Pahami Metode SRI Organik, Petani Inhil diharapkan Lebih Mampu Tingkatkan Hasil Tani

nagrakSukabumi (www.detikriau.org) – Guna mencapai produksi panen yang lebih meningkat Petani Padi Kabupaten Inhil diharapkan dapat menerapkan metode Sistym Of Rice Intensification (SRI) Organik. Dengan segala ke untungan yang diberikan, Petani Inhil diharapkan tidak lagi menemukan kendala dan alasan untuk mengeluhkan hasil tani dan cara mengelola pertanian padi di Inhil.

Pelatihan pertanian metode SRI Organik yang saat ini sedang diberikan kepada Petani Inhil, merupakan satu systim tani organik yang sudah terbukti mampu meningkatkan hasil tani dibeberapa daerah Indonesia di berbagai iklim dan medan lahan. Dengan demikian, kendala petani padi di inhil juga diharapkan dapat mengimpletasikan metode tersebut untuk memajukan hasil tani Inhil.

Seperti yang disampaikan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perternakan Kabupaten Inhil, Wiryadi. Dari pantauan pelatihan dilapangan Desa Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang memiliki lahan pertanian yang lebih sulit dapat menghasilkan hasil tani yang lebih dengan kualitas yang sukup baik.

“Jika di lahan dan medan seperti itu metode tersebut dapat berhasil dengan baik, seharusnya di daerah kita Kabupaten Inhil harus dapat melebihi hasil tani mereka mengingat medan dan lahan kita yang lebih bagus dari mereka,” Ujar Wiryadi sambil menghimbau para petani untuk lebih giat melakukan olah lahan.

Wiryadi menjelaskan, seperti yang disampaikan oleh salah satu pemateri dalam pelatihan tersebut, dengan memahami pertanian organik dengan baik, petani dapat berhasil dalam menanam hasil tani terutama beras.

“Karena metode tersebut sangat memperhatikan mulai dari  ekologi tanah hingga peran dan fungsi dari pada kompos atau bahan organik, setelah petani mengetahui peran dan fungsi kompos yang baik, kita yakin kita juga bisa meningkatkan produksi beras kita,” pungkasnya (dro/**).




Malam Ini Pemkab Gelar Isra Mi’raj

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Malam ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bertempat di Masjid Raya Alhuda Jalan Jendral Sudirman Tembilahan.

Kegiatan keagamaan itu ditaja oleh Pemkab Inhil melalui Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang bekerja sama dengan pengurus Masjid Raya Al-Huda. Kegiatan ini akan mendatangkan penceramah kondang, KH Syamsul Arifin Nababan, pimpinan Ponpes Annaba’ Jakarta.

Menurut Ketua PHBI Isra Mi’raj, H Arifin,  persiapan panitia untuk menggelar kegiatan itu sudah maksimal dan dia berharap tahapan kegiatan berjalan lancar dan tertib karena segalanya sudah siap.

“Insya Allah pak Wakil Bupati hadir, paling tidak jika beliau berhalangan diwakili oleh pak Sekda,”kata Arifin, Selasa (4/6).Dia berharap masyarakat dapat hadir, dengan demikian dapat mendengar tausiah agama dan bisa meningkatkan ukhuwah islamiah.

Apalagi saat ini katanya, sudah bulan rajab sebentar lagi ramadhan, ia berharap momentum ini dapat dijadikan sebagai motivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta serta menjaga ukhuwah islamiah serta diharapkan kegiatan ini akan mampu lebih meningkatkan keimanan.(dro/*1)




Dijambret, Warga Kateman Rugi Rp 8 Juta

Gambar ilustrasi: andikafm.com
Gambar ilustrasi: andikafm.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Ahad (2/3) sekira pukul 19.30 WIB, Pratiwi (19)  warga Jalan Trimas Utama Kelurahan Tagaraja Kateman dijambret oleh orang tak dikenal (OTK). Akibat kejadian itu 5 mayam kalung emas senilai Rp 8 juta raib.

Menurut keterangan petugas, kala itu korban disuruh orang tuanya menjemput uang arisan dirumah Rosmah, yang tak jauh dari rumah korban. Setelah itu korban berniat membeli gorengan, namun setibanya di Jalan Sudirman, persis didepan SDN 013, korban tiba-tiba dihampiri oleh 2 orang pelaku dan salah seorang dari pelaku langsung menarik kalung korban.

“Setelah mendapatkan sasaran pelaku langsung meninggalkan korban dengan mengedarai sepeda motor yang ia gunakan,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan, S.iK.,M.Si melalui Kapolsek Kateman Kompol Hotasi Purba Senin (3/5).

Meski korban sempat berteriak meminta tolong, tapi upaya itu sia-sia karena kawanan pelaku sudah jauh meninggalkan lokasi. Setelah itu korbanpun langsung mendatangi Mapolsek Kateman untuk memberi tahukan peristiwa tersebut.

“Kasus ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Kateman. Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, kami juga telah memeriksa beberapa orang saksi termasuk korban sendiri,” terangnya.(dro/*1).




Pembangunan Harus Menyeimbangkan Bidang Fisik Dan Non Fisik

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan bersama Sekda dan Ketua TP PKK menghadiri kegiatan festival seni tradisional di Gedung Engku Kelana Tembilahan, beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan bersama Sekda dan Ketua TP PKK menghadiri kegiatan festival seni tradisional di Gedung Engku Kelana Tembilahan, beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Pembangunan harus dijalankan seimbang antara fisik dan non fisik. Pasalnya dua sisi itu menurut Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Dr H Indra Muchlis Adnan harus berimbang. Sesukses apapun pembangunan bidang fisik.

Apabila tidak ditopang dengan pembangunan non fisik, hasilnya tidak bakal maksimal. Pembangunan bidang non fisik yang dimaksud itu diantaranya rohani maupun pendidikan. Kehalusan budi pekerti maupun semangat yang giat tidak bisa didapatkan hanya dengan membangun bidang fisik semata.

Dalam pandangan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang tersebut. Pembangunan yang hanya bertumpu pada hal fisik semata, dan menepikan pembangunan non fisik  bakal membuat  gersang rohani warga.

“Keduanya saling berkaitan dan harus dibangun secara bersamaan”tegas Bupati.  Oleh sebab itu, pada masa awal kepemimpinannya sampai sekarang. Indra Muchlis Adnan Selalu menggelar istigosah. Hal itu termasuk salah satu upaya membangun sisi non fisik.

Selain itu, wujud konkret lainnya adalah pembangunan Ponpes Syech Walid Thaib Indragiri di Desa Sei Iliran. Sarana pendidikan bidang keagamaan  modern ini dimaksudkan agar pembangunan rohani terus terjaga.

Selain itu, Bupati Inhil yang gemar mengendarai sepeda motor ini,  juga memberikan ruang kepada Ponpes untuk terus berkembang. Dia kerap menyambangi Ponpes baik yang berada di kota maupun dipedalaman.

” Kita ingin pembangunan itu rahmatan lilalamin. Sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga”cetus Pak Jenggot, panggilannya. Sepeninggalnya kelak, Indra Muchlis Adnan meminta warga selalu mengedepankan semangat keseimbangan itu. Menurutnya, sudah saatnya warga meraih kesejahteraan dunia dan akherat dengan menyeimbangkan sisi fisik dan non fisik dalam kehidupan.(dro/*1)




Seribuan Guru Ikut UKG Online

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Diperkirakan sekitar seribuan kalangan tenaga pendidik (Guru) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengkuti Uji Kopetensi Guru (UKG) gelombang pertama tahun 2013 secara online.

Kegiatan itu dibagi pada empat lokasi berbeda, antara lain di SMAN 1 Indra Prja, SMAN 1 Tembilahan Hulu, SMKN 1 dan SMKN 2 Tembilahan. Evaluasi kemampuan guru tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Fauzar secara langsung memang belum berdampak pada penghasilan.

Tetapi, melalui UKG guru akan mengarah kepada kompetensi seorang pendidik dan kemudian diberikan sertifikat. Sehingga guru bersangkutan dinilai lebih memiliki kemampuan. “Bagi guru yang belum sertifikasi silahkan mengikuti tahapan ini. Karena ini sangat penting,” jelas Fauzar, Senin (3/6).

Uji kopetensi tahap pertama ini dimulai dari 3 -10 Juni. Bagi yang tidak lulus UKG tahap pertama, akan diberikan kesempatan untuk ikut tahap berikutnya.

“Guru yang  belum lulus bisa mengikuti UKG ulangan. Jangan kawatir. kita berikan kesempatan seluas-luasnya kepada tenaga pendidik untuk berkarya. Sebab, meningkatkan mutu dunia pendidikan sudah menjadi komitmen Pemkab Inhil,”sebutnya.

Melalui uji koptensi, mantan Kepala Bappeda Inhil itu yakin kalangan guru bisa menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin berat kedepanya. Belum lagi dengan dampak arus global dan kemajuan teknologi yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Sehingga mau tidak mau guru harus bisa bersaing secara terbuka.

“Salah satunya dengan cara UKG. Tenaga pendidik bisa meng-up date kemampuan yang berbasis pengetahuan,”kata Fauzar lagi.

Selain itu, salah satu tujuan UKG mampu memberikan penguasaan kompetensi guru sebagai dasar pertimbangan program pembinaan dan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan. Kemudian sebagai entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol pelaksanaan tugas kalangan guru.

“Kegiatan ini wajib dilakukan setiap tahunnya sebagai persyaratan untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru,” terangnya.(dro/*1)




PNS Dilarang Ikut Serta Dalam Kampaye

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang ikut serta dalam kampaye.

“Mekanisme itu diatur pula dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tetang peraturan kedisiplinan PNS, khususnya Pasal 4, angka 15 yang secara tegas menyebutkan larangan untuk terlibat dalam kegiatan kampanye dukungan salah satu calon,” ungkap Ketua Panawaslu Inhil, Nelly Weny Susanty, Senin (3/6).

Selain ditegaskan di dalam PP,  aturan main mengenai kampaye bagi salah seorang PNS juga diatur di dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 2012. Mmaksud dan tujuan kedua payung hukum tersebut, kata Nelly lebih menekankan kepada seorang abdi negara netral (pegawai, red)  untuk bersikap netral.

“Kami tidak ingin ada peluang ketidaknetralan aparatur negara pada Pilkada Inhil September mendatang. Maka untuk itu, kami akan melakukan pengawasan atas keterlibatan aparatur negara baik yang terlibat secara langsung maupun sembunyi-sembunyi,” tuturnya.

Lanjutnya,  peran serta dan keterlibatan masyarakat melakukan pengawasan atas jalannya Pemilukada Inhil juga sangat dibutuhkan, sehingga sesuai dengan prinsip jujur dan adil serta langsung, umum, bebas dan rahasia. “Serta menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” harapnya.

Dia sangat berharap bila ada masyarakat melihat adanya keterlibatan PNS pada proses sosialisasi atau kampanye dari pasangan calon yang ada, seyogianya segera melaporkan hal itu keoada pihak terkait antara lain Panwaslu. Karena Panwaslu merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan.

“Masyarakat dapat membuat pengaduan secara administrasi kepada kami, agar bisa segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Kesuksesan pada sebuah perhelatan Pilkada tidak terlepas dari peran serta masyarakat, baik sebagai pemilih yang menggunakan hak pilihnya, namun juga sebagai pihak yang bisa melakukan pengawasan terhadap jalannya proses pilkada. Sebab , pesta demokrasi adalah milik rakyat dan untuk rakyat.(dro/*1).