Disdik Inhil Berencana Umumkan Kelulusan UN SMA Sederajat Melalui Amplop

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) berencana akan menyampaikan pemberitahuan kelulusan siswa stingkat SMA menggunakan amplop. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca pengumuman kelulusan.

“penggunaan cara ini pada kelulusan tahun sebelumnya kita nilai cukup efektif. Untuk tahun ini, berkemungkinan kita kembali akan melaksanakannya. Saat ini masih dalam pembahasan ditingkat internal.  Untuk mengambil sebuah kebijakan, tentunya harus melalui berbagai pertimbangan,” Ujar Kadisdik Inhil, H Fauzar, senin (13/5)
Pertimbangan penyampaian pengumuman kelulusan melalui amplop ini sekali lagi dikatakannya untuk mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang dinilai berdampak negatif seperti corat coret baju, tawuran atau yang lainya.

jika system ini kembali diterapkan, siswa tidak perlu lagi repot berdesak-desakan melihat dipapan pengumuman. Mereka bisa membuka amplop itu di rumah masing-masing kapan perlu bisa dibuka langsung oleh orang tua murid yang ikut mengambil pengumumannya. Namun keputusan akhirnya Fauzar mengaku belum bisa memastikan.

Sesuai jadwal, Hasil Kelulusan UN tingkat SMA/SMALB/MA dan SMK akan dumumkan pada 25 Mei 2013 mendatang (dro/*1)




Hati-Hati. Jalan Pekan Arba Banyak Ranjau!

Graphic1Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan mengeluhkan perbaikan ruas jalan Pekan Arba yang kini sedang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Pasalnya, pekerjaan yang dinilai  tidak memikirkan keselamatan pengguna jalan ini sudah beberapa kali menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.

“Kurang lebih sejak seminggu yang lalu saat awal perbaikan jalan ini dilakukan, setahu saya sudah dua kali terjadinya kecelakaan lalulintas. Yang terakhir terjadi dua hari yang lalu, akibat suasana malam yang gelap ditambah tidak adanya lampu penerang jalan, seorang pengendara kendaraan roda dua terjungkal saat berusaha mengelakkan lubang jalan. Akibatnya, kendaraannya ringsek serta bagian wajah dan beberapa bagian tubuh pengendara berdarah akibat luka,” Tutur seorang warga Jalan Pekan Arba, Ahad (12/5)

Ia mengaku sebenarnya sangat gembira dengan perbaikan jalan yang dilakukan. Hanya saja, proses pengerjaan yang dinilainya kurang direncanakan dengan baik serta kurang memperhatikan keselamatan pengguna jalan ini tentunya menimbulkan keluhan masyarakat.

Keluhan senda juga disampaikan Aman, warga jalan Pekan Arba lainnya ketika ditemui di lokasi. Aman berpendapat, seharusnya penggalian badan jalan yang menimbulkan lobang mengangga ini dilakukan secara bertahap. Usai digali, pekerjaan penimbunan sesegera mungkin dilakukan. “Keadaan seperti ini tentunya sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan lalin. Apalagi papan peringatan yang terpasang sangat minim.” Ujar Aman sambil berharap kondisi seperti ini harus mendapatkan perhatian segera dari pihak rekanan pelaksana dan Dinas terkait.

Berdasarkan pantauan dilapangan, lubang mengangga dibadan jalan beraspal hotmix ini memakan lebih dari separo ruas jalan. Dalam situasi terang benderang disiang hari saja, kalau kurang hati-hati, sangat mungkin akan menimbulkan kecelakaan lalin apalagi disaat malam hari.

Disepanjang ruas jalan Pekan Arba yang saat ini sedang dilakukan perbaikan, detikriau.org tidak mendapati adanya lampu penerangan jalan. Ditambah lagi papan peringatan yang dipasang pihak pelaksana pekerjaan memang sangat minim.(dro)




Lim, Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

gantungTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Marianto (30) alias Lim Suping warga Jalan Ahmad Yani Parit 10 Tembilahan Hulu, pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 09.00 Wib, Nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamar tidurnya menggunakan seutas tali rafia (plastik).

Pertama kali, meninggalnya pemuda pengangguran keturunan tiongha tersebut ditemukan orang tuanya sendiri yakni Arif (62) alias Lim Cecai. Ketika itu orang tua korban merasa curiga sebab korban tidak biasanya bangun siang pasalnya setiap hari korban sudah harus bangun pagi untuk membantu orang tuanya berjualan di toko yang ada dirumahnya.

“Setelah korban dipanggil berulang kali tidak menjawab, kemudian orang tua korban akhirnya langsung membuka paksa pintu kamar korban dengan cara didobrak. Begitu pintu kamar korban terbuka, ternyata korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung seutas tali yang diikatkan pada palang kayu didalam kamar,”ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Ahad (12/5).

Mengatahui anaknya sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung serta lidah menjulur keluar dan matanya melotot. Orang tua korban langsung berteriak minta tolong memanggil keluarga lainnya, lalu memutus tali yang menjerat leher korban dengan sebuah parang dan seketika itu juga langsung melapor ke Polsek Tembilahan Hulu.

Kontan saja, kabar meninggalnya korban meninggal dunia akibat bunuh diri menjadi heboh.  Terutama bagi warga yang tinggal tidak jauh dari TKP, sebab mereka merasa penasaran dan ingin melihat dari dekat perbuatan nekat yang dilakukan korban.

Menurut Paur Humas, setelah mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Tembilahan Hulu langsung menuju kerumah korban untuk melakukan olah TKP. Karena korban sudah meninggal dunia lalu korban dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum.

“Sesuai dengan hasil visum yang sudah dilakukan petugas medis RSUD Puri Husada Tembilahan, pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kuat dugaan korban meninggal akibat murni bunuh diri dengan menggunakan sebuah tali raffia,”tegas Ipda Warno Akman.(dro/*5)




Kehadiran Perusahaan Harus Berikan Manfaat Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Anggota Komisi Satu DPRD Inhil dari Fraksi Golkar, HM Yusuf Said
Anggota Komisi Satu DPRD Inhil dari Fraksi Golkar, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Keberadaan perusahaan harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungannya. Perusahaan bisa hidup dan berkembang karena ditopang oleh adanya kelompok masyarakat.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said. Menurut politisi Golkar ini, sekuat apapun keuangan perusahaan jika tidak di topang dengan keberadaan lingkungan dan masyarakat maka secara otomatis perusahaan tersebut sulit untuk tetap eksis.

“Dua hal ini saling berkaitan. Perusahaan tidak akan maju apabila tidak ada masyarakat. Sebaliknya demikian pula, masyarakat juga memerlukan keberadaan perusahaan demi menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,”kata Yusuf Said, kemaren di Tembilahan.

Maka itu, dia meminta peran pemerintah yang harus berpihak untuk memberdayakan masyarakat agar masyarakat memiliki harapan. Kendati demikian, masyarakat harus bisa menjaga suasana aman sehingga terjadi ilkim usaha yang bagus.

Perusahaan, kata Yusuf Said bisa memberikan bantuan melalui kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan citra Perusahaan.

Lanjutnya, tanggung jawab Sosial Perusahaan yang sering disingkat dengan CSR adalah suatu konsep bahwa organisasi atau kelompok, khususnya perusahaan yang memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

“CSR ini merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerja dan keluarganya,” tukas Yusuf.

Meski demikian adanya, dikatakan Yusuf lagi, banyak konsumen yang mendorong adanya CSR, namun nyatanya banyak pula diantara mereka yang mengaku bahwa mereka tidak memahami apa yang menjadi perhatian CSR konsumen. Masalah itu adalah tugas semua pihak untuk memberikan sosialisasi.(dro/*1)




Kalau Tidak Penting, Sekda Larang Pejabat Keluar Kota

sekdaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM, melarang pejabat bawahanya keluar kota jika tidak terlalu penting. Pasalnya hal itu dapat mengganggu tugas-tugas pokok yang jauh lebih penting.

Saat ini ada beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhil yang sedang kosong, baik yang diakibatkan karena pensiun maupun yang berhalangan lain. Sehingga secara otomatis unsur pimpinan semakin berkurang. Meski keadaanya demikian, Sekda berharap pelayanan tetap harus dijalankan.

“Jangan keluar kota kalau tidak terlalu penting. Wakilkan saja kepada bawahan,” jelas Alimuddin RM, awal pekan kemarin saat apel pagi. Salah satu tujuan yang dikatakan mantan Kepala Distamben Inhil ini, demi efisiensi,  sehingga dalam upaya untuk meningkatkan kualitas

Untuk mengukur tingkat urgensi sebuah pekerjaan, menurut Sekda, sebelum keluar kota, pejabat yang bersangkutan seharusnya terlebih dahulu melihat apa manfaat yang akan diperoleh dari kepergian tersebut. Hendaknya berpergian itu harus disesuaikan dengan visi dan misi yang akan dicapai.(dro/*1)




PMI Inhil Gelar Pendidikan dan pelatihan KSR dan Pelatih PMR

pmiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar Korps Sukarela (KSR) Angkatan III dan Pelatihan Pembina Palang Merah Remaja (PMR) angkatan II. Kegiatan direncanakan berlangsung selama satu pekan itu dan diikuti oleh 20 Pembina PMR dan 26 anggota KSR se Inhil.

dikatakan Ketua Panitia pelaksana Subowo Radiantyo, KSR dan Pembina PMR adalah relawan PMI yang merupakan ujung tombak dalam kegiatan sosial kemanusia. Maka pihaknya terus melakukan pembetukan karakter, sehingga anggota PMI bisa menjalankan tugas dengan baik dan tanpa pamrih.

“Kita berharap melalui kegiatan ini peserta bisa lebih memahami arti kepalang merahan dan nantinya diharapkan akan mampu menjalankan tugas-tugas kemanusian,” ungkap Sobowo, Rabu (8/5).

Sedangkan pembina KSR diharapkan dapat mengembankan PMR-PMR dimasing-masing sekolah. Juga diharapkan akan dapat meningkatkan karakter seseorang dan meningkatkan jiwa sosial kemanusian yang semakin tinggi. Disamping itu, anggota PMR juga diberikan materi tentang siaga bencana mulai dari dasar.

Sementara itu Wakil Ketua PMI Riau Bidang organisasi, Hj Rosmawati yang bertindak selaku narasumber kegiatan meyatakan KSR bisa menjasi fasilitator untuk menjembatani antara PMI dengan sekolah-sekolah. Sejalan dengan itu, pihaknya juga memberikan sosialisai terhadap guru yang bakal menjadi pembina PMR disekolah masing-masing.

‘Salah satu inti dari keinginan kita adalah bagaimana kami bisa membentuk karakter anak-anak didik menjadi manusia yang memiliki jiwa sosial sebagai mana mengimplemintasikan MoU Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Ketua Umum PMI HM Jusuf Kala,” jelasnya.

Dimana MoU itu berbunyi tentang pembinaan terhadap anak-anak sekolah agar menjadi yang lebih baik serta berkualitas. Sebab, berdasarkan dari dari yang ada 1/3 penduduk Indonesia dijelaskan Rosmawati adalah anak yang merupakan calon pemimpin bangsa.

“Maka ini salah satu tanggung jawab kami untuk melakukan pengkaderan generasi-generasi berikutnya.,” tuturnya.

Ketua PMI Kabupaten Inhil melalui Wakil Sekretaris, Ridwan Ahim mengatakan, PMI adalah sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. Dimana, dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, PMI tetap berkomitmen terhadap kemanusiaan.(dro/*1)