Dalami Dugaan Korupsi Tanggul, Kajari Inhil Agendakan Pemeriksaan Pejabat Disbun

korupsiTEMBILAHAN(www.detikriau.org)– Kejaksaan Negeri Tembilahan, dalam waktu dekat ini meagendakan pemeriksaan terhadap pejabat Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terkait dugaan pembangunan tanggul di Dusun Berongos dan Desa Bekawan, Kecamatan Mandah.

Pihak kejaksaan Negeri Tembilahan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala parit Dusun Berongos, Masnur dan Kepala Desa Bekawan, M Nur. Menurut pihak kejaksaan, pemeriksaan itu terkait laporan adanya pembangunan tanggul yang diduga menyalahi ketentuan.

“Kami akan lakukan pemeriksaan kepada pejabat Dinas Perkebunan Inhil untuk mendalami penyelidikan terhadap kasus ini,” ungkap Kepala Kejaksaan Negri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan melalui Kepala Seksi (Kasi) , Ifan pekan kemarin kepada wartawan.

Lanjutnya, saat menerima pengaduan warga Desa Bekawan terkait kasus dugaan pembangunan tanggul tersebut, pihaknya langsung meresponya dengan terjun langsung mengecek ke lokasi di Dusun Berongos, Desa Bidari Tanjung Datuk (sebelumnya masuk wilayah Desa Bekawan).

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terhadap rekanan kontraktor dan Kepala Desa Bekawan, M Nur dan beberapa Kepala Parit setempat.  Pihaknya kembali meagendakan untuk melakukan pemeriksaan kepada dinas terkait. “Keduanya, Kepala Desa Bekawan, M Nur dan Kepala Parit Dusun Berongos, Masnur sudah kita periksa,” katanya.

Diakuinya, setakat ini, memang baru petani Desa Bekawan yang melaporkan dugaan pembangunan tanggul fiktif tersebut. Sementara dari keterangan yang diperoleh bahwa ada sekitar 9 paket pembangunan tanggul di Disbun Inhil yang tidak dikerjakan alias fiktif.

Kepala Dinas Perkebunan Inhil, H Kuswari, menegaskan bahwa pembangunan tanggul tersebut tidak fiktif. Ia hanya menyebutkan rekanan yang mengerjakan proyek itu tidak mengerjakan, padahal sudah mengambil uang muka sebagai tahap awal akan dimulainya pengerjaan.(dro/*1)




Inhil Masih Belum di Temukan Penyakit Flu Singapura

Gambar ilustrasi pasien penderita penyakit Flu Singapura
Gambar ilustrasi pasien penderita penyakit Flu Singapura

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Meski akhir-akhir ini masyarakat dibeberapa daerah dihebohkan dengan merebaknya penyakit Flu Singapura, namun Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (inhil) hingga saat ini belum menerima laporan kasus tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Diskes Inhil, Rasul Alim, di ruang kerjanya Senin (17/2). Menurut dia, jika diberbagai daerah se Inhil telah ditemukan jenis penyakit-penyakit aneh biasanya pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) langsung memberikan laporan baik tertulis maupun lisan.

“Alahamdulillah, sampai sekarang kita belum menemukan penyakit itu. Biasanya selama ini kalau terjadi penyakit yang agak aneh, tim kita dilapangan langsung melaporkanya. Artinya daerah kita belum terdeteksi adanya penyakit yang sempat menghebohkan beberapa daerah lain,”kata mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini.

 

Meski demikian, dia tetap menegaskan kepada bawahanya agar pro aktif mencari informasi baru, terutama jika menyangkut masalah kesehatan masyarakat. Kalau memang ada yang mencurigakan, petugas kesehatan bisa langsung melakukan tindakan penanganan awal.

Kalau memang didapatai penyakit semacam itu ada langkah-langkah intensif yang akan dilakukan. Bisanya lanjut  Rasul, gejala penyakit Flu Singapora, hampir menyerupai dengan kasus Flu Burung yang beberapa waktu lalu juga sempat menggemparkan.

Selain itu dia juga meminta masyarakat terbuka dan selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat. Dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama musim Pancaroba semacam ini dengan selalu menjaga daya tahan tubuh, salah satunya menjaga asupan makanan yang sehat dan bermutu.

“ Sekali lagi kita sampaikan bahwa sampai saat ini kami masih melakukan pemantaun agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dikemudian hari,”imbuhnya. (dro/*1)

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_Singapura

Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spanyol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non Polio). Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.

Gejala, Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu :

  1. Demam tinggi lebih dari 38 C selama 2 hari.
  2. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.

Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.




Warga M Yamin Fungsikan Parit dan Drainase Sebagai Tong Sampah

sampahTEMBILAHAN(www.detikriau.org)– Minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah rumah tangga, di jalan M Yamin Parit 15 Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, membuat warga sekitar menjadikan parit (anakan sungai. Red) dan drainase sasaran akhir pembuangan sampah.

Salah satu alasan mereka melakukan itu dikarenakan tidak tersedianya tempat pembuangan sampah umum. Padahal dampak dari perbuatan itu secara langsung telah mencemari lautan, sehingga bisa juga merusak ekosistem. Tapi yang lebih parah, bisa menyebabkan saluran air tersumbat dan menimbulkan bahaya banjir. Apalagi jika memasuki musim hujan seperti saat ini.

“Habis mencari tempat sampah di sepanjang jalan ini susah. Kami harus pergi kedepan lembaga sana. Makanya sampah-sampah rumah tangga kami buang kedalam parit. Hampir semua warga sini membuang sampah ke parit,”ungkap Ati (29) ibu rumah tangga jalan M Yamin, Senin (17/2).

Hal yang dilakukan ibu beranak satu ini sebagian dari potret warga M Yamin lainya. Pemandangan tersebut akan mudah dilihat saat magrib dan malam hari.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhil H Tengku Edy, menyebutkan pihaknya masih mengevaluasi titik-titik tempat pembuangan sampah rumah tangga warga Kota Tembilahan. Disampaikannya, untuk memenuhi harapan warga Kota Tembilahan, tentang titik-titik pembuangan sampah rumah tangga, sudah mernjadi program Dinas PU.

“Kita akan coba menganggarkanya melalui APBD Inhil tahun ini. Masalahnya saat ini kita masih mengevaluasi persoalan itu,” ungkap Tengku Edy.(dro/*1)




Dewan Sarankan Pengerjaan Proyek Highway Tempuling Mandah Pertimbangkan Azas Kepatutan dan Manfaat

Ketua Komisi Tiga DPRD Inhil, Feriyandi
Ketua Komisi Tiga DPRD Inhil, Feriyandi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pelaksanaan pekerjaan paket satu (Bandara Tempuling menuju Desa Belantaraya. Red) proyek multiyears Highway Bandara Tempuling Mandah diminta diprioritaskan dengan mempertimbangkan azas kepatutan dan manfaat.  Dengan harapan, ditahun terakhir penganggaran ini setidaknya hasilnya sudah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Menurut Ketua Komisi Tiga DPRD Inhil, Ir Feriyandi ketika menyampaikan harapannya kepada detikriau.org, Senin (18/2) menyarankan penganggaran jalan paket satu ini lebih diprioritaskan pada ruas jalan Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka menuju Desa Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

“jika ini bisa direalisasikan, tentunya memberikan azas kepatutan dan manfaat yang lebih besar. Kepatutannya, ruas jalan ini setiap harinya menjadi salah satu jalur tranportasi yang cukup padat dan secara manfaat tentunya akan semakin mempermudah akses tranportasi orang dan barang sehingga akan memberikan manfaat peningkatan taraf ekonomi masyarakat secara cepat.” Ujar Feri berpendapat.

Pertimbangan lainnya untuk memprioritaskan jalur ini juga didasarkan bahwa beberapa tahun sebelumnya melalui dana Provinsi Riau juga sudah dilaksanakan paket pengerjaan tanggul pada ruas sisi kiri dan kanan jalan sehingga pengerjaan perlu diselaraskan dengan penimbunan tanah dasar. Jika pekerjaan ini terlambat untuk dilaksanakan tentu akan berakibat kondisi jalan akan menjadi semakin rusak akibat tergenang air dikarenakan pengerjaan penanggulan jalan yang ada. “Jika pekerjaan penimbunan bisa terlaksana, akhir tahun 2013, walaupun baru sebatas pengerjaan penimbunan setidaknya sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Siapapun Bupati kedepan, saya berharap agar proyek ini dapat terus dilanjutkan agar tidak ada lagi desa yang terisolasi dan pertumbuahan ekonomi meningkat.” Harap Feriyandi.

Disamping persoalan itu, ia juga berharap pengerjaan jembatan rangka baja di Kecamatan Mandah, Jembatan Belantaraya dan Jembatan Desa Sungai Simpun untuk disegerakan. Dikhawatirkan jika terlambat material proyek akan rusak dan mungkin saja hilang. Dinas terkait juga diharapkan untuk melakukan kajian ulang terhadap design jembatan-jembatan bentang pendek.  Salah satunya dengan mempertimbangkan penggunaan gerder komposit dengan harapan terjadinya efisiensi penggunaan anggaran. Dengan keterbatasan anggaran, metode jembatan kompensional dinilai Feriyandi akan lebih ekonomis.

“Untuk mempercepat proses penyelesaian pekerjaan paket multiyears dengan pertimbangan kemampuan pendanaan dari APBD Kabupaten yang sangat terbatas, saya harapkan Pemkab Inhil untuk lebih proaktif mengupayakan pendanaan dari sumber lain seperti pendanaan melalui APBD Provinsi maupun dana APBN.” Pintanya

Diakhir pembicaraan, Feriyandi juga menilai walaupun dalam beberapa tahun belakangan Pemkab Inhil giat melaksanakan program Desa Mandiri (DM) namun dinilai masih belum mampu sepenuhnya menyelesaikan berbagai persolan dasar yang ada di pedesaan seperti Infrastruktur jalan, sarana kesehatan, pendidikan pengurangan tingkat pengangguran dan lain sebagainya. 70 persen masyarakat Inhil masih bermukim di Pedesaan sehingga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan, keseriusan pemerintah dalam bentuk pemerataan kebijakan anggaran masih sangat diperlukan. Kemampuan Pemkab Inhil dengan melakukan pengupayaan pendanaan dari sumber lain untuk pendanaan paket multiyears tentunya akan dapat memberikan porsi penganggaran yang lebih proporsional bagi pembangunan di pedesaan. (dro/*0)




Jalan Lintas Harus Jauh Dari Sungai

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan tersenyum dan menyalami warga di salah satu desa Kecamatan Teluk Belengkong, saat mengadakan kunjungan kerja ke daerah itu, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan tersenyum dan menyalami warga di salah satu desa Kecamatan Teluk Belengkong, saat mengadakan kunjungan kerja ke daerah itu, beberapa waktu lalu

Tembilahan (www.detikriau.org)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir hanya merancang pembangunan jalan lintas yang jauh dari sungai dan pantai. Itu dilakukan sebagai upaya menghindari agar badan jalan tidak  longsor maupun amblas. Hal itupun sebagai respon atas longsornya beberapa ruas jalan yang letaknya sangat dekat dengan sungai.

Kondisi geografis Inhil yang berawa membuat tanahnya  sangat labil. Apabila pada satu titik terlalu mendapatkan beban, dan letaknya berdekatan dengan sungai biasanya bakal longsor.

“Pembangunan badan jalan baru harus jauh dari sungai atau perairan. Supaya tidak longsor dan amblas” tegas Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan.

Untuk ruas jalan yang saat ini berada dekat dengan sungai, merupakan rancangan lama. Saat arus kendaraan masih sedikit sehingga beban jalan tidak berat. Namun seiring dengan terbukanya isolasi daerah. Beban jalan jauh meningkat dan jalan yang berada dekat dengan bibir sungai sangat rentan longsor.

Beberapa ruas jalan yang berada dipinggiran sungai sekarang sudah terancam amblas, seperti di Parit Tujuh Tembilahan dan di Desa Teluk Jira.

Menyikapi kondisi itu pula, Pemkab Inhil membangun jalan lintas Bandara Tempuling-Mandah tidak berada di pinggir sungai seperti kebiasaan sebelumnya. Tapi jauh ke atas daratan sehingga dinilai tidak akan mengalami fenomena longsor.
“Kita ingin, jalan yang dibangun dapat bertahan lama dalam memudahkan warga mengangkut hasil bumi maupun mobilisasi barang serta jasa lainnya”ujar Bupati.

Bupati pun mengimbau warga tidak terlalu membangun infrastruktur yang berat di daerah pinggiran sungai. Hal itu untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi longsor atau peristiwa buruk lainnya. Jika ingin membangun gedung bertingkat tinggi dan berat disarankan berada jauh dari bibir sungai atau perairan.(dro/humas pemkab inhil)




Dandim 0314 Inhil Irup 17 Hari Bulan

Dandim 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan
Dandim 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin 18 Februari 2013, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan menjadi Pembina Upacara 17 Hari Bulan, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kab. Inhil di Tembilahan. Upacara ini diikuti oleh segenap Pegawai Negeri Sipil,TNI dan POLRI di Lingkungan Pemkab. Inhil.

Dalam amanatnya, Dandim 0314 Kab. Inhil mengajak segenap peserta upacara untuk meningkatkan kedisiplinan, demi terciptanya pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, Dandim juga menghimbau untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban bersama. “Jadilah Polisi bagi diri sendiri, jangan berperilaku yang dapat memancing tindak kejahatan, dan jangan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berbuat kriminal pada diri kita dan lingkungan”, Pesan Dandim.(dro/**)