HighWay Tempuling Mandah Bebaskan Warga dari Isolasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wilayah Indragiri Hilir Bagian Utara sangat  membutuhkan sarana pembuka isolasi. jembatan penghubung, jalan darat sampai sekarang belum terdapat di wilayah tersebut.

Satu-satunya sarana yang dipergunakan warga di wilayah itu untuk memasarkan hasil bumi adalah perairan. Selain berat, perhubungan ini tidak dapat setiap saat diakses. Karena tergantung pasang surutnya air.

Kondisi itupun harus menjadi perhatian pengganti Dr H Indra Muchlis Adnan. Tanpa akses penembus isolasi, wilayah Inhil Utara diperkirakan bakal tertinggal dibanding wilayah lainnya.

“Kalau di Bagian Selatan sudah ada jembatan penghubung. Namun, untuk saudara kita yang di wilayah Utara masih belum ada sarana penghubung. Inilah yang menjadi perhatian kita”ujar Bupati Inhil.

Jalan high way Bandara Tempuling-Mandah ditegaskan Indra Muchlis Adnan untuk membebaskan warga dari isolasi. Sampai sekarang proses pembangunannya terus berlanjut.

Hanya saja, sepeninggal dirinya, Pak Jenggot, sapaan akrab  Bupati, berharap pembangunan infrastruktur itu tetap dilanjutkan. Menurut dia, warga di Bagian Utara demikian membutuhkan sarana itu untuk maju.

Jalan lintas tersebut harus dibangun dari awal, berikut dengan jembatan penghubungnya. Hal itulah yang membutuhkan biaya demikian besar dan tidak dapat dilakukan sekaligus. “Kita berharap nanti tidak ada lagi wilayah Inhil yang sulit untuk dicapai”cetus Pak Jenggot.

Apabila jalan lintas itu selesai dibangun.  Warga dapat kapan saja   bepergian dan memasarkan hasil buminya. Tidak seperti sekarang, dimana mereka harus menunggu air pasang atau adanya angkutan air yang bergerak.

Hambatan isolasi itu berdampak pada tingginya biaya kebutuhan hidup, namun harga hasil bumi warga terkadang rendah. Pasalnya tidak jarang, harus menunggu sekian lama, sehingga berkurang nilai jualnya. Semua kendala itulah yang ingin dihapus oleh Indra Muchlis Adnan.(dro/*1)




Keluarga Besar www.detikriau.org

backgroundMengucapkan Selamat Berbahagia Atas Kelahiran Putri Ketiga dari Bapak Trio Beni Putra, SE.,MM (Kasubag Kerjasama Media dan Pers Bagian Humas Setdakab Inhil) dan Ibu Desmawita, Spd, SD.

Semoga Menjadi Anak yang Berbakti Kepada Agama, Orang Tua dan Bangsa. Amin

Tertanda, Pemimpin Redaksi/Pemimpin Umum www.detikriau.org: Muhammad Faisal, SE




KPUD Inhil Sosialisasikan Tahapan Pilkada Bupati dan Wabup Inhil

kpuTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Komisi Pemiilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sosialisasikan tahapan penyelenggaraan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Inhil, di Gedung Puri Cendana jalan Lingkar Tembilahan, Rabu (27/3).

Adapun sasaran dan tujuanya, agar kegiatan pe­nyam­paian tahapan pemilu­kada bisa diketahui pub­lik. Dengan itu segala pe­mangku kepentingan menge­ta­hui tahapan penyelenggara­an pemilu dan dapat berperan aktif, sehingga pilkada Inhil bisa berjalan sesuai rencana.

“sasarannya kepada pemilih pemula, remaja, kaum perempuan, masyarakat umum dan instansi,” ungkap Ketua KPU Inhil, Joni,  sambil mengatakan sosialisasi itu juga memuat sebagaian tahapan pemilihan legeslatif.

Satu persatu akan dijelaskan oleh KPU dengan urut, mulai dari tata cara memilih, pencalonan, kampaye, dan cara-cara pencoblosan saat berada di tempat pemungutan suara (TPS). Segala hak dan kewajiban pemilih merupakan topik yang menjadi pembicaraan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Asisten I Setdakab Inhil, H Said Ismail, pada kesempatan serupa menyambut baik atas kegiatan yang dilakukan oleh KPU. Karena KPU merupakan lembaga penyelenggara Pemilukada Bupati dan Gubernur, Pileg dan  Pilpres. Untuk itu peserta harus benar-benar mengikuti dengan baik. Agar bisa membantu memberikan informasi kepada masyarakat umum.(dro/*1)




Warga Patah Parang dan Pandan Sari Butuh Normalisasi Sungai

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Warga Desa Pandan Sari dan Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, mengharapkan normaliasasi sungai penghubung desa tersebut. Saat ini sungai itu dalam keadaan dangkal sehingga sulit untuk dilintasi.

” Selain sempit, sungai ini juga sudah dangkal dan banyak didapati sisa-sisa batang kayu. Rawannya, Sopir kendaraan air yang tidak terlalu paham dengan kondisi sungai ini tentu akan berbahaya,” ungkap Kepala Desa Kuala Patah Parang, Azhari, Rabu (27/3).

Dikatakannya, warga dua desa itu pernah melakukan gotong royong masal. Namun hasilnya tidak maksimal karena dikerjakan secara manual. Selain itu, untuk normaliasasi warga juga pernah mengajukan permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2012 lalu, ketika itu Kepalanya  masih dijabat Nasir.

“Kita berpikir positif saja. Mungkin anggaranya tidak mampu. Hanya saja kami berharap kedepan normalisasi sungai yang panjangnya sekita 4 kilo meter (KM) ini bisa terealisasi,”katanya dan juga diamini Kepala Desa Pandan Sari, Yahya.

Senada, Kades pandan Sari Yahya menyatakan bahwa apa yang disampaikan Kades Kuala Patah Parang itu juga merupakan harapan besar masyarakatnya yang berjumlah sekitar kurang lebih 1.000 jiwa.

“Banyak dampak positif yang bisa kami ambil, kalau sungai ini dalam keadaan normal. Tapi kalau kondisinya tetap seperti ini, terus terang berdampak pada perputaran ekonomi warga. Apalagi desa kami merupakan desa pemekaran.” Ujar Yahya.(dro/*1)




Masyarakat Diharapakan Peduli Melestarikan Lingkungan

rimbawanTEMBILAHAN (www.detikriau.org –  Momentum hari Rimbawan yang dilakukan secara serentak seluruh nusantara awal pekan kemarin, merupakan pencanangan keperdulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Karena  itu, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Thaher, menegaskan bahwa kekayaan alam dan lingkungan hidup sudah menjadi tanggung jawab semua lapisan masyarakat untuk melestarikan dan menjaganya, sehingga bermanfaat bagi anak cucu kelak.

“Peringatan hari Rimbawan beberapa waktu lalu merupakan momen bagi kita untuk menjaga sumber daya alam (SDA). Tujuanya agar kita tidak saja sekedar memanfaatkanya tetapi harus diimbangi dengan tindakan pelestarian dan menjaga kebersihannya,”sebut Thaher, Rabu (27/3).

Sebagai manusia, apa yang diberikan sang pencipta termasuk didalamnya, merupakan nikmat yang tak terhingga. Dengan kekayaan alam yang berlimpah dan segala isinya, terkadang manusia sering lupa untuk menjaga kelestariannya dan menjaga kebersihan alam itu sendiri.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Inhil ini berharap para Rimbawan melalui berbagai perannya, tidak bosan-bosan menjaga kelestarian alam yang sudah dititipakan seperti yang ada saat ini. katanya, berikan terus baktinya di mana pun berada. Jangan pernah menyerah.

“Namun yang tidak kalah pentingnya, selaku abdi Negara kita harus tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Sekecil apapun yang diberikan, pasti suatu saat mendapat balasan,”tukasnya.

Selanjutnya momentum pembinaan rimbawan, lanjut Thaher tentunya dapat dijadikan peningkatan profesionalisme, disiplin, moral, kesejahteraan dan jiwa korsa. Karena momen itu juga sebagai wahana kontemplasi untuk mengukur sejauh mana upaya yang telah dilaksanakan.

“Hasil yang akan kita capai mewujudkan pengelolaan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” imbuhnya.(dro/*1).




Kedepankan Kepentingan Warga, Kades Diharap Tidak Terjebak oleh Kepentingan Segelintir Golongan

indraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai pemimpin di desanya, seorang Kades harus memiliki kemampuan yang mumpuni, tidak terjebak dan dimanfaatkan oleh segelintir golongan yang mengambil keuntungan. Jika itu terjadi akan merugikan warganya secara keseluruhan.

Menurut Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan, Kades harus mampu mengambil kebijakan yang sesuai untuk daerahnya. termasuk momen Pemilihan Umum Kepala Daerah. Dia meminta Kades harus bisa menyikapinya dengan baik agar  langkah  yang diambil akan memberikan dampak positif bagi semuua warganya.

“Kades itu jabatan politis. Artinya seorang Kades itu sudah teruji. Sebab itu, jangan salah dan goyah dalam mengambil keputusan”ungkap Bupati.

Komitmen tersebut menurut Bupati harus tetap dipegang. Dimana, kelak seluruh Kades harus pula menyukseskan program pemilihan kepala daerah. “Jangan sampai Kades dijadikan alat oleh kelompok tertentu untuk mengganggu stabilitas di desa masing-masing”cetus Indra Muchlis Adnan.

Bupati Inhil itu sangat yakin, semua Kades di Bumi Sri Gemilang cerdas dalam mengambil kebijakannya. Semua hal yang sudah berjalan baik dan bagus, menurut Indra Muchlis Adnan harus dipertahankan dan tidak boleh diubah.

Pasalnya, jika yang sudah baik dan berjalan sangat bagus diubah akan timbul ketidakpastian. Hal itulah yang harus dipertimbangkan semua Kades Inhil.  Yakni mempertahankan yang sudah berjalan baik dan berhasil. Dilanjutkan dengan  memegang penuh komitmen bersama  pihak yang akan meneruskan program yang sudah berjalan baik itu.(dro/*1).