Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Inhil Kembali Bangun 5 Pustu

imagesTEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Tahun 2013 ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali membangun lima unit pusat kesehatan pembantu (Pustu) yang tersebar dibeberapa kecamatan se Inhil.

Lima Pustu yang dibangun tersebut masing-masing berada di beberapa desa dan kecamatan berbeda, yakni Desa Terusan Beringin, Kecamatan Pelanggiran. Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu. Desa Kelapa Pati, Kecamatan Teluk Belengkong, Desa Sapta Jaya, Kecamatan Pulau Burung dan Desa Sungai Intan, seberang Pulau Palas.

“Desa yang yang layak untuk didirikan Pustu setidaknya harus memenuhi persyaratan seperti jumlah penduduk lebih dari 1000 jiwa dan jarak jangkauan dari pusat desa cukup jauh,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim Rabu (20/2).

Kehadiran Pustu nantinya diharapkan akan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (dro/*1)




Letak Ibukota Insel Kembali Mentah. Tentukan Sikap, Fraksi DPRD Inhil Agendakan Rapat

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Rencana letak Ibukota Kabupaten Indragiri Selatan (Insel) yang semula hampir satu suara, saat ini kembali mentah. Terkait masalah tersebut, sejumlah Fraksi DPRD Inhil akan melakukan rapat untuk menentukan sikap.

Ketua Komisi I DPRD Inhil, M. Arfah menyebutkan, untuk menentukan sikap terhadap rencana letak Ibukota Insel, masing-masing fraksi akan melakukan rapat dan hasilnya akan disampaikan dalam paripurna.

Dalam rapat fraksinya (PPP) nantinya, M Arfah mengatakan mengagendakan untuk melakukan pembahasan guna menyikapi surat persetujuan Gubernur Riau (Gubri) No 52/1/2013 tentang persetujuan pembentukan Kabupaten Insel dan surat Bupati Inhil, No 177/IV/HK-2010 tentang penetapan presetujuan calon Kabupaten Insel.

“Kalau kita runut kebawah, saya rasa sudah tidak ada masalah. Karena segala persyaratan administrasi sudah dipenuhi. Hanya saja ada satu poin yang belum tercantum dalam keputusan DPRD Inhil, yaitu tentang rencana letak Ibukota Insel,” katanya Rabu (20/2).

Alasan kenapa tidak dicantumkan, lanjut Arfah, saat itu masing-masing kecamatan ingin daerah mereka yang dijadikan sebagai Ibukota Insel. Sehingga timbul kesepakatan DPRD untuk tidak mencantumkannya namun tetap memberikan rekomendasi persetujuan pemekaran Kabupaten Insel.

“Pada PP 78 itu dikatakan, untuk menetukan lokasi Ibukota kabupaten pemekaran harus didasarkan kepada kajian lembaga independen. Dari hasil kajian lembaga independent yang ditunjuk oleh Pemkab Inhil, menetapkan Kemuning sebagai Ibukota Insel,” jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai sikap Komisi I DPRD Inhil, Arfah mengatakan Komisi I akan mengikuti alur dan mekanisme yang ada. Salah satunya PP yang dijadikan sebagai dasar hukum. Disana dijelaskan bahwa hasil kajianlah yang akan dijadikan pedoman menetapakan Ibukota.

“Komisi I tetap mengikuti hasil kajian. Walaupun ada pemikiran beberapa pihak yang menyatakan bahwa Kemuning belum siap untuk dijadikan Calon Ibu Kota,” pungkasnya.

Dalam rapat antara Pemkab Inhil dengan pihak DPRD Inhil sehari sebelumnya, selasa (19/2) terkait penyampaian rencana letak Ibu Kota Kabupaten Insel kembali terjadi perbedaan pendapat. Sebahagian anggota DPRD Inhil menuding hasil kajian yang dilakukan pihak Independent (UNISI. Red) cacat secara hukum dikarenakan saat itu UNISI masih belum diakui legalitasnya.

Bahkan dalam rapat itu, Anggota DPRD Inhil asal Kecamatan Enok, Edy Harianto Sindrang menyatakan jika Kemuning tetap dijadikan Ibukota Insel maka Kecamatan Enok menolak bergabung dengan Insel dan tetap meminta bergabung dengan Inhil.

Sementara itu Sekdakan Inhil, H Alimuddin RM, menyerahkan persoalan tersebut kepada tim, baik itu Dewan Presedium Pemekaran Kabupaten (DPPK) Insel maupun kalangan DPRD Inhil. Pemkab Inhil tetap akan memberikan dukungan apapun yang menjadi keputusan nantinya.

“Salah satu bukti dukungan Pemkab adalah surat persetujuan Bupati,”Kata Sekda.

Namun Sekda berharap semua pihak dapat memberikan mendukungan, walapun ada kerikil-kerikil kecil, janganlah jadikan sebagai hambatan untuk memekarkan Insel (dro/*1)

 

KEMUNING JADI IBUKOTA, KEC ENOK KELUAR DARI INSEL

 




Hingga Hari Ke Tiga, 18 Caleg Daftar ke DPC PKB Inhil

pkbTEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Sejak dibukanya pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) oleh DPC PKB Inhil (18 Februari 2013. red), sebanyak 18 bakal calon legislatif telah mengambil formulir.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Inhil, Handoyo menyebutkan, dari 18 caleg tersebut dua diantaranya nyaleg ke Provinsi Riau. Sedangkan sisanya berasal dari lima daerah pemilihan (Dapil) Inhil.

“Minat untuk menjadi caleg dari Partai kami lumayan besar,” jelasnya Rabu (20/2).

Handoyo, menjelaskan, jumlah pendaftar dipastikan akan terus bertambah sampai batas akhir pendaftaran 10 Maret mendatang. Menurutnya PKB memberikan kesempatan untuk kader dan pemuda pemudi terbaik dari berbagai lapisan masyarakat untuk bisa bersaing dalam Pileg 2014 mendatang.

Hal formal yang harus dipenuhi dalam pendaftaran adalah surat permohonan pendaftaran, surat keterangan lulus pendidikan terakhir, fotocopy KTP, foto, bukti kartu tanda anggota Partai. Adanya persyaratan terakhir ini membuat orang diluar partai harus lebih dahulu mendaftar sebagai kader Partai.

“Setelah penutupan tahapan pendaftaran, tim dari DPC PKB Inhil akan melakukan seleksi untuk caleg yang akan diusung. Kami akan memastikan bacaleg yang akan diusung benar-benar memiliki kualitas dan kemampuan untuk menjadi wakil rakyat,” ujarnya.

18 caleg tersebut  masing-masing berasal dari dapil 1, dua orang, dapil 2, empat orang, dapil 3, dua orang, dapil 4, empat orang dan dapil 5, enam orang.(dro/*1)




Panitia Lokal MTQ Kabupaten Inhil Ke-43 Kec Mandah di Bentuk

Camat Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, M. Nazar, S.Sos
Camat Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, M. Nazar, S.Sos

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ke-43, pekan kemarin sudah terbentuk. Sesuai Surat Penunjukan Pelaksanaan (SPP) LPTQ Kabupaten Inhil Nomor 02/LPTQ/I-2013, tahun ini Kecamatan Mandah di tunjuk sebagai penyelenggara MTQ tahun 2013.

Rapat pembentukan panitia lokal Kecamatan Mandah tersebut dipimpin langsung oleh Camat Mandah, M Nazar,  dengan dihadiri oleh UPIKA, KUA, UPTD, Kepsek, LPTQ Kecamatan, MUI, Kades/lurah, Forum RT/RW kecamatan Mandah, SPSI, Ojek, Majlis Taklim,, BKMT, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Tokoh pemuda dan Tokoh wanita.

Dalam rapat tersebut, terpilih sebagai  Ketua Umum, M Nazar S.Sos yang juga merupakan Camat Mandah, Sekretaris, Umar Hamdy  SPt yang menjabat sebagai Kasi PMD Kecamatan Mandah, dan Bendahara, Ramayulis yang menjabat sebagai Staf Camat Mandah.

Ketua Umum Panitia Lokal, M Nazar, kemarin, mengatakan, panitia yang telah dibentuk nantinya harus mampu melaksanakan kegiatan MTQ dengan perencanaan dan pengorganisasian secara matang. Diharapkan pelaksanaan MTQ yang juga sebagai Syi’ar Islam ini akan dapat berjalan sukses.

Selain itu, ia juga menyebutkan, dengan adanya kegiatan MTQ akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kandungan isi Alquran.

“Kepanitiaan ini diharapkan dapat mengetahui tugasnya masing-masing, sehingga MTQ kabupaten akan terlaksana tepat waktu dan tepat sasaran,” harapnya.

MTQ tingkat Kabupaten Inhil ke-43 ini direncanakan akan digelar di Lapangan Bola Kali Hariah Mandah, Jalan Datuk Khasim, Hariah Mandah. Kegiatan  akan dilaksanakan pada akhir April 2013 hingga  awal Mei 2013.(dro/**)




Nasib Agussalim di Tentukan Hasil Rapim DPC PPP Inhil Pekan Mendatang

Sekretaris DPC PPP Inhil, Sahruddin
Sekretaris DPC PPP Inhil, Sahruddin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Langkah Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Indragiri Hilir, Agussalim untuk maju dalam bursa bakal calon (balon) Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir 2013 – 2018 meski belum dipastikan, namun diprediksi akan berjalan mulus.

Menurut pengakuan Sekretaris DPC PPP Kab Inhil, Sahruddin, hingga saat ini, ditingkatan kepengurusan DPC, Nama Agussalim masih dinilai sebagai kader terbaik dan sangat layak untuk diusung sebagai balon dari PPP.

“kredibilitas, loyalitas dan kemampuan kepemimpinan beliau menurut penilaian saya secara pribadi dan mungkin hampir seluruh kepengurusan DPC maupun PAC tidak ada yang patut diragukan lagi. ditingkat kepengurusan DPC, beliau masih menjabat sebagai Ketua. Inilah yang menjadi dasar penilaian sehingga sangat patut beliau diberikan dukungan,” Ujar Sahruddin kepada di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas, Tembilahan. Selasa (19/2).

Ditambahkannya, kepastian siapa yang nantinya akan diusung akan ditentukan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) DPC PPP Inhil yang diagendakan akan dilaksanakan pada sabtu (23/2) hingga minggu (24/2) mendatang. Rapim yang akan dilaksanakan di Hotel Telaga Puri, Jalan Lingkar Tembilahan tersebut nantinya akan dihadiri oleh seluruh pengurus PAC PPP dari 20 Kecamatan se Inhil.” Siapapun yang akan diusung, sepenuhnya akan kita serahkan kepada pertimbangan PAC.”Pungkas Sahruddin yang juga bertindak selaku Ketua Rapim PPP Inhil ini mengakhiri. (dro/*0)




Bupati Tegaskan Jangan Abaikan Peranan Kaum Ibu

Bupati Tegaskan Jangan Abaikan Peranan Kaum Ibu
Bupati Inhil, H Indra M Adnan (dua dari kiri) duduk santai di sebuah pos kamling bersama warga dipedesaan Kecamatan Gaung saat berkunjung ke Daerah itu beberapa waktu yang lalu

Tembilahan (www.detikriau.org) – Jangan abaikan peranan kalangan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain sangat menentukan, peranan itu dapat dijalankan kalangan ibu sembari mengasuh putra dan putrinya serta kegiatan rumah tangga lainnya.
Hal itu telah menjadi perhatian Pemkab Bumi Sri Gemilang. Tidak hanya memperhatikan dari segi kesehatan dan segi lainnya. Tetapi juga diberdayakan lewat lembaga majelis taklim tempat kalangan ibu beraktivitas.
Pada majelis taklim itu, Pemkab Inhil menyalurkan bantuan. Bantuan tersebut kemudian dikelola oleh seluruh anggotanya. Dari bantuan itulah kalangan ibu rumah tangga membantu suaminya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Pemberdayaan ekonomi melalui lembaga majelis taklim kita harapkan mampu memberdayakan kalangan ibu dalam membantu keluarga masing-masing”jelas Bupati.
Nantinya tiap anggota majelis taklim itu menggunakan bantuan yang sudah diterima untuk memperkuat pondasi ekonomi mereka. Bagi yang memiliki usaha menjual penganan tradisional dapat menambah modalnya dari dana bantuan yang sudah diterima.
Selanjutnya bantuan yang sifatnya bergulir itu dikembalikan lagi ke kelompoknya secara cicilan. Kemudian digunakan oleh anggota yang lainnya untuk tujuan yang sama.
“Jadi, kalangan ibu juga turut berperan membantu. Saat suami sibuk bekerja, ibu di rumah juga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga” jelas Bupati.
Dari pengalaman berbagai pihak, angka kredit macet dari peminjam yang berasal dari kalangan perempuan ditegaskan sangat kecil. Karena kalangan ibu sangat teliti dan memiliki tanggung jawab tinggi. Oleh sebab itu, dengan pemberdayaan dari semua sisi, diharapkan angka kemiskinan di Inhil dapat ditekan seminimal mungkin.(dro/Humas Pemkab Inhil)