Kantor Imigrasi Baru Kirim 218 Paspor Haji ke Kemenag

paport hajiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Hingga saat ini, setidaknya Kantor Imigrasi Tembilahan telah mengirimkan sebanyak 218 Paspor Jemaah Calon Haji (JCH) ke Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

“Paspor yang sudah siap langsung kami kirimkan ke Kemag untuk di proses lebih lanjut,”ungkap Kepala Tata Usaha Kantor Imigrasi Tembilahan , Sahlan, Selasa (11/6).

Dikatakan Sahlan pembuatan paspor haji di kantor Imigrasi Tembilahan sudah berjalan sejak beberapa pekan lalu. Untuk menggesa pembuatan paspor haji, tim terus berkeja secara maksimal sehingga pada batas akhir pembuatan paspor tidak menemukan kendala.

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kemenag Inhil, H Harun mengakui bahwa spanjang proses pembuatan paspor oleh Imigras, pihaknya sudah menerima sebanyak 218 paspor haji. Sedangkan yang sudah di kirim ke Kemenag Provisni Riau sebanyak 198 paspor.

“20 paspor lainnya belum kami kirim ke Provinsi karena masih ada perlengkapan lembar merah yang perlu dilengkapi oleh para JCH,” jelasnya sambil mengatakan bahwa berdasarkan data yang diterima,  sekitar 500 JCH yang sudah mengikuti proses foto paspor.(dro/*1)




80 Ha Areal Tanaman Padi Dua Kecamatan di Inhil Terancam Serangan Hama Wereng Coklat

Bupati Inhil,DR  H Indra Muchlis Adnan mengenakan topi khas petani saat mengunjungi sentra penghasil gabah di Kecamatan Keritang, beberapa waktu lalu
Bupati Inhil,DR H Indra Muchlis Adnan mengenakan topi khas petani saat mengunjungi sentra penghasil gabah di Kecamatan Keritang, beberapa waktu lalu

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sedikitnya 80 Hektar areal tanaman padi di Kecamatan Kempas dan Tempuling terancam serangan hama wereng coklat. Dengan luasan areal terancam serangan cukup tingi, untuk pengendalian, Dinas Tanaman pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir segera melakukan tindakan.

“petugas kita sudah melakukan tindakan pengendalian dilapangan. Untuk mengatasinya, kita melakukan penyemprotan insektisida yang sesuai dengan hama wereng coklat,”Ujar Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi kepada detikriau.org diruang kerjanya, Selasa (11/6)

Menurut Wiryadi, untuk serangan hama berisiko tinggi seperti wereng coklat, serangan hama yang terjadi sampai 5 Ha penanganannya menjadi tanggungjawab Kelompok  Tani. 5 sampai 25 Hektar tanggungjawab Kombat sedangkan untuk intensitas serangan diatas 25 Ha sudah menjadi tanggungjawab Brigade Pengendalian Hama Kabupaten yang langsung berada dibawah komando Bupati dengan pelaksana harian DTPHP. Diakui Wiryadi, DTPHP sudah mendapatkan perintah secara langsung dari Bupati untuk segera lakukan pengendalian.

“Bupati punya perhatian serius terhadap peningkatan produksi padi. Beliau yang perintahkan kita untuk segera lakukan tindakan pengendalian. Kita juga sudah ingatkan kepada POPT dilapangan untuk tetap waspada dan melakukan pengamatan diseluruh areal tanam dan memberikan laporan secara berkala. ”Jelas Wiryadi.

Dikatakan Wiryadi, serangan Hama Wereng Coklat terjadi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Kempas dan Kecamatan Tempuling. Untuk Kecamatan Kempas, serangan terjadi diareal tanaman padi Kelompok Tani  Karya Tani dengan luas serangan 2,5 Ha dan intensitas serangan sebesar 15 hingga 65 persen serta luasan areal terancam mencapai 30 Ha.

Sedangkan di Kecamatan Tempuling, terjadi di areal tanam Kelompok Tani Karya Tani Desa Harapan Jaya dengan luas serangan mencapai  7 Ha serta  Intensitas serangan sebesar 5 hingga 55 persen. Luas areal tanam  terancam mencapai 50 Ha.

“Varietas padi yang mengalami serangan yakni Varietas Cisadane dan IR 42 dengan usia tanam 80 – 92 hari,” Terang Wiryadi.

Serangan  Hama wereng coklat menurut Wiryadi sebenarnya bisa diantisipasi dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan penanaman varietas padi yang tidak sejenis.

Varietas padi lokal seperti Karan dukuh, Lantik Bambang, Serai dan lainnya yang saat ini sudah dikawinkan di Bogor berdasarkan hasil uji coba tahan terhadap serangan hama wereng coklat. Hanya saja kelemahan varietas lokal tidak tahan terhadap serangan hama penggerek batang karena rasa batang pohon varietas lokal yang manis. (dro)




Bupati Ingatkan Warga Akan Pentingnya Keberadaan Keluarga

in11TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dr H Indra Muchlis Adnan mengingatkan kepada semua warga akan pentingnya keluarga. Pasalnya, sukses tidaknya keluarga sangat menentukan kesuksesan seseorang dalam menempuh kehidupannya.

Selain sebagai unit terkecil dari masyarakat. Keluarga pula menjadi awal perkembangan seseorang sebelum terjun secara langsung ke masyarakat. Karir seseorang yang cemerlang pun tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga. Begitu juga dengan keberhasilan usaha, turut pula ditentukan oleh dukungan keluarga.

“Jika ingin sukses, perhatikan keluarga. Jangan pernah melupakan keluarga kita yang sudah memberikan dukungan penuh di rumah”Ingatkan Bupati.

Ditambahkannya, apabila seseorang menekuni usaha. Lantas keluarga di rumah dibiarkan begitu saja. Fakta sudah membuktikan, kerap terjadi usaha dimaksud tidak mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Oleh sebab itu, Bupati Inhil ini selalu mengingatkan kepada semua warganya agar senantiasa ingat dengan keluarga. Keluarga yang damai dan harmonis tidak saja memberikan energi yang positif bagi seseorang. Juga menjadi faktor penentu sukses tidaknya seseorang dalam berkarya.

“Selain itu, kepada kedua orang tua sudah sepantasnya kita hormat dan berbakti. Doa kedua orang tua itu sangat makbul dan mustajab”pesan Indra Muchlis Adnan.

Prilaku yang santun menurutnya sepatutnya pula diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi PNS santun dalam memberikan pelayanan. Begitu juga dengan warga lainnya, harus santun pula bersikap.(dro/*1)




KPUD Akui Terjadinya Kemoloran Entry Data Pemilih

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengakui terjadinya kemoloran proses entry data pemilih hasil pemutahiran untuk kepentingan Pilkada. Hal tersebut dikatakan semata karena adanya benturan waktu dengan kegiatan pemutakhiran data untuk kepentingan pemilihan legislative.

“jadi bukan disebabkan kesalahan tim. Sedianya proses ini sudah bisa diselesaikan pada 7 juni kemaren. tapi terpaksa molor. Kita perkirakan selambatnya akhir juni semua sudah bisa diselesaikan,” Jelas Anggota KPUD Inhil, Herdian Asmi.

Jika proses entry ini sudah selesai, KPUD  segera memproses dan pada tanggal 7 – 27 Juli DPS Pemilukada Inhil segera diumumkan.

Pada masa pengumuman DPS, jika masih ada masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih dapat segera memberitahukan kepada petugas lapangan. Termasuk masyarakat juga dapat mengajukan perbaikan mengenai penulisan nama atau identitas lainnya yang tidak benar.(dro/*1)




Sekda Buka FGD Pengelolaan Mangrove

bakauTEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Alimuddin RM membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Mangrove, Selasa (11/6).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Inhil ini, diikuti Camat terkait kawasan hutan mangrove, LPM, akademisi dan masyarakat Duano.

Dalam sambutannya, Sekda mengatakan Kabupaten Inhil mempunyai potensi sumberdaya hutan bakau (mangrove) terbesar di Provinsi Riau. Hal ini merupakan modal dasar bagi pembangunan ekonomi, peningkatan devisa, perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan penduduk.

Namun, potensi tersebut saat ini belum dikelola secara optimal. Karenanya, dalam jangka panjang perlu dilakukan peninjauan kebijakan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya wilayah pesisir, khususnya hutan mangrove.

“Pemkab Inhil sangat menyambut baik pelaksanaan FGD yang terselenggara atas kerjasama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dengan Badan Litbang Provinsi Riau, yang difasilitasi oleh Bappeda beserta Satker terkait lainnya,” tutur Sekda.

Sekda berharap, FGD ini mampu memberikan solusi terbaik untuk mengembangkan potensi unggulan kawasan hutan mangrove di Kabupaten Inhil.

“Saya mengharapkan, agar momen ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Sehingga, akan berdampak positif bagi kelestarian lingkungan kita, khususnya hutan mangrove yang pada dasarnya juga merupakan upaya kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Pada kegiatan yang mengangkat tema “Membangun sinergitas dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir” ini, menghadirkan narasumber dari LPPM UMRI, Unisi Tembilahan, Dinas Kehutanan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Inhil.(dro/**)




Berkas Sanggahan Honor K2 Sudah Dikirim ke BKN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Setelah di proses beberapa cukup lama akhirnya Badan Kepengawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi mengirimkan berkas sanggahan honor K 2 ke Badan Kepengawaian Nasional (BKN).

“Setelah tim melakukan verifikasi dan validasi kelengkapan tenaga honorer kategori K 2, kami langsung mengirimkan berkas itu ke BKN untuk di proses lebih lanjut,” terang Kepala BKD Inhil, H Efrizal, Senin (10/6).

Hanya saja, dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan, melahirkan catatan-catatan yang mengiringi berkas tenaga honorer tersebut.  BKD tentu memproses sanggahan-sanggahan yang masuk, sehingga ada catatan yang disampaikan terhadap berkas-berkas itu. Yang menentukan lulus tidaknya honorer tersebut merupakan wewenang pusat.

“Pengangkatan tenaga Honor K 2 menjadi CPNS adalah haknya BKN pusat. Kami tidak memiliki kewenangan terhadap hal itu.” Katanya.

Semua bentuk sanggahan dan protes yang disampaikan oleh masyarakat ungkapnya sudah proses sesuai prosedur dan ketentuan. tetapi BKD Inhil bukan sama sekali menjadi pihak yang menentukan apakah dapat dikabulkan atau berkas ditolak. Jenis-jenis pengaduan yang masuk ke BKD tutur Afrizal bervariasi tergantung tingkat persoalan yang dialami.

Namun, tidak semua pengaduan diterima, terutama pengaduan yang tidak disertai bukti-bukti yang cukup. “Kami juga belum tahu kapan BKN akan mengumumkanya. Yang jelas saat ini mari sama-sama kita tunggu. Kalau sudah kami terima, kami langsung memberitahukan. Itu merupakan hak masyarakat yang tidak boleh ditahan-tahan,” imbuhnya.(dro/*1)