2013, BMG Berikan Bantuan 4 Alat Ukur Curah Hujan Manual ke Inhil

data 001Tembilahan (www.detikriau.org) – Untuk tahun anggaran 2013, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mendapatkan 2 tambahan peralatan pengukur curah hujan serta 2 peralatan serupa untuk pengganti peralatan yang rusak.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, 2 tambahan alat itu diperuntukan bagi Kecamatan Mandah dan Kecamatan Pelangiran. Sedangkan 2 peralatan lainnya merupakan pengganti kerusakan peralatan serupa di Kecamatan Concong dan Kec Teluk Belengkong.

“Usulan kita untuk tahun ini sebenarnya 6 unit. 3 Unit kita peruntukan pada Kecamatan yang memang belum tersedia peralatan ini (Mandah, Pelangiran dan Concong. Red), sedangkan 3 lainnya adalah sebagai penggantian peralatan serupa yang rusak pada tiga kecamatan lainnya (Batang Tuaka, GAS dan Teluk Belengkong. Red). Tapi sedikit kita kecewa, kita hanya diberikan 4 unit. Padahal peralatan ini cukup penting,” Jelas Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi sambil menyampaikan harapan agar pihak Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Riau untuk segera memenuhi kekurangannya.

Berdasarkan penjelasan tehnisi BMG Provinsi, Yota, disamping alat penakar manual yang ditempatkan diseluruh Kecamatan di Inhil, BMG juga memasangkan 1 unit alat penakar curah hujan otomatis yang ditempatkan di halam depan kantor DTPHP Inhil. Peralatan otomatis ini akan memberikan data tentang curah hujan secara otomatis ke Nomor pesan singkat telepon selular yang sudah diinput. Jika curah hujan sudah melebihi 50 mm, maka alat secara otomatis akan mengirimkan warning  melalui pesan singkat ke bebrapa nomor database yang sudah terdata. Sedangkan pengukur manual, pengoperasian masih diperlukan bantuan manusia, BMG melakukan kerjasama dengan personil Dinas terkait untuk pengoperasionalannya.

Pengukuran curah hujan, khususnya bagi pertanian sangat diperlukan terutama untuk menentukan waktu tanam berbagai komoditas jenis tanaman pangan. Kegagalan panen salah satunya bisa disebabkan ketidaktepatan penentuan waktu tanam. Disamping hal itu, pengukuran curah hujan juga bisa berguna untuk memprediksi terjadinya banjir.(dro)




KPU izinkan parpol ubah nomor urut bacaleg

kpuJakarta (www.detikriau.org) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melarang adanya perubahan baik mengurangi maupun menambah nomor urut bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang telah didaftarkan.

Ketua KPU, Husni Kamil Manik menyatakan, hal itu menjadi kewenangan partai politik (parpol) dalam perubahan nomor urut, meski nama yang diajukan telah masuk ke lembaga pemilihan tersebut.

“Mengubah, mengurangi, dan menambah nomor urut itu urusan parpol,” kata Husni di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2013).

Husni melanjutkan, hal tersebut telah diatur di dalam perundang-undangan, sehingga pihaknya tidak akan melampaui kewenangan sebagai lembaga pemilihan mengenai nomor urut bacaleg. “Kalau terkait aturan ada aturannya. Aturan ada, tetapi KPU tidak boleh melampaui kewenangannya,” lanjutnya.

Terakhir, dia menjelaskan kalau KPU akan mempublikasikan seluruh nama calon yang telah didaftarkan melalui website yang dimilikinya. “Nama calon akan dipublikasikan di web KPU dalam satu hingga dua hari ini,” tuntasnya.

 

Sumber: sindo




Beberapa Persoalan pada Bidang pemerintahan dan Kepegawaian

Wakil Ketua DPRD Inhil, H Jubair Malomo
Wakil Ketua DPRD Inhil, H Jubair Malomo

Tembilahan (www.detikriau.org) – Dewan nyatakan bahwa hinggasaat ini pada bidang penyelenggaraan pemerintahan secara umum dan kepegawaian masih ditemukan beberapa persoalan yang perlu untuk menjadi perhatian secara bersama.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, H Jubair Malomo dalam Rapat paripurna penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD 2014 sekaligus Penutupan Masa sidang Pertama 2013, Kamis (25/4)

“Harapan kita agar pemerintah dapat menciptakan birokrasi (pegawai) yang professional, efektif dan efisien dengan budaya kerja yang mengutamakan pelayanan pada masyarakat, bukan dilayani masyarakat. Sehingga diharapkan akan dapat menurunkan berbagai temuan BPK pada pelaksanaan APBD dengan mengoptimalkan kinerja pengawasan Internal,” Ujar Jubair Malomo.

Disamping hal itu, Dewan juga menilai hingga saat ini standar pelayanan minimal masih belum berjalan termasuk Pelayanan publik akibat jauhnya rentang kendali pusat pemerintahan sebagai akibat luasnya wilayah masih belum maksimal serta masih rendahnya kesadaran apratur dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

Hal lainnya, penyeleksian dan penempatan aparatur pemerintahan masih dinilai belum sesuai dengan analisis jabatan serta baperjakat juga dinilai kurang berfungsi dalam menjalankan tupoksinya.

Kemudian persoalan lainnya, masih ditemukan PNS yang enggan bekerja maksimal hanya karena alasan jauh, kurangnya fasilitas dan lain sebagainya. Namun juga masih ditemukan UPTD dan perangkat pemerintahan di tingkat Desa atau Kelurahan maupun Kecamatan yang kekurangan tenaga sehingga masih dipandang perlu untuk mengangkat tenaga honorer daerah dan pusat untuk diangkat menjadi PNS.

Dewan juga menilai perlu adanya tindakan tegas sesuai aturan Undang-Undang bagi CPNS/PNS yang ikut terlibat dalam kegiatan politik praktis. Pemerintah juga diminta untuk lebih tegas dalam memberikan sanksi kepada aparatur yang tidak disiplin serta tidak bekerja sesuai tupoksinya.

“untuk memaksimalkan aparatur dalam menjalankan tugas dan perannya memberikan pengabdian kepada masyarakat kita juga memandang perlu dilakukannya pengembangan aparatur melalui pelaksanaan pendidikan formal, fungsional dan penjenjangan, kursus dan pelatihan secara berkelanjutan dan konsisten sesuai kebutuhan,” Sampaikan Jubair.(dro)




Terputusnya pasokan listrik PLN Sempat Ganggu jalannya Rapat Paripurna DPRD Inhil

Suasana gelap gulita warnai jalannya rapat paripurna DPRD Inhil akibat terputusnya pasokan Listrik PLN
Suasana gelap gulita warnai jalannya rapat paripurna DPRD Inhil akibat terputusnya pasokan Listrik PLN

Tembilahan (www.detikriau.org) – Putusnya pasokan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) sempat mengganggu jalannya Paripurna Penyampaian Pokok-Pokok Pikiran DPRD Inhil 2014 dan Sekaligus Penutupan Masa Sidang Pertama 2013.

Pantauan detikria.org, Terputusnya pasokan listrik PLN ini membuat ruang Rapat Paripurna di Gedung DPRD Inhil menjadi gelap gulita. Pelaksanaan sidang yang sedianya sudah bisa dilaksanakan terpaksa  harus dilakukan penundaan.

Saat pelaksanaan Rapat paripurna, dalam pembacaan pokok-pokok pikiran DPRD 2014 yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, H Jubair Malomo, pasokan listrik kembali terputus. Ditengah ruangan yang gelap gulita, jalannya Paripurna tetap dilanjutkan. Guna membacakan pokok-pokok pikiran yang dilanjutkan oleh Wakil Ketua DPRD, Dani M Nursalam terpaksa diterangi dengan bantuan penerangan seadanya.

Sering terputusnya pasokan listrik dalam beberapa waktu belakangan bahkan tidak mengenal waktu ini cukup membuat berbagai aktifitas masyarakt dan pemerintahan terganggu. Padahal dalam beberapa kali dilakukan komfirmasi dengan pihak PLN, dikatakan putusanya pasokan listrik disebabkan adanya pekerjaan pemasangan jaringan PLTU dan penggantian beberapa travo. Namun dijanjikan, pelaksanaan pekerjaan dilakukan pada hari-hari libur yang diharapkan tidak akan menggangu aktifitas masyarakat.(dro)




Tim Gabungan Mulai Seleksi Paskibra

paskibrakaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dinas Kesehatan (Diskes),  Polres dan Kodim 0314 Inhil mulai melakukan seleksi terhadap pasukan pengibar bendera (Paskibra) 2013.

Tim gabungan akan dibagi menjadi 4, yakni wilayah I meliputi Kecamatan, Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling, Kempas, Kuala Indragiri (Kuindra) Tanah Merah Concong, Enok dan Kecamatan Concong. Kemudian wilayah II meliputi Kecamatan Reteh, Sungai Batang, Keritang dan Kecamatan Kemuning.

“Sedangkan wilayah III meliputi Kecamatan, Gaung Anak Serka (GAS) Batang Tuaka dan Kecamatan Gaung. Terkahir wilayah IV seperti Kecamatan Teluk Belengkong, Pelanggiran, Pulau Burung dan Kecamatan Kateman,” jelas Kepala Dsiporabudpar Inhil H Muktar T, Kamis (25/4).

Meski HUT RI mendatang masih tiga bulan lagi, namun seleksi sudah dimulai saat ini. Sehingga mantan Kepala BP2KP Inhil ini berharap melalui seleksi anggota Paskibra ini, nantinya terpilih anggota yang memiliki dedikasi yang tinggi, disiplin serta mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Siswa dan siswi sasaran kita adalah siswa kelas 10 dan kelas 11. Kalau memang mereka kita anggap layak dan mampu pasti akan kita pilih,” kata Muktar T.

Selain mencari siswa dan siswi yang cerdas dan bermental baik, tim juga mengutamakan para siswa/siswi yang benar-benar memiliki fisik yang bagus. Sebab, pengemblenganya dilakukan pada bulan-bulan puasa. Oleh karena itu, jika mental dan fisik siswa tidak bagus maka bisa mengakibatkan hal yang kurang baik

Muktar melihat minat siswa dan siswi dalam mengikuti seleksi Paskibra sangat tinggi. Karena apabila mereka dinyatakan masuk kedalam tim inti Paskibra tentu memiliki nilai tambah yang nantinya dapat mendongkrak karir para siswa. Jadi tidak salah kalau antusias siswa sangat besar.

“Namun hal yang paling saya tekankan kepada tim, adalah jangan sampai memilih siswa maupun siswi yang terindikasi terhadap bahaya narkoba. Karena kita tahu  bahaya narkoba akan memberikan dampak tidak bagus terhadap pergaulanya sendiri dan merusak citra ditengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Maka dari itu, tim seleksi diharapkan agar mampu bekerja secara profesioanl untuk mendapatkan anggota Paskibra sesuai kriteria yang telah ditentukan, sehingga pelaksanaan upacara dapat berjalan mulus tanpa ada hambatan. Apalagi acara itu merupakan HUT RI yang didalamnya banyak terkandung makna dan sejarah.(dro/*1)




Selain Cerdas, Pemimpin Inhil Kedepan Harus Energik

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menyerahkan piagam penghargaan kepada Sudinoto, Camat Tembilahan atas prestasi kecamatan tersebut pada ajang MTQ Inhil, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menyerahkan piagam penghargaan kepada Sudinoto, Camat Tembilahan atas prestasi kecamatan tersebut pada ajang MTQ Inhil, beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Kondisi geografis yang berat, tidak hanya memerlukan pemimpin yang cerdas. Tetapi juga mengharuskan pemimpin Indragiri Hilir ke depan energik.

Pasalnya, masih banyak wilayah yang belum bisa dijangkau dengan perjalanan darat. Selain itu, ada juga wilayah yang bisa dilewati dengan transportasi darat, namun hanya sepeda motor.

Kondisi seperti itu, menurut Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan masih harus dihadapi oleh pemimpin Inhil periode setelah dirinya. Karena itulah, dalam beberapa kunjungan kerjanya. Orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang tersebut selalu menggunakan sepeda motor. Selain menguras stamina, juga sangat membutuhkan kesabaran.

“Jika hanya mengandalkan kendaraan roda empat. Akan sangat banyak warga kita yang tidak dapat dikunjungi. Oleh sebab itu, bagaiamanapun. Untuk memimpin Inhil, memang harus energik supaya dapat bertatap muka dengan warga”tukas Bupati.

Menggunakan sepeda motor dalam melakukan kunjungan kerja. Seperti yang sering dilakukan Indra Muchlis Adnan, dimaksudkannya supaya bisa merasakan apa yang dialami warga.

Bagaimana warga mengeluh karena jalan rusak. Juga dialami Bupati, karena dia memang lebih mengutamakan kendaraan roda dua dalam beberapa kunjungan kerja tersebut. “Masih banyak yang harus kita lakukan untuk memajukan kampung halaman ini”jelas pria bertubuh subur itu.

Dengan terjun langsung ke tengah warga. Interaksi yang timbul juga lebih intensif. Hal itu, menurut Indra Muchlis Adnan menghilangkan jarak antara pemimpin dengan warganya.

Dari kunjungan langsung itu pula, Bupati Inhil menyebut dia bisa menyerap semua persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Lantas setelah kembali ke Tembilahan, mencarikan solusi bersama dengan segenap stafnya.(dro/*1)