Dirasakan Memberatkan, Dewan Minta Biaya Tranportasi Lokal JCH 2013 Lebih Rasional

Suasa Hearing DPRD Inhil terkait keberatan JCH akan besaran biaya tranportasi lokal haji 2013
Suasa Hearing DPRD Inhil terkait keberatan JCH akan besaran biaya tranportasi lokal haji 2013

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski mendapat banyak penolakan oleh Jemaah Calon  Haji (JCH) Kabupaten Inhil, Pemerntah Kab. Inhil tetap saja menetapkan transportasi udara sebagai sarana menuju embarkasi batam. Akibatnya untuk itu JCH harus menanggung biaya lokal sebesar 4.416.000. penetapan ini tetap dilakukan dengan telah ditandatanganinya SK Bupati kpts/311/VII/hk-2013 yang ranperdanya sama sekali belum diparipurnakan oleh DPRD Kabupaten Inhil.

Pihak DPRD khususnya yang tergabung dalam Pansus haji tersebut, meminta agar pemerintah dapat merasionalisasikan biaya tersebut karena memang dirasakan sangat memberatkan.

Dalam hearing yang dipimpin oleh Zubair Malomo dan dihadiri oleh Kemenag, Kabag Kesra, Kabag hukum dan Sosial Setdakab Inhil, beserta perwakilan masing-masing fraksi dan komisi DPRD Inhil di Ruangan Banggar, siang (29/7) kemaren. Kemenag sama sekali tidak memberikan solusi terhadap permasalahan yang saat ini sedang dikeluhkan masyarakat. Dengan selisih biaya transportasi yang cukup besar ditambah berbagai ungkapan keluhan masyarakat, kebijakan pemerintah memilih transportasi udara sebagai sarana menuju embarkasi batam wajar menerima kritikan .

Yusuf Said salah seorang anggota DPRD Inhil sempat menilai kebijakan yang diusulkan kemenag Inhil tersebut sama sekali tidak melibatkan panitia dan instansi terkait lainya dalam menetapkan pilihan yang akan diusulkan.

“Ini yang kita pertanyakan, apakah ini ada koordinasi dulu, tidak usah bersama dewan dulu, sesama leading sektor saja tidak. Buktinya kesra mengaku tidak mengetahui apa-apa tentang penetapan biaya lokal haji ini. Ini yang kita pertanyakan mengapa tetap harus lewat tranportasi udara,” ungkap Yusuf Said.

Dikeluhkannya biaya lokal tersebut oleh masyarakat memang sangat beralasan, mengingat biaya melalui udara dan laut terdapat selisih harga yang cukup besar yakni sebesar 1,8 juta rupiah. Bahkan dengan kebijakan tersebut beberapa jemaah juga sudah berniat untuk tetap ngotot berangkat melalui jalur laut.

Sesuai dengan ketentuan dan prosedurnya, seharusnya Keperluan dan kebutuhan para CJH sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah daerah. Hanya saja dalam segi biaya, Pemkab Inhil menetapkan harga 4,4 juta yang dinilai terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Kabupaten tetangga Inhu yang hanya 2,6 dan tajung jabung barat yang hanya 1,6 juta rupiah.(dro/*r)




Jembatan Penghubung Mampu Buka Isolasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pembangunan jembatan penghubung sangat diperlukan, karena dapat membuka isolasi daerah. Selain itu dapat menumbuhkan laju roda perekonomian masyarakat setempat, umumnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pasalnya, infrastruktur itu dibutuhkan oleh setiap daerah, terlebih jika daerah itu merupakan daerah yang sangat berkembang. Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menegaskan, bahwa isolasi daerah merupakan salah satu isu sentral yang harus dientaskan daerah ini

Saat ini hanya tinggal beberapa jembatan skala besar yang masih menjadi pekerjaan rumah di bumi Sri Gemilang. Jembatan penyeberangan Sungai Gaung di Desa Belantaraya, Penyeberangan Enok termasuk dua jembatan skala besar yang masih harus diselesaikan.

“Kedua jembatan ini merupakan usaha kita dalam membuka isolasi daerah yang sangat dibutuhkan warga,” kata Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan.

Jembatan Penyeberangan Sungai Gaung include dengan jalan multy years Bandara Tempuling-Mandah. Keberadaanya dimaksudkan demi membuka isolasi wilayah Inhil Bagian Utara dan sekitarnya. Sedangkan jembatan penyeberangan Enok ditujukan membuka isolasi wilayah Enok dengan daerah lain.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Kita harus membuka isolasi daerah. Supaya pergerakan barang dan jasa serta mobilisasi warga tidak terhambat,” tutur Bupati, Indra.

Apabila seluruh wilayah sudah terhubung, hasil panen warga menurut Indra Muchlis Adnan dapat dipasarkan dengan mudah. Kondisi tersebut bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil bumi warga. Namun juga membuat warga bisa kapan saja mengakses pusat perputaran ekonomi.

“Kita sejak awal sudah komit mengentaskan Inhil dari isolasi. Kita tidak ingin lagi melihat warga kesulitan dalam mengangkut maupun memasarkan hasil buminya,” terang Bupati.

Hanya saja, karena pembangunan jembatan penghubung skala besar plus jalan penunjangnya memerlukan anggaran yang sangat besar. Pembangunan itu terpaksa harus dilakukan secara bertahap.

Harapannya, kelak kapan saja warga Inhil Bagian Utara ingin bertolak ke daerah lain tidak lagi tergantung dengan pasang surutnya air. Pun begitu dengan warga Inhil lainnya, dapat dengan mudah berhubungan satu sama lain tanpa ada sekat isolasi.

Adapun beberapa jembatan besar yang dibangun pemerintah dan dampaknya sangat dirasakan sebagai besar masyarakat, yakni Jembatan Rumbai Jaya. Keberadaanya mampu menghubungkan beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kempas dengan Tempuling dan Tembilahan. Jembatan Sungai Gergaji. Sarana itu mampu menghubungkan tiga kecamatan dengan ibukota Inhil.

Jembatan Kuala Getek. Kehadiranya bisa membuka isolasi warga Kecamatan Batang Tuaka, meliputi Kecamatan, Gaung Anak Sera (GAS) dan Kecamatan Gaung deng Tembilahan dan sekitarnya.(dro/*1)




Afgan Sosialisasi Rumah Yatim di Pekanbaru

afganPekanbaru (www.detikriau.org) — Penyanyi Afgan bakal hadir di Pekanbaru, Rabu (31/7). Kehadiran pelantun lagu ”PadaMu Kubersujud” itu akan menyosilasasi ”Program Mencetak 50 Dokter Yatim” yang ditaja oleh lembaga amal dan kemanusiaan ”Rumah Yatim”. Rumah Yatim merupakan organisasi yang mengelola santunan untuk anak-anak  yatim dan dhuafa. Didirikan tahun 2007 di Jawa Barat.

Program Mencetak 50 Dokter Yatim adalah untukmemfasilitasi para anak yatim yang berprestasi dan memiliki cita-cita menjadi dokter. ”Selain sosialisasi program, Afgan juga akan mengadakan buka puasa bersama anak yatim. Insya Allah acaranya dimulai pukul 16.00-19.00 WIB di Hotel Aryaduta,” ujar panitia lokal dr Diana Tabrani.

Pemilik Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab itu mengemukakan, pihaknya telah menyebar undangan ke berbagai pihak untuk turut serta dalam acara tersebut.

Kehadiran penyanyi bernama Afgan Syah Reza itu bersama program Rumah Yatim karena hal tersebut merupakan komitmen keluarganya untuk membantu kegiatan amal dan kemanusiaan.(rls/idris ahmad)




Polres Inhil Gelar Reka Ulang Kasus pembunuhan Ernando Delfi

Pelaku, Marjuki dibekuk di kawasan, Simpang Kuda, Sungai panas, Batam

nanda p.z 004Tembilahan (www.detikriau.org) – Kepolisian Resort Indragiri Hilir melakukan rekonstruksi ulang kasus pembunuhan terhadap korban tewas Ernando Delfi (44). Dari 18 adegan reka ulang, Tersangka Marjuki alias Juki bin Rajali, pada adegan ke 11 terbukti menghabisi nyawa korban dengan sebuah tusukan belati tepat dibagian leher yang menyebabkan korban seketika kehilangan nyawa.

Dari reka ulang, malam kejadian, Juki yang saat itu datang ke TKP berboncengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua dengan seorang temannya Topan Indra Putra bin Arbain Murad. Setibanya di TKP, tsk langsung memarkirkan motor persis di depan Wisma Indra Jalan Sultan Syarif Qasim Tembilahan. Kedatangan TSK bersama seorang temannya ini disaksikan saksi, Sri Warni yang saat itu sedang bersih-bersih di tempat dagangannya.

Juki saat memperagakan eksekusi korban Ernando Delfi
Juki saat memperagakan eksekusi korban Ernando Delfi

Usai memarkirkan kendaraan, Juki kemudian memasuki kantin tempat saksi berjualan. Sementara temannya Topan saat itu hanya menunggu di kendaraan. Di dalam kantin, tersangka sempat mengamuk dan memukul salah seorang pengunjung kantin. Keluarnya, Juki sempat membanting nampan berisikan gelas membuat kaca berserakan. Usainya tersangka melangkah ke tengah badan jalan depan Wisma Indra.

Saat tersangka berdiri ditengah badan jalan, korban Ernando datang menggunakan sepeda motor dan langsung menghampiri tersangka. Terlihat keduanya sempat beradu mulut. Entah merasa kurang senang, tersangka seketika itu juga mengeluarkan sebuah belati dari saku jaket yang dikenakannya dan kemudian menghujamkan sebuah tusukan ke bagian leher korban. Eksekusi yang dilakukan tersangka Juki saat itu disaksikan oleh Saksi Sri Warni dan teman tersangka Topan.

Menerima sebuah tusukan, korban tak mampu lagi menahan berat kendaraan dan seketika itu rubuh di badan jalan. Usai rubuh, tidak berselang lama, korban masih bisa berdiri dan berlari sambil memegang erat luka dibagian leher yang terus menyemburkan darah. Hanya berjarak lebih kurang 15 meter, korban rubuh dan menghembuskan nafas terakhir dengan sebuah liang luka mengangga.

Melihat korban rubuh, tersangka mengambil kendaraan miliknya. Sambil membonceng Saksi Topan, tersangka menuju ke rumah kediaman keluarga Topan di Jalan Batang Tuaka Tembilahan dan kemudian melarikan diri.

“Ya. Hari ini kita lakukan rekonstruksi ulang kasus pembunuhan terhadap korban Ernando Delfi (44) yang dilakukan oleh Tersangka Marjuki. Dari 18 adegan, tersangka terbukti secara sah menghabisi nyawa korbannya.” Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK., M.Si melalui Kasad Reskrim, AKP Ade Jamrah SIK, Senin (29/7)

Sebagaimana diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, tindak penganiayaan berat yang menelan korban jiwa ini terjadi pada selasa, dinihari (25/6) yang lalu.

Sebelum aksi yang dilakukan tersangka merengut nyawa Ernando Delfi (44),  ditempat terpisah, tersangka juga sempat menghakimi seorang satpam sebuah Hotel di jalan malagas Tembilahan, JS (27). Namun beruntung JS yang mendapat tusukan dibagian dada ini nyawanya masih bisa terselamatkan setelah mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada, Tembilahan.

Pelarian tersangka akhirnya terendus oleh satuan Buser Polres Inhil. Bekerjasama dengan Polsek Lubuk Baja, Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).  Jum’at ( 19/7) sekira pukul 14.00 Wib yang lalu, pelaku yang saat itu sedang berada di kawasan Simpang Kuda, sungai panas, Batam berhasil diringkus.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Lubuk Baja Batam, Kompol Aris Rusdiyanto kepada wartawan, selama berada di Batam, tersangka bersembunyi dikawasan Tanjung Uma, Batam.(dro)




Danrem WB Buka Latihan Gladi Posko I Kodim Inhil

Dandrem 031 Wirabima, Brigjen TNI, Teguh Rahardjo
Dandrem 031 Wirabima, Brigjen TNI, Teguh Rahardjo

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Teguh Rahardjo, membuka secara resmi latihan Gladi Posko I Kodim 0314 Indragiri Hilir (Inhil), Senin (29/7).

Kegiatan pembukaan yang dipusatkan di Makodim 0314 Inhil, Jalan Jendral Ahmad Yani Tembilahan juga dihadiri Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, unsur pimpinan daerah dan unsur pimpinan Kodim 0314 Inhil.

Dalam amanatnya Danrem menyampaikan, pelatihan ini dimaksudkan untuk menyiapkan satuan jajaran Korem 031 Wirabima agar memiliki kesiapan operasional dalam rangka melaksanakan tugas pokok baik pada Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), upaya yang dilakukan diantaranya dengan melaksanakan pembinaan latihan.

“Pembinaan latihan diwujudkan dalam bentuk latihan yang direncanakan, disiapkan, dilaksanakan, diawasi, dikendalikan dan dievaluasi,” kata Danrem.

Dengan demikian, latihan itu diharapkan dapat mencapai tujuan dan sasaran latihan yang ditetapkan dengan berbagai macam metode latihan yang diterapkan. Gladi Posko I merupakan salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan untuk melatih para Komandan dan Staf dalam merencanakan operasi dan menerapkan taktik dan teknik operasi.

Tujuanya, lanjut danrem agar bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa maupun harta benda pada saat terjadi bencana alam. Selain itu, perlu disadari bahwa keberadaan aparat komando kewilayahan dituntut untuk berperan aktif  khususnya dalam mendekteksi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkembang di wilayah.

Diujung amanatnya, orang nomor satu di tubuh TNI angkatan darat Riau itu mengatakan, latihan Gladi Posko I diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas Komandan dan Staf Kodim dalam melaksanakan prosedur hubungan kerja terutama pada penyelenggaraan operasi perbantuan kepada Pemerintah Daerah.

“bantuan yang dimaksud saat mengatasi berbagai permasalahan diantaranya bencana alam berupa banjir dan sejenisnya. Maka itu pada latihan ini dimulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan operasi,”pungkasnya.(dro/*1)




Pemkab Gelar Rakor Persiapan Pawai dan Shalat Id

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan pelaksanaan Pawai Ta’aruf dan Shalat Idul Fitri 1434 H/2013 di Balai Utama Kantor Bupati setempat, Senin (29/7).

Rapat yang dipimpin Asisten II Setdakab Inhil, H Encik Kamal Syahindra yang didamnpingi Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakankemendag), Kepala Bagian (Kabag) Kesra Muamar Khdafi, Camat Tembilahan, Sudinoto, Sekretaris Dinas PU, Rasyid, pihak Kepolisian dan mitra kerja lainya, secara cermat meminta masukan dari para peserta rakor.

Rapat yang berlangsung tidak begitu lama itu, membahas persiapan takbir, pawai dan shalat idul fitri. Seperti tahun sebelumnya, titik-titik yang bakal menjadi konsentrasi peserta jemaah yang berpartisipasi pada even itu, yakni Jalan Jendral Sudirman, Abdul Manaf, Kartini, M Boya dan sekitarnya.

Sedangkan untuk lokasi shalat idul fitri, panitia sudah menetapkan di Lapangan Upacara Jalan gajah Mada Tembilahan. Hanya saja saat itu panitia penyelenggara belum bisa memastikan panggung utama takbir. Ada dua alternatif, yakni di depan Bank Riau-Kepri dan di depan Bank BNI Cabang Tembilahan.

“Seperti tahun sebelumnya. Tahun ini kita tidak akan menambah titik yang dijadikan pusat konsentrasi massa. Namun yang perlu menjadi perhatian seksi masing-masing adalah lokasi yang menjadi jalur pawai. Jalur itu harus steril agar tidak mengganggu kelancaran,” papar Encik Kamal.(dro/*1)