Bupati : Berjiwa Leadership dan Berduit Baru Boleh Pimpin KONI

Bupati Inhil, H Indra M Adnan saat menyampaikan kata sambutan sekaligus membuka Musyawarah Olahraga KONI Inhil di Gedung Engku Kelana, TembilahanTembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, Dr. H Indra M Adnan berpesan, siapapun yang nantinya akan terpilih untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Haruslah sosok yang memiliki leadership yang baik dan kemampuan secara ekonomi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Riau ini saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan Musyawarah Cabang KONI Kab Inhil bertempat di Gedung Engku Kelana, Jalan Baharudin Jusuf, Tembilahan, Sabtu (16/3). Menurutnya, dua hal itu merupakan persyaratan mutlak dan tidak boleh terpisah.

“Menjadi ketua KONI itu bukanlah tugas yang mudah karena berhasil atau tidaknya kepemimpinan ketua bisa diukur dengan kemampuan dirinya untuk memenuhi pencapaian target yang telah ditentukan. Artinya, untuk memperoleh pencapaian target, tentu seorang ketua  harus memiliki jiwa kepemimpinan agar seluruh sumberdaya organisasi mampu dikelola dengan baik dan saling mendukung guna mencapai apa yang menjadi sasaran”. Ujar Bupati

Keharusan untuk memiliki kemampuan secara ekonomi, ditambahkan Bupati, juga menjadi syarat mutlak yang tidak bisa terpisahkan dengan jiwa leadership. Punya jiwa kepemimpinan tetapi tidak memiliki kemampuan secara ekonomi juga bisa menjadi penyebab terhambatnya berbagai program organisasi.” Sekali lagi, kedua syarat itu sangatlah penting. Keduanya harus terpenuhi. Selamat bermusyawarah dan semoga sukses,” Harap Bupati.

Sebelumnya, dalam kata sambutan, Ketua KONI Provinsi Riau, Yuherman Yusuf berharap kedepannya pengcab KONI Inhil akan lebih maju dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kriteria calon Ketua KONI Inhil, ia menitipkan pesan agar memiliki jiwa yang mencintai olahraga.”Saya juga mengucapkan selamat bermusyawarah dan semoga berawal dari kegiatan hari ini, KONI Inhil kedepannya bisa lebih mampu meraih prestasi gemilang dibandingkan tahun tahun sebelumnya,” Pesan Yuherman Yusuf.

Kegiatan Musyawarah Olahraga Kabupaten, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabuaten Indragiri Hilir, selain dihadiri oleh jajaran pengurus KONI baik Provinsi Riau dan Kabupaten Inhil dan pengurus Cabang Olahraga (Cabor), juga tampak dihadiri oleh unsur Muspida dan beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil.(dro/*0)




Upaya Tertibkan Angkutan Umum, Dishubkominfo Inhil Benahi Terminal BLI

fahrolrozyTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka pemanfaatan Terminal penumpang dan barang (Penumbar) Bandar Laksmana Indragiri (BLI) Tembilahan, tahun 2013 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) segera membangun jalan dalam terminal tersebut.

Hal ini dikemukan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Inhil, H Pahrolrozi. Menurut mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil ini, selain jalan dalam lingkungan terminal pihaknya juga akan melakukan perbaikan beberapa bagian atap yang bocor.

“Tanpa adanya perbaikan ini, kita yakin armada angkutan dalam kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) enggan masuk kedalam terminal. Untuk program ini, kita sudah siapkan anggaranya sekitar Rp 3 miliyar,” jelasnya, Jumat (15/3).

Jika pembangunan tersebut sudah rampung dikerjakan, Tambah  Fahrolrozy, seluruh armada angkutan penumpang dan barang wajib masuk dalam terminal. Tidak seperti saat ini yang masih banyak bebas berkeliran di dalam kota.

“Kita juga akan memfungsikan terminal ini untuk mobil angkutan barang. Karena kita sudah menyiapkan timbangan portable. Bagi kendaraan barang yang kapasitasnya lebih dari delapan ton maka tidak akan kita benarkan masuk kota. Semua harus dibongkar dalam terminal yang sudah kita siapkan,” jelasnya.

Upaya penertiban terhadap sejumlah armada angkutan umum, Dishibkominfo sudah membentuk tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI dan pemerintah terkait lainnya. Tim nantinya akan bertugas melakukan pengawasan segala aktivitas kendaraan angkutan umum dan lokasi parkir yang tidak sesuai ketentuan.

Masih menurut yang bersangkutan, sebagai pendukung fasilitas dalam terminal, pemkab Inhil juga telah menyediakan satu unit sumur untuk cuci mobil. Dengan demikian, mobil-mobil itu tidak perlu lagi mencari tempat cuci hingga kedalam kota dan tempat-tempat lainya.

Dengan dioperasikannya terminal angkutan umum yang menelan biaya Rp 15 miliar lebih dan dibangun sejak sejak 2007 silam itu, ditargetkan  tidak akan ada lagi angkutan umum yang beroperasi liar dalam kota. Karena terminal Bandar Laksamana Indragiri ini n mampu menampung sebanyak 258 unit dari 30 agen PO yang ada di Inhil

“Nanti kita harap tidak ada alasan lagi bagi agen. Semua fasilitas sudah kita sediakan, tinggal dimanfaatkan saja,”tandasnya.(dro/*1)




Tingkatkan Pelayanan, RSUD PH Tidak Lagi Dijadikan Sumber PAD Inhil

rsudTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan saat ini tidak lagi dijadikan sumber pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil).

Sebab, dikatakan Direktur RSUD PH Tembilahan, dr Iriyanto, keberadaan rumah sakit adalah sebagai sebuah wadah pelayanan sosial untuk masyarakat. Meski demikian, setiap RS tetap harus memiliki sejumlah dasar hukum sebagai landasan menjalankan fungsinya.

“Banyak golongan masyarakat yang kita layani disini. Mulai dari tingkatan ekonomi rendah hingga golongan atas. Sebagai wadah pelayanan sosial, pelayanan sudah seharusnya untuk dapat terus ditingkatkan.” ungkap Irianto, menanggapi persoalan tersebut, Jumat (15/3).

Kalau rumah sakit tetap menjadi sumber perolehan PAD, maka kemungkinan akan berdampak kurang baik. Seperti ada upaya kejar target oleh managemen rumah sakit itu sendiri. Imbasnya, pelayanan yang diberikan akan terkesan asal-asalan dan ini jelas bisa merugikan pasien.

“Artinya, apapun yang didapatkan dari hasil pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sepenuhnya harus dikembalikan ke RS dan dijadikan sumber dalam upayan peningkatan kualitas pelayanan,” pungkas Irianto.(dro/*1)




Persiapan Pelaksanaan MTQ Ke-43 Inhil di Mandah Hanya Tinggal Penyempurnaan

mtqTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  –Pelaksanaan MTQ ke-43 Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Kecamatan Mandah diyakini akan dapat berjalan dengan baik. Hingga saat ini, Syiar Agama Islam yang akan dimulai pada 1 Mei 2013 mendatang hanya tinggal penyempurnaan.Menurut Ketua panitia MTQ ke 43 Inhil, H Afrizal, dua hari kemarin panitia kabupaten telah meninjau lokasi MTQ. Dari peninjauan itu, tidak banyak yang perlu dilakukan perbaikan, semua sudah terencana dengan cukup matang. Hanya tempat masing-masing cabang perlombaan yang perlu sempurnakan.

“Semua lokasi sudah kita periksa bersama-sama panitia kecamatan. Saya rasa untuk tempat tidak ada persoalaan, meski perlu sedikit pemolesan agar terlihat rapi,” ungkap Afrizal, Jumat (15/3).

Dia bersyukur, dalam kujungan tersebut, animo masyarakat Kecamatan Mandah cukup besar demi menyukseskan iven tahunan ini. Semua itu, ungkap Afrzal terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat setempat yang telah menyediakan tempat-tempat seperti pemondokan kafilah dan sebagainya.

“Dengan kondisi yang ada, masyarakat sangat memberikan ruang bagi kita semua. Apalagi kegiatan ini menurut mereka salah satu penyebaran syiar agama. Artinya, kalau semua kegiatan didukung penuh oleh warga setempat, tidak ada yang sulit dalam melaksanakanya,” tutur Kepala BKD Inhil ini.

Ketika ditanya mengenai pembangunan astaka, menurut Afrizal, masih dalam pembahasan pihaknya dengan pihak kecamatan. Maka itu, dalam beberapa hari kedepan akan dilakukan rapat persiapan MTQ ke 43 yang kedua kalinya. Semua akan dibahas secara rinci.

“Dengan waktu yang kurang dari dua bulan, kita rasa cukup untuk  menyelesaikan astaka tepat waktu. Oleh sebab itu, kita kembali akan duduk bersama dalam penetapanya,” Pungkas Afrizal.(dro/*1)




Bupati Hadiri Gerakan 1434 Telur di Tanah Merah

IMG-20130315-00071TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (15/3) menghadiri kegiatan gerakan 1434 telur di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Gerakan tersebut disejalankan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1434 telur itu merupakan perlambang Tahun Hijriah.
Selain menghadiri peringatan Maulid. Dr H Indra Muchlis Adnan juga bersilaturahmi dengan warga. Momen silaturahmi ini sangat mengharukan. Karena orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang ini juga mohon pamit kepada warga.

Hal itu disampaikan Bupati dihadapan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ribuan warga yang hadir itu banyak yang terdiam saat mantan Ketua PSSI Riau ini menyatakan permohonan maafnya.

“Saya sangat berterima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Doa dan dukungan bapak dan ibu sekalian sangat berarti”ungkap Bupati. Apabila selama kepemimpinannya terdapat hal yang tidak sesuai dengan harapan warga, Bupati secara tegas menyatakan permohonan maaf.

Kebersamaan yang sudah berjalan selama ini. Dinyatakan harus tetap terbina. Sebaliknya warga menyatakan sangat kehilangan. Karena ditangannya, program desa mandiri dilahirkan.Tanjung Pasir, Sarfan Firmansyah yang hadir dalam kegiatan itu menyebut kepemimpinan Indra Muchlis Adnan sangat sulit dicari tandingannya.

“Inhil masih membutuhkan pemimpin seperti beliau. Namun bagaimana lagi, aturan kan sudah mengatur hal tersebut”ujar Firmansyah.(dro/*1)




DBD Menyerang. Warga Desa Pengalihan Enok Resah

dbdTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok kini mulai resah. Pasalnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang. Bahkan sudah tercatat sebanyak 3 orang meninggal dunia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Dalam keterangannya, Jum’at (15/3), Ponidi (31) salah seorang tokoh pemuda warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok mengatakan sebenarnya penyakit DBD sudah merebak sejak pertengan Januari lalu, namun warga tidak sadar dan tidak mengerti akan keberadaan penyakit tersebut.

“Rata-rata warga tidak tanggap dan hanya menganggap jika itu hanya panas biasa, sehingga mereka tidak risau. Namun sejak ada korban yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Puri Husada Tembilahan yakni Jonanda Pratama tinggal di Dusun Gemilang Desa Pengalihan Kecamatan Enok, kini warga mulai resah,”ujar Ponidi.

Dirinya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir atau Dinas terkait secepatnya mengambil tindakan untuk pencegahan agar tidak menyebar dan menjangkit warga yang lain hingga menanmbah korban yang lebih banyak lagi.

”Kita sangat berharap kepada pemerintah atau Dinas terkait secepatnya melakukan penyemprotan (Foging). Agar warga juga tidak merasa resah. Apalagi sampai sekarang belum ada tindakan yang dilakukan pemerintah, yang ada masyarakat melakukan penyemprotan sendiri dirumah masing-masing,”tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehata,n Rasul Alim M.kes. SKM, sudah jauh hari selalu mengintruksikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bahaya DBD, sebab Kabupaten Indragiri Hilir adalah salah satu daerah Endemis rawan akan terjangkit penyakit demam berdarah.

“ Kita sangat berharap kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dengan membudayakan 3 M pada masing-masing lingkungannya sendiri, untuk antisipasi berkembangnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah agar tidak menyerang warga” pinta Rasul Alim.

Menurutnya kebersihan lingkungan yang dimaksudkan oleh Kadiskes tersebut yakni masyarakat haruas membuang bekas kaleng kosong, termasuk botol air minum dengan cara menimbun, kemudian pengurasan bak mandi dan genangan air lainnya yang bisa berpotensi berkembangnya nyamuk demam berdarah.

Dijelaskan Rasul Alim untuk tindakan fogging atau pengasapan  itu hanya bersipat mengusir sementara. Nyamuk yang terkena fogging hanya menghindar sementara, setelah itu nyamuk akan datang kembali. maka yang paling efektif adalah dengan membudayakan program 3 M dari pada hanya mengandalkan fogging dari Pemerintah.(dro/*4)