Utamakan Senyum Dalam Memberi Pelayanan

mucklisTEMBILHAN  (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, Dr H Indra Muchlis Adnan menginstruksikan semua PNS Bumi Sri Gemilang selalu mengutamakan senyum dalam pelayanan. Citra seorang PNS sebagai pelayan masyarakat menurut Bupati Inhil itu harus selalu dijaga dengan baik.

Manakala ada warga yang memerlukan pelayanan, sepatutnya pula diberikan secara maksimal. Apalagi bagi PNS yang bekerja disektor publik. Keramahan dalam memberikan pelayanan sangat membantu kesuksesan tugas Pemerintah. Indra Muchlis Adnan menegaskan tidak ingin mendengar keluhan dari warga terkait tidak optimalnya pelayanan.

“Berikan pelayanan terbaik kepada warga kita. Jangan sampai warga merasa tidak nyaman saat akan berurusan”ungkap Pak Jenggot, panggilan Bupati.

Bagi PNS yang bekerja di bidang kesehatan. Pelayanan yang ramah dan mengutamakan senyum, secara tidak langsung memberikan dorongan positif tersendiri kepada seorang pasien agar lebih lekas sembuh. Sebaliknya, jika tidak ada sopan santun. Warga yang membutuhkan pelayanan bakal merasa tertekan dan tidak nyaman.

Hal itu berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan dan memberikan efek negatif terhadap citra Pemerintah. Khusus peningkatan pelayanan yang ramah itu. Pemkab Inhil sudah beberapa kali mengundang pakar. Selain melakukan up grade pengetahuan. Juga dimaksudkan supaya semua PNS dapat menerapkan apa yang diharapkan.

“Kita ingin warga dapat dengan mudah saat mengurus sesuatu. Oleh sebab itu,  suasana harus  nyaman agar warga kita merasa tenang dan tentram”tukas Bupati.(dro/*1)




Diperingati Panwaslu, CERDAS Janji Tutup Kata C”oblos”

Ketua Kampanye dan pemenangan pasangan CERDAS, Dani M Nursalam (tengah) didampingi Kuasa huku, Zainuddin Acang (kiri) dan Anggota Tim.Tembilahan (www.detikriau.org) –Tim kampanye dan pemenangan pasangan “CERDAS” memastikan akan mematuhi teguran yang dilayangkan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Bentuk pelaksanaannya, potongan kata “oblos” dari “Coblos” yang merupakan penggalan kalimat “Coblos Edy Syafwannur dan Agussalim”, sebelum masuknya masa kampanye akan ditiadakan.

“yang perlu kami pertegas, kami tidak mungkin menurunkan seluruh alat peraga yang sudah terpasang karena akan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Penutupan kata oblos, adalah sebuah bentuk komitmen kepatuhan kami,” Ujar Ketua Tim Kampanye dan Pemenangan pasangan “CERDAS”, Dani M Nursalam dalam konfrensi Pers di Posko pemenangan pasangan H Edy Syafwannur dan H Agussalim Jalan Gunung Daek Tembilahan, Selasa (4/6)

Menurut Dani, persepsi yang ditangkap Panwaslu atas pemaknaan uraian jargon CERDAS (Coblos Edy Syafwannur danAgussalim. Red) yang melatarbelakangi timbulnya surat teguran panwaslu terjadi perbedaan persepsi dengan maksud dan tujuan sesungguhnya dari rangkaian kata tersebut. Penguraian jargon “CERDAS” semata demi pengkomunikasian keefektipan kata untuk mudah diingat. Bukan bermakna berkampanye.

“Tidak ada maksud untuk berkampanye, kita memahami aturannya. Sekali lagi penguraian hanya bermaksud untuk pengkomunikasian dan penegasan jargon. Kita sudah layangkan surat tanggapan bernomor 004/TP-CERDAS/VI/2013 menanggapi surat peringatan Panwaslu tersebut.” Tegas Dani.

Dalam kesempatan itu Dani juga menyampaikan pesan kepada Panwaslu agar tidak terlalu mudah melayangkan teguran. Ia menyarankan sebelum hal itu disampaikan, sebaiknya dilakukan komunikasi agar adanya kesamaan persepsi.

Kuasa hukum pasangan “CERDAS”, Zainuddin Acang, SH menyatakan, teguran yang dilayangkan Panwaslu dinilai tidak tepat waktu. Penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2013 – 2018 baru dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Inhil pada tanggal 17 Juli 2013 mendatang. Sebelum tiba waktu itu, aturan pertandingan tentunya belum bisa diberlakukan.

“Kalau diibaratkan pertandingan bola, tentunya aturan baru diberlakukan setelah peluit dibunyikan. Pelaksanaan pilkada, peluit tentunya setelah adanya penetapan oleh KPUD.”Kata Acang.

Saat ini kata Acang lagi, KPUD baru menjalankan tahap verifikasi atas berkas persyaratan pendaftaran seluruh pasangan. Artinya belum ada  kepastian pasangan yang sudah melakukan pendaftaran akan lolos sebagai peserta Pilkada September mendatang.”Kalau aturan sudah diberlakukan sejak saat pendaftaran, seharusnya bukan hanya pasangan “CERDAS” yang mendapatkan teguran tetapi juga termasuk pasangan lainnya,” Tandas Acang Sambil menyatakan juga memiliki beberapa bukti pelanggaran yang dilakukan tim pemenangan pasangan lainnya.

Sebelumnya, Panwaslu Kab Inhil melalui surat bernomor 65/Panwaslu-Inhil/V/2013 tertanggal 31 Mei 2013, melayangkan surat berperihal “Teguran”.

Surat Panwaslu tersebut menguraikan bahwa berdasarkan pengaduan masyarakat serta peninjauan dan pemantauan lapangan, Panwaslu telah menemukan adanya indikasi bahwa pasangan Edy Syafwannur dan Agussalim telah melakukan kampanye diluar waktu yang ditentukan dengan lampiran bukti sebuah gallery foto pasangan CERDAS yang dimuat disebut media terbitan pekanbaru tertanggal 27 mei 2013.

Penafsiran pihak Panwaslu, indikasi pelanggaran waktu kampanye itu terwakilkan dengan penyelipan kata “Coblos” atas uraian jargon “CERDAS, Coblos Pasangan Edy Syafwannur dan Agussalim” yang diindikasikan mengandung unsur mengajak untuk memilih dan belum waktunya melakukan kampanye melalui iklan, media massa baik cetak maupun elektronik. Panwaslu mengingatkan agar melakukan pelepasan baleho dan alat peraga lainnya yang bertuliskan jargo “CERDAS” yang terdapat kata “Coblos” serta motto/slogan/jargon lainnya yang bertujuan mengajak masyarakat untuk memilih karena dinilai masa kampanye belum dimulai.(dro)




Pahami Metode SRI Organik, Petani Inhil diharapkan Lebih Mampu Tingkatkan Hasil Tani

nagrakSukabumi (www.detikriau.org) – Guna mencapai produksi panen yang lebih meningkat Petani Padi Kabupaten Inhil diharapkan dapat menerapkan metode Sistym Of Rice Intensification (SRI) Organik. Dengan segala ke untungan yang diberikan, Petani Inhil diharapkan tidak lagi menemukan kendala dan alasan untuk mengeluhkan hasil tani dan cara mengelola pertanian padi di Inhil.

Pelatihan pertanian metode SRI Organik yang saat ini sedang diberikan kepada Petani Inhil, merupakan satu systim tani organik yang sudah terbukti mampu meningkatkan hasil tani dibeberapa daerah Indonesia di berbagai iklim dan medan lahan. Dengan demikian, kendala petani padi di inhil juga diharapkan dapat mengimpletasikan metode tersebut untuk memajukan hasil tani Inhil.

Seperti yang disampaikan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perternakan Kabupaten Inhil, Wiryadi. Dari pantauan pelatihan dilapangan Desa Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang memiliki lahan pertanian yang lebih sulit dapat menghasilkan hasil tani yang lebih dengan kualitas yang sukup baik.

“Jika di lahan dan medan seperti itu metode tersebut dapat berhasil dengan baik, seharusnya di daerah kita Kabupaten Inhil harus dapat melebihi hasil tani mereka mengingat medan dan lahan kita yang lebih bagus dari mereka,” Ujar Wiryadi sambil menghimbau para petani untuk lebih giat melakukan olah lahan.

Wiryadi menjelaskan, seperti yang disampaikan oleh salah satu pemateri dalam pelatihan tersebut, dengan memahami pertanian organik dengan baik, petani dapat berhasil dalam menanam hasil tani terutama beras.

“Karena metode tersebut sangat memperhatikan mulai dari  ekologi tanah hingga peran dan fungsi dari pada kompos atau bahan organik, setelah petani mengetahui peran dan fungsi kompos yang baik, kita yakin kita juga bisa meningkatkan produksi beras kita,” pungkasnya (dro/**).




Malam Ini Pemkab Gelar Isra Mi’raj

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Malam ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bertempat di Masjid Raya Alhuda Jalan Jendral Sudirman Tembilahan.

Kegiatan keagamaan itu ditaja oleh Pemkab Inhil melalui Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang bekerja sama dengan pengurus Masjid Raya Al-Huda. Kegiatan ini akan mendatangkan penceramah kondang, KH Syamsul Arifin Nababan, pimpinan Ponpes Annaba’ Jakarta.

Menurut Ketua PHBI Isra Mi’raj, H Arifin,  persiapan panitia untuk menggelar kegiatan itu sudah maksimal dan dia berharap tahapan kegiatan berjalan lancar dan tertib karena segalanya sudah siap.

“Insya Allah pak Wakil Bupati hadir, paling tidak jika beliau berhalangan diwakili oleh pak Sekda,”kata Arifin, Selasa (4/6).Dia berharap masyarakat dapat hadir, dengan demikian dapat mendengar tausiah agama dan bisa meningkatkan ukhuwah islamiah.

Apalagi saat ini katanya, sudah bulan rajab sebentar lagi ramadhan, ia berharap momentum ini dapat dijadikan sebagai motivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta serta menjaga ukhuwah islamiah serta diharapkan kegiatan ini akan mampu lebih meningkatkan keimanan.(dro/*1)




Dijambret, Warga Kateman Rugi Rp 8 Juta

Gambar ilustrasi: andikafm.com
Gambar ilustrasi: andikafm.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Ahad (2/3) sekira pukul 19.30 WIB, Pratiwi (19)  warga Jalan Trimas Utama Kelurahan Tagaraja Kateman dijambret oleh orang tak dikenal (OTK). Akibat kejadian itu 5 mayam kalung emas senilai Rp 8 juta raib.

Menurut keterangan petugas, kala itu korban disuruh orang tuanya menjemput uang arisan dirumah Rosmah, yang tak jauh dari rumah korban. Setelah itu korban berniat membeli gorengan, namun setibanya di Jalan Sudirman, persis didepan SDN 013, korban tiba-tiba dihampiri oleh 2 orang pelaku dan salah seorang dari pelaku langsung menarik kalung korban.

“Setelah mendapatkan sasaran pelaku langsung meninggalkan korban dengan mengedarai sepeda motor yang ia gunakan,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan, S.iK.,M.Si melalui Kapolsek Kateman Kompol Hotasi Purba Senin (3/5).

Meski korban sempat berteriak meminta tolong, tapi upaya itu sia-sia karena kawanan pelaku sudah jauh meninggalkan lokasi. Setelah itu korbanpun langsung mendatangi Mapolsek Kateman untuk memberi tahukan peristiwa tersebut.

“Kasus ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Kateman. Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, kami juga telah memeriksa beberapa orang saksi termasuk korban sendiri,” terangnya.(dro/*1).




Pembangunan Harus Menyeimbangkan Bidang Fisik Dan Non Fisik

Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan bersama Sekda dan Ketua TP PKK menghadiri kegiatan festival seni tradisional di Gedung Engku Kelana Tembilahan, beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan bersama Sekda dan Ketua TP PKK menghadiri kegiatan festival seni tradisional di Gedung Engku Kelana Tembilahan, beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Pembangunan harus dijalankan seimbang antara fisik dan non fisik. Pasalnya dua sisi itu menurut Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Dr H Indra Muchlis Adnan harus berimbang. Sesukses apapun pembangunan bidang fisik.

Apabila tidak ditopang dengan pembangunan non fisik, hasilnya tidak bakal maksimal. Pembangunan bidang non fisik yang dimaksud itu diantaranya rohani maupun pendidikan. Kehalusan budi pekerti maupun semangat yang giat tidak bisa didapatkan hanya dengan membangun bidang fisik semata.

Dalam pandangan orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang tersebut. Pembangunan yang hanya bertumpu pada hal fisik semata, dan menepikan pembangunan non fisik  bakal membuat  gersang rohani warga.

“Keduanya saling berkaitan dan harus dibangun secara bersamaan”tegas Bupati.  Oleh sebab itu, pada masa awal kepemimpinannya sampai sekarang. Indra Muchlis Adnan Selalu menggelar istigosah. Hal itu termasuk salah satu upaya membangun sisi non fisik.

Selain itu, wujud konkret lainnya adalah pembangunan Ponpes Syech Walid Thaib Indragiri di Desa Sei Iliran. Sarana pendidikan bidang keagamaan  modern ini dimaksudkan agar pembangunan rohani terus terjaga.

Selain itu, Bupati Inhil yang gemar mengendarai sepeda motor ini,  juga memberikan ruang kepada Ponpes untuk terus berkembang. Dia kerap menyambangi Ponpes baik yang berada di kota maupun dipedalaman.

” Kita ingin pembangunan itu rahmatan lilalamin. Sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga”cetus Pak Jenggot, panggilannya. Sepeninggalnya kelak, Indra Muchlis Adnan meminta warga selalu mengedepankan semangat keseimbangan itu. Menurutnya, sudah saatnya warga meraih kesejahteraan dunia dan akherat dengan menyeimbangkan sisi fisik dan non fisik dalam kehidupan.(dro/*1)