Duga Ada Kelalaian, MPI Laporkan pembangunan Venue PON Futsal ke Kejaksaan Negri Tembilahan

aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Zakiyun dan T Suhandri  diterima Kasi intel Kejaksaan Negri Tembilahan, Ivan Siahaan saat menyampaikan laporan terkait pembangunan Venue PON Futsal. senin (18 maret 2013)
aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Zaky Hasan dan T Suhandri diterima Kasi intel Kejaksaan Negri Tembilahan, Ivan Siahaan saat menyampaikan laporan terkait pembangunan Venue PON Futsal. senin (18 maret 2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) – Aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI) mendesak pihak Kejaksaan Negri Tembilahan untuk memeriksa adanya dugaan pengerjaan pondasi Venue PON Futsal yang tidak sesuai perencanaan.

Berdasarkan penjelasan Aktivis MPI, TS Suhandri yang saat itu didampingi rekannya, Zacky Hasan, timbulnya dugaan ini mencuat setelah terjadinya keretakan dibeberapa bagian dinding bangunan. “ Pada sisi barat, keretakan cukup parah terjadi akhir februari 2013 yang lalu atau belum genap dua bulan sejak berakhirnya masa pengerjaan. Bahkan menurut keterangan masyarakat sekitar, kerusakan serupa juga pernah terjadi sebelum. Hari ini, kerusakan serupa juga mulai terlihat pada sisi utara bangunan. Kita menduga hal ini lebih disebabkan pengerjaan pondasi yang tidak baik,” Sebut TS Suhandri

Alasan yang disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Kepariwisataan (Disporabudpar) Inhil, H Mukhtar T dengan Pengkambing hitaman kondisi geografis Inhil menjadi alasan yang dikatakannya lucu. Dinilai Comel, jauh hari sebelum pekerjaan dimulai, bukankah struktur pondasi yang dirancang memang diperuntukan untuk alam Inhil?.”Hanya ada dua dugaan kuat, perencanaan struktur pondasi yang salah atau memang pekerjaannya yang tidak sesuai dengan perencanaan,” Duganya.

Zacky Hasan juga membenarkan. Diakuinya, selama masa pemeliharaan (6 bulan. Red), segala kerusakan yang terjadi merupakan tanggungjawab pihak kontraktor pelaksana. Namun perbaikan yang dilakukan dengan cara tambal sulam menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah. Ia meyakini, jika tidak dilakukan perbaikan pada inti persoalan(pondasi. Red) , kejadian serupa akan terus berulang.”yang lebih menjadi kekhawatiran kita, jika terlambat disikapi, mungkin tidak akan lama, bangunan ini akan ambruk dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa,”Kata Zaky.

Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Tembilahan, Ferziansyah Sesunan melalui Kasi Intel, Ivan Siahaan menyatakan kelanjutan laporan ini menunggu arahan dari Kajari.” Yang jelas pengaduan ini kita terima. Tindaklanjutnya kami menunggu arahan dari atasan.” Ungkap Ivan.

Dalam Kesempatan itu, Ivan juga mengucapkan terimakasih atas peran aktif MPI untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Dengan keterbatasan personil kejaksaan, diakuinya pihak Kejaksaan tentunya berharap banyak dukungan dari semua pihak terutama masyarakat. (dro)




Agar Tidak Memberatkan, KPUD Inhil diminta Perjuangkan Tes Kejiawaan Baleg dilaksanakan di Tembilahan

Anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir, Edy Gunawan
Anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir, Edy Gunawan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bakal Calon Legislatif (Caleg) yang akan bertarung pada Pemilu Legislatif (Pileg) Kabupaten Inhil, 2014 mendatang, merasa terbebankan dengan pelaksanaan tes kesehatan jiwa yang di syaratkan oleh KPU. Berbeda dengan tes pada pileg periode sebelumnya, kali ini tes kesehatan kejiwaan yang harus dilakukan para celeg dipusatkan di Pekanbaru, Provinsi Riau.

“Kebijakan ini jelas sangat membebankan bakal calon, baik dari segi biaya maupun waktunya. Terutama baleg yang berasal dari daerah.” jelas Edi Gunawan salah seorang Bakal Calon yang juga akan kembali bertarung pada Pileg 2014 nanti.

Berdasarkan informasi yang diterima, untuk tes kejiwaan dikenai biaya Rp 400 ribu, bila dipekanbaru tentu para bakal calon juga harus mengeluarkan biaya tambahan seperti penginapan dan uang transportasi, karena tes ini tidak selesai dalam satu hari,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya berharap KPUD Inhil dapat memfasilitasi tes kejiwaan tersebut agar dapat dilakukan di Ibukota Kabupaten seperti pada Pileg sebelumnya.

“Dulu bisa dilakukan di Tembilahan, kita berharap kali ini juga demikian. Meski ini bukan wewenang KPUD namun kita berharap KPUD Inhil dapat mencarikan jalan keluarnya. mungkin dengan mendatangkan tim pemeriksa kesehatan kejiwaan langsung ketembilahan seperti periode 2004 dan 2009 lalu,” harapnya.(dro)




Meski Belum Dikenal, Yusran diharap Lebih Mampu Majukan Dunia Olahraga

Sekretaris PRSI Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Arifin
Sekretaris PRSI Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Arifin

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sekretaris Cabang olahraga (Cabor)Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Arifin berharap terpilihnya Yusran sebagai Ketua KONI periode 2013-2017 dapat lebih mampu berkiprah dalam memajukan dunia keolahragaan di bumi Sri Gemilang.

Harapan ini disampaikan Zainal Arifin melalui sambungan telepon selular, senin (18/3). “Saya ucapkan selamat atas terpilihnya saudara Yusran. Meskipun sosok Yusran dirasakan belum dikenal di kalangan pengurus Cabor Inhil namun secara pribadi saya berharap dirinya kedepan akan mampu menujukkan prestasi baik khususnya bagi dunia olahraga di Inhil,” Harap Zainal.

Menurut penilaian Zainal, kepengurusan KONI sebelumnya dirasakan tertutup dan kurang mampu merangkul Cabor sebagai induk olahraga. Ia berharap upaya perubahan hal ini juga menjadi sesuatu yang diutamakan.

H Yusran berhasil terpilih sebagai Ketua KONI periode 2013 – 2017 menggantikan H Indra Muchlis Adnan setelah berhasil mengungguli dukungan mutlak mengalahkan dua calon lainnya, H Syamsurizal Awi dan H Yusuf dalam Musyawarah olahraga KONI Inhil bertempat di Hotel Telaga Puri, Akhir pekan kemaren di Tembilahan.(dro)




KPUD Sosialisasikan Penyelengaraan Pemilu 2014

Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi
Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Demi suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi, Senin (18/3)

Sosialisasi yang digelar di gedung KPUD Inhil ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat,  perwakilan partai politik (Parpol) dan aparat terkait baik dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) mapun unsur kepolisian.

Ketua KPUD Inhil, Joni, menegaskan, tujuan dari sosialisasi ini, untuk memberikan pemahaman pelaksanaan pemilu tahun 2014 kepada seluruh unsur masyarakat, baik yang terkait langsung maupun yang tidak terkait secara langsung. Mengingat pelaksaaan Pemilu sudah semakin dekat.

“Kegitan ini juga bagian dari tahapan yang harus kita lakukan menjelang pelaksanaan pemilu. Melalui sosialisisi semacam ini kami yakin bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Apalagi kami juga melibatkan narasumber yang berkompeten,” sebut Joni.(dro/*1)




Pemkab Diminta Perhatikan Perkebunan Desa Pandan Sari

mansunTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta memperhatikan kondisi perkebunan warga masyarakat Desa Pandan Sari, Kecamatan Sungai Batang.

90 persen warga desa setempat bermata pencarian sebagai petani kelapa. Dari 20 batang parit luas area perkebunan disana, saat ini hanya tinggal 4 batang parit yang lokasi perkebunannya masih produktif itupun sudah terancam punah.

“Kalau ekonomi warga ingin bagus, pemerintah harus memperhatikan kondisi perkebunan kami. Normalisasi parit, pembangunan tanggul dan pembasmian hama kera merupakan harapan masyarakat kita disana,”ungkap Kepala Desa Pandan Sari, Kecamatan Sungai Batang, di Tembilahan, Senin (18/3)

Lanjutnya, jika kondisi perkebunan bagus maka secara otomatis pula ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang. Namun jika sebaliknya yang terjadi maka dampak sosial yang kurang baik akan mudah terjadi. Bagai mana warga akan peka terhadap yang lain, kalau keadaan ekonomi terganggu.

Senada, anggota DPRD Inhil, Mansun mengatakan, apa yang menjadi objek mata pencaraian warga, mau tidak mau hal itu merupakan  tanggung jawab pemerintah, mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah.

“Desa pandansari merupakan desa baru. Sudah sewajarnya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kalau tidak ada perhatian, tentu akan sulit untuk berkembang sebagaimana desa-desa lain,”kata Mansun.

Saat ini Desa Pandan Sari, memiliki sekitar 1000 penduduk. Rata-rata dari jumlah penduduk tersebut menginginkan adanya perbaikan tanggul, normaliasai parit dan pembasmian hama monyet, karena itu menjadi sumber kerusakan kebun kelapa warga.

“Dari hasil dialog saya dengan warga disana , mereka tidak butuh infrastruktur yang bagus. Namun yang sangat mereka inginkan bagai mana kondisi perkebunan mereka dapat normal kembali,” ujar Mansun. (dro/*1)




Sensus Pertanian 2013, BPS Inhil Siapkan 856 Petugas

sensus pertanianTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka mendukung program pemerintah secara Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyiapakan 856 petugas pencacah lapangan sensus pertanian (ST 2013)

Ada beberapa tahapan sebelum petugas pencecah lapangan (PCL) menjadi bagian dari tim BPS. Antara lain, mereka (calon PCL, red) mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, seperti mendaftar dan mengikuti tes maupun seleksi yang akan dibagi menjadi dua tahapan.

“Yang pertama tentu mereka harus menguasai wilayah tugas. Tapi itu setelah mereka bisa melewati dua tahapan seleksi baik dari petugas BPS di kecamatan hingga tim seleksi korwil,”ungkap Kepala BPS Inhil, H Irfarial, Senin (18/3).

Dari 856 petugas yang dibutuhkan, 214 diantaranya menjadi koordinator tim sedangkan sisanya sebanyak 642 adalah petugas PCL. Setelah petugas dianggap benar-benar berlkualitas dan mampudengan bekal  bimbingan teknis (Bimtek) selama tiga baru diterjunkan kelapangan.

“TC-nya ada beberapa lokasi. Untuk wilayah Utara di pusatkan di Guntung, Kecamatan Kateman. Sedangkan wilayah Selatan di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh. Kemudian untuk bagian Tengah, di Kota Tembilahan,”jelasnya.

Adapun materi yang akan diberkan dalam pelatihan nanti meliputi simulasi wawancara dengan petani. Sehingga pada saat tanggal mainnya semua pencacah sudah siap menjalankan tugas. Sensus yang diakukan itu sangat menetukan terhadap masa depan dunia pertanian Indonesia secara umum.

“Kita menghimbau petani tidak kaget. Karena nantinya petugas akan mendatangi satu persatu rumah para petani. Mohon diberikan jawaban yang sejujur-jujurnya,”harap Irfarial.(dro/*1)