MS Kaban Sampaikan Kuliah Umum di Unisi

ms kabanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – DR H MS Kaban memberikan kuliah umum di Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan, Kamis (25/4). Mantan Menteri Kehutanan RI ini meyatakan sebuah universitas yang berbasis keislaman tidak hanya dihadapkan pada persoalan output, namun memperispakan lulusan yang memiliki nilai keimanan.

Selain itu, kata Kaban, lulusan Unisi juga harus memiliki nilai kejujuran, kecerdasan dan kualitas tinggi. Dicontohkanya ilmu padi, semakin dia berilmu imannya makin tinggi. Sehingga, dengan demikian bisa memberikan kontribusi dan manfaat yang besar ketika berada di tengah-tengah masyarakat.

“Semakin banyaknya tamatan Perguruan Tinggi, tetapi kejahatan juga semakin meningkat. Ini membuktikan, bahwa memang terjadi ketidakseimbangan antara jumlah output dengan kualitas integritas keimanan yang dimiliki oleh para alumni,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Kaban, apa yang telah dirintis dan terdapat di Unisi saat ini harus kontiniu dan berkelanjutan. Semua harus satu kesatuan, jangan berubah pemimpin dan pemerintahan, berubah pula kebijakan yang sudah berjalan selama ini. Jika demikian tentu memberikan dampak tidak bagus bagi sebuah perguruan tinggi.

“Keberadaan Unisi harus kita lihat sebagai sebuah kontribusi terhadap generasi yang akan datang, serta dalam rangka mengantisipasi Inhil yang lebih maju lagi. Sebab, Unisi sudah mempersiapkan SDM cerdas dan  memilki integritas keimanan yang bagus,”katanya.

Sementara itu, Rektor Unisi Tembilahan, Prof Sufian Hamin meminta seluruh mahasiswa untuk bisa terus menggali potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Sehingga, mampu bersaing dengan lulusan-lulusan dari universitas lainnya. Dengan demikian Unisi tentu semakin dikenal.

Sedangkan Ketua Yayasan Tasik Gemilang H Edy Syafwannur menambahkan pada tahun 2025 nanti, Unisi harus menjadi universitas terbaik se-Sumatera. Untuk itu, dia mengajak semua pihak bergandengan tangan dan saling memberi masukan untuk ke arah yang juah lebih baik.(dro/*1)




DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Pokok Pokok Pikiran 2014 Sekalligus Penutupan Masa Sidang Pertama 2013

data 004Tembilahan (www.detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri melaksanakan Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD 2014 sekaligus penutupan masa sidang pertama 2013. Kegiatan ini disamping dihadiri oleh anggota DPRD juga tampak oleh Bupati Inhil yang diwakili Asisten III, Djamilah, Unsur Muspida serta pejabat dilingkungan Setdakab Inhil.

Dalam penyampaiannya, Wakil Ketua DPRD Inhil, Jubair Malomo mengatakan bahwa Pokok-pokok Pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memuat pandangan dan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengenai arah prioritas pembangunan serta rumusan usulan kebutuhan program/kegiatan yang bersumber hasil penelaahan Pokok-pokok Pikiran Dewan Derwakilan Rakyat Daerah tahun sebelumnya yang belum terbahas dalam musrenbang dan agenda kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tahun rencana. Penelaahan dimaksudkan untuk mengkaji kemungkinan dijadikannya sebagai masukan dalam perumusan kebutuhan program dan kegiatan pada tahun rencana berdasarkan prioritas pembangunan daerah.

Selanjutnya, Pokok-pokok Pikiran ini disusun dengan memperhatikan kondisi riil daerah. Berbagai persoalan yang dirangkum melalui kegiatan Komisi-komisi seperti kunjungan lapangan, kegiatan reses, dan rapat dengar pendapat bersama mitra kerja, sehingga dengan Pokok-pokok Pikiran ini diharapkan diakomodir kedalam musrenbang kabupaten untuk selanjutnya menjadi acara bagi penyusunan Kebijakan Umum Anggaran.

Dalam kesempatan itu, Dewan juga menyampaikan beberapa permasalahan dan program prioritas bidang urusan masing-masing komisi dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten indragiri hilir

Dewan berharap dengan adanya pokok-pokok pikiran ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir melalui perbaikan pelayanan dan mentalitas birokrasi dengan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berpihak kepada rakyat.(dro)




DTPHP Inhil dan BI Taja Training LKM

data 003TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggandeng Bank Indonesia (BI) pewakilan Riau menggelar training penguatan Lembaga Keungan Makro (LKM) kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) se Inhil, Kamis (25/4) di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan.

Perwakilan BI Riau, M Abd Majid Ikram dalam sambutanya mengatakan Inhil dulunya salah satu daerah penghasil komoditas padi terbesar di Provinsi Riau, namun saat ini hal itu sudah mulai berkurang. Oleh karena itu, kehadiran BI kata Majid diharapkan akan menumbuhkan kembali motivasi para petani untuk mengembangkan komoditi tersebut.

“Kita ketahui, banyak saat ini petani sudah mulai beralih kepada tanaman lain. Lalu kami yang bekerjasama dengan Pemkab Inhil membuat trobosan yang diharapkan dapat kembali menghidupkan semangat petani,” ungkapya.

Lanjut Majid, pihaknya dalam hal ini memiliki kepentingan membantu apa yang mejadi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Inhil. Sehingga lahir sebuah kerja sama yang salah satunya adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan memberikan bantuan peralatan pertanian.

Sementara itu Kepala DTPHP Inhil H Wiryadi, menyebutkan dengan segala kemampuan dan upaya pihaknya komit mengembangkan tanaman padi di Negeri Seribu Jembatan. Sebab, padi adalah kebutuhan pokok yang banyak dicari masyarakat. Apalagi saat ini lahan pertanian sudah mulai berkurang.

“Agar berhasil kita minta peserta serius dan tekun mengikuti tranining ini. Sebab, salah satu kunci keberhasilan adalah orang yang mau bekerja keras,” jelasnya. Sambil menyebutkan Training tersebut adalah tindak lanjut kerjasama Pemkab Inhil dengan BI pada beberapa tahun sebelumnya.

Sedangkan Kepala BPMPD Inhil yang dalam hal ini diwakilil oleh Kepala Bidang (Kabid) Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) Sofiannur memaparkan LKM memiliki peran yang sangat penting untuk untk memperbaiki keuangan bagi kalangan msyarakat itu sendiri.

Selain itu, katanya LKM menjadi tempat penaman modal dan penciptaan lapanan kejaa. Dengan demikian lapangan pekerjaan dan tingkat pengangguran semakin berkurang. Secara otomatis jika tingkat ekonomi masyarakat bertumbuh dan berkembang harapan hidup sejahtera sudah diambang mata.(dro/*1)




Ibu Korban Pencabulan Pinta Polisi Bertindak Adil

indexTembilahan (www.detikriau.org) – Pihak keluarga korban dugaan pencabulan oleh seorang oknum guru sebuah madrasyah di pematang reba (Kab Inhu), AB (50) terhadap pelajar Sekolah Dasar Kelas 3, Bunga (9 tahun. bukan nama sebenarnya.red) warga kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kab Inhil, meminta kasus yang meninggalkan luka dan trauma sangat mendalam bagi buah hatinya ini dapat ditindaklanjuti dengan proses hukum seadil-adilnya.

Harapan ini disampaikan oleh ibu kandung Bunga kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selular, Kamis (25/4). Dijelaskannya, akibat kejadian yang sangat memalukan itu, kini buah hatinya terlihat sedih dan sering murung.” Sebagai masyarakat kecil yang tidak memiliki kemampuan dan kuasa apapun, sepenuhnya kami mempercayakan penyelesaian kasus ini melalui jalur hukum. kami sangat berharap agar pihak kepolisian dapat menjalankan hukum dengan adil dan menindak pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku pula,” Ungkap Ibu kandung korban, Zaidah.

Ditambahkan Zaidah, kasus yang menimpa buah hatinya itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dengan Tanda Bukti lapor bernomor; TBL/01/IV/2013/Riau/Res Inhil/Sek GAS.

Dugaanp erlakuan biadab seorang oknum Guru ini terjadi pada Kamis (18/4) sekira pukul 15.45 Wib di jalan Mesjid Parit IX RT 03 RW 04 Kelurahan Teluk Pinang.

Dari informasi yang dirangkum, Hari naas itu, bunga sedang asyik bermain-main dihalaman rumah. Sedang asyik bermain, bunga dihampiri AB.

AB kemudian dengan berbagai tutur manis mulai membujuk-bujuk bunga. Taktik itu tampaknya berbuah manis. Bungapun mulai merasa AB bukan seperti orang asing lagi, kemudian iapun duduk dipangkuan AB.”Saya melihat anak saya dipangku AB tapi saat itu tidak ada yang mencurigakan,” Ujar Zaidah.

Tidak berselang lama, tiba-tiba Zaidah mendengar Bunga menjerit-jerit. Mama adek sakit, teriaknya berulang-ulang sambil menangis dan mengatakan “kelaminnya sakit karena dipegang-pegang AB” dan saat itu Zaidah langsung membawa Bunga pulang ke rumah untuk mencari tau apa yang dialami sang buah hati.

“anak saya sering merasa kesakitan saat buang air kecil. Dari hasil Visum, didapati kemaluan anak saya memang terdapat goresan” pungkas Zaidah. (dro)




Lukman Edy Silaturahmi Bersama Pemuda dan Mahasiswa se Inhil

DSC_1577TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Anggota Komisi VI DPR-RI sekaligus Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau H Lukan Edy menggelar silaturahmi bersama pemuda dan mahasiswa se Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Selasa (23/4) sore di Pondok Indragiri jalan Lingkar 1 Tembilahan.

Silaturahmi semacam itu menurut Lukman sangat baik untuk dilakukan oleh setiap umuat, apalagi dirinya selaku masyarakat asal Inhil yang banyak berkiprah di Ibukota Indonesia Jakarta. Paling tidak melalui silaturahmi bisa itu, kata Lukman ada aspirasi yang ia tampung dan bisa menjadi masukan.

Saat itu Lukman juga menyinggung, bahwa dirinya adalah salah satu anak muda asal Negeri Seribu Jembatan yang siap bertarung pada Pilgubri September mendatang. Maka itu melalui pertamuan demikian dia berharap anak-anak muda Inhil dapat membantu mensosialisasikan dirinya.

“Kebetulan untuk Inhil pada hari ini sudah kita bentuk relawan saya yang menggunakan simbol warna orange. Dimana warna ini adalah netral dan tidak menggunakan warna-warna partai,” ungkapnya.

Lukman ingin Pilgubri mendatang dapat melintasi sekat-sekat kepartaian. Dicontohkanya, jika berpijak kepada ilmu pewarnaan, lahirnya orange dikarenakan ada perpaduan unsur warna kuning, hijau, merah dan warna-wana lain yang merupakan simbol masyarakat Riau.

Terakhir Lukman mengaku miris jika melihat kondisi infrastruktur jalan yang ada di Riau khususnya Inhil. Tidak hanya dia juga menyebut hampir seluruh kabupaten/kota di Riau minim terhadap prestasi. Bahkan ada rilis yang disampaikan kementrian dalam negeri dan media nasional, adal 10 Bupati terbaik namun sayangnya tidak berasal dari Riau.

“Padahan ABPD dimasing-masing kabupaten cukup besar, tapi kenapa sampai kita tidak berprestasi seperti para Bupati yang ada di Pulau Jawa yang APBD-nya jauh lebih kecil dibandingkan dengan daerah kita,”imbuhnya.

Selain bertemu dengan pemuda dan mahasiswa se Inhil Lukman juga mengunjungi beberapa desa terpencil di Inhil dan RSUD Puri Husada Tembilahan yang merupakan tempat pelayanan publik. (dro/*1).




Bank Dunia Puji Program Pamsimas Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Bank Dunia menilai program pembangunan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sejauh ini berjalan dengan baik.

Berdasarkan hasil evaluasi lembaga ini, menunjukan bahawa pelaksanaan Pamsimal Inhil bisa berkelanjutan hingga diantas 53 desa dan hanya 5 desa saja yang fungsinya tidak maksimal. Agar program itu bisa berjalan lebih baik, Bank Dunia menyarankan pemerintah selalu berkoordinasi hingga ketingkat bawah.

“Terutama sekali intansi terkait bisa saling berkoordinasi untuk memberikan sarana yang berkelanjutan ini agar betul-betul dapat berfungsi semaksimal mungkin. Jangan sampai program ini berfungsi ketika baru dibangun, namun setelah itu dibiarkan saja,” ungkap salah seorang perwakilan Bank Dunia Sri Pamungkas, usai menggelar evaluasi Pamsimas bersama dinas teknis PU dan Bappeda Inhil, Rabu (24/4).

Sementara  itu Kepala Dinas PU Inhil H Tengku Edy Efrizal menyebutkan salah satu tujuan evaliasi Pamsimas oleh Bank Dunia berujuan untuk melihat secara langsung, sejuah mana program tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat. Meski diakuinya masih ada beberapa bagian kecil yang perlu dibenahi.

“Yang menjadi catatan kita adalah kesadaran masyarakat yang dinilai masih kecil. Banyak dinatara mereka yang tidak ingin memberikan iuran rutin dari program ini. Padahal diketahui lahirnya Pamsimas untuk dan oleh masyarakat itu sendiri. Demikian pula dengan pengelolaanya,”ungkap tenku Edy.

Selaku satuan kerja (Satker) pelaksana fisik, Dinas PU akan memberikan penambahan jadwal sosialisasi terhadap masyarakat. Sehingga masyarakat benar-benar memahami bahawa dari segala infrastruktu yang dibangun melalui Pamsimas milik masyarakat secara umum.

“Tidak ada biaya pemeliharaan yang dianggarakan oleh APBD. Semuanya menjadi tanggungan masyarakat. Dimana dana itu bisa ditarik melalui bentuk iuran maupun sumbangan rutin,” tandasnya.(dro/*1)