KPK Pantau Penanganan Korupsi Daerah

busroJakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memantau penyidikan kasus korupsi yang ditangani kejaksaan dan kepolisian di daerah. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan, KPK memiliki kewenangan supervisi atas kasus korupsi yang tengah disidik di lembaga hukum lainnya. Bahkan Busyro menegaskan bisa saja KPK mengambil alih penanganan kasus korupsi dari lembaga penegak hukum lain. “Pada prinsipnya bisa kita ambil alih,” kata Busyro kepada wartawan di Sukabumi akhir pekan lalu.

Meski demikian, KPK tetap harus mencermati lebih dulu penyidikan kasus korupsi yang macet di kejaksaan maupun kepolisian. “Kita lihat dulu apa penyebab-penyebabnya (lama ditangani),” ujar Busyro. Pada November 2012 lalu, KPK, Kejaksaan Agung, dan kepolisian bertemu untuk membahas penyidikan kasus korupsi yang mangkrak. Saat itu, terdapat 19 kasus korupsi di daerah yang penanganannya terkendala.

Penanganan kasus korupsi di daerah yang macet antara lain dugaan korupsi Wali Kota Banjarmasin Muhidin dan Bupati Tanah Laut Adriansyah. Muhidin menjadi tersangka korupsi karena diduga menyuap Adriansyah. Suap sebesar Rp5 miliar yang diserahkan pada Oktober 2010 itu dimaksudkan untuk memperlancar penerbitan izin kuasa pertambangan (KP) di Desa Sungai Cuka yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Andhi Nirwanto menyatakan bahwa pihaknya tengah meneliti berkas pemeriksaan kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan dua kepala daerah di Kalimantan Selatan itu. Menurutnya, penyidikan kasus korupsi Muhidin dan Adriansyah ditangani Bareskrim Polri.(kpk.go.id)




Jawara UN se-Indonesia dari Bali, Kadek Devi Belajar Hingga Dini Hari

054001_deviDenpasar, – Meraih prestasi dengan perjuangan berat dilalui oleh jawara UN tingkat SMU se-Indonesia asal Bali, Ni Kadek Devi Apriyanti. Belajar hingga larut dini hari dijalani untuk menjadi yang terbaik.

Kadek Devi, bersorak gembira dinobatkan menjadi jawara UN tingkat SMU se-Indonesia. Nilai nyaris sempurna diraihnya.

Kadek Vani, siswa SMU Negeri 4 Denpasar mengumpulkan nilai rata-rata 9,87 dari enam mata pelajaran yang diujikan. Lima dari enam mata pelajaran nilainya sempurna 10, hanya mata pelajaran bahasa Indonesia yang memperoleh 9,2.

Kadek Devi, gadis asal Nusa Dua, Bali. Ia bersekolah di SMU favorit di Pulau Dewata. Rumahnya dari sekolah berjarak 30 kilometer, ia memilih kost di belakang SMU Negeri 4 Denpasar.

Menghadapi UN, Kadek Devi menempuh berbagai trik yang menunjang konsentrasinya belajar. Salah satu musik yang menjadi andalan saat belajar adalah lagu-lagu yang meluncur dari suara boy band asal Korea, yaitu Bong Bang.

Siswi kelas 12 IPA 3 menempati kamar berukuran 3×4 meter. Di dalam kamar hanya dilengkapi kasur lengkap bantal guling, almari pakaian dan sebuah meja belajar.

Menghapal berbagai rumus, Kadek Devi yang bercita-cita kuliah di Kedokteran Universitas Udayana ini menghiasi dinding kamarnya dengan aneka rumus, matematika, kimia, dan fisika. “Supaya gampang mengingatnya,” ujarnya.

Menjelang UN, gadis kelahiran 1995 ini mengikuti program khusus di sekolahnya. Program ini diberikan sekolah kepada 20 siswa terbaik di sekolah yang kerap menelurkan jawara UN.

Dengan menetap sendiri di Denpasar, ia menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar. Bahkan, jelang UN ia asyik menekuni menyimak buku-buku dan aneka soal hingga jam lima pagi. “Saya pernah telat masuk sekolah karena belajar sampai jam 5 pagi,” selorohnya.(dtc)




360 Ribu Sarjana Pengangguran

muhaiminJAKARTA – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, para sarjana lulusan perguruan tinggi tak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan.

Mereka harus memilki kompetensi dan keterampilan kerja yang baik sehingga dapat terserap pasar kerja dengan cepat.

Mengutip data data Badan Pusat Statistik (BPS), Muhaimin menyebutkan jumlah pengangguran sarjana atau lulusan universitas pada Februari 2013 mencapai 360 ribu orang, atau 5,04 persen dari total pengangguran yang mencapai 7,17 juta orang

“Kesempatan kerja di Indonesia masih terbuka namun sangat kompetitif. Oleh karena itu para sarjana harus melengkapi kemampuannya dengan kompetensi agar mudah mudah menentukan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan keinginannya,” kata Muhaimin di Jakarta pada Rabu ( 29/5).

Muhaimin mengatakan perubahan kebutuhan dunia kerja yang sangat dinamis tidak akan pernah menunggu kesiapan dunia pendidikan. Oleh karena itu, dunia pendidikanlah yang harus secara cepat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang sangat dinamis.

“Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mampu melahirkan sarjana formal yang berpikir secara intelektual, disiplin, tertib dan teratur, tekun dan berani secara research dalam dunia pendidikan tapi harus siap menyongsong dunia kerja,” jelasnya.

Oleh karena itu, Muhaimin berharap Perguruan Tinggi mampu melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki etos kerja dan motivasi yang tinggi, kreatif dan inovatif, mampu dengan cepat menyesuaikan keterampilan dan keahliannya dengan kebutuhan dunia kerja.

Artinya, lulusan perguruan tinggi harus mempunyai kompetensi kebutuhan stakeholder, memenuhi kebutuhan profesional, kebutuhan masyarakat, kebutuhan dunia kerja, dan kebutuhan generasi masa depan.(Fat/jpnn)




Bupati Instruksikan PNS Up Date Kompetensi

in1TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) terus meng-up date kompetensi diri. Karena dia yakin ilmu dan pengetahuan dan zaman yang terus berkembang menuntut setiap abdi masyarakat menguasai apa yang dibutuhkan.

Dengan tegas Bupati dua priode ini menyebutkan setiap PNS daerah ini tidak boleh gagap teknologi (Gaptek). Selain bakal lebih mempermudah pelayanan, iptek dikatakanya juga mempermudah PNS dalam melaksanakan seluruh aktivitas lainnya.

Menurut dia, sangat janggal apabila ada seorang PNS tidak bisa mengoperasikan komputer. Karena itu kalau ada PNS yang belum mampu melakukan itu diinstruksikan segera belajar. Globalisasi yang berlangsung sekarang memerlukan PNS yang berkualitas tinggi. Tidak hanya pejabatnya, namun semua staf harus punya kompetensi yang dibutuhkan.

“Saat ini warga kita membutuhkan pelayanan yang kian optimal. Hal itu membutuhkan PNS yang capable. Itu hanya bisa dicapai bagi mereka yang menguasai iptek”ujar Bupati.

Untuk kesekian kalinya pria yang biasa disapa Pak Jenggot. Meminta pula kepada seluruh PNS istiqomah dalam melaksanakan tugas. Sederhana dan tidak melakukan hal yang melukai perasaan masyarakat.

Pak Jenggot itu juga menginstruksikan kepada PNS senantiasa mengutamakan senyum dalam pelayanan. Sebagai abdi warga menurutnya PNS harus bertindak sesuai dengan aturan dan tidak melakukan pelanggaran terhadap ketentuan. “Berikan pelayanan yang baik kepada warga kita,”tegas Indra Muchlis Adnan.

Tidak kalah pentingnya, Bupati Bumi Sri Gemilang itu menginstruksikan agar seluruh PNS cermat dan berhati-hati dalam setiap tugasnya. Supaya semua kebijakan yang diambil tepat sasaran dan tidak bertentangan dengan aturan.(dro/*1)




Kadsiporabudpar Tutup FTB 2013

mukhtarTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Muktar T secara resmi menutup Festival Teater Bangsawan (FTB) tahun 2013 Selasa (28/5) malam di Gedung Puri Cendana Tembilahan.

Dalam sambutanya, Muktar T menyebutkan Pemkab Inhil dan Dewan Kesenian Riau (DKR) akan terus mendukung tahap demi tahap perkembangan seni-seni tradisional khususnya bagi yang memiliki nilai dan pesan moral tersendiri.

“Dengan tetap mempertahankan seni-seni tradisional ini, kami yakin dapat membendung lajunya seni luar yang cendrung bergesar pada nilai bangsa saat ini,” sebut Muktar.

Dikatakan Muchtar, dulunya teater belum menjadi bisnis pertunjukan. Namun lama kelamaan terus berkembang. Seni teater ini berkembang pesat di awal abad 20.

Sebelum proses penutupan dilakukan, panitia terlebih dahulu memberikan pembekalan-pembekalan tentang ilmu teater bangsawan agar kedepan penampilan dari setiap peserta lebih berkualitas dan diharapkan akan lahir aktor yang memiliki skil tinggi di bumi Indragiri.(dro)




Dua Puskesmas dan Dua Pustu Akan Naik Status

Kadiskes Inhil, Rasul Alim
Kadiskes Inhil, Rasul Alim

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 2014 mendatang, Dinas Kesehatan (Diskes) akan menaikan status 2 Puskesmas perawatan menjadi Puskesman Rawat inap serta 2 Puskesmas pembantu (pustu) menjadi puskemas perawatan. Hal ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Inhil dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Adapun dua puskesmas perawatan yang akan dinaikan statusnya itu yakni puskesmas Kecamatan Pulau Burung dan Kecamatan Keritang. Sedangkan dua pustu merupakan pustu Desa Bekawan, Kecamatan Mandah dan pustu Desa Teluk Sungka, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

“Tahun ini kita baru mempersiapkan kelengkapan administrasi. Makanya realisasinya baru dilakukan tahun 2014 mendatang,” Ujar Kadiskes Inhil, Rasul Alim, rabu (29/5)

Beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi seperti tempat dimana keberadaam pelayanan kesehatan. Antara lain, jumlah penduduk termasuk keinginan masyarakat. Hal yang tak kalah penting adalah penambahan sarana dan prasarana peralatan medis termasuk alat kesehatan. (dro)