BBM Naik, Harga Daging Sapi dan Ayam di Guntung Melonjak

Kateman (www.detikriau.org) – Imbas naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi juga mempengaruhi terjadinya kenaikan harga daging ayam dan sapi. Harga penjualan dipasar Guntung Kecamatan Kateman kenaikan harga rata-rata sebesar 15 persen.

Berdasarkan pantauan lapangan, harga ayam potong yang semula dipasarkan dengan harga Rp. 28 ribu perkilo kini melonjak menjadi Rp. 35 ribu. Sementara untuk daging ayam kampung yang semula seharga Rp. 45 ribu naik menjadi Rp. 55 ribu. Sedangkan untuk daging sapi yang semula diperdagangkan dengan harga Rp 90 ribu perkilo melonjak menjadi Rp. 100 ribu. Kenaikan harga ini juga terjadi di pasar-pasar Kecamatan pulau Burung dan Teluk Belengkong.

“Kenaikan harga ini lebih dipengaruhi akibat kenaikan biaya tranportasi. Dalam beberapa hari ini, pembeli agak sepi,”Ujar seorang pedagang dipasar Guntung, selasa (25/6).

“Mau diapakan lagi, semua harga juga menglami kenaikan. Sebenarnya juga sangat memberatkan. Tapi  karena kebutuhan daging memang dibutuhkan, berapapun harganya kita pasti beli paling-paling porsinya aja yang terpaksa dikurangi.”Ujar seorang pembeli, Ratna. (dro/gus)




TK Al Qur’an Center Guntung, Wisuda Santri Angkatan Ke- dua

25062013232Kateman (www.detikriau.org) – Taman Kanak-Kanak (TK) Al Qur’an Center, Sungai Guntung Kecamatan Kateman kembali mewisuda 11 orang santri angkatan kedua, selasa (25/6). TK Al Qur’an ini menerapkan sistem pendidikan baca tulis alqur’an bagi anak-anak dan remaja dalam waktu singkat.

“Misi TK kita adalah memberikan pendidikan kepada anak-anak usia dini untuk mengenal dan bisa membaca al qur’an sebelum menginjak pendidikan di tingkat dasar nantinya,” Ujar Pimpinan TK Qur’an Center, Masraunah disela kegiatan wisuda.

Angkatan pertama, ditambahkan Masraunah, TK Al Qur’an ini juga sudah mewisuda sebanyak 17 anak didik. TK yang berada dibawah pimpinannya ini dikatakannya menerapkan sistem pendidikan yang mampu menjadikan anak-anak maupun orang dewasa mampu membaca Al Qur’an dalam waktu relatif singkat.

“Sistem pendidikan ini nanti akan terus kita kembangkan. Saat ini kita sudah memiliki lokasi tanah. Insyaalah kedepan, disamping mendidik anak-anak usia dini, kita juga akan menerima santri untuk tingkatan SD , SLTP maupun SLTA sederajat, “Pungkasnya.

Tokoh masyrakat setempat, H Nandrang memberikan nilai positif dengan keberadaan TK Al Qur’an Center. Ia berharap, TK ini dapat terus dikembangkan.” Dengan keberadaan TK seperti ini tentunya kita berharap generasi-generasi kedepan akan menjadi generasi yang mengerti Al Qur’an agar mampu menjadi Generasi muslim yang beriman,” Harap H Nandrang. (dro/Gus)




Kodim 0314 Inhil Buka Posko Karhutla

Dandim 0314 Inhil, Letnan Kolonel Inf, Firalta Paksana Tarigan
Dandim 0314 Inhil, Letnan Kolonel Inf, Firalta Paksana Tarigan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai bentuk kepudulian terhadap musibah dan bencana alam, Komando Distrik Militer (Kodim) 0314 Indragiri Hilir (inhil) membuka posko bencana alam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Sejak dibukanya posko tersebut pada 21 Juni yang lalu, sudah beberapa kali Kodim melalui Koramilnya ikut terlibat secara langsung melakukan pemadaman karhutla. Seperti  Koramil 02 Tanah Merah, Koramil 03 Teluk Pinang, Koramil 04 Kuindra, Koramil 05 Gaung Anak Serka (GAS), Koramil 06 Kateman, Koramil 07 Reteh dan Koramil 08 Mandah.

Komandan Kodim (Dandim) 0314 Inhil, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Firalta Paksana Tarigan menyatakan, sebelum melakukan upaya pemandaman titik api, terlebih dahulu pihaknya melakukan pendataan jumlah hutan dan lahan yang terbakar. Kemudian kegiatan antisipasi dan pencegahan terhadap kemungkinan kebakaran hutan dan lahan di lokasi lainnya.

”Makodim merupakan posko induk sedangkan koramil masing-masing merupakan posko-posko yang ada diwilayah. Maka dari itu sampai saat ini kami masih siaga satu menghadapi bencana karhutla,”ungkap Dandim FP. Tarigan, Senin (24/6) kemaren.

Menurut yang bersangkutan, perintah untuk menanggulangi dan melaporkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 0314 Inhil merupakan perintah lisan Danrem 031 Wirabima. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menjalankan tugas yang sudah diembankan demi meciptkan kondisi yang aman dan tentram.

Dalam rangka penanggulangan bencana alam karhutla, Kodim 0314 Inhil telah menyiapkan Poskout dan Poskotis guna mempercepat upaya penanggulangan bencana, adapun penempatan posko tersebut selain di Makodim juga terdapat di beberapa wilayah Koramil dimana titik api ditemukan.

“Posko demikian kami buka bukan hanya kali ini saja, tapi setiap saat selalu siaga terutama dalam membantu korban bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan yang sering kali  terjadi di Inhil dan sekitarnya,” jelasnya.

Adapun tim yang tergabung dalam aksi tersebut, selain Makodim 0314 Inhil terdapat pula petugas Kepolisian, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga kesehatan dan kelompok anggota masyarakat sekitar. Tim bekerja sesuai kebutuhan.(dro/*1)




Pansus II Gelar Publik Hearing Ranperda Haji

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dalam rangka mendengar masukan masyarakat, Pansus II menggelar publik hearing bersama pemuka masyarakat. Pertemuan ini terkait pembahasan ranperda penyelenggaraan ibadah haji dan biaya transpotasi, Senin (24/6) kemaren.

Hampir semua aduien yang terdiri dari pemuka masyarakat dan tokoh agama yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa biaya lokal haji yang tahun lalu mencapai Rp 3,8 juta sangat membebani Jemaah Calon Haji (JCH). Sehingga perlu dilakukan perubahan skema pemberangkatan.

Bahkan mereka menyarankan untuk proses pemberangkatan JCH menuju Embarkasi Batam tidak perlu lagi menunggunkan jalur udara. Sebab, selain mahal dari sisi biaya hal tersebut juga tidak terlalu efisien khusunya bagi JCH yang berasal dari bagian utara Inhil yang wilayah mereka sangat berdekatan dengan Batam.

“Terus terang kita lebih suka jika keberangkatan JCH menunju Batam kembali ke sistem lama yakni dengan menggunakan Speadboad. Banyak kemudahan yang meringankan beban JCH. Terutama biaya dan waktu,”ungkap salah saorang tokoh masyarakat Tembilahan, H Nawawi.

Namun demikian, Ustad Jayadi melihat semua itu tergantung pada kemampuan keuangan daerah untuk memberikan subsidi kepada para calon jemaah haji (Masyarakat) yang akan berangkat baik pada tahun ini maupun di tahun-tahun berikutnya. Pasalnya, subsidi dari pemerintah sangat dibutuhkan.

Apapun alasanya untuk transpotasi haji harus dipertimbangkan dari berbagai sisi, baik mengenai anggaran maupun sisi geografis. Demikian disampaikan salah seorang anggota Pansus II H Syamsudin. Dia mengakui cukup banyak masukan dari masyarakat, antara lain keinginan untuk berangkat ke Embarkasi Batam dengan menggunakan jalur laut.

“Untuk ini tentu kita harus mempertimbangkan dari segala aspek, agar tidak ada yang merasa terbebani. Toh, kalau pemerintah mampu untuk mensubsidi dengan jumlah besar alangkah baiknya dan kita bisa berangkat melalui jalur apapun,’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pansus II, H Yusuf Said pada kesempatan itu menyebutkan untuk transpotasi lokal JCH dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan catatan hal itu tidak bertentangan dengan peraturan dan perudangan-undangan yang berlaku. Sehingga masukan-masukan demikian sangat dibutuhkan dalam mengambil keputusan.

“Tentu akan kita carikan solusinya. Namun kita juga meminta pengelola haji harus terbuka dan transparan,” harapnya.

Lanjutnya, mencari masukan dan tanggapan hal yang sangat krusial. Pun demikian, instansi terkait harus menghitung secara jelas, berapa biaya transpot haji kalau melalui jalur udara dan jalur laut. Panusus II berharap sebelum tanggal 8 Juli semua sudah ada kesimpulan termasuk besaran biaya.

“Kita mau tahu, apakah biaya lokal haji sepenuhnya bisa ditanggung pemerintah atau hanya meberikan subsidi beberapa persen dari biaya tersebut,”imbuh Yusuf Said, yang kala itu disaksikan anggota Pansus II seperti Arfah, Maryanto, Junaidi, Edy Gunawan, Syamasudin dan Heriansah.(dro/*1)




Ketersediaan Dan Distribusi BBM Lebih Penting

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Berbeda dengan gejolak yang terjadi ditengah-tengah masyarakat didaerah lain dalam menolak rencana kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kelancaran distribusi dan pasokan BBM kedaerah-daerah pelosok di Kabupaten Inhil justru menjadi permintaan masyarakat dalam rencana kebijakan tersebut. Tidak terlalu memikirkan harga, ketersedian BBM justru dianggap menjadi hal yang lebih penting bagi masyarakat Inhil yang setiap tahun mengalami peningkatan kebutuhan BBM.

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Junaidi. Ia menjelaskan, dari dulu sulitnya distribusi dan minimnya jumlah stasiun bahan bakar di Kabupaten Inhil, sudah membuat sebagian masyarakat Inhil mendapatkan BBM dengan harga yang lebih mahal. Sehingga saat ini, pada umumnya masyarakat Inhil tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga BBM, tetapi lebih kepada ketersediaan BBM itu sendiri.

“Seharusnya, kenaikan BBM dapat meningkatkan pembangunan sektor ril, sehinga percepatan ekonomi kerakyatan dan tingkat kemiskinan tidak lagi tergantung kepada naik turunya harga BBM tersebut. Karena sulitnya medan jalur distribusi di Kabupaten Inhil sudah dari dulu membuat sebagian masyarakat mendapatkan BBM dengan harga sedikit lebih mahal, namun masyarakat tidak mengeluhkan seperti saat kelangkaan BBM,” jelas Junadi saat ditemui diruangan kerjanya, belum lama ini.

Junaidi menyampaikan, pihaknya akan meminta kepada Pertamina untuk dapat menambah kuota dan volume BBM untuk Kabupaten Inhil dalam memenuhi kebutuhan BBM Masyarakat Inhil. Dan harga serta volume yang telah ditentukan benar benar sampai kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat disatu daerah.

“Jadi sebenarnya masyarakat kita lebih membutuhkan distribusi, karena tanpa distribusi yang benarpun biaya tambahan juga akan dibebankan kepada masyarakat khususnya para nelayan didaerah kita,” jelasnya.(dro/*r)




Kabut Asap, Diskes Belum Berikan Masker

Gambar: Tribunnews.com
Gambar: Tribunnews.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski kondisi kabut asap sudah mulai tebal menyelimuti udara Kota Tembilahan dan sekitarnya, namun Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga saat ini belum membagikan masker.

Pasalnya, cuaca di daerah ini belum masuk kategori berbahaya bagi kesehatan apalagi dalam tarap sangat berbahaya. Kabut asap yang menyelimuti udara Negeri Sri Gemilang dalam beberapa hari terkahir ini, diperkirakan hanya kiriman dari beberapa daerah lain yang hutan dan lahanya mengalami musibah kebakaran.

“Untuk saat ini udara kita masih dalam batas wajar dan belum termasuk membahayakan bagi kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, kami belum membag-bagikan masker, baik kepada pengguna jalan maupun pihak sekolah,” ungkap Kepala Diskes Inhil, Rasul Alim, Jumat (21/6)

Pemberian maske atau alat sejenisnya baru dapat dibagikan, lanjut Rasul apa bila kadar udara telah dikatakan siaga. Hal itu katanya, bukan tidak mungkin terjadi apa bila kondisi ketebalan asap semakin pekat. Atau jarak pandang hanya bisa menembus 100 sampai 200 meter saat siang hari.

“Biasanya kalau ketebalana asap semakin kuat dan membahayakan kesehatan masyarakat baru mengarah terhadap pemberian masker,”katanya.

Dia menyarankan sebagai antisipasi hal-hal yang tak diingingkan akibat dampak kabut asap, masyarakat untuk sementara mengurangi segala aktivitas di luar rumah. Kapan perlu jangan keluar bila memang tidak perlu sama sekali. Karena timbul kekawatiran dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Apalgi bagi balita dan anak-anak yang sangat rentan terhadap hal-hal  demikian.

“Yang harus di waspadai balita. Karena pada usia demikian penyakit insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lebih mudah menyerang,” paparnya mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan dari masing-masing Puskesmas terkait persoalan tersebut diatas.

Berdasrkan pantuan dilapangan, kabuta asap terlihat pekat disaat pagi hari terutama saat matahari belum menunjukan sinar terangnya. Jarak padangan berkisar dari 500 sampai 1000 meter. Tapi setelah diatas jam 09.00 WIB dengan sendirinya kabut asap mulai berkurang.(dro/*1)