Memberantas Kesmiskinan, Harus Diimbangi Dengan Membangun Infrastruktur

in1TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pembangunan infrastruktur pedesaan harus senantiasa menjadi perhatian. Pasalnya, usaha memberantas kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari tersedianya infrastruktur yang memadai.

Infrastruktur berupa jalan, jembatan maupun sarana lainnya masih sangat dibutuhkan warga Bumi Sri Gemilang. Sampai sekarang, masih banyak desa yang masih terhubung dengan desa lainnya. Persoalan itu, menurut Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan harus terus menjadi perhatian. Siapapun kelak yang menjadi pemimpin daerah ini. Harus senantiasa memperhatikan pedesaan.

“Pemasaran hasil bumi maupun kelancaran pengangkutan hasil kebun warga membutuhkan infrastruktur yang memadai”tegas Indra Muchlis Adnan.

Pada wilayah Inhil bagian Utara, diakui Bupati sangat sedikit desa yang terhubung secara linear dengan semua wilayah lainya. Selain terhalang oleh sungai, juga terhambat oleh parit dan anak sungai.

Upaya untuk merangkai desa tersebut menurut Bupati membutuhkan biaya yang sangat tidak sedikit. Hal itu sudah dilakukannya dengan membangun jembatan skala besar. Upaya itu disebut Pak Jenggot, panggilan Bupati mesti berkelanjutan. Sangat tidak mungkin dicapai masyarakat yang sejahtera apabila sarana penghubung tidak terbangun secara baik.

” Daerah kita memiliki kondisi geografis yang saling terpisah. Ini membutuhkan biaya yang sangat besar untuk merangkainya”jelas Bupati.

Kendati berat, tantangan tersebut dinyatakannya harus dihadapi. Anggaran daerah yang sangat terbatas dan tidak sepadan dengan jumlah penduduk serta luas wilayah. Bakal memaksa pemimpin daerah ini mencari formula paling tepat dalam membuka isolasi daerah.(dro/*1)




15 KK Transmigran Kembali Bakal Tempati Tanjung Melayu

transTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –15 kepala keluarga (KK) warga transmigran lokal bakal kembali menempati Unit Permukiman Trans Tiram Jaya, Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Inhil H Hafitsyah melalui kasi Transmigrasi Kirno. Menurutnya, penepatan 15 KK warga transmigran di Desa Tanjung Melayu sudah dapat dipastikan. Hanya saja saat ini, pihaknya akan mengikuti rapat teknis bersama Pemerintah Provinsi (Pemrov) dan kabupaten lainya.

Alokasi Penempatan Penduduk Daerah Transmigrasi (APPDT) lokal sebanyak 15 KK tersebut dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Sejauh ini sejak tahun 2009 silam hingga akhir 2012 kemarin sebanyak 64 KK dan 260 jiwa sudah menempati UPT Tiram Jaya, Desa Tanjung Melayu.

“Pemerintah telah membangun lokasi transimigrasi di UPT Tiram Jaya Desa Tanjung Melayu sejak 2009 dengan luas wilayah 1800 hektar dan daya tampung sebanyak 280 KK. Namun sejauh ini realisainya baru mencapai 64 KK,” terangnya Ahad (2/6).

Dia bersyukur, karena pada umumnya warga transmigrasi yang di tempatkan mendapatkan rumah tinggal dan sarana serta prasarana yang memadai. Dengan itu di harapkan para warga trans dapat mandiri dan berdikari, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup sebagai mana tujuan lahirnya transmigrasi.

“Sebagi mana kita ketahui latar belakang timbulnya keberhasilan penyelenggaraan transmigrasi di tentukan oleh faktor penyiapan permukiman, pengerahan dan penempatan serta pemberdayaan masyarakat trans. Semua sudah kita miliki. Tinggal bagaimana keuletan warga trans itu sendiri dalam menjalankanya,” ujar Kirno.

ditambahkanya, untuk mendapatkan calon transmigrasi yang berkualitas, terlebih dahulu dilakukan seleksi terhadap calon trans dan disesuaikan dengan kreteria yang ada, sebagai mana diatur dalam UU ketransmigrasian no 29 tahun 2009. Sehingga visi transmigrasi Riau sebagai pusat perekoniomian dapat terwujud.

“Sedangkan visi Inhil menyiapkan kawasan pengembangan permukiman yang berwawasan lingkungan, menwujudkan penataan dan penyebaran penduduk yang  memadai,”imbuhnya.(dro/*1)




Satker Dituntut Pro Aktif Cari Pendanaan Lain

- (188)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menuntut Satuan Kerja (Satker) dilingkungannya dapat mencari sumber pendanaan lain, dengan cara memperhatikan dan keanekaragaman daerah.

Semua itu akan jauh lebih efektif, jika dilihat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas. Aktifnya satker dalam mencari pendanaan lain membuat cerminan kebutuhan daerah semakin terbuka.

“Dengan terbatasnya APBD,  kita harus lebih aktif untuk mencari sumber-sumber lain,”ungkap, H AlimuddinRM akhir pekan kemarin.

Sumber pendapatan lain yang dimaksud sekda, seperti APBD Provinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lalu dananya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan daerah. Sehingga bisa dirasakan masyarakat secara umum dampaknya.

Kemudian mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil ini, juga menyampaikan agar satker segera mempersiapkan segala kebutuhan penunjang  serapan APBD. diharapkan pada bulan-bulan mendatang tingkat penggunaanya juga semakin meningkat.

“Harapan kita menjelang pengajuan draf APBD-P ke DPRD segala kegiatan sudah berjalan sesuai rencana. Artinya semakin cepat semakin baik, namun tetep mengacu kepada aturan yang berlaku. Kita tidak ingin karena ingin cepat hasilnya tidak maksimal,”katanya.

Dia menghimbau agar semua pihak turut bersama-sama dan bersunguh-sunguh dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. Supaya dapat menjawab segala kebutuhan maupun aspirasi masyarakat berdasarkan skala prioritas program pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.(dro/*1)




Lomba Lagu Yanti Indra Bersempena HKG PKK Ke – 41

SAMSUNG CAMERA PICTURESTembilahan (www.detikriau.org) – Bersempena peringatan hari Kesatuan Gerak PKK ke 41, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan lomba lagu “Yanti Indra”. Kegiatan yang dibuka secara umum bertempat di Gedung Engku Kelana Jalan baharuddin Jusuf, Tembilahan ini diikuti oleh 52 orang peserta putra dan putri.

Ketua TP Penggerak PKK Kab Inhil yang sekaligus bertindak selaku juri, Hj Syafni Juriyanti Indra menjelaskan secara rinci lomba ini diikuti oleh 28 orang pelajar setingkat SLTP, 3 orang pelajar SLTA dan 21 orang dari peserta umum. Kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, 2-3 Juni 2013 dengan tembang lagu wajib “Kumasih Bersamamu dan Rindu Untukmu”.

SAMSUNG CAMERA PICTURES“Tentunya kita berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi penyalur bakat anak-anak kita dibidang seni tarik suara. Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat respon baik dengan cukup banyaknya peserta,” Ujar Yanti yang juga Istri Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan ini kepada Vokal disela kegiatan, Ahad (2/6)

Untuk sekedar diketahui, ditambahkan Yanti, tembang lagu wajib yang diperlombakan ini sudah cukup banyak yang laku terjual serta seluruh hasil penjualan dipergunakan untuk memberi bantuan kepada anak-anak dan masyarakat kurang mampu. “Sedikitnya sudah sekitar 300 orang kita berikan bantuan,” Ujar Yanti.

Ayu, salah seorang peserta mengungkapkan kegembiraan dengan keikutsertaannya sebagai salah seorang peserta. Dengan mengikuti kegiatan serupa ini menurut Ayu ia mampu bereksperesi dan menyalurkan bakat dalam seni tarik saura. “Namun dibalik semua itu, saya bisa mengenal lebih dekat dengan sosok istri seorang bupati inhil. Ternyata beliau orangnya baik.” Puji Ayu dengan sunggingan senyuman manis.(dro)




Terseret Arus Sungai, Siswa SD Tewas Tenggelam

gbr ilustrasiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rahim (11) Siswa kelas V SDN 013 Sungai Guntung, Kecamatan Kateman tewas tenggelam akibat terseret arus Sungai, Kamis (30/5). Kejadian itu bermula ketika korban dan beberapa orang temanya bermain sampan kecil.

Menurut keterangan Kapolsek Kateman Kompol Hotasi Purba melalui Kanit Reskrim Polsek Kateman, Ipda Erizal sepulang sekolah sekitar pukul 12. 00 WIB korban dan teman-temanya bermain sampan, namun entah karena apa koban langsung menuju bagian tengah sungai. Setibanya disana sampan yang ia tumpangi terbalik.

“Menurut keterangan yang kita terima korban belum bisa berenang. Sehingga saat sampanya terbalik korban hanyut terseret arus,”Terang Erizal, Jumat (31/5).

Saat peritiwa itu terjadi beberapa orang temanya, lanjut Erizal berusaha menolong, namun derasnya arus sungai membuat upaya teman-temanya itu tidak membuahkan hasil.

“Ada salah seorang temanya yang berhasil memegang bagian tubuh korban. Namun tidak berhasil karena postur tubuh korban dan temanya yang akan menolong sama besar. Lalu korban hanyut terbawa arus,” paparnya.

Setelah dilakukan pencarian oleh aparat dan dibantu warga setempat, jasad korban akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa sekira pukul 16.30 WIB.
“Setelah dilakukan visum, jasad Korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya,” tandasnya sambil mengatakan agar para orang tua berhati-hati dan selalu mengawasi aktivitas anak.(dro/*1)




Panwaslu Ingatkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil

Ketua Panwaslu Inhil, Nelly Weny Susanty
Ketua Panwaslu Inhil, Nelly Weny Susanty

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengingatkan kepada pasangan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati setempat agar mentaati aturan yang sudah ditentukan.

Sebab, saat ini kata Ketua Panwaslu Inhil, Nelly Weny Susanty meski belum memasuki tahapan kampaye, namun baleho dan spanduk-spnaduk para balon sudah bertebaran dimana-mana. Salah satu langkah mengantisipasi hal itu, Panwaslu Inhil akan segera melayangkan surat kepada masing-masing tim.

“Kami akan segera kirimkan surat kepada setiap tim pemenangan calon, agar mereka bisa menyikapi masalah ini,” katan Nelly Jumat (31/5) sambil mengaku pihaknya juga sudah menerima intruksi dari Banwaslu Provinsi Riau terkait persoalan ini.

Tata tertip kampaye, dijelaskan Welly diatur dalam peraturan Banwaslu Nomor 1 tanhun 2012 tentang pengawasan pemilihan umum (Pemilu) dn Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 tahun 2013 tentang tahapan dan program jadwal penyelenggaraan Pemilu.

Selain itu, hal-hal yang perlu dipatuhi tim pemenangan pasangan calon antara lain, tidak boleh melakukan politik uang serta kampanye hitam seperti menjelek-jelekkan calon tertentu. Tujuanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Inhil September mendatang.

“Bila nanti kami mendapat laporan pengaduan, maka Panwaslu Inhil akan memproses sesuai mekanisme dan undang-undang yang berlaku,” tuturnya.

Selaku lembaga pengawas pemilu, ungkap Nelly pihaknya akan selalu mengawasi aktivitas politik yang ada di Bumi Sri Gemilang. Karena, itu Panwalu Inhil tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait salah satunya KPU.

Pada kesempatan ini, Nelly menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk menciptakan pemilukada yang aman dan kundusif. Jika hal itu sudah ditaati bersama, dia yakin pesta demokrasi yang sebentar lagi dilaksanakan dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan membawa di daerah itu kemajuan selama lima tahun kedepan.(dro/*1)