Anggota Fraksi Golkar Inhil KPUD

golkarTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Angota Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ilyas Haris protes Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya permintaannya untuk pindah daerah pemilihan (Dapil) belum diakomodir.

“Kita minta KPU aktif menyikapi masalah ini. Sementara kami tahu bahwa KPU pusat sudah mengeluarkan surat edaran terkait temuan hasil verifikasi administrasi pemenuhan syarat pengajuan bakal calon anggota DPRD,”tanya Ilyas, Senin (13/5).

Dalam surat edaran yang dikeluarkan KPU pusat tanggal 6 Mei kemarin dikatakan Ilyas, ada beberapa poin yang menjadi catatan KPU pusat  seperti, parpol dalam masa perbaikan verifikasi dapat merubah daftar bakal calon dengan beberapa ketentuan. Kenapa hal itu tidak diindahkan oleh  KPU kabupaten Inhil.

“Kami sudah pertanyakan masalah ini kepada KPU. Mereka mengaku belum menerima surat resmi dari KPU Pusat. Yang menjadi kekawatiran kita, tenggat waktu perbaikan berkas hanya tinggal 8 hari sementara surat resmi belum mereka terima, siapa nanti yang bertanggung akan jawab,”tanya Ilyas,

Sementara itu, Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil Herdian Asmi saat dikomfirmasi menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian makna dari surat edaran KPU pusat tersebut.  Kalau memang sudah mendapat klarifikasi, maka secara otomatis pihaknya akan menjalankan surat edaran itu.

“Kalau memang sudah kami terima secara resmi maka kami langsung menyampaikannya kepada semua parpol peserta pemilu,”jelasnya Senin (13/5).

Untuk mendapat kepastian mengenai persolan itu lanjut Herdian, pihaknya terus berkomunikasi dengan KPU Provpinsi Riau. Tidak mungkin selaku lembaga penyelenggara pemilu yang bersipat independen dia mendiamkan masalah ini. Apalagi hal itu menyangkut hak masing-masing caleg dari setiap parpol.(dro/*1)




Pemilik Perahu Golkar Inhil Masih Belum Ada Kepastian

Terkait Pilkada Bupati/Wakil Bupati Inhil Periode 2013 – 2018—-

rausTembilahan (www.detikriau.org) – Meskipun masa pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013 – 2018 sudah diambang pintu (20 hingga 26 Mei 2013. Red), hingga hari ini DPD II partai Golkar Inhil masih belum memberikan kepastian siapa yang bakal diusung.

Menurut penjelasan Ketua DPD II Golkar Inhil, HM Raus Walid, senin (13/5),  belum dipastikannya pemberian dukungan ini dikarenakan masih menunggu hasil survey yang dilakukan DPP bekerjasama dengan Lembaga Survey Indonesia (LSI).

“Siapun nantinya yang kita dukung tentunya harus melalui mekanisme yang sudah ditetapkan. Sebelumnya, kita sudah menyampaikan usulan ke DPP melalui DPD I Golkar Riau akan 13 nama kandidat Bupati dan Wakil Bupati hasil penjaringan untuk dilakukan survey. Hanya saja hingga hari ini kita belum menerima beritanya.” Ujar Raus.

Ditambahkan oleh Ketua DPRD Inhil yang akrab dipanggil Pak Wo ini, siapapun kandidat yang nantinya mendapatkan rekomendasi dari DPP tentunya pihak DPD II akan menjalankan amanat tersebut.

Terkait santernya beredar kabar burung bahwa perahu Partai berlambang pohon beringin dengan kekuatan 11 kursi DPRD Inhil telah menjatuhkan pilihan kepada salah seorang Balon yang kini juga terdengar mulai gencar melakukan sosialisasi ditengah masyarakat Inhil (Zainal Abidin. Red), Pak Wo nyatakan Hal itu mungkin saja bisa terjadi. hanya saja menurut Pak Wo, Zainal Abidin tidak termasuk dalam 13 nama hasil seleksi DPD II.

“Tentunya tak ada yang tidak mungkin. Apalagi beliau memang putra inhil walalupun hari ini memberikan pengabdian di Provinsi tetangga (Jambi. Red). Kalau beliau berkeinginan untuk memberikan pengabdian ditanah kelahirannya. Saya rasa itu sah-sah saja. Tetapi sekali lagi tentunya harus mengikuti mekanisme yang sudah dijalankan partai. Apalagi untuk partai sebesar Golkar,” Ujar Pak Wo berpendapat.

Ditambahkan Pak Wo, Rekomendasi yang diberikan DPP nantinya dalam satu paket (Bupati dan Wakil Bupati),  tapi itu tidak mutlak. Bisa saja berubah. Karena ini politik. Perubahan rencana bisa saja diberlakukan dalam hitungan detik.”yang jelas pihak kita juga telah melakukan Survey siapa yang lebih pentas untuk dijadikan pasangan sebagai Wabupnya. Hasil survey kita ini paling tidak tentunya juga bisa dijadikan pertimbangan oleh DPP. Namun yang jelas, pertimbangan untuk menjatuhkan pilihan bukan semata “kata” DPD II tetapi juga berdasarkan pertimbagan DPD I dan DPP tentunya.” Pungkas Pak Wo.

Untuk sekedar mengingatkan, 13 nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013 – 2018 yang diusulkan DPD II Golkar Inhil ke DPP untuk dilakukan survey yakni, H. Agussalim, Ir Junaidi, H Raus Walid, H Syamsuddin Uti, H Husni Hasan, H. Edy Syafwannur, H. Ruslan jaya, H Yulizen Yunal, HM Wardan, HM Ramli Walid, HM Aziz, HM Ali Azhar dan Kemas Yuzferi.(dro)




Disdik Inhil Berencana Umumkan Kelulusan UN SMA Sederajat Melalui Amplop

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) berencana akan menyampaikan pemberitahuan kelulusan siswa stingkat SMA menggunakan amplop. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca pengumuman kelulusan.

“penggunaan cara ini pada kelulusan tahun sebelumnya kita nilai cukup efektif. Untuk tahun ini, berkemungkinan kita kembali akan melaksanakannya. Saat ini masih dalam pembahasan ditingkat internal.  Untuk mengambil sebuah kebijakan, tentunya harus melalui berbagai pertimbangan,” Ujar Kadisdik Inhil, H Fauzar, senin (13/5)
Pertimbangan penyampaian pengumuman kelulusan melalui amplop ini sekali lagi dikatakannya untuk mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang dinilai berdampak negatif seperti corat coret baju, tawuran atau yang lainya.

jika system ini kembali diterapkan, siswa tidak perlu lagi repot berdesak-desakan melihat dipapan pengumuman. Mereka bisa membuka amplop itu di rumah masing-masing kapan perlu bisa dibuka langsung oleh orang tua murid yang ikut mengambil pengumumannya. Namun keputusan akhirnya Fauzar mengaku belum bisa memastikan.

Sesuai jadwal, Hasil Kelulusan UN tingkat SMA/SMALB/MA dan SMK akan dumumkan pada 25 Mei 2013 mendatang (dro/*1)




Hati-Hati. Jalan Pekan Arba Banyak Ranjau!

Graphic1Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan mengeluhkan perbaikan ruas jalan Pekan Arba yang kini sedang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Pasalnya, pekerjaan yang dinilai  tidak memikirkan keselamatan pengguna jalan ini sudah beberapa kali menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.

“Kurang lebih sejak seminggu yang lalu saat awal perbaikan jalan ini dilakukan, setahu saya sudah dua kali terjadinya kecelakaan lalulintas. Yang terakhir terjadi dua hari yang lalu, akibat suasana malam yang gelap ditambah tidak adanya lampu penerang jalan, seorang pengendara kendaraan roda dua terjungkal saat berusaha mengelakkan lubang jalan. Akibatnya, kendaraannya ringsek serta bagian wajah dan beberapa bagian tubuh pengendara berdarah akibat luka,” Tutur seorang warga Jalan Pekan Arba, Ahad (12/5)

Ia mengaku sebenarnya sangat gembira dengan perbaikan jalan yang dilakukan. Hanya saja, proses pengerjaan yang dinilainya kurang direncanakan dengan baik serta kurang memperhatikan keselamatan pengguna jalan ini tentunya menimbulkan keluhan masyarakat.

Keluhan senda juga disampaikan Aman, warga jalan Pekan Arba lainnya ketika ditemui di lokasi. Aman berpendapat, seharusnya penggalian badan jalan yang menimbulkan lobang mengangga ini dilakukan secara bertahap. Usai digali, pekerjaan penimbunan sesegera mungkin dilakukan. “Keadaan seperti ini tentunya sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan lalin. Apalagi papan peringatan yang terpasang sangat minim.” Ujar Aman sambil berharap kondisi seperti ini harus mendapatkan perhatian segera dari pihak rekanan pelaksana dan Dinas terkait.

Berdasarkan pantauan dilapangan, lubang mengangga dibadan jalan beraspal hotmix ini memakan lebih dari separo ruas jalan. Dalam situasi terang benderang disiang hari saja, kalau kurang hati-hati, sangat mungkin akan menimbulkan kecelakaan lalin apalagi disaat malam hari.

Disepanjang ruas jalan Pekan Arba yang saat ini sedang dilakukan perbaikan, detikriau.org tidak mendapati adanya lampu penerangan jalan. Ditambah lagi papan peringatan yang dipasang pihak pelaksana pekerjaan memang sangat minim.(dro)




Lim, Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

gantungTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Marianto (30) alias Lim Suping warga Jalan Ahmad Yani Parit 10 Tembilahan Hulu, pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 09.00 Wib, Nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamar tidurnya menggunakan seutas tali rafia (plastik).

Pertama kali, meninggalnya pemuda pengangguran keturunan tiongha tersebut ditemukan orang tuanya sendiri yakni Arif (62) alias Lim Cecai. Ketika itu orang tua korban merasa curiga sebab korban tidak biasanya bangun siang pasalnya setiap hari korban sudah harus bangun pagi untuk membantu orang tuanya berjualan di toko yang ada dirumahnya.

“Setelah korban dipanggil berulang kali tidak menjawab, kemudian orang tua korban akhirnya langsung membuka paksa pintu kamar korban dengan cara didobrak. Begitu pintu kamar korban terbuka, ternyata korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung seutas tali yang diikatkan pada palang kayu didalam kamar,”ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Ahad (12/5).

Mengatahui anaknya sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung serta lidah menjulur keluar dan matanya melotot. Orang tua korban langsung berteriak minta tolong memanggil keluarga lainnya, lalu memutus tali yang menjerat leher korban dengan sebuah parang dan seketika itu juga langsung melapor ke Polsek Tembilahan Hulu.

Kontan saja, kabar meninggalnya korban meninggal dunia akibat bunuh diri menjadi heboh.  Terutama bagi warga yang tinggal tidak jauh dari TKP, sebab mereka merasa penasaran dan ingin melihat dari dekat perbuatan nekat yang dilakukan korban.

Menurut Paur Humas, setelah mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Tembilahan Hulu langsung menuju kerumah korban untuk melakukan olah TKP. Karena korban sudah meninggal dunia lalu korban dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum.

“Sesuai dengan hasil visum yang sudah dilakukan petugas medis RSUD Puri Husada Tembilahan, pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kuat dugaan korban meninggal akibat murni bunuh diri dengan menggunakan sebuah tali raffia,”tegas Ipda Warno Akman.(dro/*5)




Kehadiran Perusahaan Harus Berikan Manfaat Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Anggota Komisi Satu DPRD Inhil dari Fraksi Golkar, HM Yusuf Said
Anggota Komisi Satu DPRD Inhil dari Fraksi Golkar, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Keberadaan perusahaan harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungannya. Perusahaan bisa hidup dan berkembang karena ditopang oleh adanya kelompok masyarakat.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said. Menurut politisi Golkar ini, sekuat apapun keuangan perusahaan jika tidak di topang dengan keberadaan lingkungan dan masyarakat maka secara otomatis perusahaan tersebut sulit untuk tetap eksis.

“Dua hal ini saling berkaitan. Perusahaan tidak akan maju apabila tidak ada masyarakat. Sebaliknya demikian pula, masyarakat juga memerlukan keberadaan perusahaan demi menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,”kata Yusuf Said, kemaren di Tembilahan.

Maka itu, dia meminta peran pemerintah yang harus berpihak untuk memberdayakan masyarakat agar masyarakat memiliki harapan. Kendati demikian, masyarakat harus bisa menjaga suasana aman sehingga terjadi ilkim usaha yang bagus.

Perusahaan, kata Yusuf Said bisa memberikan bantuan melalui kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan citra Perusahaan.

Lanjutnya, tanggung jawab Sosial Perusahaan yang sering disingkat dengan CSR adalah suatu konsep bahwa organisasi atau kelompok, khususnya perusahaan yang memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

“CSR ini merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerja dan keluarganya,” tukas Yusuf.

Meski demikian adanya, dikatakan Yusuf lagi, banyak konsumen yang mendorong adanya CSR, namun nyatanya banyak pula diantara mereka yang mengaku bahwa mereka tidak memahami apa yang menjadi perhatian CSR konsumen. Masalah itu adalah tugas semua pihak untuk memberikan sosialisasi.(dro/*1)