Pemkab Diminta Perhatikan Perkebunan Desa Pandan Sari

mansunTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta memperhatikan kondisi perkebunan warga masyarakat Desa Pandan Sari, Kecamatan Sungai Batang.

90 persen warga desa setempat bermata pencarian sebagai petani kelapa. Dari 20 batang parit luas area perkebunan disana, saat ini hanya tinggal 4 batang parit yang lokasi perkebunannya masih produktif itupun sudah terancam punah.

“Kalau ekonomi warga ingin bagus, pemerintah harus memperhatikan kondisi perkebunan kami. Normalisasi parit, pembangunan tanggul dan pembasmian hama kera merupakan harapan masyarakat kita disana,”ungkap Kepala Desa Pandan Sari, Kecamatan Sungai Batang, di Tembilahan, Senin (18/3)

Lanjutnya, jika kondisi perkebunan bagus maka secara otomatis pula ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang. Namun jika sebaliknya yang terjadi maka dampak sosial yang kurang baik akan mudah terjadi. Bagai mana warga akan peka terhadap yang lain, kalau keadaan ekonomi terganggu.

Senada, anggota DPRD Inhil, Mansun mengatakan, apa yang menjadi objek mata pencaraian warga, mau tidak mau hal itu merupakan  tanggung jawab pemerintah, mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah.

“Desa pandansari merupakan desa baru. Sudah sewajarnya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kalau tidak ada perhatian, tentu akan sulit untuk berkembang sebagaimana desa-desa lain,”kata Mansun.

Saat ini Desa Pandan Sari, memiliki sekitar 1000 penduduk. Rata-rata dari jumlah penduduk tersebut menginginkan adanya perbaikan tanggul, normaliasai parit dan pembasmian hama monyet, karena itu menjadi sumber kerusakan kebun kelapa warga.

“Dari hasil dialog saya dengan warga disana , mereka tidak butuh infrastruktur yang bagus. Namun yang sangat mereka inginkan bagai mana kondisi perkebunan mereka dapat normal kembali,” ujar Mansun. (dro/*1)




Sensus Pertanian 2013, BPS Inhil Siapkan 856 Petugas

sensus pertanianTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka mendukung program pemerintah secara Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyiapakan 856 petugas pencacah lapangan sensus pertanian (ST 2013)

Ada beberapa tahapan sebelum petugas pencecah lapangan (PCL) menjadi bagian dari tim BPS. Antara lain, mereka (calon PCL, red) mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, seperti mendaftar dan mengikuti tes maupun seleksi yang akan dibagi menjadi dua tahapan.

“Yang pertama tentu mereka harus menguasai wilayah tugas. Tapi itu setelah mereka bisa melewati dua tahapan seleksi baik dari petugas BPS di kecamatan hingga tim seleksi korwil,”ungkap Kepala BPS Inhil, H Irfarial, Senin (18/3).

Dari 856 petugas yang dibutuhkan, 214 diantaranya menjadi koordinator tim sedangkan sisanya sebanyak 642 adalah petugas PCL. Setelah petugas dianggap benar-benar berlkualitas dan mampudengan bekal  bimbingan teknis (Bimtek) selama tiga baru diterjunkan kelapangan.

“TC-nya ada beberapa lokasi. Untuk wilayah Utara di pusatkan di Guntung, Kecamatan Kateman. Sedangkan wilayah Selatan di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh. Kemudian untuk bagian Tengah, di Kota Tembilahan,”jelasnya.

Adapun materi yang akan diberkan dalam pelatihan nanti meliputi simulasi wawancara dengan petani. Sehingga pada saat tanggal mainnya semua pencacah sudah siap menjalankan tugas. Sensus yang diakukan itu sangat menetukan terhadap masa depan dunia pertanian Indonesia secara umum.

“Kita menghimbau petani tidak kaget. Karena nantinya petugas akan mendatangi satu persatu rumah para petani. Mohon diberikan jawaban yang sejujur-jujurnya,”harap Irfarial.(dro/*1)




Komisi II DPRD Inhil Hearing Bersama Perbankan

kurTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Menindaklanjuti pertemuan dengan Dinas Koperasi (Diskop) pertengahan pekan lalu, Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (18/3) menggelar hearing dengan sejumlah perbankan.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, H Bakri beserta beberapa anggota, Herwanissitas, Zulkarnaen dan Edy Sindrang, membahas komitmen pihak Bank, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait Keredit Usaha Rakyat (KUR).

Dari tiga bank yang hadir, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Riau-kepri terdapat fakta bahwa Bank Riau-kepri hingga saat ini belum menyalurkan program KUR. Menurut pihak Bangk Riau-kepri, mereka baru ditujuk sebagai penyalur KUR sejak 2012 kemarin.

Beberpa kendala dikatakan Bank Riau Kepri seperti minimnya lembaga penjamin kerja-sama antar pihak bank dengan debitur menyebabkan pihak mereka kesulitan untuk menjalankan penyaluran KUR di Inhil. Meski demikian mereka berjanji akan mengikuti aturan main terhadap penyaluran KUR bagi masyarakat.

“Tahun 2013 ini kami diberi target sebesar Rp 4 milyar. Untuk cabang pembantu seperti yang terdapat di Guntung, Kecamatan Kateman dan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, masing-masing Rp 1 M. sedangkan di kantor Cabag Tembilahan sebesar Rp 2 M,” jelas Kepala Bank Riau-kepri cabang Tembilahan, Sugiarto

Untuk Bank BUMN seperti BRI dan BNI. Dua bank ini mengaku sudah menjalankan program KUR sejak beberapa tahun silam. Bahkan untuk bank BRI , mereka mengaku target yang diberikan sudah melampaui batas. Dimana sejak diluncurkanya program itu pada tahun  2008 kemarin BRI sudah merealisasikan KUR sebesar Rp 58 M dengan jumlah peminjam mencapai 4433 orang. Demikian pula dengan BNI, sejak 2011 silam sudah merealisasikan sebesar Rp 9,5 M.

“Perlu kami tegaskan, program ini adalah salah satu program yang tetap harus dijaga. Dimana dalam penyaluranya kami terus diawasi,” ungkap perwakilan Kepala BNI cabang Tembilahan, Suhendi.

Sementara itu Komisi II DPRD Inhil, meminta kepada pihak perbankan  untuk memberikan data penyaluran secara tertulis. Sehingga data yang diberikan itu bisa menjadi refrensi terhadap pengawasan penyaluran KUR bagi masyarakat. Selama ini, yang menjadi kendala DPRD dalam melakukan pengawasan adalah tidak terbukanya pihak perbankan memberikan data.

“Seharunya bank Riau-kepri penyaluran KUR-nya harus lebih banyak dari pada bank-bank lain. Karena hampir seluruh transaksi pemerintahan di Inhil, melalui bank Riau-kepri cabang Tembilahan,” tegas anggota Komisi II DPRD Inhil, pada hearing itu.(dro/*1)




Sekda Irup 17 Hari Bulan Di Kemuning

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – ketua Korpri Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Alimuddin RM, Senin (18/3) menjadi Inspektur upacara  17 hari bulan  di Kecamatan Kemuning.

Itu merupakan kali pertama H Alimudin RM SH MP menjadi pembina upacara di daerah. Direncanakan, pada masa mendatang, kegiatan tersebut dilaksanakan merata pada 20 kecamatan di Inhil. Jika tidak ada aral melintang, upacara  bulan mendatang, mantan Kadistamben Inhil itu menjadi pembina upacara pada wilayah Inhil bagian Utara.

Selain menjadi pembina upacara, Alimuddin RM yang juga masih menjabat sebagai Sekdakab Inhil ini menggelar temu ramah bersama anggota Korpri Inhil yang bertugas di Kecamatan Kemuning. “Insya Allah, kita akan terus melaksanakan kegiatan ini pada kecamatan lainnya”tukas Alimuddin RM.

Dalam kesempatan itu Sekda meminta agar semua PNS menjaga kekompakan. Meningkatkan kedisiplinan dalam bertugas. Tetap menjaga prilaku baik di dalam bertugas maupun di tengah masyarakat serta menginstruksikan kepada semua anggota Korpri untuk turut mensosialisasikan berbagai program pembangunan agar warga menjadi mengerti dan turut berpartisipasi aktif mensukseskan pembangunan tersebut.(dro/*1)




Warga Harus Bersatu Bangun Daerah

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Seluruh warga Indragiri Hilir harus tetap bersama dalam membangun daerah ini. Pembangunan yang sudah dirasakan diminta untuk terus ditingkatkan. Sebaliknya, pekerjaan yang masih harus dilanjutkan diminta juga untuk tetap didukung penuh.

Semua program pembangunan yang diluncurkan Pemkab Inhil, bertujuan memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dalam implementasi di lapangan, program tersebut menurut Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan memerlukan dukungan penuh warga.

“Pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan desa adalah program yang mutlak dilaksanakan. Itu semua muaranya demi meningkatkan kesejahteraan kita semua”jelas Bupati.

Lantas, jika dalam pelaksanaan di lapangan terkadang ada kendala. Hal itu, sebut Bupati merupakan tantangan. Kondisi itu pula yang harus diatasi agar program berjalan sesuai harapan. Pak Mok, sapaan Bupati, mencontohkan pembangunan jalan. Kadang kala tidak sesuai target dalam pelaksanaannya karena faktor cuaca, jarak tempuh dan hal lainnya.

Sering menurut Bupati, penyelesaian pekerjaan molor dari target karena hujan yang turun terus-menerus. Atau karena air pasang yang tinggi maupun karena faktor alam lainnya. “Jadi,  sebagai Bupati Inhil, saya   mohon maaf kalau selama saya memimpin daerah ini ada hal yang tidak sesuai dengan harapan”ungkap Bupati.

Menurut Bupati, upaya meningkatkan kesejahteraan warga tidak dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat dan secepat kilat. Melainkan memerlukan proses karena program mesti berjalan.

Selama dua periode memimpin Inhil, Indra Muchlis Adnan menegaskan sangat menikmati pengabdiannya karena dukungan dari warga yang demikian tinggi. Dukungan itulah yang membuat Bupati mengaku bisa berkonsentrasi dalam menggagas banyak program vital yang sudah dirasakan warga manfaatnya.(dro/*1)




Siang Bolong, 2 Rumah Warga Jalan Gunung Daek Digasak Maling

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua rumah warga jalan Gunung Daek Lorong Pulau Weh Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan, Sabtu (16/3) kemaren, dijarah kawanan maling. Akibat aksi yang terbilang nekad disiang bolong ini, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Korban, Anjang (45) mengaku menderita kerugian uang tunai Rp 1 juta dan sebuah Handphone. Sementara dari rumah yang di kontrak dua orang pelajar kakak beradik tetangga Anjang, maling berhasil menggondol 1 unit laptop dan sebuah Handphone.

Berdasarkan penjelasan, Marwah, pelajar salah satu SMK di Kota Tembilahan ini, kejadian pencurian baru diketahuinya ketika pulang sekolah sekira pukul 12.30 Wib. Saat hendak masuk, pintu rumah terkunci dari dalam. Tanpa rasa curiga korban duduk diserambi depan sambil menunggu adiknya pulang.

Saat itu, secara bersamaan melintas 3 orang pemulung dengan membawa sebuah karung lewat dari samping rumahnya. Tanpa ada rasa curiga korban juga tidak menghiraukan, sebab korban berpikir mereka hanya mencari barang bekas.

Beberapa menit kemudian, adik korban datang. Namun adik korban juga merasa heran kenapa pintu depan tidak bisa dibuka. Lalu mereka  memutuskan untuk membuka paksa dengan cara mendobrak pintu.

Setelah terbuka, kedua kakak beradik yang berasal dari Desa Pengalihan itu langsung masuk kedalam kamar, namun lemarinya sudah berantakan. 1 unit laptop dan 1 unit Handphone Nokia yang ada didalam kamar juga dibawa kabur pelaku.

“Meski kita sudah sempat melakukan pengejaran terhadap 3 orang pemulung yang sebelumnya terlihat melintas disamping rumah dan patut dicurigai sebagai pelakunya, tapi tidak berhasil ditemukan.,”jelasnya.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman kepada wartawan, Ahad (17/3) membenarkan adanya tindak pidana pencurian tersebut. Saat ini menurutnya sudah dalam pengembangan Satuan Unit Reskrim. Begitu ada laporan dari korban, beberapa Anggota langsung mendatangi TKP  untuk mencari keterangan. (dro/*4)