Sekda Inhil Buka Musrenbag 2013

IMG_7924TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Alimuddin RM, secara rersmi membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2013 di Gedung Engku Kelana, jalan Baharuddin Yusuf, Selasa (9/4).

Setelah dilakukan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan secara teknis oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam rangka mensingkronkan target yang akan capai. Semuanya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Minimal apa yang menjadi keinginan masyarakat dapat terealisai. Memang kalau secara keseluruhan belum bisa terpenuhi,” ungkap Sekda. Saat ditanya mengenai anggran yang dibutuhkan untuk membangun Negeri Seribu Jembatan kedepannya, Sekda mengaku belum bisa mengetahui. Karena baru akan memasuki tahapan pembahasan oleh masing-masing SKPD.

Berbagai usulan akan dipersiapakan dalam Musrenbang tingkat Kabupaten Inhil. Setidaknya melalui Musrembang, dikatakan Sekda, apa yang menjadi sekala prioritas bisa tergambarkan. Sehingga pemerintah dapat mengambil langkah-langkah kongkrit terkait rencana kebijakan pembangunan baik jangka menengah maupun jangka panjang.

“Musrenbang merupakan wadah aspiratif masyarakat dalam merumuskan perencanaan pembangunan daerah secara kolaboratif dengan melibatkan stake holder pembangunan Pemerintah Daerah, masyarakat dan swasta,”katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie menambahkan jika merujuk pada data Rencana Jangka Panjang Daerah (RJPD), dana yang dibutuhkan untuk membangun Inhil bisa mencapai Rp 4,25 T. namun saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan karena masih dalam tahap pembahasan.

“Saat ini kita masih melakukan pembahasan. Semua belum final, jadi belum dapat menyebutkan anggkanya,” kata Alvi.

Seperti diketahui Musrenbang merupakan tahapan dari proses perencanaan pembangunan daerah sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No 25 tahun 2004 tentang sistim perencanaan pembangunan Nasional. Dimana kegiatan dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga ketingkat paling atas yakni tingkat Nasional.

Sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah, maka prioritas pembangunan sesuai keinginan tiga elemen, pemerintah, masyarakat dan pihak sewasta. Namun yang paling penting bagaimana dari Musrembang dapat meningkatkan pengembangan ekonomi, kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur pemerintah dalam rangka peningkatan pelayanan Publik.(dro/*1)




Ketua Dharma Wanita Inhil Kukuhkan Kepengurusan Kemuning

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Inhil, Hj. Haryati Alimuddin memberikan ucapan selamat kepada Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kec. Kemuning Masa Bhakti 2012-2016, sesaat selepas pengukuhan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Inhil, Hj. Haryati Alimuddin
memberikan ucapan selamat kepada Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kec.
Kemuning Masa Bhakti 2012-2016, sesaat selepas pengukuhan.

Kemuning — (www.detikriau.org)Minggu, 7 April 2013 yang lalu, bertempat di Desa Keritang Kecamatan Kemuning, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Inhil, Hj. Haryati Alimuddin, mengukuhkan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kemuning Masa Bhakti 2012-2016.

Pada kesempatan ini, turut dilantik Pengurus Tim Penggerak PKK Kec. Kemuning Tahun 2013 yang dilantik oleh Camat Kecamatan Kemuning, R. Arliansyah, Pelantikan Pengurus Muslimat NU Kec. Kemuning Periode 2013-2018 yang dilantik oleh Hj. Sri Mulyani Eddy Syafwannur, serta Pengukuhan Pengurus BKMT Kec. Kemuning Masa Bhakti 2012-2015 oleh dr. Hj. Raihana Ara.(Humas Pemkab Inhil)




Komplik Lahan PT Palma Satu dan Warga Desa pancur Tumpahkan Air Mata

Jenajah security PT Palma Satu saat diusung memasuki rumah duka
Jenajah security PT Palma Satu saat diusung memasuki rumah duka

Tembilahan (www.detikriau.org) – Tidak Hanya Delima yang harus merelakan kepergian belahan hatinya akibat pertikaian lahan yang tak kunjung selesai. Keluarga 2 security PT Palma Satu di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang juga tumpahkan air mata dan diselimuti duka.

Ahad (7/4) Sekira pukul 14.51 Wib jasad AL berbungkuskan plastis warna hitam tiba dirumah duka dengan diantar ambulan dan tidak berselang lama, sekira pukul 15.13 Wib, Jasad AR juga tiba dengan kondisi sama. Terbungkus palstik warna hitam dan Kaku.

Sontak saat itu suasana menjadi haru. Ratusan tangan menyambut kedatangan kedua jenajah dan tangisanpun pecah.

Usai diurus sebagaimana mestinya, kedua jenajah diiringi ratusan warga ditandu menuju masjid untuk disholatkan dan dikebumikan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Perselisihan tapal batas antara Kabupaten Inhil dan kabupaten Inhu yang tidak juga ada titik temu sudah terjadi cukup lama ini dan berimbas saling klaim lahan antara petani Desa Pancur dengan PT palma satu.

Petani Desa Pancur mengantongi Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan Kepala Desa Pancur dan Camat Keritang Kabupaten Inhil.

PT Palma satu yang mengaku mengantongi izin dari pemkab Inhu ini juga bertahan dan bersikukuh lahan yang mereka garap di Desa pancur masih masuk wilayah Inhu bukan Inhil.

Sementara mengacu kepada Peraturan Gubri No.28 Tahun 2005 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Daerah antara Kabupaten Inhu dan Inhil juga diperkuat dengan putusan Mahkamah Agung RI No. 10/P.PTS/V/2008/10/HUM/2007 menegaskan bahwa Desa Pancur, Kecamatan Keritang masuk wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Berlarut-larutnya penyelesaian, hari ini akhirnya menimbulkan korban jiwa. Untuk menghindari kejadian berulang, diharapkan semua pihak terkait untuk segera mendudukan dan menyelesaikan persoalan ini secepatnya.(dro)




Selamatkan Diri, Istri Korban Sembunyi di Hutan Semalam Suntuk

istri korban tewas, Delima
istri korban tewas, Delima

Tembilahan (www.detikriau.org) – Penyerangan balik yang dilakukan sekelompok orang ke Desa Pancur menyebabkan luka dan trauma istri korban warga Desa pancur (ZA. Red), Delima. Usai mengusap wajah sang suami yang rubuh dihakimi sekelompok massa, Delima terpaksa menyelamatkan diri kedalam hutan hingga pagi menjelang.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga Demila di Desa Pancur 9 Kecamatan Keritang dihadapan Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan, Ketua pengadilan Negri Tembilahan, Djoni Witanto SH, Camat Keritang, A Ramani, Kadis Perkebunan Inhil, Kuswari dan Kepala Badan Kesbangpolinmas, Tantawi Jauhari bahwa kejadian siang hari yang menewaskan dua orang security PT palma satu sama sekali tidak diketahui pasangan suami istri tersebut selain dari cerita beberapa orang warga.

data 037Sore itu, sekira pukul 06.00 Wib, Delima mengetahui beberapa orang mendatangi Desanya dan melihat beberapa rumah pondokan warga dibakar. Saat itu ia berusaha mendatangi suaminya (Za) yang sedang membersihkan diri dikali dengan maksud mengajak menyelamatkan diri.

Namun karena merasa tidak merasa bersalah, suaminya enggan. Tidak berselang lama, ia menyaksikan suaminya dihampiri oleh beberapa orang dan langsung melakukan pengroyokan yang menyebabkan dirinya menghembuskan napas terakhir dengan beberapa luka ditubuh.

“Delima tidak bisa melihat secara jelas karena hari sudah gelap. Karena takut, ia lari kearah semak belukar untuk menyelamatkan diri,” Kisah keluarga korban dan saat itu Delima sekali-kali menganggukkan kepala dengan raut wajah terlihat masih sedih.

Lanjutnya, setelah situasi tenang dan kelompok massa tersebut pergi, ditengah gelapnya malam, Delima menghampiri jasad dan mengusap wajah suaminya yang sudah tidak bernyawa. Usainya, ia kembali bersembunyi hingga pagi menjelang dan sekira pukul 10.00 Wib, Ahad (7/4) pergi kerumah keluarganya dan memberitahukan aparat keamanan setempat.

Hingga sore sekira pukul 17.00 Wib, pihak keluarga korban dan aparat keamanan masih melakukan evakuasi jasad korban di TKP parit selamat lima desa pancur.

Dalam kesempatan itu juga, keluarga Delima lainnya, H Arif menuturkan bahwa sejak kejadian serangan balik malam itu, lebih kurang 10 kk warga parit selamat 4 dan selamat 5 Desa pancur menyelamatkan diri ke dalam hutan dan masih belum diketahui kabar beritanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Untuk memudahkan proses penyelidikan, Kapolres berharap masyarakat bersedia menyampaikan berbagai informasi yang mereka ketahui. (dro)




Pertikaian lahan PT Palma Satu dan Warga Desa pancur Telan 3 Korban Jiwa

isak tangis keluarga korban security PT Palma di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang
isak tangis keluarga korban security PT Palma di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang

Tembilahan (www.detikriau.org) – Diduga akibat pertikain lahan antara PT Palma satu dengan masyarakat Desa pancur yang berkepanjangan kembali memakan korban jiwa. Kali ini tiga nyawa harus menjadi korban. 2 orang dari pihak security PT Palma Satu (warga Desa Pengalihan) dan 1 Korban warga Desa Pancur Kecamatan Keritang.

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber yang dikumpulkan detikriau.org dilapangan. Pertikaian terjadi sebanyak 2 kali pada sabtu (6/4). Peristiwa pertama terjadi sekira pukul 12.05 Wib. Dalam kejadian ini, 2 orang security PT Palma satu berinisial AL dan AR. Warga Desa Pengalihan Kecamatan Keritang harus kehilangan nyawa.

Buntut dari kejadian tersebut, sore harinya sekira pukul 06.15 Wib, puluhan massa mendatangi Desa Pancur, dalam peristiwa ini, 7 gubuk warga dan 1 orang warga berinisial Za warga Parit selamat 5 Desa pancur juga harus kehilangan nyawa.

Berdasarkan keterangan Saudara Korban security PT Palma Satu, AZ, ketika dikomfirmasi detikriau.org di rumah duka di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang, Ahad (7/4). Ia menduga Kejadian yang menewaskan saudara kandung dan saudara sepupunya itu sudah direncanakan.

Dikisahkannya, siang itu usai mengawasi alat berat perusahaan yang sedang melakukan pekerjaan dilahan, seperti biasanya, AL, AR dan 2 orang security PT Palma Satu lainnya bermaksud untuk kembali. Setibanya di Pos penjagaan di Parit Selamat Lima Desa Pancur, jembatan penghubung berbahan kayu sudah rusak dan tidak bisa dilalui.

Tidak berselang lama, masih menurut keterangan adik korban, tiba-tiba saja beberapa bilah tombak melesat dari arah semak-semak dan mengenai dua orang saudaranya dan dua orang security lainnya sempat menyelamatkan diri dan lari kearah hutan.

“begitu saudara saya rubuh terkena tombak. 4 unit kendaraan roda dua milik security juga dibakar kelompok penyerang dan juga mengenai jasad saudara saya,” Ujar AZ sambil mengatakan sebelumnya saat menuju lahan, jembatan kayu tersebut masih bagus.

Hanya saja ketika dipertanyakan detikriau.org darimana keterangan kesaksian ini didapatkannya, ia enggan memberikan jawaban.

Dalam kesempatan itu, AZ juga sempat menyatakan bahwa pertikaian sengketa lahan ini harus segera diselsaikan. Ia menyayangkan akibat peristiwa ini, saudaranya yang hanya berstatus sebagai karyawan perusahaan harus menjadi korban. “Pihak perusahaan harus bertanggungjawab dan Pemerintah harus segera menyikapi persoalan ini dengan segera,” Pintanya.

Penjelasan kronologis berbeda didapatkan detikriau.org dari seorang warga Desa pancur yang enggan mempublikasikan namanya.

Menurut keterangannya, siang itu, sabtu (6/4), seorang petani Desa pancur, AG melarang pekerja alat berat PT Palma Satu yang ingin menggali parit batas karena menurutnya lahan itu miliknya. Kemudian AG pulang kerumah di Parit Selamat lima desa pancur. Siang harinya, 4 orang security mendatangi kediamanan AG dan saat itulah terjadi pertengkaran dan berlanjut dengan pertikaian yang menyebabkan dua orang security PT Palma Satu meninggal dunia.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org masih belum mendapatkan keterangan resmi mengenai kronologis kejadian dari pihak kepolisian. Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik,MSI yang sempat ditemui  di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang masih enggan memberikan komfirmasi. “nanti aja ya,” Ucap Kapolres singkat.(dro)




Sekda Tegaskan Ad Cost Sudah Berlaku

Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM
Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM, tegaskan bahwa penggunaan Ad Cost dalam SPPD sudah diberlakukan dan ditindaklanjuti dengan peraturan bupati (Perbup).
“Perbupnya sudah kita buatkan. Tinggal implemintasinya saja,” kata Sekda saat menjawab Riau Pos, akhir pekan kemarin di Tembilahan.
Permberlakukan Ad Cost itu papar Sekda, sudah dimulai sejak awal April kemarin. Oleh karena itu penerapan Ad Cost harus itu sendiri harus sesuai dengan kondisi dan fakta yang ada. Sehingga semuanya benar-benar ril. Berapa dari kelebihan biaya perjalanan dinas pegawai harus dikembalikan.
Keuntungan penerapan Ad Cost tidak lain sambung mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil ini dari sisi penghemaatan anggaran. Yang mana beban pemerintah semakin hari semakin bertambah.
Pemberlakukaan Ad Cost  menyusul adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI nomor 16 tahun 2013 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran pendapatan dan Belanja daerah Tahun 2013.
Untuk itu, ia meminta seluruh satuan kerja segera menyosialisasikan aturan terbaru tersebut. Kalau lumpsum itu kan contohnya pergi ke Jakarta golongan IV, III, dan II sudah tidak ada. Tinggal dimana pegawai bersangkutan mau nginap atau tidur. Sedangkan Ad Cost  itu berdasarkan atas perincian penggunaan.
Prinsipnya, semua itu adalah penghematan. Efisien dan efektifitas. Dengan Ad Cost itu, semuanya didasarkan pada pertanggungjawaban riil untuk masing-masing kegiatan.(dro/*1)