Wakapolres Inhil Pimpin Upacara Operasi Simpatik 2013

wakpolres inhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Polres Indragiri Hilir menggelar apel upacara gabungan dalam rangka Operasi Simpatik 2013. Upacara dilakukan di halaman Mapolres Inhil Senin (6/5) dipimpin secara langsung oleh  Waka Polres Indragiri Hilir, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK.

Ikut terlibat dalam upacara gabungan tersebut antara lain, Dinas Perhubungan, Anggota TNI Kodim 0314 Inhil, Sat Pol PP Pemkab Inhil, serta ratusan personil Polres Indragiri Hilir.

Dalam sabutannya Waka Polres Indragiri Hilir Kompol Yuniar Ari SIK menyebutkan, bahwa pada Operasi Simpatik Tahun 2013 akan digelar selama 21 hari. Mulai 6 Mei dan berakhir pada 21 Mei mendatang. Hal ini dilakukan guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran berlalu lintas.

“Dalam Operasi dengan kode Simpatik ini diawali dengan sosialisasi dan tindakan edukatif, terkait peraturan kelalulintasan bagi setiap pengguna jalan,” ujar Waka Polres

Dikatakannya, dengan adanya penyuluhan kepada masyarakat ini  diharapkan saat dilakukan penegakan hukum secara tegas, masyarakat dapat memahami dan menerimanya.  “Ini juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” lanjutnya.

Waka Polres juga berharap operasi ini bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk disiplin dan tertib berlalu lintas semakin tinggi. “Potensi kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas banyak disebabkan kurang disiplinnya pengendara sepeda motor dan pengemudi angkutan umum,” pungkasnya. (dro/*5)




Kakak Adik Gembong Ranmor di Bui Polisi

iTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim Opsnal Polres Inhil, Senin (1/5 yang lalu di TKP jalan Subrantas Tembilahan berhasil membekuk gembong pelaku curanmor. Dari tangan pelaku kakak adik ini, berhasil diamankan 5 unit kendaraan bermotor roda dua hasil aksi pelaku.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK, ketika dikomfirmasi, Senin (6/5) mengatakan, untuk menangkap gembong ranmor, Novi (24) dan Afrinal Gunawan (22) warga Kecamatan Mandah ini tim butuh waktu kurang lebih 3 bulan. Panjangnya waktu ini guna memastikan bahwa mereka adalah benar pelaku yang kerap beraksi di Kota Tembilahan.

“Kali pertama yang diringkus petugas adalah Novi saat mereka mengendarai sepeda motor Satria FU warna putih di Jalan Soebrantas,” Terang Kasat Reskrim

Setelah pelaku mengakui perbuatannya, Lanjut Kasat,  petugas langsung menggelandang ke tempat kosnya. Disana petugas semakin curiga sebab dirumah kosnya ditemukan gerenda serta peralatan bengkel, bahkan pelaku juga mengaku dalam melakukan aksinya Ia tidak sendirian namun berdua dengan adiknya.

“Dari hasil pengembangan, kedua pelaku mengaku sudah mencuri motor sebanyak 9 kali. 4 diantaranya sudah dijual kedaerah.”Terang AKP Ade Zamrah SIK.

Dari pengakuan kedua pelaku, Afrinal Gunawan (22) tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi sebuah Universitas di Tembilahan serta kakaknya, Novi (24) droup out dari kuliah. Dalam menjalankan aksinya mereka terbilang cukup professional. Sebab selain menggunakan kunci T juga bisa merubah nomor kerangka serta cat kendaraan agar pemiliknya terkecoh.

5 unit kendaraan bermotor yang berhasil diamankan, antara lain Satria FU BM 4710 GW warna putih, kemudian Satria FU BM 3012 GT warna hitam, lalu Kawasaki Ninja warna abu-abu tanpa BM, serta sebuah motor metic, Mio warna hitam BM 8588 GR.

“Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui sampai sejauh mana aksi perbuatan kedua pelaku yang sudah dilakukan. Termasuk untuk mengungkap apakah mereka punya jaringan Curanmor,”akhiri Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK. (dro/*5)




Komisi IV DPRD Inhil Nilai Perlu Adanya Perhatian Bagi Volunter Sukarela Pos Yandu

dprdTembilahan (www.detikriau.org) – Komisi Empat DPRD Inhil memandang perlu untuk lebih memberikan perhatian terhadap keberadaan Pos Yandu terutama kepada penggiat yang bersifat volunter sukarela.

Hal ini disampaikan dalam rapat Paripurna penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD 2014 sekaligus penutupan masa sidang pertama 2013 bertempat diruang Paripurna gedung DPRD Inhil baru-baru ini di Tembilahan.

Dinilai Komisi Empat yang saat itu dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, Jubair Malomo. Untuk menggerakkan Pos Yandu, sering kali tenaga Volunter sukarela harus merogoh kocek pribadi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan gizi Balita seperti susu, bubur kacang hijau dan lainnya. Untuk mengatasi hal ini, Dewan menilai perlu untuk membantu penganggaran dana rutin bagi Pos Yandu terutama untuk program asupan gizi balita termasuk pemantauan terhadap penyakit musiman dan menular.

“Kita memandang keberadaan posyandu sangat penting dalam memantau kesehatan warga hingga tingkat RT. Program posyandu dalam pemberian imunisasi dan asupan gizi bagi balita sangat penting sebagai pilar pertama dalam menjaga kesehatan warga.” Bacakan Jubair.

Pemberian insentif bagi penggiat posyandu perlu diatur dengan seksama bersama dinas terkait (seperti Dinas Sosial, Keluarga Berencana, Peranan Wanita, bagian Kesejahteraan Masyarakat). Para penggiat posyandu mendapatkan prioritas program kesejahteraan masyarakat. Peran Dinas Kesehatan dalam memperkuat kapasitas penggiat posyandu melalui pelatihan-pelatihan dan insentif mendapatkan pelayanan gratis kesehatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit (walaupun penggiat posyandu itu dari kalangan mampu). Komisi IV perlu memperjuangkan Program Penguatan Posyandu ini kepada pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Disamping hal itu, Komisi Empat juga menilai pentingnya pemberian imunasi secara lengkap kepada Balita. Kedepan diharapkan tidak ada lagi satupun bayi yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap hanya dikarenakan ketidakmampuan dari sisi biaya. Persoalan lainnya yang dipandang penting yakni program pengawasan kesehatan bagi masyarakat miskin. Keberadaan Program Kesehatan Gratis bagi Warga Miskin ini sangat penting dilakukan, mengingat hingga saat ini, masih terdapat keluhan warga Kabupaten Indragiri Hilir yang ditolak berobat di Puskesmas, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah. Perlu dibuat peraturan daerah, yang mengatur secara seksama pelaksanaan kesehatan gratis bagi warga miskin ini, yang menyangkut hukuman pidana bagi pengelola Puskesmas, RSUD, Rumah Sakit Swasta, Klinik dan Praktek Dokter, yang menolak pasien warga miskin berobat.

Untuk bidang kesehatan, yang terakhir, Komisi Empat juga memandang perlu adanya program asuransi kesehatan masyarakat. Sakit tidak pernah mengenal strata. Seorang dokterpun bisa terkena demam berdarah. Bagi warga strata menengah ke atas, mereka sudah mengenal dan mengikuti program asuransi kesehatan. Tapi bagi warga strata menengah ke bawah, mengikuti asuransi menjadi sebuah kemewahan.

“Kita memandang perlunya melakukan study yang melibatkan pakar asuransi dan ahli kesehatan masyarakat. Hasil study itu nantinya dapat disusun Perda Asuransi Kesehatan Masyarakat Inhil,” Ujar Jubai membacakan pandang Komisi Empat untuk bidang kesehatan. (dro)




Bukan Pendidikan Gratis. Baru Sebatas Pendidikan Bersubsidi

Kadisdik Inhil, H Fauzar
Kadisdik Inhil, H Fauzar

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pelaksanaan pendidikan yang berjalan selama ini sama sekali belum menyandang predikat pendidikan gratis. Yang ada  baru sebatas pendidikan bersubsidi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir, H Fauzar dalam sebuah kesempatan pertemuan dengan kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) belum lama ini di kantor Disik Inhil.

Dijelaskan Fuzar, Hasil rembuk Nasional di Jakarta beberapa waktu lalu, Untuk indek biaya pendidikan SMA sederajat per murid setiap tahunnya adalah sebesar Rp. 2,5 Juta sedangkan untuk tingkat SMK sebesar Rp. 3 Juta. Seharusnya besaran dana BOS sebesar itu, tapi untuk tingkatan SMA dan SMK memang belum ada, baru sebatas tingkatan SD dan SMP sederajat.

“Artinya pemerintah belum mampu secara maksimal untuk membiayai pendidikan. Saya pertegas, saat ini predikat pendidikan kita belumlah berpredikat pendidikan gratis tapi baru sebatas pendidikan bersubsidi,” Ujar Fauzar saat itu.

Terkait penggunaan dana BOS untuk siswa setingkat SD dan SMP, ditambahkannya, jika dalam pemanfaatannya ternyata tidak mencukupi, untuk memperlancar jalannya proses pendidikan masih dibenarkan untuk dilakukan pungutan kepada orang tua siswa asalkan memang mengikuti ketentuan yang ada tetapi dengan catatan besaran iuran yang dimintakan haruslah dalam batasan yang wajar.(dro)




Polres Inhil Bina 467 Karateka Lemkari

Terlihat Ketua Lemkari Cabang Inhil Kompol Yuniar Ari SIK ketika mengawasi kareteka sedang berlatih di halaman Mapolres InhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka untuk mengembangkan bakat remaja dan anak, khususnya dibidang olahraga karate, saat ini Polres Inhil sudah melakukan pembinaan sekitar 467 kareteka aktif yang tergabung dalam Lemkari Cabang Kabupaten Indragiri Hilir.

Dikatakan Ketua Lemkari Cabang Indragiri Hilir (Inhil), Kompol Yuniar Ari SIK, Ahad (5/5). Meski Lemkari Cabang Inhil baru berdiri pada 5 Januari 2012 yang lalu, ternyata jumlah peminatnya cukup besar. Terbukti banyaknya remaja dan anak mulai dari pemula hingga dewasa yang sudah berminat bergabung menjadi karateka.

Dijelaskan oleh Kompol Yuniar Ari SIK, olahraga karate banyak sekali manfaatnya, selain menumbuhkan rasa percaya diri sendiri juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Disamping itu dengan mengikuti olah raga tersebut juga bisa menumbuhkan pribadi yang disiplin bagi setiap karateka.

“Bagi setiap karateka jika dilakukan secara serius akan banyak manfaatnya. Mulai dari pribadi yang disiplin serta rasa percaya diri juga badan yang sehat tentunya,”ujar Kompol Yuniar Ari SIK yang kini juga menjabat Waka Polres Indragiri Hilir.

Beberapa kareteka Lemkari Kabupaten Inhil antara lain pada kejuaraan Open Ikkapio 2012 Riau, berhasil meraih juara II Kumite Putra -35 tingkat pemula kemudian juara II Kata perorangan putra tingkat pemula.

Pada kejuaraannya lainnya di Olimpiade Saint Siswa Nasional (O2SN) untuk Tingkat Propinsi Riau, karateka Lemkari Cabang Inhil juga berhasil meraih juara II Kata perorangan putra, lalu juara II kumite +53 putri, serta juara III kata perorangan putri. Untuk tingkat SMP menjadi juara III kata perorangan putra dan tingkat SD menjadi juara III kumite putra.

Sedangkan pada kegiatan O2SN mendatang di tingkat Propinisi Riau yang akan dilaksanakan pada bulan Mei ini, kareteka Lemkari Cabang Kabupaten Indragiri Hilir juga dipercaya untuk mengirimkan karatekanya, pada tingkat SMA sebanyak 6 karateka, kemudian SMP, 2 kareteka, dan SD 1 orang karateka.

Atas prestadi tersebut, menurut Kompol Yuniar Ari SIK, kegiatan peduli pembinaan atas bakat yang dimiliki setiap remaja dan anak yang sudah dilakukan, ternyata sangat bermanfaat.

Bahkan lebih itu dengan mengikuti olahraga karate bisa dijadikan obat jitu dalam rangka menangkis bagi mereka dari pengaruh negatif termasuk narkoba yang kini sudah mulai marak meracuni generasi kita, baik di Kota maupun di daerah. Jelasnya.

Saat ini Lemkari Cabang Tembilahan, sudah mempunyai Dojo dibeberapa tempat seperti  SMPN 2 Tembilahan Hulu, SMPN 2 Tembilahan Kota, SDN 003 Tembilahan Hulu, SDN 035 Tembilahan, SDN 004 Tembilahan Kota, SMA PGRI Tembilahan, SMPN I Indra Praja dan terakhir SMP Budi Daya Pulau Palas.(dro)




KPUD Inhil Terima Satu Usulan PAW Anggota DPRD

kpudTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejak penyerahan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota legeslatif oleh masing-masing partai peserta pemilu beberapa hari lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku baru menerima 1 usulan PAW dari DPRD Inhil.

“DPRD Inhil telah mengirimkan surat usulan PAW salah seorang Anggota DPRD priode 2009-2014. Daftar nama itu sudah kami terima beberapa hari lalu,”ungkap Ketua KPU Inhil Joni, Jumat (3/5) di ruang kerjanya.

Lanjut Joni, terkait hal itu dan dalam mekanisme PAW anggota DPRD, KPU hanya sebatas memberikan surat rekomendasi nama-nama calon pengganti berikutnya kepada DPRD Inhil. Rekomendasi itu juga melihat pada jumlah perolehan suara terbanyak ke dua pada Pemilu 2009 silam.

“Kalau untuk Hanura ini nama yang diusulkan untuk di PAW Sajidin. Sedangkan perolehan suara terbanyak keduanya adalah Ketua DPC Hanura Inhil Gusti,”jelasnya.(dro/*1)