bangunannya, tetapi seberapa besar kemudahan dan kenyamanan yang mampu diberikan kepada masyarakat.

MPP diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan pemerintahan secara lebih sederhana dan efisien.

Inilah bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk menghadirkan pelayanan yang tidak berjarak dengan masyarakat—pelayanan yang hadir bukan sekadar untuk melayani, tetapi juga membangun kepercayaan.

Sebab pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang berhasil didirikan, melainkan tentang manfaat yang dapat dirasakan.

Dari pembangunan menuju pelayanan.
Dari pelayanan menuju kepercayaan.
Dan dari kepercayaan, menuju Rokan Hulu yang terus bergerak dan maju. (Adv)




Diskominfops Inhil Terima Kunjungan KI Riau, Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi hingga Desa dan Sekolah

ARBindonesia.com, TEMBILAHAN — Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfops) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dhoan Dwi Anggara, menerima kunjungan kerja Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau di Tembilahan, Kamis, 17 September 2026. Kegiatan berlangsung di e-Bilik Diskominfops Inhil.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Komisioner KI Provinsi Riau Ahmad Royhan Qodri, bersama staf Hariyanto dan Saipul Abdi.

Dalam pertemuan tersebut, Dhoan selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama menegaskan pentingnya menyamakan persepsi dan pemahaman teknis terkait keterbukaan informasi publik hingga tingkat PPID Pelaksana. Hal ini penting mengingat dinamika pelayanan informasi di lapangan, termasuk dalam menangani permohonan data dari insan pers, LSM, maupun masyarakat.

“Kita perlu menyamakan pemahaman hingga ke level pelaksana di bawah, termasuk di pemerintahan desa dan sekolah. Sangat penting bagi badan publik untuk dapat membedakan secara tegas mana informasi yang bersifat terbuka untuk umum dan mana informasi yang dikecualikan sesuai standar regulasi,” tegas Dhoan.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Inhil siap memfasilitasi sosialisasi dan edukasi berskala besar bersama KI Provinsi Riau. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan seluruh elemen badan publik di Kabupaten Inhil, meliputi OPD dan pemerintah kabupaten, BUMD, instansi vertikal termasuk KPU dan Bawaslu, organisasi penerima hibah APBD seperti Baznas, MUI dan KONI, serta pemerintah desa dan sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KI Provinsi Riau, Ahmad Royhan Qodri, S.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Inhil, khususnya Dhoan Dwi Anggara selaku PPID Utama. Berdasarkan evaluasi KI Riau, Inhil menjadi salah satu daerah dengan tingkat sengketa informasi publik paling rendah di Provinsi Riau.

Dari sekitar 100 permohonan sengketa informasi yang masuk di tingkat Provinsi Riau sepanjang tahun berjalan, Inhil tercatat hanya memiliki dua kasus sengketa. Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari efektivitas komunikasi yang dibangun Diskominfops Inhil dalam berkoordinasi dengan PPID Pelaksana maupun para pemohon informasi.

“Kunci utama dari keterbukaan informasi adalah komunikasi. Apabila komunikasi antara PPID Utama, PPID Pelaksana, dan masyarakat pemohon informasi terjalin dengan baik, maka potensi terjadinya sengketa informasi publik dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Ahmad Royhan.

Selain itu, Ahmad Royhan juga memaparkan konteks sejarah lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang berakar dari semangat Reformasi 1997–1999. Ia juga mengingatkan tren sengketa informasi di Provinsi Riau yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, yakni sekitar 50 kasus pada 2024, sekitar 60 kasus pada 2025, dan telah menembus lebih dari 80 kasus hingga September 2026. (adv)




Talk Show Surambi Nogori Bahas Masa Depan Petani dan Peternak Rokan Hulu

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Masa depan sektor perkebunan dan peternakan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Hal tersebut mengemuka dalam talk show Surambi Nogori, Bupati Menyapa: Bersama Membangun Negeri, Kamis (17/9/2026).

Talk show yang mengusung tema “Petani Sejahtera, Peternak Berdaya: Menuju Rokan Hulu sebagai Sentra Perkebunan dan Peternakan Unggul” itu menjadi ruang diskusi untuk membahas arah pembangunan sektor perkebunan dan peternakan di Negeri Seribu Suluk.

Kegiatan yang berlangsung di Studio II Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Rohul tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha. Diskusi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., hadir sebagai salah satu narasumber bersama Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul, CH. Agung Nugroho, S.T.P., M.M., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Al Muzafri, S.T.P., M.Si., serta Dicky Hervanur, AsKep dari PT Sawit Asahan Indah (SAI).

Kehadiran sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang tersebut membuat pembahasan tidak hanya berfokus pada kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga mencakup perspektif akademik dan pengalaman dunia usaha dalam pengembangan sektor perkebunan dan peternakan.

Sektor perkebunan selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat Rokan Hulu. Karena itu, peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha, serta penguatan nilai ekonomi menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan sektor tersebut.

Begitu pula dengan sektor peternakan. Pengembangannya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana peternak dapat memiliki daya usaha yang kuat dan memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Tantangan tersebut membuat pembangunan sektor perkebunan dan peternakan membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Kebijakan pemerintah perlu didukung oleh ilmu pengetahuan, keterlibatan dunia usaha, serta partisipasi masyarakat agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan.

Melalui talk show Surambi Nogori, Pemkab Rohul juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui arah kebijakan pemerintah daerah sekaligus memahami berbagai persoalan yang dihadapi petani dan peternak.

Program yang digagas Diskominfo Rohul tersebut merupakan bagian dari 22 sesi ekspose organisasi perangkat daerah (OPD). Penggunaan format talk show menjadi salah satu sarana keterbukaan informasi publik sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Pembahasan sektor perkebunan dan peternakan dalam forum tersebut pada akhirnya menempatkan kesejahteraan petani dan peternak sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah.

Dengan demikian, pembangunan sektor tersebut diharapkan tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan usaha masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas, daya saing, dan kekuatan ekonomi petani serta peternak di Kabupaten Rokan Hulu. (Adv)




Warga Kampung Tengah Dilibas Edukasi Tanggap Kebakaran Rumah Tangga

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Puluhan warga Kampung Tengah, Tembilahan berkumpul di halaman terbuka untuk menyaksikan langsung simulasi Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Kamis (17/9/2026) di halaman Gedung Tasik Gemilang, Tembilahan.

Dengan wajah serius, instruktur berseragam biru memperlihatkan cara cepat menaklukkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Ember berisi air, tabung pemadam, hingga teknik sederhana dipraktikkan di depan warga.

“Kebakaran rumah tangga sering terjadi karena kelalaian kecil. Jangan tunggu api membesar, tanggap sejak dini!” tegas salah seorang petugas.

Warga Diajak Berani Melawan Api

Tak hanya teori, warga diberi kesempatan mencoba langsung menyemprotkan avar ke titik api simulasi. Tangan-tangan yang awalnya ragu berubah mantap, seolah menemukan senjata baru melawan ancaman kebakaran.

Pelatihan ini menekankan pencegahan dini, mulai dari memastikan instalasi listrik aman, tidak menyalakan kompor tanpa pengawasan, hingga menyiapkan alat pemadam di rumah.

Kepala DPKB Inhil, Junaidi, melalui Sekretaris Dinas, Masykur. HZ menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memberikan ruang edukasi kepada masyarakat, terutama kepada ibu-ibu rumah tangga dalam pencegahan kebakaran tingkat awal.

“Melalui kegiatan ini, harapan kami ingin setiap keluarga punya kesiapan mental dan teknis dalam melakukan pencegahan awal jika terjadi kebakaran dini. Api kecil bisa jadi bencana besar kalau kita lengah,” ujarnya.

Selain itu, Masykur juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membakar tumpukan-tumpukan dedaunan kering ataupun sampah pada lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran yang luas karena menjalarnya api.

Begitu juga untuk membakar sampah didalam lingkungan rumah di tengah musim kemarau saat ini, karena bisa menimbulkan kebakaran besar jika dilakukan tanpa pengawasan.

“Kita juga menghimbau kepada warga agar selalu waspada ketika hendak bepergian keluar rumah. Pastikan kompor dalam kondisi tidak menyala dan selalu mengecek kelistrikan didalam dirumah untuk menghindari terjadinya arus pendek yang bisa menimbulkan api,” pesanya.

“Jangan biarkan rumah jadi korban, lawan api sejak percikan pertama!,” tutupnya.

Antusiasme Warga dan Harapan ke Depan

Warga menyambut antusias. Banyak yang mengaku baru pertama kali memegang APAR dan menyadari pentingnya alat sederhana itu. “Ternyata gampang dipakai, dan bisa menyelamatkan rumah kalau ada kebakaran kecil,” ungkap seorang ibu rumah tangga.

Harapan kedepan kegiatan ini menjadi gerakan bersama. Tidak hanya aparat, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus ikut menjaga keselamatan lingkungan. Dengan edukasi berkelanjutan, kebakaran rumah tangga di Inhil diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.

Kebakaran Bukan Sekadar Musibah, Tapi Bisa Dicegah

Kebakaran rumah tangga sering dianggap takdir, padahal sebagian besar bisa dicegah. Dari kompor yang lupa dimatikan, kabel listrik yang aus, hingga kebiasaan membakar sampah sembarangan. Pelatihan ini mengingatkan bahwa keselamatan dimulai dari kesadaran kecil di rumah masing-masing.

Dengan bekal pengetahuan dan keberanian, warga Kampung Tengah kini lebih siap menghadapi ancaman api. Edukasi ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi menjadi warisan pengetahuan yang harus ditularkan ke anak-anak dan generasi berikutnya.
(Arb)




Kebakaran Lahan Dekat PT Elnusa Petrofin di Desa Sungai Gantang Berhasil Dipadamkan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kebakaran lahan terjadi di kawasan PT Elnusa Petrofin Rumbai, Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (15/9/26).

Dilansir dari Media Center Riau, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Pemadaman dari beebagai unsur gabungan, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), TNI, Polri termasuk regu pemadaman dari PT Elnusa Petrofin.

“Begitu menerima laporan, 20 personel langsung kami gerakkan menggunakan dua unit mobil pemadam. Meski lokasinya cukup jauh, hampir satu jam dari Kota Tembilahan, panggilan tugas tetap menjadi prioritas,” kata Junaidy.

Setibanya di lokasi, personel DPKP bersama tim gabungan langsung bahu-membahu melakukan pemadaman. Kondisi lahan kering menyebabkan api dengan cepat membakar lahan didominasi semak belukar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansyah, mengatakan api akhirnya berhasil dikuasai setelah petugas gabungan melakukan pemadaman selama beberapa jam.

“Api berhasil dikuasai sekitar pukul 18.00 WIB. Lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,5 hektare,” ujar Arliansyah.

Pemadaman dilakukan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil bersama unsur TNI/Polri serta tim dari PT Elnusa Petrofin.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Gantang, Dhedek Kurniadiyanto, turut turun ke lokasi untuk memantau langsung proses pemadaman di wilayah yang dipimpinnya.

Dhedek mengungkapkan, selain membakar lahan semak belukar, api juga membakar bagian eks bangunan PT Riau Bara Harum (RBH) yang sudah lama tidak beroperasi.

Namun, hingga api berhasil dipadamkan, belum dapat dipastikan dari mana sumber api bermula.

Ada kemungkinan api berasal dari bangunan tua eks tambang batu bara tersebut kemudian merembet ke lahan semak belukar. Namun, kemungkinan sebaliknya juga masih terbuka.

“Sedang dilakukan penyelidikan. Saya belum bisa memastikan. Yang jelas, eks bangunan dan lahan tersebut berada di dekat PT Elnusa Petrofin,” ungkap Dhedek.

Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya telah mengingatkan perusahaan agar melakukan pembersihan lahan di sekitar kawasan perusahaan, terutama menghadapi musim kemarau.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering dan dipenuhi semak belukar sangat rentan terbakar, sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

“Ini terlepas apakah dalam hasil penyelidikan nanti ternyata kebakaran ada unsur disengaja atau tidak. Yang jelas, lahan kering sangat mudah terbakar,” ujarnya.

Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas juga memastikan kondisi di lokasi tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. *